cover
Contact Name
Gama Bagus Kuntoadi
Contact Email
okudagama@gmail.com
Phone
+62818751419
Journal Mail Official
eduremikjournal@wdh.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Jl. Pajajaran No. 1, Pamulang Barat
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 3048071X     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Focus of EDU RMIK Journal: Jurnal Edukasi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (EDU RMIK) is a journal that publishes research on medical records and health information management with an interdisciplinary approach. Scope of EDU RMIK Journal: Clinical Classification, Disease Codification, and Actions Health Data and Information Management Health Information Technology Electronic Medical Record (EMR) Management of the Medical Record Work Unit Quality Management of Medical Records and Health Information Health Statistics, Basic Epidemiology, and Biomedicine
Articles 57 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN RAWAT INAP PERIODE TRIWULAN IV TAHUN 2024 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TANGERANG SELATAN Christin, Rumondang; Lestari, Santi; Pratiwi, Rita Dwi; Muchtar, Riska Indria
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v4i2.1147

Abstract

Claim pending for BPJS Kesehatan at the Regional General Hospital (RSUD) of South Tangerang is a significant issue, affecting the hospital's administrative and financial efficiency. Based on a preliminary study, the main causes of pending claims include incomplete documents such as service procedure reports, supporting examination results, and diagnosis revisions. This research aims to identify the factors influencing inpatient claim pendings for BPJS Kesehatan at RSUD South Tangerang. A quantitative approach with a retrospective design was used. Data were collected through document observation, questionnaires, and interviews with 14 casemix officers, along with an analysis of 224 pending claim files. The sampling technique applied was simple random sampling, and data were analyzed descriptively to identify the percentage of document incompleteness and the underlying causes of claim pending. The results showed that the implementation of the Standard Operating Procedure (SOP) for claim submission had reached 86%, although SOP socialization was still uneven. Human resources in the casemix unit were dominated by graduates of the Associate Degree in Medical Records (50%), while 7% of staff had only completed high school or equivalent. Incomplete documentation was identified as the main cause of claim pending, with incomplete diagnosis codes (53%), incomplete supporting documents (46%), and incomplete service evidence (13%).
Evaluasi Kode Diagnosis Dan Tindakan Medis Gigi Dan Mulut Pasien Rawat Jalan: Sebuah Studi Kuantitatif Dinaya, Nadhira Putri; Kristina, Indah; Kuntoadi, Gama Bagus
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v4i2.1150

Abstract

Ketepatan kode diagnosis dan tindakan medis sangat berpengaruh terhadap mutu rekam medis, pelaporan, dan proses klaim pembiayaan. Pemberian kode diagnosis mengacu pada ICD-10, sementara pemberian kode tindakan medis mengacu pada ICD-9 CM. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat ketepatan pengkodean diagnosis penyakit gigi dan mulut masih rendah, antara 57-62%. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi ketepatan kode diagnosis dan tindakan medis penyakit gigi dan mulut pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Lemdiklat Polri, dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidaktepatannya. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel objek penelitian berjumlah 198 diagnosis gigi dan mulut, sampel subjek penelitian adalah 2 petugas koder rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS sudah memiliki SPO Kodefikasi, tingkat ketepatan kode diagnosis 69.19%, sementara ketidaktepatan 30.81%. Pada kode tindakan medis, kode tepat 31.82%, sedangkan kode tidak tepat 50.51%, dan sebesar 17.67% tidak dikode atau tidak dicatat tindakan medisnya. Faktor penyebab ketidaktepatan yaitu penggunaan singkatan yang tidak baku, dan koder masih menggunakan laman internet untuk mencari kode dan terminologinya. Teridentifikasi Sumber Daya Manusia petugas koder lulusan Non DIII/DIV/S1 Rekam Medis. RS. Bhayangkara Lemdiklat Polri dapat menyusun buku pedoman penggunaan singkatan khusus untuk klinik gigi dan mulut, serta memberikan pelatihan kepada koder terkait kodefikasi penyakit dan tindakan medis.
A REVIEW OF THE IMPLEMENTATION OF THE PUSKESMAS MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM (SIMPUS) AT PAMULANG HEALTH CENTRE Firmansyah, Miftah Parid; Rahmayeni, Windi; Adha, Muhammad Zulfikar; Utama, Timor
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v4i2.1184

Abstract

SIMPUS is an arrangement that provides information to assist the decision-making process in carrying out health center management in achieving its target activities. The implementation of RME requires an element of SM management related to its implementation aimed at identifying the application of RME both promotive, preventive, curative and rehabilitative. The purpose of the study was to determine the implementation of SIMPUS at Pamulan Health Center. The type of research used is descriptive method with a qualitative approach ... The sample used 5 officers consisting of SIMPUS admin staff, Medical Records officers, Nurses, Doctors and Pharmacy. This research instrument uses observation and interviews. The results of the study were obtained by interviews using SM elements at Pamulang Public Health Center in the Implementation of the Puskesmas Management Information System has been running well, but there are still some that are not in accordance with Permenkes 24 of 2022 article 13 paragraph (1) and have not met the RME standards with there are still obstacles from several aspects, namely in the aspect of mnø there is only one officer with a medical record education background and is no special training for all officers, There are still constraints, machines still have menus that cannot be used, methods aspects already have SOPs related to the flow of SIMPUS operations,the aspect of unstable internet connectivity  and money aspects related to the budget have been budgeted annually through the South Tangerang City Health Office government. Suggestions related to the constrained SM elements, namely the man element, all officers attend training to improve their ability to operate SIMPUS, materials provide their own internet and carry out regular checks and repairs for the network system and machines request access rights permission for menus that cannot be used.A REVIEW OF THE IMPLEMENTATION OF THE PUSKESMAS MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM (SIMPUS) AT PAMULANG HEALTH CENTRE
TINJAUAN WAKTU TUNGGU PENDAFTARAN RAWAT JALAN POLI PARU DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA LEMDIKLAT POLRI Rusdiana, Ima; Sucipto, Sucipto; Zebua, Amelia Intan Ramadhani
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v4i2.1100

Abstract

Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan dituntut memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan sesuai standar, salah satunya melalui pengelolaan waktu tunggu pasien. Waktu tunggu menjadi indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rawat jalan. Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Kementerian Kesehatan menetapkan waktu tunggu ≤60 menit sejak pasien mendaftar hingga mendapat pelayanan dokter. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau waktu tunggu pendaftaran rawat jalan Poli Paru di Rumah Sakit Bhayangkara Lemdiklat Polri dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi lamanya waktu tunggu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi dan wawancara terhadap 183 responden. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 136 pasien (74,31%) mengalami waktu tunggu ≥60 menit, sedangkan 47 pasien (25,68%) sudah sesuai standar. Rata-rata waktu tunggu adalah 81 menit. Ditemukan bahwa rumah sakit belum memiliki kebijakan tertulis yang secara spesifik mengatur waktu tunggu, serta prosedur administrasi seperti pencetakan surat kontrol dilakukan di loket pendaftaran, bukan di poliklinik. Keterlambatan dokter dan keterbatasan jumlah tenaga medis juga turut memengaruhi lamanya waktu tunggu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan belum memenuhi standar dan memengaruhi kepuasan pasien. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan tertulis, peningkatan jumlah dokter, serta perbaikan alur pelayanan untuk meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan rumah sakit.
Perancangan Sistem Informasi Klinik Berbasis Web Pada Klinik Rizki Barokah Utama, Timor; Firmansyah, Miftah Parid; Maulina, Fresty Cahya; Setiawan, Aden Bagus
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v4i2.1151

Abstract

Perancangan adalah penggambaran, perencanaan dari pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa komponen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Sistem informasi merupakan gabungan dari berbagai komponen teknologi informasi yang saling bekerjasama dan menghasilkan suatu informasi untuk memperoleh satu jalur komunikasi dalam suatu organisasi. Beberapa klinik khususnya Klinik Rizki Barokah masih menggunakan cara manual untuk mencatat seluruh data kesehatan pasien, sehingga data kesehatan pasien sulit dikontrol mengakibatkan human error dan tidak dapat memberikan informasi yang akurat. Tujuan penelitian ini adalah mendesain sistem dan tampilan Interface dalam Perancangan Sistem Informasi Rawat Jalan Berbasis Web. Metode perancangan sistem informasi pada penelitian ini menggunakan metode Waterfall dengan sampel 2 (dua) petugas pendaftaran dan 1 (satu) direktur. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling pada total sampling yaitu jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Klinik belum diadakan sistem pendaftaran berbasis web, petugas pendaftaran harus menulis di buku registrasi. Pada analisis kebutuhan fungsional dan nonfungsional dilakukan wawancara yang mengacu pada analisis kebutuhan sistem, aktor yang terlibat, kebutuhan fungsional, kebutuhan antarmuka, dan kebutuhan unjuk kerja. Perancangan sistem perangkat lunak dilakukan dengan memanfaatkan basis data, DFD, ERD, use case diagram, class diagram, activity diagram, sequence diagram dan flowchart. Sistem ini diharapkan dijadikan sebagai inovasi baru untuk dapat menciptakan sebuah aplikasi sistem informasi yang berguna untuk seluruh staff Klinik Rizki Barokah.
Kepuasan Pengguna Rekam Medis Elektronik Dengan Model End User Computing Satisfaction: Pendekatan Deskriptif Kuantitatif Sucipto, Sucipto; Sadikin, Hasan; Sari, Vina Nur Maulida
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v4i2.1153

Abstract

Rumah Sakit Sentosa Kemang Bogor merupakan salah satu rumah sakit yang sudah menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME) sejak tahun  2018. Kepuasaan pengguna berpengaruh secara signifikan terhadap pengembangan  sistem informasi. Untuk mengukur kualitas suatu sistem yang berjalan, organisasi harus mengetahui bagaimana kepuasan pengguna sebagai umpan balik dalam rangka mengembangkan suatu sistem informasi. Salah satu model yang digunakan untuk mengevaluasi sistem informasi adalah End User Computing Satisfaction (EUCS). EUCS adalah model yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan sebuah sistem dengan membandingkan antara harapan  dan kenyataan dari sebuah sistem informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna dalam penerapan RME.  Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan lembar kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas rekam medis,  pendaftaran, farmasi, laboratorium, radiologi, dan casemix dengan jumlah sampel 52 responden. Teknik sampling yang digunakan sampel jenuh. Hasil  penelitian menunjukan bahwa kriteria penilaian pada dimensi “isi” diperoleh kategori puas (75,67%), dimensi “keakuratan” kategori puas ( 77,77%), dimensi “tampilan” kategori puas ( 75,12%), dimensi “ketepatan waktu” kategori puas (75,64%), dimensi “kemudahan pengguna” kategori puas ( 75,54%). Kelima dimensi menunjukan kategori “puas” terhadap RME RS. Disarankan bagi RS Sentosa pada penyediaan informasi seharusnya lebih akurat dan lengkap serta pada RME  agar terdapat petunjuk penggunaannya yang lebih jelas agar pengguna tidak kebingungan dan lebih mudah dalam penggunaan RME.
Neoplasm Diagnosis Coding Accuracy And Completeness: A Retrospective Review Kuntoadi, Gama Bagus; Christin, Rumondang; Lestari, Santi; Angelina, Novia
EDU RMIK Jurnal Edukasi Rekam Medis Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2025): EDU RMIK: Jurnal Edukasi Rekam Medis Informasi Kesehatan
Publisher : STIKes Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/erjermik.v4i2.1168

Abstract

Medical records are essential documents that support clinical services and healthcare planning. One indicator of medical record quality is the accuracy and completeness of diagnosis codification, particularly in neoplasm cases. This study aims to determine the accuracy and completeness of neoplasm diagnosis codification at RSUP Dr. Sitanala for the period of October–December 2024. The research used a descriptive method with a quantitative and retrospective approach. The object of the study consisted of 116 inpatient and outpatient medical records with neoplasm diagnoses, while the subjects were six medical record coders. Data were collected through observation, questionnaires, and checklists. The results showed that RSUP Dr. Sitanala has implemented a codification SOP with 83.3% compliance. However, the SOP does not specifically regulate the inclusion of morphology codes for neoplasm cases. The accuracy rate of topography code assignment was 78.45% (91 accurate records), while 21.55% (25 records) were inaccurate. Additionally, all 116 records (100%) lacked morphology codes, rendering them incomplete. Regarding human resources, all coders held a formal education background in medical record and health information, yet one coder had never received coding training. Other contributing factors included limited understanding of medical terminology and the absence of specific training related to morphology coding for neoplasms.