cover
Contact Name
Gama Bagus Kuntoadi
Contact Email
okudagama@gmail.com
Phone
+62818751419
Journal Mail Official
eduremikjournal@wdh.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Jl. Pajajaran No. 1, Pamulang Barat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 3048071X     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Focus of EDU RMIK Journal: Jurnal Edukasi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (EDU RMIK) is a journal that publishes research on medical records and health information management with an interdisciplinary approach. Scope of EDU RMIK Journal: Clinical Classification, Disease Codification, and Actions Health Data and Information Management Health Information Technology Electronic Medical Record (EMR) Management of the Medical Record Work Unit Quality Management of Medical Records and Health Information Health Statistics, Basic Epidemiology, and Biomedicine
Articles 57 Documents
TINJAUAN KEPUASAN PENGGUNA REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) PADA PETUGAS REKAM MEDIS DENGAN MODEL END USER COMPUTING SATISFACTION (EUCS) DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR Sucipto, Sucipto; Fahriati, Andriyani Rahmah; Maulidah, Khoirotun Nur; Haryanto, Sri
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pengguna berpengaruh secara signifikan terhadap pengembangan sistem informasi selanjutnya. Untuk mengukur kualitas suatu sistem yang berjalan, organisasi harus mengetahui bagaimana kepuasan pengguna sebagai umpan balik dalam rangka mengembangkan suatu sistem informasi. Kepuasan pengguna (user) merupakan suatu penentu bagi keberhasilan penerapan suatu sistem informasi rumah sakit. Model yang digunakan untuk mengevaluasi sistem informasi adalah End User Computing Satisfaction (EUCS). EUCS adalah model untuk mengukur tingkat kepuasan dari pengguna suatu sistem aplikasi dengan membandingkan antara harapan dan kenyataan dari sebuah sistem informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna dalam penerapan rekam medis elektronik. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriftif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas rekam medis dengan jumlah sampel 30 responden. Teknik penelitian sampel dilakukan dengan total sampling. Hasil penelitian di RS PMI Bogor menunjukan bahwa kriteria penelian pada dimensi isi memperoleh kategori puas (74,33%), dimensi keakuratan kategori puas (74,53%), dimensi tampilan kategori puas (74,22%), dimensi ketepatan waktu kategori puas (75,11%), dan dimensi kemudahan pengguna kategori puas (75,20%). Kelima dimensi menunjukan bahwa pengguna puas terhadap RME. Disarankan bagi RS PMI Bogor pada penyediaan data/informasi seharusnya lebih akurat, tepat, lengkap, serta tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas dari kinerja RME untuk memberikan kepuasan pada pengguna, untuk menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan yang baik serta melakukan evaluasi RME secara berkala untuk mengetahui sejauh mana rumah sakit mengembangkan RME sehingga jika terjadi kendala dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.
TINJAUAN EFEKTIVITAS PADA PENGGUNAAN SIMRS KHANZA DI PELAYANAN RAWAT JALAN RSIA CITRA INSANI TAHUN 2023 Firmansyah, Miftah Parid; Holidah, Holidah; Haryanto, Sri
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SIMRS Khanza merupakan sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan Rumah Sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat. Penggunaan SIMRS Khanza yang belum efektif sehingga menyebabkan pelayanan kepada pasien menjadi kurang maksimal sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dan keefektivitasan penggunaan SIMRS Khanza terhadap pelayanan rawat jalan menggunakan unsur manajemen 5M. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tentu sesuai dengan kriteria yang diinginkan untuk dapat menentukan jumlah sample yang akan diteliti. Hasil penelitian yang diperoleh dari hasil wawancara terkait 5M terdapat kendala terkait unsur methods karena tidak memiliki SOP penggunaan SIMRS Khanza, terkait unsur materials terjadi kendala pada jaringan internet dan terkait unsur manusia belum adanya pelatihan khusus kepada petugas pelayanan rawat jalan. Terkait unsur mechines dan money sudah dikatakan efektif karena sudah tersedianya aplikasi SIMRS Khanza disetiap unit dan sudah tercukupi anggaran pada rumah sakit serta dilakukannya pemeliharaan pada SIMRS Khanza. Saran terkait unsur 5M yang terkendala yaitu methods agar segera diterbitkan SOP bagi proses pelayanan rawat jalan, materials agar diberlakukan pemeliharaan dan perbaikan secara terus menerus untuk sistem jaringan dan man petugas lebih meningkatkan kemampuannya dan mengikuti pelatihan khusus minimal satu tahun sekali.
Tinjauan Ketepatan Kode Diagnosis Gastroenteritis Acute Pasien Rawat Inap Rsup Dr. Sitanala Kota Tangerang Tahun 2021 Gama Bagus Kuntoadi; Indah Kristina; Andriyani R Fahriati; Nurhana D. Ashari
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2023): EDU RMIK: JURNAL EDUKASI REKAM MEDIS INFORMASI KESEHATAN
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian kode diagnosis pada rekam medis pasien mengacu pada aturan ICD-10 (International Statistical Classification of Disease and Related Health Problem). Seorang coder memiliki tanggung jawab terhadap keakuratan pengkodean, oleh karena itu kemampuan dan keterampilan tentang cara pengkodean diagnosis utama sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) di Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Sitanala Kota Tangerang. Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Sitanala memiliki 9 orang petugas rekam medis (koder), penelitian kualitatif deskriptif adalah metode yang dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dan mengapa permasalahan yang ada di lapangan terjadi dengan metode wawancara dan observasi. Populasi penelitian ini adalah berkas rekam medis diagnosis gastroenteritis akut sebanyak 122 dan sampel sebanyak 94 sampel berdasarkan perhitungan berdasarkan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kode yang benar sebanyak 0 (0,00%), kode yang salah sebanyak 94 (100%). Belum semua SPO terkait penetapan kode diagnosis telah dilaksanakan. Penulisan diagnosis dokter menjadi kendala utama dalam melakukan proses kodefikasi. Penyebab ketidakakuratan kode diagnosis adalah kurangnya karakter keempat dalam kode.
TINJAUAN KEAKURATAN KODE PENYAKIT TUBERCULOSIS BERDASARKAN ICD-10 DI RSU TANGERANG SELATAN TAHUN 2021 KRISTINA, INDAH; Adha, Muhammad Zulfikar; Azka, Fazar
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2022): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTOne form of management in medical records is diagnostic coding. The accuracy of the Tuberculosis diagnosis code refers to providing a diagnosis code according to the classification in ICD10, implementing a clinical classification system and codification of diseases related to health and medical actions according to the correct medical terminology, giving an accurate code that is in accordance with the patient's condition, or proven in Medical Record notes. Inaccurate codes can affect the quality of Health information and Health financing. The purpose of this study was to determine the accuracy of coding the diagnosis of Tuberculosis in South Tangerang General Hospital. This type of research uses a descriptive retrospective approach. The population of this study is medical records diagnosed with Tuberculosis in January to March 2021, which have opened 144 medical record files. The samples obtained were 59 medical records using the Slovin method and the sampling technique using the Simple Random Sampling technique. The results of this study indicate the accuracy of the Tuberculosis diagnosis code from the 59 medical records studied. The results of the correct disease were 13 medical records or 22.03% and the incorrect ones were 46 medical records or 77.96% of them there were files that were not coded. 54.23% (32 files) and the diagnosis was codified 45.76% (27 files) of the 59 samples of medical record files for tuberculosis diagnosis at South Tangerang General Hospital. ABSTRAKSalah satu bentuk pengelolaan dalam rekam medis adalah pengkodean diagnosis. Keakuratan kode diagnosis Tuberculosis mengacu pada pemberian kode diagnosis sesuai dengan klasifikasi didalam ICD-10, melaksanakan sistem klasifikasi klinis dan kodefikasi penyakit yang berkaitan dengan kesehatan dan Tindakan medis seusai terminologi medis yang benar, pemberian kode akurat adalah yang sesuai dengan kondisi pasien, atau terbukti di calam catatan Rekam Medis. Kode yang tidak akurat dapat mempengaruhi kualitas informasi Kesehatan dan pembiayaan Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keakuratan pengkodean diagnosis tuberculosis di RSU Tangerang Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah rekam medis berdiagnosa Tuberculosis pada bulan januari hingga maret tahun 2021 berjumlah 144 berkas rekam medis. Sample yang di peroleh sebanyak 59 rekam medis dengan menggunakan metode Slovin dan Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat ketepatan kode diagnosa Tuberculosis dari 59 rekam medis yang diteliti diperoleh hasil dari kode penyakit yang tepat ialah 13 rekam medis atau 22,03% dan kode yang tidak tepat sebanyak 46 rekam medis atau 77,96% diantaranya terdapat berkas yang tidak dilakukan kodefikasi 54,23% (32 berkas) dan diagnosa yang dilakukan kodefikasi 45,76% (27 berkas) dari 59 sampel berkas rekam medis diagnosa Tuberculosis pada RSU Tangerang Selatan.
ANALISA KESIAPAN PETUGAS TERHADAP PENGIMPLEMENTASIAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARADENAN Afriansyah, Robby; Ulfah, Annisa
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kesiapan Puskesmas Karadenan dalam Pengimplementasian rekam medis manual menjadi rekam medis elektronik. Rekam medis  elektronik telah di implementasikan di Indonesia berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan  untuk mentransformasikan sistem rekam medis dari manual menjadi berbasis komputer. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data pada periode April-Mei 2024. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa di Puskesmas Karadenan terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam kesiapan pengimplementaian rekam medis elektronik. Menyediakan sumber daya finansial yang memadai untuk mengadopsi sistem rekam medis elektronik yang efektif merupakan tantangan yang dihadapi. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kesiapan Puskesmas Karadenan dalam mengadopsi rekam medis elektronik dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dalam pengimplementasian rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan. Penting untuk mengatasi kendala finansial dan metode yang dihadapi guna memastikan kesuksesan dalam menyelenggarakan rekam medis elektronik, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan  kualitas pelayanan kesehatan.
ANALISIS KETEPATAN ISTILAH TERMINOLOGI MEDIS DALAM PENULISAN DIAGNOSIS SISTEM KARDIOVASKULAR DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA LEMDIKLAT POLRI Kuntoadi, Gama Bagus; Darmawan, Dea Natania; Christin, Rumondang; Maulina, Fresty Cahya
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminologi medis adalah ilmu yang mengkaji tentang istilah medis yang sering digunakan sebagai sarana komunikasi oleh tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ketepatan istilah terminologi medis pada penulisan diagnosis sistem kardiovaskular di Rumah Sakit Bhayangkara Lemdiklat POLRI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif pada 98 sampel rekam medis kasus sistem kardiovaskular tahun 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random samping. Hasil penelitian menunjukan bahwa RS sudah memiliki SPO (Standar Prosedur Operasional) penulisan diagnosis dan penulisan singkatan, namun dalam SPO Penulisan Diagnosis belum dijelaskan secara detail bahwa penulisan diagnosis harusnya menggunakan istilah terminologi medis serta terdapat beberapa singkatan yang belum tercantum pada buku pedoman singkatan RS yang menjadi acuan utama SPO Penulisan Singkatan. Ketepatan penggunaan istilah terminologi medis dalam penulisan diagnosis adalah sebanyak 67 diagnosis (68%), sedangkan untuk ketidaktepatan penggunaan istilah terminologi medis adalah sebanyak 31 diagnosis (32%). Faktor penyebab ketidaktepatan penggunaan istilah terminologi medis berdasarkan sumber daya manusia adalah karena dokter masih menggunakan singkatan dan istilah Bahasa Indonesia saat menulis diagnosis yang tidak sesuai dengan ICD-10.
Evaluasi Implementasi Rekam Medis Elektronik Rawat Jalan Reguler Menggunakan Metode PIECES Di Rumah Sakit PMI Bogor Sucipto, Sucipto; Sadikin, Hasan; Salsabilah, Aqila Nur'Afifah
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) adalah rekam medis yang dibuat dengan sistem elektronik bagi penyelenggaraan rekam medis sesuai dengan Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan wajib menerapkan RME paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi implementasi RME rawat jalan reguler menggunakan metode PIECES di Rumah Sakit PMI Bogor. Jenis penelitiannya adalah deskriptif kuantitatif. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner. Sampel penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode sampling jenuh dengan populasi 61 responden dan diambil sampel sebanyak 57 responden. Hasil penelitian terkait evaluasi implementasi RME rawat jalan reguler menggunakan metode PIECES didapatkan nilai pada aspek performance dengan skor 3,81, aspek information dengan skor 3,90, aspek economy dengan skor 3,95, aspek control dengan skor 4,04, aspek efficiency dengan skor 4,07, dan aspek service dengan skor 4,02. Kesimpulan yang didapatkan terkait evaluasi RME rawat jalan reguler menggunakan metode PIECES di Rumah Sakit PMI Bogor dapat dikategorikan “baik” pada setiap aspeknya. Saran dari penelitian ini sebaiknya Rumah Sakit PMI Bogor meningkatkan jumlah akses RME, menambahkan fitur peringatan sebelum menyimpan data pasien, memudahkan akses mengenai output data pelaporan aplikasiTeramedik pada bagian pendaftaran, dan melakukan evaluasi minimal 1 kali sebulan agar dapat meningkatkan kepuasan pengguna.
Tinjauan Kelengkapan Pengisian SOAP Dokter Rawat Jalan Di Puskesmas Pondok Cabe Ilir Rusdiana, Ima; Christin, Rumondang; Suryani, Ayu
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam medis SOAP adalah sarana yang digunakan oleh para tenaga medis untuk merekam informasi mengenai pasien. SOAP merupakan singkatan dari Subjective,Objective, Assesment (Penilaian), dan Plan (Perencanaan) Rekam medis digunakan oleh tenaga medis untuk memberikan perawatan yang tepat dan aman kepada pasien. Salah satu format pencatatan rekam medis yang sering digunakan adalah format SOAP.SOAPmemberikan kerangka kerja yang terstruktur untuk pencatatan medis. Dengan membagi catatan menjadi empat bagian yang jelas, SOAP memudahkan tenaga medis dalam mengorganisir dan mencari informasi yang relevan. SOAP adalah singkatan dari Subjective, Objective, Assessment, dan Plan. Ini adalah pendekatan struktural dalam pencatatan medis yang diperkenalkan oleh Dr. Lawrence Weed pada tahun 1960-an. Metode SOAP membagi catatan medis menjadi empat bagian utama, masing-masing mewakili aspek yang berbeda dari informasi pasienTujuan: Mengetahui kelengkapan pengisian soap dokter rawat jalan di Puskesmas Pondok Cabe IlirMetode Penlitian: Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan yang digunakan adalah studi kasus. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Subjek penelitian ini adalah petugas dan kepala rekam medis. Hasil: Perhitungan dengan metode analisis beban kerja kesehatan dapat diketahui bahwa pada unit rekam medis membutuhkan 1 orang. Kesimpulan: Kebutuhan petugas di unit rekam medis adalah 2 orang sedangkan jumlah petugas yang tersedia di Puskemas Pondok Cabe Ilir 1 orang petugas, sehingga diperlukan ada penambahan petugas sebanyak 1 orang petugas
Tinjauan Tingkat Keakuratan Kode Diagnosis Pada Kasus Ibu Melahirhan Dengan Tindakan Caesarean Section di Metro Hospital Cikupa Tangerang Christin, Rumondang; Kristina, Indah; Nurzanah, Ghina
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Pengkodean diagnosis adalah salah satu kegiatan pengolahan data rekam medis untuk memberikan kode dengan huruf atau dengan angka atau kombinasi huruf dan angka yang mewakili komponen data diagnose. Tujuan penelitian mengetahui kelengkapan dan keakuratan kode kasus ibu melahirkan dengan tindakan caesarean section di RS Metro Hospital Cikupa Tangerang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode retrospektif. Teknik sampel proportional random sampling. Hasil penelitian kelengkapan dan keakuratan kode meliputi kondisi hamil 60 (73,17%) kode akurat, dan 22 (26,82%) kode tidak akurat, metode persalinan 82 (100%) kode tidak akurat, hasil persalinan 82 (100%) kode akurat, tercatat di rekam medis casemix, sedangkan di RM tidak tercatat, prosedur Caesarean Section 82 (100%) tidak tepat. Saran Rumah Sakit Metro Hospital Cikupa perlu menyusun SPO diagnosis, perlu menuliskan diagnosis sesuai dengan kondisi pasien dengan lengkap, spesifik dan sesuai istilah medis yang baku, dan memberi kesempatan kepada petugas pengkodean untuk mengikuti pelatihan/workshop yang diberikan oleh Badan Resmi Pemerintah/Organisasi Profesi/PORMIKI
Analisis Ketepatan Kode Diagnosis Schizophrenia Berdasarkan ICD-10 di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan Christin, Rumondang; Kuntoadi, Gama Bagus; Lestari, Puji
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas data dan informasi pelayanan kesehatan membutuhkan keakuratan dan kekonsistenan. Terkait tenaga rekam medis sebagai pemberi kode bertanggung jawab atas keakuratan kode dari suatu diagnosis yang telah ditetapkan oleh tenaga medis. Berdasarkan hasil observasi awal terdapat ketepatan kode pada diagnosis Schizophrenia sebesar 70 (94,6%) kode. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan pengkodean diagnosis Schizophrenia berdasarkan ICD-10 di RSU Kota Tangerang Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif dan crossectional. Populasi subjek dalam penelitian ini berjumlah 12 orang sedangkan populasi objek berjumlah 923 berkas rekam medis rawat jalan dengan diagnosis Schizophrenia. Sampel dalam penelitian 8 responden dan 90 berkas rekam medis rawat jalan diagnosis Skizophrenia pada bulan Oktober-Desember 2023. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini adalah Systematic Random Sampling dengan menggunakan perhitungan interval. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi dan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa RSU Kota Tangerang Selatan sudah memiliki SPO kodefikasi dengan persentase pelaksanaan 86% terlaksana dan belum dilakukan revisi serta sosialisasi kepada seluruh staff. Dari 90 DRM didapatkan ketepatan kode diagnosis Schizophrenia sebesar 49 (54,4%) tepat dan 41 (45,6%) kode tidak tepat, dan penentuan kode diagnosis tidak sesuai peraturan karena dilakukan oleh dokter. Terkait faktor penyebab berdasarkan SDM didapatkan 100% petugas koder berlatar belakang pendidikan D3/D4/S1 rekam medis dan informasi kesehatan, dengan pengalaman kerja 100% lebih dari 2 tahun, dan 62,5% petugas pernah mengikuti pelatihan koding.