cover
Contact Name
Gama Bagus Kuntoadi
Contact Email
okudagama@gmail.com
Phone
+62818751419
Journal Mail Official
eduremikjournal@wdh.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Jl. Pajajaran No. 1, Pamulang Barat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 3048071X     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Focus of EDU RMIK Journal: Jurnal Edukasi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (EDU RMIK) is a journal that publishes research on medical records and health information management with an interdisciplinary approach. Scope of EDU RMIK Journal: Clinical Classification, Disease Codification, and Actions Health Data and Information Management Health Information Technology Electronic Medical Record (EMR) Management of the Medical Record Work Unit Quality Management of Medical Records and Health Information Health Statistics, Basic Epidemiology, and Biomedicine
Articles 57 Documents
Tinjauan Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Avicenna Pada Unit Rekam Medis Di Rumah Sakit Permata Pamulang Tahun 2023 Utama, Timor; Adha, Muhammad Zulfikar; Fitrianingsih, Ade
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2023): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avicenna Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah teknologi informasi komunikasi yang mengolah dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan rumah sakit berupa koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat. Namun dalam implementasinya, SIMRS Avicenna masih memiliki kendala seperti kesalahan sistem dan sistem yang harus diupdate secara berkala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Avicenna di Unit Rekam Medis RS Permata Pamulang tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah jenis nonprobability purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria tertentu. Hasil dari penelitian ini adalah SIMRS Avicenna berperan besar karena dapat memudahkan petugas rekam medis dalam menyediakan data rekam medis yang dibutuhkan. Tidak ada kendala atau hambatan berdasarkan elemen 5M. Unsur Metode memiliki ketersediaan SOP dalam pengoperasian SIMRS Avicenna, Unsur Material masih memiliki kendala seperti kesalahan sistem sehingga dapat menghambat pelayanan, Unsur Man tidak memiliki pelatihan khusus dalam pengoperasian SIMRS Avicenna sehingga terjadi human error, Unsur Uang telah tidak ada kendala atau hambatan karena sudah ada anggaran untuk perawatan simrs Avicenna. Saran dari penelitian ini adalah IT perlu berkoordinasi dengan vendor terkait kendala Avicenna untuk perawatan SIMRS, sebaiknya melakukan pelatihan secara berkala terkait pengoperasian SIMRS Avicenna untuk meminimalisir terjadinya Human Error.
KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PENYAKIT UNTUK KLAIM BIAYA DITINJAU DARI BERBAGAI LITERATUR Kristina, Indah; Indah, Fenita Purnama Sari; Detyas, Vicy Varia
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2022): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe accuracy of the diagnosis code in the medical record file is used as a basics for claiming fees. The patient diagnosis code if not coded accurately results in the resulting information will have a low level of validation. Thus, an accurate and absolute code must be obtained in order to be accounted for. Writing a specific main diagnosis can make it easier for coding officers to provide the code, making it easier for officers to analyze and reporting to make disease recapitulation reports, used as a basis for grouping CBG (Case Based Groups) for billing systems for payment of service fees. The purpose of this study is to determine the accuracy of disease diagnosis codes for cost claims in terms of various literature. The method used is the method of Literature Study or Literature Study relating to the accuracy of the disease diagnosis code for cost claims in terms of various literature. From 5 journals found that the level of accuracy of the code is still not perfect because it is not 100%. Coder competence is a factor that influences the level of accuracy of disease code coding for cost claims. So that many claim files are not smooth and returned by verifies. The lack of participation in attending seminars and training on coding and the development of new diseases. In addition, writing a diagnosis that is still less readable causes the code to be incorrect in giving the disease code. The conclusion that can be drawn is that there are several factors that influence the still many inaccuracies in the giving of disease codes, namely writing unclear diagnoses, lack of training code and experience and errors in coding for the main code in the claim process.ABSTRAKKeakuratan kode diagnosis pada berkas rekam medis dipakai sebagai dasar terkait dengan klaim biaya. Kode diagnosis pasien apabila tidak terkode dengan akurat mengakibatkan informasi yang dihasilkan akan mempunyai tingkat validasi yang rendah. Dengan demikian kode yang akurat dan mutlak harus diperoleh agar dapat dipertanggungjawabkan. Penulisan diagnosis utama yang spesifik dapat memudahkan petugas koding dalam pemberian kodenya, memudahkan petugas analising dan reporting untuk membuat laporan rekapitulasi penyakit, digunakan sebagai bahan dasar dalam pengelompokkan CBG (Case Based Groups) untuk sistem penagihan pembayaran biaya pelayanan. Tujuan dar penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan kode diagnosis penyakit untuk klaim biaya ditinjau dari berbagai literatur. Metode yang digunakan adalah metode Studi Literatur atau Studi Pustaka yang berhubungan dengan ketepatan kode diagnosis penyakit untuk klaim biaya ditinjau dari berbagai literatur. Dari 5 jurnal didapatkan bahwa tingkat ketepatan kode masih belum sempurna karena belum 100%. Kompetensi koder merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat ketepatan pemberian kode penyakit untuk klaim biaya. Sehingga banyak berkas klaim yang tidak lancar dan dikembalikan oleh verifikator. Minimnya partisipasi mengikuti seminar dan pelatihan mengenai koding dan perkembangan penyakit baru. Selain itu, penulisan diagnosa yang masih kurang terbaca menyebabkan koder salah dalam memberi kode penyakit. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi masih banyaknya ketidaktepatan dalam pemberian kode penyakit yaitu penulisan diagnosa yang kurang jelas, koder yang kurang pelatihan dan pengalaman dan kesalahan dalam pemberian kode untuk kode utama dalam proses klaim.
TINJAUAN PENERAPAN FITUR KEAMANAN SISTEM NFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) PADA UNIT REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA MARGONDA TAHUN 2023 Firmansyah, Miftah Parid; Utama, Timor; Sadikin, Hasan; Romlah, Siti Novy; Apriliyanti, Riskha
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekam medis mengandung nilai kerahasiaan yang harus dijaga dengan baik karena isi rekam medis mengandung riwayat pengobatan pasien dari awal sampai akhir pasien tersebut berobat. Oleh sebab itu, rumah sakit berkewajiban menjaga keamanan rekam medis pasien. Sistem Informasi Manajemen dalam pengelolaan rumah sakit harus memiliki aspek keamanan dalam prosesnya. Aspek penting yang mempengaruhi keamanan pada sistem informasi manajemen sendiri salah satunya ialah Authentication dan Privacy. Untuk mengetahui fitur keamanan pada sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) pada unit rekam medis. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi. Subjek penelitian ini adalah kepala rekam medis, kepala IT dan petugas rekam medis. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah sistem infomasi manajemen rumah sakit (SIMRS) di unit rekam medis. Berdasarkan hasil penelitian, yaitu sudah memiliki SPO keamanan SIMRS terutama di unit rekam medis. Keamanan SIMRS dalam hal Authentication belum semua petugas rekam medis memiliki username dan passwordnya masing – masing serta pengguna tidak pernah mengganti password sesuai dengan ketentuan. Keamanan SIMRS dalam hal Pivacy belum adanya fitur logout otomatis yang berguna untuk menjaga SIMRS menjadi lebih privacy. Sebaiknya diharapkan untuk Rumah Sakit Umum Bunda Margonda setiap petugasnya memiliki username dan passwordnya masing-masing serta diberikan fitur untuk logout secara otomatis.
TINJAUAN KETEPATAN KODE DIAGNOSIS HYPERTENSIVE DISEASE PASIEN RAWAT JALAN BERDASARKAN ICD-10 DI RS XYZ Kuntoadi, Gama Bagus; Sucipto, Sucipto; Solihah, Mutiara Putri
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian kode diagnosis pada rekam medis pasien mengacu dan berpatokan kepada aturan ICD-10. Seorang koder memiliki tanggung jawab terhadap ketepatan kode hasil pengkodean, oleh karena itu kemampuan dan keterampilan seorang koder tentang tentang cara pengkodean diagnosis utama harus sesuai dengan standar prosedur operasional rumah sakit. Rumah Sakit XYZ bertipe C yang berlokasi di Jawa Barat. Jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif (mix method). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. RS XYZ sudah memiliki Standar Prosedur Operasional (SPO) Kodefikasi yang mana tidak seluruhnya dilaksanakan. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa kode diagnosis Hypertensive Disease yang tidak tepat sebanyak 23 kode (23,95%). Di RS XYZ memiliki tenaga perekam medis sebanyak 5 orang koder dan 1 orang kepala unit rekam medis dengan latar belakang pendidikan D3 Rekam Medis dan memiliki pengalaman kerja 1-7 tahun. Populasi penelitian ini adalah berkas rekam medis yang memiliki diagnosis Hypertensive Disease sebanyak 2496 berkas rekam medis dan sampel penelitiannya sebanyak 96 sampel. Faktor-faktor penyebab ketidaktepatan kode diagnosis Hypertensive Disease disebabkan karena penulisan dokter yang tidak spesifik
Tinjauan Aspek Keamanan Dan Kerahasiaan Unit Rekam Medis Di Rumah Sakit Setia Mitra Jakarta Selatan Tahun 2022 Santi Lestari; Muhammad Zulfikar Adha; Rita Dwi Pratiwi; Sefta Ade Saputra
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2023): EDU RMIK: JURNAL EDUKASI REKAM MEDIS INFORMASI KESEHATAN
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan dokumen rekam medis menyangkut bahaya kerusakan dokumen rekam medis. kerusakan yang dimaksud meliputi aspek fisik. aspek kimiawi, aspek biologis serta pencurian. Tujuan penelitian ini untuk meninjau aspek keamanan dan kerahasiaan unit rekam medis di RS. Setia Mitra Jakarta Selatan Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. penelitian dilakukan di RS. Setia Mitra Jakarta selatan pada Tahun 2022. RS. Setia Mitra Jakarta selatan, sudah mempunyai SOP terkait keamanan dan kerahasiaan rekam medis. Sarana dan prasarana yang menunjang untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan dokumen rekam medis di RS. Setia Mitra sebagian sudah tersedia. SDM berjumlah 6 orang, 5 diataranya berlatar belakang pendidikan SLTA dan 1 orang D3 Rekam medis. Standar operasional prosedur terkait keamanan dan kerahasiaan rekam medis di RS. Setia Mitra sudah tersedia yaitu dalam bentuk SOP hak akses berkas dan informasi rekam medis. Dalam pelaksaan dan penerapan sudah cukup baik namun dalam penerapan terkait keamanan masih ada kebijakan yang belum sepenuhnya di jalankan. Sarana dan prasarana untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan rekam medis di RS. Setia Mitra sebagian besar sudah tersedia. Sumber daya manusia di Unit Rekam Medis Setia Mitra di dominasi lulusan SLTA, lulusan D3 rekam medis ada 1 orang sebagai Kepala Rekam Medis.
TINJAUAN KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR INFORMED CONSENT PADA PASIEN YANG MELAKUKAN TINDAKAN SECTION CAESARIA SEBAGAI ASPEK LEGAL REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT SETIA MITRA JAKARTA SELATAN Purwanto, Agus; Romlah, Siti Novy; Hardi, M
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2022): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Consent for medical action (Informed Consent) is an agreement given by the patient or closest family after receiving a complete explanation of the medical or dental action to be performed on the patient. The purpose of this study was to determine the completeness of filling out the informed consent form for caesarean section as legal evidence at Setia Mitra Hospital, South Jakarta Period 2020. This research method uses descriptive research, data collection uses observation sheets and interview sheets. The population in this study were 121 medical record files for Caesarean section patients and a sample of 55 informed consent forms was obtained using simple random sampling technique. The results showed that at Setia Mitra Hospital, South Jakarta, there was no SOP for filling out informed consent, and the implementation of the legal aspects of informed consent had not been fully implemented because the informed consent form at Setia Mitra Hospital, South Jakarta, specifically for the caesarean section, had never been used as evidence. law. When filling out the informed consent form, it is known that the percentage of completeness that reaches 100% is medical record number, patient name, gender, place date of birth, diagnosis (WDDD), basic diagnosis, medical action, procedures, goals, TTD doctor's clear name surgery, TTD Witness Hospital's clear name. Based on this, it is necessary to increase the completeness of filling out the informed consent form for caesarean section, especially on the type of information such as indications of action, risks, complications, prognosis, alternatives and author authentication such as TTD and clear names of patient witnesse. ABSTRAKLatar Belakang : Persetujuan tindakan medis (Informed Consent) adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai tindakan kedokteran atau dokter gigi yang akan dilakukan terhadap pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan pengisian formular informed consent tindakan section caesaria sebagai alat bukti hukum di Rumah Sakit Setia Mitra Jakarta Selatan Periode 2020. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 121 berkas rekam medis pasien Section caesaria dan didapatkan sampel sebanyak 55 formulir informed consent dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Rumah Sakit Setia Mitra Jakarta Selatan belum ada SOP pengisian informed consent, dan pelaksanaan aspek hukum informed consent belum terlaksana sepenuhnya karena formulir informed consent di Rumah Sakit Setia Mitra Jakarta Selatan khusus nya pada tindakan section caesaria belum pernah dijadikan sebagai alat bukti hukum. Pada pengisian formulir informed consent diketahui bahwa presentase kelengkapan yang mencapai 100% yaitu nomor rekam medis, nama pasien,jenis kelamin, tempat tanggal lahir, diagnosis (WDDD), dasar diagnosa, tindakan kedokteran, tata cara, tujuan, TTD nama jelas dokter bedah, TTD Nama jelas Saksi Rumah Sakit. Berdasarkan hal tersebut perlunya meningkatkan kelengkapan pengisian formulir informed consent pada tindakan section caesaria, khususnya pada jenis informasi seperti indikasi tindakan, risiko, komplikasi, prognosis, alternatif dan autentifikasi penulis seperti TTD dan nama jelas saksi pasien
TINJAUAN KELENGKAPAN DAN KETEPATAN KODE DIAGNOSA PADA IBU MELAHIRKAN DENGAN METODE SECTION CAESAREA DI RUMAH SAKIT ANAK DAN BUNDA HARAPAN KITA TAHUN 2024 Rofikoh, Yana
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaklengkapan penulisan diagnosa dan tindakannya sangat mempengaruhi pada pemberian kode dan sulitnya menentukan informasi medis yang tepat. Ketidaktepatan kode sangat berpengaruh dalam proses pelaporan data morbiditas dan mortalitas, pembayaran tarif rumah sakit, serta mempengaruhi pelaporan statistic rumah sakit. Hal inilah yang akan berpengaruh pada mutu pelayanan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelengkapan dan ketepatan kode diagnosa pada ibu melahirkan dengan metode section caesarea di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan datanya penulis menggunakan pendekatan kuantitaif dan sampel khusus diperoleh sebanyak 74 file rekam medis dengan kasus ibu melahirkan dengan metode section caesarea. Hasil penelitian menunjukan untuk tingkat kelengkapan pengisian diagnose ibu melahirkan dengan metode section caesarea 40 rekam medis (54,05%) dan ketidaklengkapan 34 rekam medis(45,10%)
TINJAUAN KETEPATAN KODEFIKASI DIAGNOSIS FRAKTUR BERDASARKAN ICD 10 DI RSPAD GATOT SUBROTO TAHUN 2023 Lestari, Santi; Holidah, Holidah; Arumsari, Fina Indah
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2024): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kodefikasi sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Perekam Medis dan Informasi Kesehatan merupakan kegiatan yang berdampak signifikan pada akurasi data statistik dan untuk kepentingan klaim penjaminan pelayanan kesehatan. Ketepatan kodefikasi bergantung pada kepatuhan koder dalam menjalankan standar yang berlaku yang dituangkan dalam standar prosedur operasional (SPO). Untuk itu ketersediaan SPO pada pelaksanaan kodefikasi menjadi variabel penentu dalam ketepatan kodefikasi diagnosa penyakit. sebagai satu kompetensi tenaga perekam medis dan informasi kesehatan, hal ini terdapat dalam standar profesi perekam medis dan informasi kesehatan. Penelitian ini dilakukan di RSPAD Gatot Subroto. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran ketepatan kodefikasi diagnosis fraktur berdasarkan ICD 10 di RSPAD Gatot Subroto Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa RSPAD Gatot Subroto sudah memiliki standar prosedur operasional kodefikasi penyakit dan tindakan. Sumber daya manusia yang melakukan kodefikasi berlatar belakang DIII Rekam medis.
Tinjauan Pelaporan Internal Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Insis Di Rumah Sakit Permata Depok Firmansyah, Miftah Parid; Fadhilah, Humaira; Ningtyas, Anindias Rahayu
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2023): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang digunakan pada Rumah Sakit Permata Depok ialah INSIS merupakan sebuah sistem pengolahan data dan informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit dan mendukung pengambilan keputusan bagi pihak manajemen dalam menentukan strategi untuk mencapai tujuan penyelenggaraan rumah sakit secara elektronik. Pencatatan dan pelaporan melalui INSIS yang dilakukan oleh rumah sakit dilakukan dalam rangka mempermudah petugas dalam menghasilkan keputusan secara cepat dan tepat untuk kemajuan rumah sakit yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana SOP, alur dan kendala pada pelaporan internal SIMRS INSIS di Rumah Sakit Permata Depok. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian adalah non-probability purposive sampling. Dalam penelitian yang menjadi sampel adalah objek yang memiliki kriteria pertimbangan sesuai dengan penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan pada SIMRS INSIS terhadap pelaporan internal yaitu belum terdapatnya SOP khusus yang berlaku, hanya terdapat petunjuk teknis terkait pelaporan internal pada SIMRS INSIS di Rumah Sakit Permata Depok, sehingga alur pelaksanaan laporan sedikit terganggu seperti tidak dapat mengolah data pada INSIS menyebabkan terjadinya kendala terhadap pelaporan internal yang dialami petugas pelaporan. Saran peneliti sebaiknya dibuatkan SOP khusus untuk pelaporan internal agar memperoleh hasil kerja yang efektif, serta dapat meningkatkan kualitas pekerjaan.
TINJAUAN SISTEM RUJUKAN ONLINE PASIEN BPJS PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS RENGAS TAHUN 2021 UTAMA, TIMOR; ANDRIATI, RIRIS; Ambarsari, Fitri
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2022): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTOnline referral is a tiered referral digitization process that is given to patients or the public to get the convenience and certainty of participants in obtaining health services at hospitals or advanced referral health facilities. The existence of an online referral system can minimize patient registration queues, avoid crowds in waiting rooms and direct contact with officers at health service facilities so as to minimize the transmission of COVID-19 for patients and health workers. This study aims to determine the effectiveness of the BPJS Patient Online Referral System during the Covid-19 Pandemic at the Rengas Health Center in 2021. The type of research used is qualitative with an analytical descriptive approach. Data collection with checklist sheets and interview guidelines. The subject of this research is the Implementation of the BPJS Patient Online Referral System and the object of this research is the online referral SOP and the patient online referral service flow. The results of this study show that in the service of the online referral system at the Rengas Health Center, there is an SOP that regulates BPJS patient referrals but has not been updated since 2017 and there is no special SOP that regulates the online referral system for BPJS patients during the covid pandemic. Referral health services are in accordance with the flow set out in the referral SOP. The online referral system has not been effective because there are still several obstacles, including network constraints, the low understanding of referral patients, incomplete patient data, and during the covid-19 pandemic the puskesmas is quite difficult to refer patients to advanced health facilities. Suggestions for referral SOPs at existing Rengas Health Centers need to be updated according to current conditions and specially made SOPs that regulate the online referral system for BPJS patients during the covid-19 pandemic. The Rengas Health Center must continue to maintain and continue to improve the referral system services that are already running well. Furthermore, the Rengas Health Center must conduct training for online referral officers in order to minimize the occurrence of human error by officers, strengthen the network system. Furthermore, educating the community in their working areas regarding the online referral system, both the flow and the completeness of the data needed in the referral process and during the covid-19 pandemic, Rengas Health Center should still comply with health protocols in referring patients and the South Tangerang City Health Office should provide a hospital dedicated to referral purposes for non-covid-19 patients.ABSTRAKLatar Belakang : Rujukan online merupakan proses digitalisasi rujukan berjenjang yang diberikan kepada pasien atau masyarakat untuk mendapatkan kemudahan serta kepastian peserta dalam memperoleh pelayanan kesehatan dirumah sakit atau fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut. Dengan adanya sistem rujukan online dapat meminimalisir antrean pendaftaran pasien, menghindari kerumunan di ruang tunggu serta kontak langsung dengan petugas di fasilitas pelayanan Kesehatan sehingga dapat meminimalisir penularan covid-19 bagi pasien dan tenaga Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Sistem Rujukan Online Pasien BPJS pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Rengas Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Pengambilan data dengan lembar cheklist dan pedoman wawancara. Subjek penelitian ini adalah Pelaksanaan Sistem Rujukan Online Pasien BPJS serta objek penelitian ini adalah SPO rujukan online dan alur pelayanan rujukan online pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan Dalam pelayanan sistem rujukan online di Puskesmas Rengas sudah tersedia SPO yang mengatur tentang rujukan pasien BPJS namun belum diperbarui sejak 2017 dan tidak dibuatkan secara khusus SPO yang mengatur tentang sistem rujukan online pasien BPJS pada masa pandemi covid. Pelayanan kesehatan rujukan sudah sesuai dengan alur yang tertuang dalam SPO rujukan. Sistem rujukan online belum efektif karena masih terdapat beberapa kendala antaralain kendala pada jaringan, masih rendahnya pemahaman pasien rujukan, ketidaklengkapan data pasien, dan selama pandemi covid-19 pihak puskesmas cukup sulit pada saat akan merujuk pasien ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan. Saran untuk SPO rujukan di Puskesmas Rengas yang sudah ada perlu diperbarui kembali disesuaikan dengan kondisi terkini dan dibuatkan secara khusus SPO yang mengatur tentang sistem rujukan online pasien BPJS pada masa pandemi covid-19. Puskesmas Rengas harus terus mempertahankan dan terus meningkatkan pelayanan sistem rujukan yang sudah berjalan dengan baik. Selanjutnya Puskesmas Rengas harus melakukan pelatihan kepada petugas rujukan online agar meminimalisir terjadinya human error oleh petugas, melakukan penguatan pada sistem jaringan. Selanjutnya melakukan edukasi kepada masyarakat diwilayah kerjanya terkait sistem rujukan online baik alurnya maupun kelengkapan data yang dibutuhkan dalam proses rujukan dan selama pandemi covid-19 sebaiknya Puskesmas Rengas tetap mematuhi protokol kesehatan dalam merujuk pasien serta Dinkes Kota Tangerang Selatan sebaiknya menyediakan satu Rumah Sakit yang dikhususkan untuk tujuan rujukan pasien non covid-19.