cover
Contact Name
Wasis Wuyung Wisnu Brata
Contact Email
wasisbrata@unimed.ac.id
Phone
+6282225497755
Journal Mail Official
pelitaunimed@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FMIPA Unimed, Jl. Willem Iskandar Pasar V, Medan 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pelita Pendidikan
ISSN : 23383003     EISSN : 25023217     DOI : 10.24114/jpp.v9i1
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pelita Pendidikan, an electronic journal, provides a forum for publishing the original research articles and review articles from contributors related to biological education research. This journal encompasses original research articles and review articles, including: Learning models Learning assessment Learning media Scientific process skills Scientific literacy Scientific attitude Teaching strategy Thinking skills learning difficulties Moral knowing Teacher professional development
Articles 430 Documents
PERBEDAAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE JIGSAW DAN TIPE ROLE PLAYING PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA KELAS XI IPA SMAN 3 PEMATANGSIANTAR Desy Putri Sari; Ely Djulia
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v6i1.9173

Abstract

This study aims to determine the differences of student learning outcomes and student learning activities using Jigsaw learning model and Role Playing learning model on Human Circulatory Systems in SMA 3 Pematangsiantar.This type of research is quasi-experimental with two group pre-test and post-test design. The population is all students of class XI IPA SMA Negeri 3 Pematangsiantar consisting of 7 classes. Sampling is done by purposive sampling, the sample is taken from the population as much as two classes because of the class is heterogeneous (superior) and the selection of samples based on the instructions of the tutors and the school. The instrument used for the test result of learning as much as 25 questions and student activity observation sheet. Class XI IPA 3 is given treatment with Role Playing learning model. Class XI IPA 5 is given treatment with Jigsaw learning model. From the calculation result of t-test two parties obtained tcount = 3.30 and ttable = 1.99, so tcount> ttable. Data acquisition shows that there is a significant difference between Jigsaw and Role Playing type of learning model on learning outcomes and student learning activities on Human Circulatory System material in class XI IPA SMA Negeri 3 Pematangsiantar. Where classes taught by the Jigsaw learning model get higher learning outcomes than the classes taught by the Role Playing learning model. Student activity on Jigsaw type and Role Playing learning can be categorized quite actively.Keywords: Jigsaw, Role Playing, learning outcomes, student learning activities.
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR TERKAIT MATERI POKOK PORIFERA JENJANG PENDIDIKAN SMA SESUAI STANDAR KURIKULUM 2013 Pricilla Ayu Elvira; Zulkifli Simatupang
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan September 2016
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v4i3.6610

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan prosespengembangan desain pembelajaran dalam menghasilkan produk berupa tujuan pembelajaran, kartu soal danstrategi pembelajaran yang digunakan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran terkait materi pokokPorifera di kelas X SMA/MA sesuai standar isi dan standar proses kurikulum 2013. Prosedur pengembanganmengacu pada model Dick and Carey yang terdiri dari 10 tahap dan dibatasi menjadi 6 tahap yang terdiri dari:(1) Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran (2) Melakukan Analisis Pembelajaran (3) Analisis Siswa dan KondisiSiswa (4) Menulis Tujuan Kinerja (5) Mengembangkan Instrumen Penilaian dan (6) Pengembangan StrategiPengajaran. Kualitas produk pengembangan dinilai berdasarkan aspek kevalidan melalui penilaian yangdilakukan oleh 2 orang ahli dan 2 orang praktisi. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data kualitasproduk yang dikembangkan menggunakan lembar penilaian tujuan pembelajaran, lembar penilaian kartu soal,dan lembar penilaian strategi pembelajaran. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan praktisi, produk tujuanpembelajaran yang dikembangkan mendapatkan skor 94%, produk kartu soal yang dikembangkan mendapatskor 85% dan produk strategi pembelajaran yang dikembangkan mendapat skor 89%. Masing-masing produkmendapat kriteria valid dan kategori sangat baik. Dengan berpedoman dari hasil tersebut maka dapatdisimpulkan bahwa produk yang dikembangkan telah mendapat penilaian baik dari ahli dan praktisi dan produkyang dikembangkan telah sesuai dengan standar kurikulum 2013..Kata kunci: Pengembangan desain pembelajaran, Materi pokok Porifera, Standar kurikulum 2013
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI KLASIFIKASI MAHKLUK HIDUP DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI KELAS VII SMP NEGERI 1 STABAT Linda Sari
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v6i4.11693

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui cara peningkatan hasil belajar IPA pada materi klasifikasi mahkluk hidup dengan model pembelajaran problem based learning (PBL) di kelas VII SMP Negeri 1 Stabat Kab. Langkat  T.P. 2017/2018; 2) Mengetahui peningkatan hasil belajar IPA pada materi klasifikasi mahkluk hidup di kelas VII SMP Negeri 1 Stabat Kab. Langkat  T.P. 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan dalam kelas meliputi kegiatan pelaksanaan tindakan kelas (PTK) berupa kegiatan refleksi awal dan melakukan observasi untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di kelas, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun temuan penelitian PTK ini adalah: 1) Pada Siklus I penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memperoleh hasil belajar dari 32 orang siswa diperoleh 23 orang yang tuntas dengan 72% dan 9 orang yang tidak tuntas dengan 28%; 2) Pada Siklus II diperoleh hasil belajar dari 32 orang siswa diperoleh 28 orang yang tuntas dengan 88% dan 4 orang yang tidak tuntas dengan 12%. Dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VII SMP Negeri 1 Stabat Kab. Langkat TP. 2017/2018.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Problem Based Learning (PBL), IPA
ANALISIS SIKAP ILMIAH MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI PADA PERKULIAHAN ANATOMI TUMBUHAN DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN ANGKATAN 2016 Isdesy Nanda Sari; Martina Restuati
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v7i3.11240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap ilmiah mahasiswa Pendidikan Biologi meliputi sikap rasa ingin tahu, berpikiran terbuka dan kerjasama, sikap ketelitian, berpikir kritis, respek terhadap fakta/data, dan peka terhadap lingkungan pada mata kuliah Anatomi Tumbuhan dan untuk mengetahui perbedaan sikap ilmiah mahasiswa dari masing-masing kelas yang diteliti pada mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2016. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel diambil secara Random Sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap ilmiah mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2016 sebesar 77,78% dengan kategori baik. Indikator sikap ilmiah mahasiswa yang memiliki persentase tertinggi adalah peka terhadap lingkungan dengan kategori sangat baik. Sementara perbedaan sikap ilmiah mahasiswa pada masing-masing kelas Pendidikan Biologi dengan indikator sikap rasa ingin tahu sebesar 79,16% dimiliki oleh kelas Pendidikan Biologi Ekstensi A, indikator sikap respek terhadap data/fakta sebesar 83,48% dimiki oleh kelas Pendidikan Biologi C, indikator sikap berpikir kritis sebesar 80,72% dimiliki oleh kelas Pendidikan Biologi C, indikator sikap berpikiran terbuka dan kerjasama sebesar 83,98% dimiliki oleh kelas Pendidikan Biologi Ekstensi A, indikator sikap ketelitian sebesar 88,54% dimiliki oleh kelas Pendidikan Biologi A, dan indikator sikap peka terhadap lingkungan sebesar 88,70% dimiliki oleh kelas Pendidikan Biologi Ekstensi A. Secara umum sikap peka terhadap lingkungan sangat baik dibandingkan dengan sikap ilmiah lainnya yang perlu ditingkatkan.Kata Kunci: Sikap ilmiah, Analisis sikap ilmiah, Perkuliahan Anatomi Tumbuhan
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SELESAI Nurul Fahma Hasibuan; Toyo Manurung; Mira Wahyuni
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v5i1.10503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Kecerdasan Emosional terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Selesai  Tahun Pembelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional dengan instrumen yang digunakan berupa angket dan nilai DKN. Berdasarkan data yang diperoleh dari nilai angket didapatkan nilai skor tertinggi yaitu 76 dan skor terendah yaitu 44 sebesar 60,62 sedangkan untuk nilai hasil belajar siswa diketahui nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 75 sebesar 80,08  4,04. Berdasarkan hasil uji persyaratan data, diketahui angket dengan hasil belajar dinyatakan berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen. Dari hasil pengolahan data terdapat hubungan yang positif dan siginifikan antara Kecerdasan Emosional dengan hasil belajar biologi siswa, dengan hasil uji koefesien korelasi yang diketahui nilai rxy = 0,114 tergolong kategori cukup, dan hasil uji  hipotesis thitung < ttabel (1,08 < 0,207), (Ha) diterima dan (H0) ditolak. Berdasarkan nilai indeks determinasi didapatkan kontribusi Kecerdasan Emosional sebesar 1,3%, yang berarti bahwa tingkat hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan hasil belajar siswa sebesar 1,3%.Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Hasil Belajar Biologi
Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajarkan Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning Dengan Problem Based Learning Pada Materi Ekosistem Di Kelas X SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Tahun Pembelajaran 2014/2015 Tiopanta Hartati Situmorang; Hasruddin Hasruddin
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v3i4.3981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yangdiajarkan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dengan Problem BasedLearning pada materi ekosistem di kelas X SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Tahun Pembelajaran2014/2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 2Lubuk Pakam yang terdiri dari 4 kelas dan berjumlah 128 siswa dan sampel diambil secaraacak (Random Sampling). Sampel penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas yaitu X2sebagai kelas yang diajarkan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (ProjectBased Learning) dan X3 sebagai kelas yang diajarkan menggunakan Model PembelajaranBerbasis Masalah (Problem Based Learning) yang masing-masing kelas berjumlah 31 orangsiswa, sehingga jumlah sampel 62 siswa. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar menggunakan ModelPembelajaran Project Based Learning adalah 83,22 ± 6,775, sedangkan hasil belajar siswayang diajar menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning adalah 80,32 ± 8,84.Meskipun hasil belajar berbeda, namun hasil uji-t pada taraf α = 0,05 menunjukan bahwa tidakada perbedaan yang signifikan dimana thitung terletak antara ttabel atau masih didalam daerahpenerimaan H₀ (-2,00 < 1,51 < 2,00) atau t(0,05;60) < ttabel yang berarti tidak ada perbedaansignifikan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran ProjectBased Learning dengan model pembelajaran Problem Based Learning pada materi ekosistemdi kelas X SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Tahun Pembelajaran 20142015Kata kunci: Hasil belajar, project based learning, problem based learning
PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X SMA Sri Wahyuni; S Suhendar; S Setiono
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v8i1.17246

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil keterampilan proses sains siswa kelas X SMA Negeri Kota Sukabumi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari di minggu ke-4 di salah satu SMA Negeri Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri Kota Sukabumi sebanyak 81 siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis berupa multiple choice sebanyak 15 soal yang memiliki reabilitas 0,34, simpangan baku 2,63 dan korelasinya 0,21 dengan menggunakan 10 indikator keterampilan proses sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil keterampilan proses sains siswa kelas X SMA Negeri Kota Sukabumi tahun ajaran 2019/2020 masih dalam kategori kurang. Namun hasil tersebut dapat ditingkatkan kembali dengan menggunakan model, strategi dan pendekatan pembelajaran yang mampu memberdayakan keterampilan proses sains siswa. Salah satu model pembelajaran yang disarankan adalan model pembelajaran inkuiri. Kata Kunci : Keterampilan Proses Sains, Siswa Kelas X.
HUBUNGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF DENGAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UIR T.A 2013/2014 Sri Amnah; Tengku Idris
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v4i1.3690

Abstract

Penelitian ini berjudul “Hubungan antara Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa (KPS) Mahasiswa Pendidikan Biologi”. Penelitian ini dilakukan pada semua mahasiswa Pendidikan Biologi yang berada pada semester 3 dan 5 Tahun Akademik 2013/2014 dengan jumlah sampel sebanyak 183 orang yang terdiri dari 107 orang semester 3 yang dibagi dalam 3 kategori yaitu IPK tinggi sebanyak 18 orang, IPK sedangkan sebanyak 50 orang dan IPK rendah sebanyak 39 orang dan 76 orang semester 5 yang dibagi dalam 3 kategori yaitu IPK tinggi sebanyak 18 orang, IPK sedang sebanyak 53 orang, IPK rendah sebanyak 5 orang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara IPK dengan KPS mahasiswa pendidikan biologi FKIP UIR T.A 2013/2014. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2014 dengan menggunakan instrument KPS soal sebanyak 11 soal dengan 7 indikator KPS. Hasil penelitian diuji dengan menggunakan korelasi Product Momen dan menunjukkan bahwa secara keseluruhan IPK memiliki hubungan yang signifikan dengan KPS mahasiswa pendidikan biologi dengan kategori hubungan cukup kuat. Berdasarkan uji regresi menunjukkan bahwa IPK hanya memberikan kontribusi sebesar 10.2% terhadap peningkatkan KPS sedangkan 89.8% dipengaruhi faktor lain.
LEARNER AUTONOMY MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI PADA PEMBELAJARAN DARING SELAMA MASA PANDEMI Rizqa Devi Anazifa; Anggi Tyas Pratama
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v8i4.21199

Abstract

Sebagai calon guru biologi, kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap proses belajar sangat diperlukan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menguasai konsep-konsep Biologi dan keterampilan mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kemandirian belajar mahasiswa Pendidikan Biologi selama mengikuti proses pembelajaran daring pada masa pandemi. Survei dilaksnakan pada 61 mahasiswa calon guru Biologi yang menempuh program Pendidikan Biologi dengan instrumen Autonomy Learning Scale (ALS) yang terdiri dari 12 pertanyaan. ALS mengukur dua aspek, yaitu kemandirian dalam belajar dan kebiasaan belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Pendidikan biologi dapat bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran, mempunyai keinginan untuk mencari sumber-sumber informasi baru, menerima pengalaman baru serta cara-cara baru dalam pembelajaran, mempunyai motivasi yang tinggi dan kepercayaan diri yang tinggi dalam menyelesaikan tugas dan tantangan yang diberikan oleh dosen. Meskipun demikian mahasiswa belum mempunyai kemampunan manajemen waktu yang baik karena belum secara optimal mengatur waktu belajar selama mengikuti perkuliahan secara daring.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERTANYA SISWA PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA N 1 KUTALIMBARU Nurhasanah Siohotang; Ely Djulia; Sentosa Gurusinga
Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v5i4.8875

Abstract

This research aim to know whether is a significant influence learning result and ability to ask student by using cooperative learning model numbered head together (NHT) in human respiratory system subject matter grade XI science senior high school 1 Kutalimbaru academic year 2016/2017. The population in this research is all students that consist of 3 classes totaling 116 students. The sample was taken in random sampling as many as 80 students. XI IPA 1 is an experimental class using cooperative learning model numbered head together (NHT) as many as 40 students, while XI IPA 3 as the control class using lecture and question and answer method as many as 40 students. Th method of this research is quasi-experimental. Based on the average value seen their influence learning result and the ability to ask student by using cooperative learning model numbered head together (NHT) which indicate that the value posttest students in the experimental class is 82.9 and SD 6.3. While the average value in the control class is 79.25 with SD of 5.86. The influence of learning result is also proven through hypothesis testing by using t test with the level of trust α = 0,05, where t count> t tab (6,66> 2,001), which means in this research Ho rejected and Ha accepted. The average score of student ability ask in the experimental class is 60,5% belongs to good predicate and control class is 32,5% belongs to bad predicate. It can be concluded that there is significant influence using cooperative learning model numbered head together (NHT) for learning result and the ability to ask student in human respiratory system subject matter in grade XI science senior high school 1 Kutalimbaru T.P. 2016/2017.Keywords: Learning result, Cooperative Learning Type Numbered Head Together, Human Respiratory System.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol. 12 No. 4 (2024): JURNAL PELITA PENDIDIKAN Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 11 No. 4 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 10, No 4 (2022): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 9, No 4 (2021): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 9, No 3 (2021): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan Desember 2016 Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan September 2016 Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Pelita Pendidikan Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Pelita Pendidikan More Issue