cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
+6281241908133
Journal Mail Official
journal.mining.insight@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Blok L, No. 2, Makassar, South Sulawesi Provice, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Mining Insight
Published by CV. Insight Publisher
ISSN : -     EISSN : 29885264     DOI : https://doi.org/10.58227/jmi.v1i1
Core Subject : Engineering,
Journal of Mining Insight (JMI) adalah publikasi yang berfokus pada topik-topik terkait industri pertambangan, termasuk eksplorasi, penambangan, pengolahan, dan pemasaran mineral dan logam. Journal of Mining Insight memuat artikel-artikel tentang penelitian dan pengembangan teknologi yang berkaitan dengan industri pertambangan, serta isu-isu lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, regulasi, dan perkembangan ekonomi dalam industri tambang. Focus and Scope kegiatan eksplorasi, studi kelayakan, eksploitasi (perencanaan, rancangan, aktivitas, pemantauan) penambangan, pengolahan, reklamasi dan pasca tambang.
Articles 64 Documents
Studi Kualitas Air Laut di Sekitar Kawasan Industri Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan Yusuf, Firman Nullah; Haris, Febiola; Asmiani, Nur
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 3 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i3.276

Abstract

Dalam dua tahun, Indonesia berencana untuk menambah 30 smelter nikel baru, untuk beberapa di antaranya khusus dirancang untuk menghasilkan nikel baterai. Lingkungan perairan akan menjadi sasaran milyaran ton limbah beracun yang akan di buang ke perairan, salah satu bahan pencemar utama yang terkandung dalam buangan limbah adalah logam berat yang beracun. Adanya logam berat di perairan berbahaya baik secara langsung terhadap Kesehatan manusia, hal ini berkaitan dengan sifat-sifat logam berat yaitu sulit terurai, sehingga mudah terakumulasi dalam lingkungan perairan seperti biota air atau sedimen laut, bahan pencemar logam bila konsentrasi atau keberadaannya tidak terkontrol dapat meracuni biota air maupun manusia. Kualitas air laut yang dig unakan untuk biota laut dan aktivitas lain secara ideal harus memenuhi standar, baik secara fisik, kimia, dan biologi. Kualitas air laut yang meliputi faktor fisika, kimia, dan biologi perlu dimonitor secara kontinu untuk mengetahui kondisi suatu perairan. Pentingnya dilakukan monitoring karena pertumbuhan biota-biota di laut dipengaruhi oleh kondisi kualitas air laut. Setiap jenis biota laut memiliki sensitivitas terhadap parameter-parameter kualitas air laut tertentu. Sehingga, peneliti berinisiatif untuk menganalisis pencemaran logam yang terjadi di perairan sekitar kawasan industri Bantaeng, dengan menggunakan analisis kandungan unsur logam pada perairan tersebut. Untuk mengetahui konsentrasi dari logam tersebut kita menggunakan analisis Atomic Absorption Spectrometer (AAS). Dari hasil analisis tersebut didapatkan unsur logam tembaga (Cu) yang melebihi standar baku mutu air laut, logam timbal (pb) melebihi standar baku mutu air laut, logam raksa (Hg) melebihi standar baku mutu air laut, dan untuk logam nikel (Ni) tidak memiliki standar baku mutu pada area Pelabuhan.
Analisis Kualitas Air Sungai Pada Dusun Paludda Desa Patappa Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan Wakila, Muhamad Hardin; Windawati, Windawati; Anshariah, Anshariah
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 3 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i3.277

Abstract

Air merupakan bahan alam yang diperlukan untuk kehidupan manusia, hewan dan tanaman yaitu sebagai media pengangkutan zat-zat makanan, juga merupakan sumber energi serta berbagai keperluan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik, kandungan kimia serta kualitas air pada Dusun Paludda, Desa Patappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru. Penelitian dilakukan langsung di lapangan dengan 5 titik pengambilan sampel. Metode penelitian dalam observasi nilai pH, yang menggunakan Intlegent Meter, sedangkan untuk niai COD dan BOD menggunakan metode titrasi serta mengambil data-data kondisi fisik air dan sampel air. Pegujian penelitian ini menggunakan parameter pH, TSS, TDS, ORP, EC COD dan BOD. Nilai pH yang didapat yaitu 7-9 , untuk nilai TDS, ORP dan EC didapat nilai yang beragam ditiap stasiun. Sedangkan untuk nilai TSS didapatkan nilai 0 disemua stasiun. Sedangkan untuk pengujian COD dan BOD hanya melakukan pengujian pada 2 sampel yaitu sampel ST.1 dan ST.2. Nilai COD yang didapat pada ST.1 yaitu 184 mg/L sedangkan pada ST.2 didapat nilai 72 mg/L. Untuk BOD terdapat dua pengujian yaitu BOD0 dan BOD5, pada ST.1 didapat nilai 7,448 mg/L untuk BOD0 sedangkan untuk BOD5 didapat nilai 78,4 mg/L. Pada ST.2 didapat nilai 6,272 mg/L untuk BOD0 sedangkan untuk BOD5 didapat nilai 235,2 mg/L. Kualitas air sungai pada Dusun Paludda Desa Patappa Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru dari hasil penelitian sebanyak 2 dari 5 titik pengambilan sampel tidak memenuhi standar kelayakan untuk dikonsumsi manusia jika mengacu pada kriteria mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tanggal 14 Desember 2021
Kajian Pemanfaatan Lahan Kritis Bekas Penambangan Batubara di Desa Jangan-Jangan Kabupaten Barru Yusuf, Firman Nullah; Nurwaskito, Arif; Muh Imran
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 4 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i4.278

Abstract

Lahan kritis merupakan salah satu indikator terjadinya degradasi lingkungan sebagai dampak dari berbagai jenis pemanfaatan sumber daya lahan yang kurang bijaksana. Tujuan dari penelitian adalah Mengetahui kondisi real di lapangan lahan bekas penambangan batubara dan memanfaatkan lahan kritis bekas penambangan batubara menjadi lahan yang bisa dimanfaatkan di Desa Jangan-jangan Kabupaten Barru. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu identifikasi lahan bersama dengan peniliti lain dan untuk mengetahui kebenaran hasil dari identifikasi lahan tersebut dilakukan beberapa pembuktian yaitu dengan meninjau langsung lokasi atau lahan, pengujian pH tanah, dan data curah hujan yang bersumber dari Badan Pusat Statistika Kabupaten Barru dan pada tahap pemanfaatan lahan mengacu pada pedoman pemulihan lahan akses terbuka akibat kegiatan pertambangan Ditjen PPKL (Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan) untuk melakukan pemanfaatan sesuai dengan keadaan pada lahan tersebut. Hasil identifikasi lahan setelah ditinjau langsung dan dibuktikan di lokasi penelitian, ternyata lahan yang dianggap kritis itu bukanlah merupakan lahan kritis (tidak kritis) melainkan lahan yang memang rusak akibat dari kegiatan penambangan batubara, sehingga di lahan tersebut gersang dan terdapat genangan air serta disekitaran lokasi tersebut masih ada beberapa vegetasi yang bisa tumbuh. Cara dalam memanfaatkan lahan bekas penambangan ada beberapa pilihan yaitu dengan melakukan pembudidayaan tanaman pangan, pembudidayaan ikan, pengembangan tempat wisata dan perumahan atau bangunan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan yang sangat cocok untuk lokasi penelitian adalah sebagai tempat wisata.
Karakteristik Mineralogi Batubara Daerah Bonto Birao Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep Anshariah, Anshariah; Arsdin, Dian Dwi Apriliyani; Febiyanti, Dian
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 3 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i3.279

Abstract

Batubara merupakan salah satu sumber energi utama selain minyak dan gas bumi. Saat ini, penggunaannya secara global masih didominasi oleh sektor pembangkit listrik. Selain itu, batubara juga dimanfaatkan dalam produksi kokas yang berfungsi sebagai bahan reduktor dalam industri besi dan baja. Kualitas batubara dapat dievaluasi melalui analisis proksimat, yang mencakup kandungan abu, kelembaban, zat terbang, karbon tetap, serta nilai kalorinya. Di Daerah Bonto Birao, dilakukan penelitian untuk mengetahui komposisi mineral yang terkandung dalam batubara. Pengambilan sampel batubara menggunakan metode channel sampling. Hasil analisis XRD terhadap sampel batubara dari daerah tersebut, yang berada di Sulawesi Selatan, menunjukkan bahwa mineral utama yang terkandung dalam sampel atas terdiri dari kaolinit (87,3%), kuarsa (7,2%), dan pirit (5,5%). Sementara itu, sampel tengah mengandung kaolinit (87,0%) dan kuarsa (13,0%), serta sampel bawah tersusun atas kaolinit (87,0%) dan kuarsa (13,0%).
Analisis Geokimia Batuan Penyebab Terjadinya Air Asam Tambang Daerah Salomekko Kabupaten Bone Sulawesi Selatan HS Kandora, Tri Andriyani; Rauf, Jamal; Kadar, Muhammad Ilham
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 3 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i3.280

Abstract

Air Asam Tambang merupakan salah satu isu lingkungan yang berpotensi terjadi di kegiatan penambangan baik batubara maupun bijih. Penelitian yang dilakukan pada bekas penambangan mangan berlokasi di Bone tepatnya di Daerah Salomekko Kabupaten Bone dalam penelitian dapat diketahui geokimia batuan penyebab terjadinya air asam tambang dilokasi penelitian berdasarkan kandungan unsurnya. Analisis Scanning Electron Microscopy Electron Dispersive X-ray (SEM-EDX) banyak digunakan sebagai karakterisai suatu material karena mampu mendapatkan hasil topologi dan nilai konsentrasi atomik dari suatu bahan. Metode AAS berprinsip pada absorpsi cahaya oleh atom. analisis SEM-EDX pada batuan ditemukan adanya unsur Sulfur (S), Mangan(Mn), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn). Air pada settling pond dilakukan analisis AAS untuk mengetahui kualitas airnya, hasil yang ditemukan nilai pH air yang bersifat asam yaitu 2,1 dan unsur-unsur yang ditemukan yaitu Al, Mn, Fe, dan H2S. Unsur pembentuk air asam tambang ditemukan pada settling pond yaitu H2S dengan kadar 0,001 mg/L. Air pada settling pond harus dilakukan treatment penetralan sebelum dialirkan ke pembuangan, dalam hal ini sungai atau pada daerah pertanian di lokasi penelitian.
Analisis Perbedaan Kadar Bijih Nikel Laterit pada PIT Samaendre-B dengan Stockpile PT. Ceria Nugraha Indotama Heriansyah, Andi Fahdli; Nawir, Alfian; Saputra, Aldi
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 3 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i3.281

Abstract

PT Ceria Nugraha Indotama adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan bijih nikel laterit di kecamatan Wolo, kabupaten Kolaka, provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam kegiatan penambangan bijih (ore) nikel laterit sering terjadi adanya perbedaan kadar bijih nikel laterit ketika masih berada di front penambangan dan setelah dipindahkan ke stockpile, dari proses kegiatan tersebut bisa menyebabkan terjadinya perubahan kadar yang mengakibatkan kadar nikel mengalami perubahan yang cukup siginifikan.Tujuan dilakukanya penelitian ini untuk mengetahui besar persentase perbedaan kadar Ni, pada front penambangan dengan stockpile serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan kadar nikel. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengambilan sampel grab sampling di front penambangan dan stockpile. Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan hasil analisis, diperoleh data kadar Ni, pada front penambangan dengan stockpile, kadar Ni mempunyai selisih 0,14%, Dan kadar rata-rata pada pit penambangan sebesar 1,8%, Sedangkan kadar rata-rata pada stockpile sebesar 1,74%. Faktor yang mempengaruhi perubahan kadar nikel yaitu penyebaran ore yang bersifat heterogen, posisi waste yang berada diatas ore serta cuaca hujan yang terjadi di lapangan, keterampilan operator dan sampling
Analisis Perhitungan Volume Overburden Berdasarkan Data Survey Area PIT dan Disposal Serta Data Truck Count di PT Jaga Aman Sejahtera Amalia, Fitri; Anshariah, Anshariah; Thamsi, Alam Budiman
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 4 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i4.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan perhitungan volume overburden antara metode survey dan truck count di PT Jaga Aman Sejahtera selama periode Januari-Maret 2025. Data survey menggunakan real time kinematic untuk area pit dan disposal diolah dengan software Surpac 2020 metode cut and fill, sedangkan perhitungan truck count berdasarkan ritase dikali volume vessel. Hasil penelitian menunjukkan volume overburden berdasarkan survey area pit untuk bulan Januari, Februari, dan Maret berturut-turut adalah 140.326,82 m³, 174.175,59 m³, dan 118.678,75 m³, sedangkan berdasarkan survey area disposal adalah 139.715,34 m³, 174.861,58 m³, dan 109.275,08 m³. Volume berdasarkan truck count menunjukkan angka 148.508,00 m³, 194.679,90 m³, dan 133.848,30 m³. Selisih terbesar terjadi antara survey area pit dengan truck count pada bulan Februari sebesar 20.504,31 m³, dan antara survey area disposal dengan truck count pada bulan Maret sebesar 24.573,22 m³. Faktor-faktor penyebab perbedaan meliputi material yang menempel pada bucket excavator, ketidaksesuaian prosedur operasional dimana operator hanya mengisi empat bucket dari standar lima bucket, kurangnya akurasi data survey, material overburden yang kembali ke vessel karena sifat basah dan lengket, distribusi material yang melampaui batas area disposal, dan adanya longsoran di area disposal. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian merekomendasikan perbaikan prosedur pengambilan data survey, penerapan pengawasan yang lebih ketat dan pemberian batasan area disposal yang jelas.
Studi Pengaruh Komposisi Umpan Kiln Terhadap Kualitas Klinker di PT. Semen Tonasa Aldiyansyah; Shaddad, Aqsal Ramadhan; Dzakir, La Ode
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 4 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i4.283

Abstract

Proses pembakaran dan pendinginan klinker berdampak besar terhadap rencana produksi yang ingin dicapai sehingga komposisi umpan kiln mempengaruhi kualitas dari klinker. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui proses dari pengolahan klinker dan mengetahui komposisi umpan kiln. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian secara langsung, tahap pengambilan data meliputi pengamatan, observasi dan wawancara, data penelitian meliputi data komposisi umpan kiln dan data temperatur pembakaran dalam kiln, Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi umpan kiln serta temperatur pembakaran merupakan parameter yang penting pada pengendalian operasi pembakaran klinker, jumlah rata-rata perhitungan LSF batugamping telah memenuhi standar, kualitas SM dan AM tidak memenuhi standar disebabkan jumlah komposisi Al2O3 yang tinggi, umpan kiln yang memenuhi standar akan menghasilkan klinker yang berkualitas ditandai dengan klinker berwarna kecoklatan, Sebaliknya klinker yang tidak berkualitas akan berwarna putih. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pengolahan klinker meliputi penggilingan bahan baku di raw mill, pembakaran bahan baku di dalam kiln, dan pendinginan bahan baku di grate cooler, serta komposisi umpan kiln yang mempengaruhi kualitas klinker adalah SiO2, Al2O3, Fe2O3, dan CaO.
Analisis Perbedaan Konsumsi Batubara Berdasarkan Karakteristik Batubara dari Supplier pada PLTU Bosowa Energi Provinsi Sulawesi Selatan Arsdin, Dian Dwi Apriliyani; Nurwaskito, Arif; Bundang, Syarifullah
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 4 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i4.284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan konsumsi batubara pada PLTU Bosowa Energi Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan, berdasarkan karakteristik batubara dari beberapa supplier. Batubara yang digunakan berasal dari PT. Adaro Energi, PT. Kideco Jaya Agung, dan PT. Satyamitra Surya Perkasa (SSP), serta kombinasi hasil blending antar supplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi batubara sangat dipengaruhi oleh kebutuhan daya PLN serta kualitas batubara yang dipasok. Batubara dengan nilai kalori lebih tinggi cenderung membutuhkan jumlah konsumsi lebih sedikit, sedangkan batubara dengan kalori lebih rendah memerlukan konsumsi lebih besar. Konsumsi batubara tercatat berbeda pada tiap supplier, dengan SSP berkisar antara 51–78 ton/jam, Kideco 45–68 ton/jam, dan Adaro 42–64 ton/jam. Untuk batubara hasil blending, konsumsi berada pada kisaran 48–70 ton/jam untuk campuran SSP+Kideco, serta 47–69 ton/jam untuk SSP+Adaro. Perbedaan ini membuktikan bahwa karakteristik batubara dan strategi blending berperan penting dalam menentukan efisiensi konsumsi energi di PLTU Bosowa Energi.
Perbandingan Karakteristik Batubara Daerah Sorong Papua Barat Daya Dan Daerah Kalimantan Selatan Saputra, Isroq Aditya Ekyan; Anshariah, Anshariah; Thamsi, Alam Budiman
Jurnal of Mining Insight Vol 2 No 4 (2024): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v2i4.285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik batubara dari daerah Sorong, Papua Barat Daya, dan Kalimantan Selatan melalui analisis proksimat. Sampel batubara diambil dari Desa Ninjemur, Distrik Moi Segen, Kabupaten Sorong, serta Desa Bilas, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Tahapan penelitian meliputi preparasi sampel dengan kominusi hingga ukuran 65 mesh, kemudian dilakukan pengujian laboratorium terhadap kadar air (moisture), kadar abu (ash), zat terbang (volatile matter), karbon tetap (fixed carbon), serta nilai kalor (calorific value). Hasil penelitian menunjukkan bahwa batubara Kalimantan Selatan memiliki kandungan air 9,027%, kandungan abu 43,997%, zat terbang 38,870%, nilai karbon 8,106%, dan nilai kalori 4.408,2 btu/lb. Sementara itu, batubara Sorong memiliki kandungan air 10,054%, kandungan abu 48,011%, zat terbang 37,188%, karbon tetap 4,747%, dan nilai kalori 4.120,2 btu/lb. Berdasarkan klasifikasi ASTM D388, kedua sampel termasuk dalam rank lignit. Meskipun demikian, batubara Kalimantan Selatan menunjukkan kualitas lebih baik dibandingkan Sorong karena memiliki kadar air dan abu lebih rendah, serta nilai kalor lebih tinggi. Oleh karena itu, kedua jenis batubara berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, dengan batubara Kalimantan Selatan relatif lebih efisien.