cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki@pnl.ac.id
Phone
+6285260462751
Journal Mail Official
jmst@pnl.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh - Medan Km. 280,3, Buketrata, LHOKSEUMAWE 24301, Provinsi Aceh Tel : (0645) 427 85 Fax : (0645) 427 85 Surat-e : jmst@pnl.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mesin Sains Terapan
ISSN : -     EISSN : 25979140     DOI : Prefix 10.30811/jmst by Crossref
Jurnal Mesin Sains Terapan adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen dalam bidang teknik mesin dan sains terapan. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi serta kontribusi ilmiah dalam berbagai topik seperti mekanika, manufaktur, pengelasan, dan pemeliharaan mesin, energi terbarukan, desain mesin, dan aplikasi sains terapan lainnya. Jurnal ini menjadi media dokumentasi dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi akademisi dan praktisi di bidangnya.
Articles 127 Documents
RANCANG BANGUN KONSTRUKSI ALAT PENCETAK BIOBRIKET DENGAN SISTEM ELEKTRO PNEUMATIK Ikhsan Ikhsan; Muhammad Razi; Zulkifli Zulkifli
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 5, No 2 (2021): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v5i2.2409

Abstract

Briket merupakan salah satu alternative bahan bakar yang berasal dari tempurung kelapa yang sudah dibakar dan dialuskan, yang bisa dijadikan bahan bakar padat. Briket mempunyai nilai kalor yang cukup tinggi yaitu sebesar 257,50Kkal/kg, dan disamping itu juga turut menanggulangi polusi limbah produksi. Pada alat pengepres briket yang dihasilkan diameter 2,5cm dan tinggi 5 cm dan proses penekanannya dilakukan oleh operator sehingga tekanan yang dipergunakan untuk pengepres briket tidak konstan sehingga dimensi briket tersebut tidak seragam. Pada alat pembuat briket manual proses produksi memerlukan waktu yang relatif lama dalam proses pengerjaannya dan tingkat produksi yang masih rendah sekitar 28 kg per hari dimana dalam satu kali pengepresan dibutuhkan waktu 125 detik. Pada penelitian ini, dirancang mesin pembuat briket dengan system pneumatik yang dapat bergerak dengan tekanan udara dari kompresor. Selain itu, alat ini dirancang menggunakan komponen yang dapat mendukung kerja pneumatic seperti Duoble acting silinder, solenoid valve single coil 5/2, regulator filter, push button dan kompresor. Proses kerja alat ini menggunakan diagram perencanaan pneumatik, sehingga gerak pneumatic pada saat proses pengepresan briket lebih stabil. Pengembangan alat pembuat briket dengan system kendali pneumatik, dapat menghasilkan waktu proses kerja yang lebih cepat dibandingkan alat pencetak biobriket manual, yaitu dalam satu menit bias menghasilkan 1 biobriket, tergantung jumlah tabung cetakan yang tersedia, semakin banyak tabung cetakan, maka jumlah biobriket yang mampu dihasilkan akan semakin banyak. Kata kunci: Briket, kontruksi, mesin pembuat briket,dan pencetak, system elektro pneumatik
Analisa Pengaruh Variasi Kampuh Pada Material AISI 1020 Terhadap Sifat Mekanik Hasil Pengelasan GTAW M Rizky Khairullah; Saifuddin Saifuddin; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 1 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i1.3927

Abstract

Gas tungsten arc welding (GTAW) mempunyai banyak kelebihan, yaitu kecepatan pengumpanan logam pengisi dapat diatur terlepas dari besarnya arus listrik sehingga penetrasi ke dalam logam induk dapat di atur. Jenis kampuh las merupakan salah satu penyebab yang mempengaruhi kekuatan dari sambungan las. Kampuh las merupakan bagian dari logam induk yang nantinya akan diisi oleh deposit las atau logam las (weld metal). Dilakukan 2 pengujian yaitu Impact dan hardness, nilai impak paling tinggi pada kampuh v sebesar 3,73 J/mm², kampuh double tirus sebesar 2,95 J/mm², dan kampuh tirus sebesar 1,78 J/mm². Pada pengujian kekerasan didapatkan bahwa daerah weld metal yang mempunyai nilai kekerasan paling tinggi terdapat pada spesimen dengan kampuh V sebesar 13,17 HRC, kemudian kampuh tirus sebesar 12,33 HRC, dan yang terendah adalah kampuh double tirus yaitu sebesar 11,5 HRC. Nilai kekerasan daerah HAZ I paling tinggi terdapat pada kampuh V sebesar 14,5 HRC, kemudian kampuh tirus sebesar 14,33 HRC, dan yang paling rendah yaitu kampuh double tirus sebesar 13,17 HRC. Sedangkan untuk daerah HAZ II kekerasan kampuh V dan tirus memiliki nilai yang sama yaitu sebesar 13,5 HRC dan yang terendah adalah kampuh double tirus sebesar 12 HRC. Untuk daerah base metal kekerasan paling tinggi juga terdapat pada kampuh v sebesar 14,83 HRC, kemudian kampuh tirus sebesar 14,17 HRC, dan kampuh double tirus sebesar 14 HRC.Kata kunci: pengelasan, kampuh, sifat mekanik.
KAJIAN PROTEKSI KATODIK (CATHODIC PROTECTION) PADA JARINGAN PIPA TRANSFER RWI (RIVER WATER INTAKE) DI PT. PIM (PUPUK ISKANDAR MUDA) Rizki Fahmi; Jufriadi Bakri; Fakhriza Fakhriza
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v2i1.639

Abstract

Jaringan pipa digunakan sebagai alat distribusi berbagai kebutuhan industri salah satunya adalah air untuk memenuhi kebutuhan pabrik dan komplek perumahan.Kebutuhan air ini disalurkan melalui pipa baja dari sungai yang terletak ±24 km dari lokasi pabrik yaitu di sungai Peusangan (Kabupaten Bireuen). Penelitian dengan judul “ Kajian Proteksi Katodik (Cathodic Protection) Pada Jaringan Transfer RWI (River Water Intake) di PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM), bertujuan untuk mengetahui tingkat korosifitas yang terjadi pada tiap-tiap test box pada masing-masing desa dan mendapatkan hasil yang dijadikan referensi untuk melakukan kegiatan maintenance pada jaringan pipa air baku.Prosedur peneletian yang dilakukan adalah dengan mengukur nilai potensial dan resistivitas tanah pada objek pipa RWI PT. PIM. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat lokasi test box yang tingkat korosifitasnya tinggi yaitu pada lokasi Desa Pinto Makmur dengan nilai potensial -850 mV, dan nilai resistivitas tanah 235,22 Ω.cm, dengan itu maka perlu pemantauan secara rutin pada lokasi ini dikarenakan kemungkinan besar terjadi korosi yang parah dan dikhawatirkan terjadi kegagalan pada pipa yang akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan maupun keresahan masyarakat setempat.Kata Kunci: Cathodic Protection, Korosi, Potensial, Resistivitas Tanah
PEMBUATAN CETAKAN DAN PRODUKSI SUDU AERATOR KINCIR DARI BAHAN KOMPOSIT DENGAN VARIASI DIAMETER LUBANG Muhammad Zamzami; Samsul Bahri; Jufriadi Jufriadi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 2 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i2.1225

Abstract

Aerator kincir berfungsi sebagai penghasil aerasi yaitu meningkatkan oksigen yang masuk ke dalam air. Jumlah dan dimeter lubang sangat mempengaruhi kualitas aerasi, sehingga adanya upaya untuk memvariasikan diameter dan jumlah lubang yang terdapat pada sudu. sudu dengan jumlah lubang dan variasi diameter lubang tidak tersedia di pasaran oleh karena itu harus di produksi sendiri dari bahan komposit. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain model sudu, cetakan sudu, memvariasikan diameter lubang, dan menghitung biaya produksi. Sudu merupakan komponen utama kincir disamping pelampung, gearbox, dan motor listrik. Sudu dibuat dengan metode hand lay up dengan 3 lapisan serat laminat. Pembuatan sudu tersebut membutuhkan  dua cetakan yaitu cetakan pemegang dan daun sudu. Cetakan tersebut dibuat berdasarkan dimensi produk yang akan dibuat dan disesuaikan dengan ketersediaan material serta kemudahan untuk proses produksi dengan dimensi cetakan 320 × 230 × 10 mm. Dimensi produk berbentuk persegi dengan ukuran 175 × 205 × 6 mm dengan variasi diameter lubang 10, 20, dan 30 mm. Cetakan daun sudu dibuat dengan bahan dasar kayu/papan sedangkan cetakan pemegang sudu dibuat dari bahan dasar aluminium dengan menggunakan proses pemesinan. Jumlah resin yang dibutuhkan untuk 1 set aerator sebanyak 2,4 kg dengan volume sudu 139.272,9 mm3. Total biaya keseluruhan untuk 1 kincir sebesar Rp 144.000,-kg. Sudu kincir telah dibuat dengan hasil yang memuaskan dan dapat dipasang dengan mudah pada rim kincir. Kata kunci :  Aerator kincir, sudu, komposit, variasi diameter lubang, cetakan
ANALISA PENGARUH PUTARAN SPINDEL PADA FRICTION WELDING TERHADAP TENSILE STRENGTH ALUMINIUM 6061 Teuku Haikal Derniawan; Nurdin Nurdin; Fakhriza Fakhriza; Mawardi Mawardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v5i1.2143

Abstract

Metode las gesek (friction welding) merupakan metode baru dalam proses pengelasan. Seperti halnya pengelasan pada umumnya, proses pengelasan dengan metode las gesek menggunakan energi gesek yang berubah menjadi panas untuk menyambung dua buah logam. Jenis metode tersebut memiliki sumber energi panas yang dihasilkan oleh gesekan bahan yang disambung. Di mana dua bahan logam baik sejenis maupun tidak sejenis diberikan gaya mekanik berupa gerakan gesekan (yang disertai dengan penekanan)., maka proses penyambungan kedua bahan logam terjadi. Keunggulan dari metode las gesek adalah tidak diperlukannya energi panas dari sumber eksternal baik dari listrik maupun proses pembakaran, sehingga dapat menekan biaya produksi. Proses pengelasan yang terjadi pada permukaan sentuh kedua logam menghasilkan luasan pengelasan yang lebih besar dibandingkan dengan metode pengelasan lain yang luasan pengelasannya hanya berada pada tepian kontak logam yang disambung. Dengan adanya luasan pengelasan yang berada pada seluruh permukaan bidang yang disambung, maka memungkinkan jenis sambungan las gesek untuk menerima beban puntir yang lebih besar,sehingga pada penerapannya las gesek sangat sesuai untuk digunakan pada proses penyambungan poros maupun bahan logam yang memiliki profil berbentuk lingkaran.Penelitian ini dilakukan dengan beberapa pengujian sifat mekanik. Sifat mekaniknya meliputi uji kekuatan tarik, dengan variasi putaran spindle pada mesin bubut menggunakan material aluminium 6061.Berdasarkan hasil pengujian tarik pada 1500 rpm dimana tegangan maksimum pada sempel A1 sebesar 8,88 Kgf/mm2, sempel A2 8.83 Kgf/mm2 dan sempel A3 10,83 Kgf/mm2. Dan pada putaran 2500 rpm dimana kekuatan tarik pada sempel B1 sebesar 10,73Kgf/mm2, sempel B2 11,26 Kgf/mm2 dan sempel B38,20Kgf/mm2. Dari hasil pengujian tarik diperoleh kekuatan sambungan alumunium 6061 yang di sambungkan dengan metode friction welding yaitu dengan kekuatan luluh tertinggi 5,8 kg/mm2 dan kekuatan tarik maximal 11,26 kg/mm2, dan kekuatan tarik raw material nya 12,6 kgf/mm2, kekuatan tarik raw material dan material setelah friction welding hanya berbeda tipis.Kata Kunci: Friction Welding, Aluminium 6061, variasi putaran, Pengujian Tarik.
Rancang Bangun Prototipe Overhead Crane Kapasitas 20 Kg Dengan Pengontrolan Berbasis Programmable Logic Controller (PLC) Abd Rani; Bukhari Bukhari; Muhammad Razi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 1 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i1.3918

Abstract

Pada rancang bangun prototipe overhead crane ini peneliti telah merancang dan menguji prototipe berbasis PLC (Programmable Logic Controller) berdasarkan prinsip kerjanya. Dari analisa static yang dilakukan didapat tegangan tertinnggi (maximum stress) prototipe overhead crane terletak pada roda dengan material stainless steel 304, yakni dengan nilai 69668312 N/m2 atau 69,67 MPa. Sedangkan yield tensile strength dari stainless steel 304 yaitu 215 MPa. maka factor keamanan yang didapat yaitu 3,1, sehingga kontruksi prototipe overhead crane layak digunakan. Dan dari data yang didapat dari pengujian fungsional prototipe overhead crane dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin besar beban yang diangkat, maka kecepatan angkat semakin kecil dan kecepatan turun semakin besar. Sedangkan kecepatan gerakan transversal dan longitudinal tidak terjadi perubahan yang signifikan dan kecepatan yang didapat normal, dengan beberapa variasi beban yang telah diberikan.Kata kunci: Overhead crane, PLC, Prototype overhead crane, ladder diagram
RANCANG BANGUN ALAT SIMULATOR GEARBOX UNTUK PENGUJIAN KINERJA MINYAK PELUMAS Khairul Ikhsan; Mawardi Mawardi; Ali Jannifar; Zaimahwati Zaimahwati
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v2i2.528

Abstract

Gearbox merupakan suatu komponen dari suatu mesin yang terdiri dari rumah untuk roda gigi. Komponen iniharus memiliki konstruksi yang tepat agar dapat menempatkan poros-poros roda gigi pada sumbu yang benarsehingga roda gigi dapat berputar dengan baik dengan sedikit mungkin gesekan yang terjadi. Sistem PelumasanMesin adalah suatu sistem yang bertujuan memberikan lapisan film (oil film) untuk mencegah kontak langsungpada komponen-komponen yang bergesekan. Pembuatan alat simulator gearbox ini mempunyai ukuran panjang400 mm lebar 200 mm dan tinggi 115 mm. Dan untuk dapat menggerakkan alat gearbox di perlukan kekuatanmotor listrik dengan daya 125 watt atau 0,17 HP, menghasilkan torsi motor sebesar 0,525 n/m dengan putaran1700 rpm. Dari hasil penelitian ini maka didapatkan partikel pengujian penglihatan mikroskop dengan durasi 3jam dengan jarak antara roda gigi ada dua tahap yaitu Jarak roda gigi normal 1 mm, dan jarak roda gigi rapat0,5 mm maka akan di simpulkan semakin rapat jarak antara roda gigi maka akan semakin banyak partikel darikontaminasi dari gesekan roda gigi yang terjadi. Dari hasil perbandingan temperatur rata-rata antara minyakpelumas SAE 10 ketika proses pengujian selama tiga jam dalam dua tahap yaitu tahap pertama antara rodagigi dengan jarak 1 mm 33,45 °C dan tahap kedua dengan jarak 0,5 mm 38,17 °C. Temperatur jarak antararoda gigi 1 mm sangat rendah di bandingkan dengan jarak roda gigi 0,5 mm, semakin rapat jarak antara rodagigi maka akan sangat cepat terjadi nya keausan. Waktu proses pemesinan adalah 40 menit dan waktu prosesnon pemesinan 46 menit, total waktu adalah 105menit.Kata kunci : Gearbox, Pelumasan, pengujian minyak pelumas
Analisa Pengaruh Variasi Penambahan Serbuk Alumina (Al2O3) Terhadap Sifat Mekanik Pada Komposit Resin Epoxy Berpenguat Serat Pelepah Pinang Zultiansyah, M Luthfi; Darmein, Darmein; Al Fathier, Al Fathier
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 2 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i2.5755

Abstract

Penambahan Aluminium oksida (Al2O3) sebagai filler pada komposit dikarenakan  memiliki sifat kekuatan tinggi dan kekakuan tinggi sehingga dapat meningkatkan sifat mekanik dari komposit tersebut. Pada penelitian ini perekat yang digunakan yaitu resin epoxy dengan serat pelepah pinang sebanyak 30%. Pada variasi fraksi volume serbuk alumina (Al2O3) 5%, 10% dan 15%. Dari hasil pengujian nilai kekuatan tarik pada fraksi alumina 5% serta 10% berbanding lurus dengan penambahan alumina, hal ini dikarenakan matriks yang sudah dicampur dengan alumina dapat mengikat serat dengan baik, sedangkan pada fraksi alumina 15% nilai kekuatan tarik mengalami penurunan. Dari hasil pengujian kuat lentur penambahan fraksi alumina berbanding lurus dengan nilai kekuatan lentur yang diperoleh. Pada penggunaan alumina 10% memiliki nilai kuat tarik paling baik sedangkan pada uji lentur memiliki nilai terbaik pada alumina 15%. Keywords: Aluminium oksida (Al2O3), filler dan epoxy
ANALISA KERUSAKAN SILINDER HIDROLIK PADA EXCAVATOR HITACHI EX 200 LC DENGAN METODE FISHBONE DI PT. ALHAS JAYA GROUP Ahmad Zarkasyi; Sariyusda Sariyusda; Jufriadi Jufriadi; Hamdani Hamdani
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v3i1.882

Abstract

Silinder hidrolik merupakan komponen yang berfungsi sebagai perlengkapan kerja pada unit yang memanfaatkan kerja sistem hidrolik. Analisa ini bertujuan untuk menganalisa kerusakan, faktor penyebab, cara perbaikan dan pencegahan kerusakan pada Sistem hidrolik silinder hidrolik. Prosedur pemeriksaan dilakukan secara visual pada selang, pin, dan seal. Selanjutnya dilakukan analisa menggunakan fisbone diagram untuk menganaisa penyebab kerusakan sistem hidrolik. Hasil analisa terdapat kerusakan pada silinder hidrolik seal pada kepala silinder, pin bucket, selang hidrolik yang disebabkan oleh terkontaminasinya oli hidrolik dengan air dan penyumbatan nya nepel pada pin bucket. Langkah perbaikan yang dilakukan dengan mengganti komponen yang mengalami kerusakan secara keseluruhan (assy). Tindakan pencegahan dilakukan dengan menjalankan daily check dan preventive maintenance sesuai prosedur. Kata kunci: Sistem hidrolik, silinder hidrolik, kerusakan, maintenance.
ANALISA PENGARUH QHUENCHING DAN TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA BAJA AISI 1050 M Nur Mujaddedy; Jufriadi Jufriadi; Akhyar Ibrahim
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 2 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i2.2020

Abstract

Proses perlakuan panas (Heat Treatment) adalah suatu peroses mengubah sifat logam dengan cara mengubah struktur mikro melalui proses pemanasan dan pengaturan kecepatan pendingin dengan atau tanpa merubah komposisi kimia logam yang bersangkutan. Untuk penelitian ini di gunakan material baja AISI 1050 dan Sempel uji sesuai standart ASTM. Pemanasan awal 850o  C selama 20 menit lalu di lakukan quenching. Di tempering pada suhu 150o C, 250o C,350o C,450o C, dan650 o C di tahan selama 15 menit. Pengujian kekerasan menggunakan metode rockwell c pengujian ketangguhan menggunakan metode impact charpy. Dari nilai rata – rata harga impact pada A1 yaitu 0,35 j/mm2. Pada nilai harga impact B1, didapat nilai 0,1 j/mm2 , pada nilai C1 didapat 1,32 j/mm2 , pada D1 nilai harga impact 0,27 j/mm2, pada E1 nilai 0,14 j/mm2 , pada kedua nilai terakir antara F1 dan G1 yakni 0,47 j/mm2 dan 0,58 j/mm2. . Nilai kekerasan spesimen (A1) sebesar 80.8 HRC. Pada spesimen Hardening B1 di dapat nilai kekerasan sebesar 99.60 HRC. pada spesimen C1 didapat nilai kekerasan menjadi 90,9 HRC. D1 didapat nilai 102,2 HRC, Sedangkan Tempering E1 di dapat nilai kekerasan menjadi 96,1 HRC. Pada tempering F1 dan G1 di dapat nilai 95,2 HRC, dan 71,1 HRC. Kata kunci: Baja AISI 1050, Quenching, Tempering

Page 3 of 13 | Total Record : 127