cover
Contact Name
Marzuki
Contact Email
marzuki@pnl.ac.id
Phone
+6285260462751
Journal Mail Official
jmst@pnl.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh - Medan Km. 280,3, Buketrata, LHOKSEUMAWE 24301, Provinsi Aceh Tel : (0645) 427 85 Fax : (0645) 427 85 Surat-e : jmst@pnl.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mesin Sains Terapan
ISSN : -     EISSN : 25979140     DOI : Prefix 10.30811/jmst by Crossref
Jurnal Mesin Sains Terapan adalah publikasi ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen dalam bidang teknik mesin dan sains terapan. Terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi serta kontribusi ilmiah dalam berbagai topik seperti mekanika, manufaktur, pengelasan, dan pemeliharaan mesin, energi terbarukan, desain mesin, dan aplikasi sains terapan lainnya. Jurnal ini menjadi media dokumentasi dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi akademisi dan praktisi di bidangnya.
Articles 127 Documents
PERFORMANSI TURBIN UAP DAN TINDAKAN PERAWATANNYA (STUDI KASUS PMKS PT. TEUPIN LADA ACEH TIMUR) AYADIL IQBAL; SAIFUDDIN SAIFUDDIN; AKHYAR IBRAHIM
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 6, No 2 (2022): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v6i2.3324

Abstract

Beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi turbin uap adalah tekanan uap masuk, tekanan uap keluar, dan temperatur uap. Penggunaan software chemicalogic steam tab companion untuk menghitung nilai entalpi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hubungan inlet steam pressure dengan daya turbin, hubungan inlet steam pressure dengan efisiensi turbin, hubungan steam temperature dengan efisiensi turbin, dan menganalisa efisiensi turbin. Dari hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan hubungan inlet steam pressure dengan daya turbin tidak konstan naik melainkan naik turun, hubungan inlet steam pressure dengan efisiensi turbin tidak konstan naik melainkan naik turun, hubungan steam temperature dengan efisiensi turbin relatif konstan naik, hubungan exhaust steam pressure dengan   efisiensi   turbin   konstan   naik, nilai efisiensi tertinggi yang dihasilkan sebesar 60.7 %, dan nilai efisiensi terendah sebesar 57.1%. Penurunan efisiensi turbin sebesar 11.12 %. Kata kunci :  Turbin uap, Efisiensi thermal, Steam.
ANALISA KERUSAKAN KOMPONEN UNDERCARRIAGE EXCAVATOR HITACHI EX200 PADA PT. TAKABEYA PERKASA GROUP DENGAN METODE FMEA Irfan Maulana; Akhyar Ibrahim; Darmein Darmein
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v1i1.382

Abstract

Undercarriage adalah bagian bawah dari sebuah Excavator yang berfungsi untuk menahan beban,mengarahkan, dan sebagai pendukung unit. Untuk menjaga sistem undercarriage dapat berfungsi dengan baikselama proses operasionalnya, maka perlu dilakukan perawatan yang terjadwal dengan baik. Berdasarkan hasilsurvei lapangan penulis menemukan beberapa permasalahan pada sistem Undercarriage Excavator yaitu:terjadi kerusakan pada komponen undercarriage di saat unit sedang dalam masa operasi. Penyebab seringterjadi kerusakan pada komponen undercarriage disebabkan karena dipaksakan pada pengerjaan yang telahditargetkan tanpa mempedulikan komponen yang mulai kritis sehingga komponen undercarriage tersebut rusaktanpa diketahui operator. Metode yang digunakan untuk menganalisa kerusakan pada undercarriage adalahmetode FMEA. Dari hasil analisa tabel FMEA yang didapat berdasarkan nilai RPN tertinggi yaitu komponenCarrier Roller dengan RPN 504 dan komponen Track Shoe dengan nilai RPN yang paling rendah yaitu 252.Rekomendasi perawatan pada komponen undercarriage yaitu Preventive Maintenance setiap 50 jam, 500 jam,2500 jam, 4000 jam dan 8000 jam operasi meliputi kegiatan yaitu: cek kekencangan baut, pengukurankomponen, pelumasan, pergantian komponen, cek kekencangan track dan membersihkan semua komponensetelah alat berhenti beroperasi.Kata kunci: Undercarriage, Excavator Hitachi EX200, FMEA, Preventive Maintenance
Analisis Sifat Mekanik Komposit Polyester Serat Pelepah Pisang Abaka Berdasarkan Variasi Fraksi Volume Amanda, Rizki; Bahri, Samsul; Ariefin, Ariefin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 1 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i1.5073

Abstract

Komposit adalah campuran dari dua atau lebih campuran material yang terdiri dari filler dan matriks. Tujuan dibuatnya komposit adalah untuk mendapatkan material dengan karakteristik yang belum ada diantara material yang sudah ada. Sebuah material komposit adalah suatu system material yang disusun oleh campuran atau kombinasi dari dua atau lebih penyusun utama yang berbeda dalam bentuk dan atau komposisi materialnya dan karenanya secara essensial tidak saling melarut satu sama lain. Pisang abaka adalah jenis tanaman yang termasuk dalam keluarga Musa (Musacea family) merupakan salah satu tanaman yang bermanfaat di dunia. Tanaman ini dapat ditemukan terkait dengan industri makanan (misalnya: buah pisang) dan bahan baku industri (industrial raw materials). Keywords: Komposit dan Pisang abaka, uji tarik
ANALISA PENGARUH KEKUATAN VARIASI PENAMBAHAN LAYER KOMPOSIT TAPIS KELAPA TERHADAP KEKUATAN TARIK Cahya Saputra; Suhardiman Suhardiman
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 2 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i2.2009

Abstract

Filter kelapa adalah rangkaian serat yang terbentuk secara alami seperti jaring atau berupa filter. Penelitian ini dianggap perlu untuk mengetahui kekuatan tarik komposit. Pada penelitian ini matriks yang digunakan berupa resin tipe Q Epoxy HQ EP 501 R. Variasi yang digunakan adalah penambahan lapisan 1, 2, 3, 4 dan 5. Standar pengujian tarik yang digunakan adalah D638-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lapisan memiliki batasan kekuatan tarik karena berkurangnya ikatan pada setiap lapisan. Komposit dengan 3 lapis serat saringan kelapa memiliki kekuatan tarik tertinggi yaitu 35,46 Mpa. Mode kesalahan spesimen termasuk ruang kosong, mengeluarkan serat, defleksi retak, beban berlebih, lubang dan tidak terikat. Kata kunci: komposit, tapis kelapa, resin epoxy         
RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KULIT MELINJO DENGAN DAYA 1 HP Muhammad Iqbal; Darmein Darmein; Indra Mawardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 6, No 1 (2022): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v6i1.2852

Abstract

Perancangan sebuah desain merupakan kegitan awal dari usaha pengembangan suatu produk yang kebutuhanya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat dalam hal ini mengigimkan suatu alat atau mesin untuk meningkatkan hasil produksi yang cepat, tepat dan efisien. Hal ini dikarenakan proses tingkat produksi sekarang sangat tinggi dan tingkat kebutuhan yang semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perancangan desain alat pengupas kulit luar buah melinjo yang sederhana sehingga dapat mudah di aplikasikan di masyarakat, terutama di industri pembuatan emping skala kecil dan menengah di pedesaan. Serta untuk meningkatkan hasil produksi supaya tercapainya hasil yang sesuai, baik dalam pengerjaan maupun mutu. Melinjo atau Gnetum gnemon merupakan tanaman biji-bijian hamper dari seluruh bagian dari tanaman ini mempunyai manfaat. Daun muda, bunga kulit kulit biji tua yang sangat popular dimasyarakat yang digunakan sebagai bahan sayuran. Dalam produksinya terutama pada proses awal yautu proses pengupasan kulit lunak buah melinjo masih dilakukan secara manual dengan memanfaatkan tenaga manusia dengan menggunakan pisau sebagai alat pengupasnya. Akhtivitas proses pengupasan kulit lunak buah melinjo diketahui melalui survey setiap harinya para pekerja membutuhkan waktu rata-rata pengupasan 2 jam dengan kapasitas biji melinjo sebanyak 5 kg. berdasarkan permasalahan diatas dilakukan perancangan alat pengupas kulit luar buah melinjo, dengan analisis diperoleh rancangan alat dengan model roll selinder. Dari hasil proses rancanagan mesin dapat dimensi tinggi 870.5 mm lebar 370 mm dan panjang 380 mm dengan karakter bahan yaitu : Plat lembaran, poros, besi rangka roll selider sebagai pengupas, bearing pully, belt, motor listrik 1 HP. Hasil dari mesin ini berupa melinjo yang sudah terkelupas dari kulit luar buah melinjo dengan kapasitas 60 kg/jam. Dari hasil uji kerja mesin didapat presentase hasil sebesar 70 %Kata kunci : melinjo, mesin pengupas, alat pengupas kulit luar buah melinjo
Desain dan Pabrikasi alat Bantu Arbor Untuk Membuat Roda Gigi pada Mesin Frais Vertikal Feri Aulia; Hamdani Hamdani; Darmein Darmein
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 2 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i2.4481

Abstract

Mesin frais vertikal umumnya digunakan untuk memproduksi roda gigi yang memiliki ukuran yang presisi dan kualitas yang tinggi, namun dalam proses produksinya diperlukan alat bantu arbor yang dapat membantu menghubungkan roda gigi dengan mesin frais secara efektif dan aman. Arbor adalah sebuah alat bantu yang digunakan untuk mempertahankan poros roda gigi yang solid dan sejajar dengan poros spindle mesin frais. Pembuatan arbor yang tepat dan berkualitas dapat meningkatkan efisiensi produksi dan meminimalkan kesalahan dalam pembuatan roda gigi. Alat ini dibuat dengan jenis material AISI 316 annealed stainless steel. Untuk mengetahui kekuatan arbor pada saat bekerja maka dilakukan simulasi menggunakan program Ansys Workbench. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerusakan pada alat pada saat dioperasikan. Arbor diuji dengan putaran kerja sebesar 150 rpm, 450 rpm, dan 750 rpm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan yang terjadi masih dibawah tegangan yang diizinkan, oleh karena itu arbor dapat dioperasikan denga naman dan program Ansys Workbench dapat digunakan untuk menguji suatu komponen sesuai dengan kondisi kerja.  Keywords: Mesin frais vertikal, arbor, AISI 316 annealed stainless steel, von mises
ANALISA PERFORMANCE BOILER TAKUMA N-600 SA DENGAN TINGKAT KEADAAN UAP 20 Kg/cm2/259 OC BERBAHAN BAKAR SERAT DAN CANGKANG KELAPA SAWIT BERBASIS KOMPUTASI Zul Adli Zul Adli; Turmizi Turmizi; Mawardi Mawardi
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v2i1.644

Abstract

Beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi boiler adalah tekanan superheater, temperatur air umpan, temperatur uap, jumlah uap yang dihasilkan, jumlah konsumsi bahan bakar, dan nilai kalor pembakaran bahan bakar. Penggunaan software chemicallogic steamtab companion untuk menghitung nilai enthalpy. Tujuan dari penelitian ini adalah  mendapatkan hubungan variasi tekanan superheater dengan efisiensi boiler, hubungan  variasi suhu air umpan dengan efisiensi boiler, hubungan variasi jumlah uap yang dihasilkan dengan efisiensi boiler, dan menganalisa efisiensi water tube boiler. Dari hasil analisa yang telah dilakukan maka hubungan variasi tekanan superheater dengan efisiensi boiler tidak konstan naik melainkan naik turun, hubungan variasi suhu air umpan dengan efisiensi boiler konstan naik, hubungan variasi jumlah uap yang dihasilkan dengan  efisiensi  boiler  relatif  konstan naik,  nilai kalor pembakaran rendah (LHV) yang digunakan adalah 18083,584 kJ/kg, nilai efisiensi boiler tertinggi yang dihasilkan sebesar 79,16 % dan nilai efisiensi boiler terendah yang dihasilkan sebesar 77,7 %.  Kata kunci : boiler, efisiensi boiler, nilai kalor bahan bakar.
Optimasi Kekasaran Permukaan Material Aluminium 5052 Hasil Proses Milling Mesin CNC Aciera VMC50E Menggunakan Metode Taguchi Shafly, Shafli; Bukhari, Bukhari; Saifuddin, Saifuddin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 8, No 2 (2024): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v8i2.5760

Abstract

Teknologi yang terus berkembang di dunia industri manufaktur dan semakin maju meningkatkan kebutuhan alat yang lebih efisien dan efektif. Peningkatan alat yang canggih akan mendorong pelaku industri dalam membentuk suatu produk yang sesuai dengan perencanaan. Proses produksi pembuatan suatu produk manufaktur yang ada di dunia industri hampir seluruhnya memerlukan proses pemesinan. Kualitas permukaan adalah variabel penting dalam proses pemesinan milling. Oleh karena itu, memilih parameter pemesinan terbaik sangat penting agar kualitas permukaan terbaik dapat diperoleh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan parameter pemesinan dengan menggunakan kekasaran permukaan sebagai variabel indikator kinerja. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 9 spesimen uji kekasaran permukaan melalui proses facing pada mesin CNC Milling Aciera VMC50E. Variasi parameter pemesinan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spindle Speed, Feedrate, dan Depth of cut. Nilai kekasaran permukaan yang diperoleh dari 9 spesimen uji di analisis menggunakan Metode Taguchi dan Analysis of Varians (ANOVA). Metode Taguchi digunakan untuk memprediksi konfigurasi parameter pemesinan terbaik. Hasil analisis signal to noise rasio menunjukkan bahwa kualitas permukaan dipengaruhi oleh Ketiga Parameter tersebut. Hasil pengukuran pada 9 spesimen uji menunjukkan nilai kualitas kekasaran permukaan terbaik adalah 0,264 µm pada proses milling material aluminium 5052 yaitu pada kondisi kecepatan Spindle 1900 rpm, Feedrate 170 mm/menit dan Depth of cut 0.20 mm. ANOVA menunjukkan bahwa kecepatan putaran spindel memberikan kontribusi sebesar 68.86%, kecepatan potong 8.94% dan kedalaman potong 3.98% terhadap nilai kekasaran permukaan. Berdasarkan prediksi Metode Taguchi putaran Spindle 1900 rpm, feedrate 150 mm/menit dan depth of cut 0.15 mm menghasilkan kualitas kekasaran permukaan 0,060 µm. Keywords:Taguchi orthogonal array, signal to noise ratio, milling proses, machining parameters, surface roughness
PENGARUH LUBANG LALUAN COUNTERSINK DAN COUNTERBORE TERHADAP KARAKTERISTIK PELLET KAYU KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN KARBON ARANG TEMPURUNG Abdel Peudada; Indra Mawardi; Ariefin Ariefin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 1 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i1.1738

Abstract

Selama ini, penanganan limbah industri kelapa sawit dilakukan dengan cara dibakar. Tentu saja hal ini mempunyai dampak negatif berupa pencemaran terhadap lingkungan. Untuk itu diperlukan adanya suatu pengolahan lanjut dengan teknologi aplikatif sehingga menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, dengan memanfaatkan serbuk batang kelapa sawit menjadi wood pallet. Tujuan penelitian ini untuk, dapat menghasilkan pellet kayu kelapa, mendapatkan karakteristik pellet kayu kelapa sawit dengan penambahan karbon tempurung, mendapatkan pengaruh perubahan lubang laluan countersink dan counterbore terhadap karakteristik pellet kayu kelapa sawit. Metode penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lubang laluan counterbore dan countersink terhadap karakteristik pellet kayu kelapa sawit dimulai dari mempersiapkan bahan baku, pencampuran, pencetakan, pengeringan, dan tahapan analisa. Sedangkan variasi persentasi karbon tempurung yang digunakan, yakni dimulai dari 0%, 10%, 20% dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pellet kayu kelapa sawit yang dihasilkan menggunakan jenis lubang laluan countersink yaitu : Nilai kadar air berkisar antara 12,8% - 11,5%, nilai kalor berkisar antara 4668 kal/g - 4395 kal/g dan densitas yang berkisar antara 0.4293 g/cm3 – 0.3573 g/cm3. Sedangkan dengan jenis lubang laluan counterbore, karakteristik pellet kayu kelapa sawit yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu : Nilai kadar air berkisar antara 13.2% - 11.8%, nilai kalor berkisar antara 4644 kal/g - 4550 kal/g dan densitas yang berkisar antara 0.4127 g/cm3 – 0.3912 g/cm3. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa dalam hal pembuatan pellet kayu kelapa sawit dengan jenis lubang laluan countersink dan counterbore tidak berpengaruh terhadap karakteristik pellet kayu kelapa sawit yang dihasilkan. Hal ini sangat dibuktikan dengan nilai kadar air, nilai kalor dan nilai densitas yang yang tidak jauh berbeda.Kata kunci : (wood pellet, serbuk batang kelapa sawit, countersink, counterbore)
PERENCANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) BERBASIS WEBSITE (STUDI KASUS: PT. TEUPIN LADA DESA BLANG GLEUM, KECAMATAN JULOK, KABUPATEN ACEH TIMUR) Muhammad Iwan; Fakhriza Fakhriza; Ariefin Ariefin
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 5, No 2 (2021): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v5i2.2390

Abstract

PT. Teupin Lada adalah perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang perkebunan sawit. Dan berkembang menjadi Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit (PMKS). PT. Teupin Lada memiliki 100 karyawan. Permasalahan yang terdapat di PT. Teupin Lada masih ada karyawan yang tidak memperhatikan prosedur kerja, tidak menggunakan APD lengkap seperti tidak menggunakan helm proyek, sepatu safety, masker, kaca mata dan ear plug. Adapun tujuan penelitian ini menganalisis dan memberikan solusi terhadap risiko kecelakaan kerja pada perusahaan Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di PT. Teupin Lada sesuai Standard Operasional Prosedur (SOP). Metode yang dipergunakan adalah Hazard Identification And Risk Assessment (HIRA). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah temuan risiko kecelakaan kerja pada proses produksi merupakan jumlah risiko kecelakaan kerja yang dimiliki oleh masing-masing proses produksi di PT. Teupin Lada. Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi yaitu 10 risiko pada Boiler dengan level risiko Rendah 1, Sedang tidak ada, Tinggi 3, Ekstrim 1. Kemudian jumlah kecelakaan kerja yang terjadi yaitu 5 risiko pada Workshop Mekanik dengan level risiko Rendah tidak ada, Sedang 1, Tinggi 3, Ekstrim 1. Kata kunci : K3, HIRA, Risiko Kecelakaan Kerja.

Page 4 of 13 | Total Record : 127