cover
Contact Name
Frinawaty Lestarina Barus
Contact Email
frinabarus@ymail.com
Phone
+6281376362755
Journal Mail Official
basastra@gmail.com
Editorial Address
Jalan Willeam Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23015926     EISSN : 2579793X     DOI : https://doi.org/10.24114/bss.v9i2
Core Subject : Education,
Basastra MENU Focus and Scope Flag Counter web analytics View My Stats OPEN JOURNAL SYSTEMS Journal Help USER You are logged in as... basastra My Journals My Profile Log Out INFORMATION For Readers For Authors For Librarians HOME ABOUT USER HOME SEARCH CURRENT ARCHIVES FOCUS & SCOPE CONTACT EDITORIAL TEAM VISITORS STATISTICS REVIEWER PUBLICATION ETIC JOURNAL HISTORY AUTHOR GUIDELINES Home > About the Journal > Editorial Policies Editorial Policies Focus and Scope Section Policies Open Access Policy ETIKA PUBLIKASI Focus and Scope Jurnal Basastra adalah jurnal yang bergerak dibidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Unversitas Negeri Medan. Jurnal ini berisi tentang hasil penelitian dan konseptual dalam bidang pembelajaran, penilaian, linguistik, dan sastra dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Articles 370 Documents
METAFORA KONSEPTUAL EMOSI MARAH: STUDI KASUS MASYARAKAT SUKU JAWA DI PROVINSI LAMPUNG Pangestuti, Dina Agil
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.54532

Abstract

Metafora konseptual emosi marah telah dikategorisasikan oleh Kövecses (2003) dalam beberapa bentuk metafora seperti salah satu contoh ANGER IS THE HOT OF A FLUID IN A CONTAINER. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat metafora konseptual emosi marah pada penutur Bahasa Indonesia beretnis Jawa di Provinsi Lampung, dengan menerapkan konseptual metafora yang telah dikonsepkan Kövecses (2003). Penelitian ini merupakan studi kasus dengan melibatkan empat partisipan perempuan. Pengambilan data dilakukan dengan mewawancarai partisipan yang sesuai dengan kriteria. Hasil penelitian ini mendukung temuan Kövecses. Namun, peneliti menemukan keunikan metafora konseptual emosi marah yang belum dirumuskan oleh penelitian sebelumnya yang dipahami sebagai objek berupa benda padat yang menyebabkan rasa tidak nyaman di dalam dada. Kata Kunci: Metafora konseptual, emosi marah, perempuan, Jawa
SESIKUN/SEKIMAN (PERIBAHASA) LAMPUNG DIALEK œA YANG BERUNSUR HEWAN ATAU TUMBUHAN Aljannati, Aljannati
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.54570

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang Sekiman/Sesikun (Peribahasa) Bahasa Lampung dialek A yang berunsur hewan atau tumbuhan. Peneliti memilih topik Sekiman/Sesikun bahasa Lampung ini karena bahasa Lampung merupakan salah satu bahasa yang terancam punah  dan Sesikun/Sekiman ini kurang dipahami dengan baik terkait bentuk, makna dan pesannya oleh masyarakat Lampung terutama generasi muda penutur Lampung, jadi harapannya dengan adanya penelitan ini bahasa Lampung tetap dilestarikan dan Sesikun/Sekiman (peribahasa) dalam bahasa Lampung dialek A (api) ini dapat dipahami oleh seluruh masyarakat Lampung khususnya generasi muda penutur asli Lampung yang menggunakan bahasa Lampung dialek A (api). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini peneliti menemukan empat peribahasa Lampung dialek A yang mengandung unsur hewan dan dua peribahasa yang mengandung unsur tumbuhan. Dari enam peribahasa yang ditemukan tersebut, peneliti menemukan dua bentuk pengklasifikasian yaitu peribahasa yang digunakan sebagai nasehat dan peribahasa yang digunakan sebagai perumpamaan. Dari hasil penelitian ini kita dapat mengetahui apa tujuan digunakannya unsur hewan atau tumbuhan pada peribahasa serta kita dapat memahami makna dan pesan yang terkandung dalam peribahasa tersebut.  Absract             This research disccuses about Lampung proverb œA dialect named Sekiman/Sesikun that involves animal or plant element. The researcher chooses the topic of Lampung Sekiman/Sesikun because Lampung language is one of the extinct languages and Lampung society especially young generation of Lampung speakers. So, hopefully by this research, Lampung language is still preserved and Sesikun/Sekiman (Lampung proverb) can be understood by all of Lampung society especially young generation of Lampung speakers who use Lampung language œA dialect. This research uses descriptive qualitative method. In this research, the researcher found four proverbs which have animal elements and two proverbs which have plant elements. From those six proverbs, the researcher found two classification form: proverb as the advice and proverb as the parable. From the findings, we can know the purpose of animal and plant elements using in proverbs and we can understand the meaning and the message implied in those proverbs.
MASALAH SOSIAL DALAM NOVEL HARI PELARIAN KARYA YULIA SUJARWO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Choirina, Risma Choirina; Nugroho, Yusro Edy; Nuryatin, Agus
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.54960

Abstract

Kajian sosiologi sastra muncul sebagai suatu pendekatan studi sastra yang berfokus pada hubungan antara karya sastra dan masyarakat. Karya sastra dapat menjadi cerminan dari kehidupan masyarakat, karena sastra ditulis oleh seorang pengarang dan pengarang hidup dalam suatu masyarakat tertentu. Hubungan antara sastra dan masyarakat erat kaitannya karena setiap orang pasti melakukan interaksi sosial antar perseorangan maupun kelompok. Dari proses interaksi sosial akan muncul suatu masalah-masalah sosial yang dapat dikaji atau dikritik melalui kritik sosiologi sastra. Salah satu novel yang menarik untuk dikritik dengan pendekatan sosiologi sastra ialah novel berjudul Hari Pelarian karya Yulia Sujarwo, karena novel ini mengandung banyak permasalahan yang muncul dari adanya perjodohan yang akan dilakukan kepada tokoh utama dan masalah sosial yang muncul akibat dari perjodohan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra Soekanto Soerjono yang memfokuskan pada bentuk-bentuk masalah sosial dalam karya sastra. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan berbagai masalah sosial yang terdapat di dalam novel Hari Pelarian karya Yulia Sujarwo dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Sumber data yang digunakan untuk penelitian adalah dialog dan narasi yang muncul pada novel Hari Pelarian karya Yulia Sujarwo. Dalam penelitian ini, ada beberapa teknik pengambilan serta pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik baca, simak, dan catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 27 data yang terdiri dari 7 masalah sosial berupa; kemiskinan 7 data, kejahatan 3 data, disorganisasi keluarga 5 data, masalah generasi muda dengan masyarakat modern 1 data, peperangan 2 data, pelanggaran terhadap norma masyarakat 7 data, dan 2 data masalah lingkungan hidup. 
SYAIR PERANG MENGKASAR (SHA™IR SIPELMAN) KARYA ENTJI™ AMIN: ANALISIS ANAKRONISME DAN PATRONASE zuliawati, Shavira rahma; Wirajaya, Asep Yudha
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.56486

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan menggunakan basis kritik sastra. Topik pembahasan yang dikaji adalah mengenai unsur anakronisme dan patronase dalam Syair Perang Mengkasar (Sha™ir Sipelman) karya Entji™ Amin. Anakronisme merupakan sebuah gambaran atau lukisan peristiwa yang dianggap tidak memiliki kesamaan (ketidakcocokan) dengan zaman tertentu yang tidak sesuai menurut waktu, penempatan tokoh yang tidak sesuai, dialog, maupun latar yang dianggap tidak sesuai dengan realita. Adapun patronase adalah hubungan timbal balik dalam penciptaan karya sastra yang memuncukan aspek lain dalam proses inspirasi dan interaksi. Sumber data penelitian ini adalah Syair Perang mengkasar, dengan data yang diambil berupa kalimat-kalimat yang memuat anakronisme dan kalimat yang menunjukkan adanya patronase. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan hermeneutika-historis. Hasil penelitian menunjukkan adanya anakronisme atau ketidaksesuaian fakta peristiwa sejarah dengan kutipan dalam teks Syair Perang Mengkasar. Diketahui pula informasi terkait patronase atau posisi pengarang yaitu Encik Amin selaku penulis naskah Syair Perang Mengkasar. Kata Kunci: Anakronisme, Patronase, Syair Perang Mengkasar  
Simbolisasi dan Nilai Moral dalam œRamayana Malik, Muhammad Ardiansah Maulana; Wirajaya, Asep Yudha
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.57209

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis simbolisme serta nilai moral yang terkandung dalam karya sastra Jawa Kuno, "Ramayana". Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika, penelitian ini menyelidiki berbagai elemen simbolik yang tersembunyi dalam narasi dan bagaimana elemen-elemen ini berkontribusi pada pembentukan nilai moral dan budaya masyarakat Jawa kuno. Penelitian ini juga membahas perbandingan antara versi Jawa Kuno dan versi lain dari epos Ramayana, untuk menyoroti keunikan interpretasi lokal dan pengaruhnya terhadap nilai-nilai sosial dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ramayana versi Jawa tidak hanya merupakan karya sastra yang menghibur, tetapi juga sarana pendidikan moral dan spiritual yang mencerminkan kebijaksanaan serta filosofi hidup masyarakat Jawa kuno. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya simbol dan moral dalam sastra klasik Jawa, serta kontribusinya terhadap pembentukan identitas budaya dan nilai-nilai masyarakat. Kata kunci: Simbolisasi, Nilai Moral, Ramayana
KECEMASAN TOKOH NISKALA DALAM FILM KU KIRA KAU RUMAH KAJIAN PSIKOANALISIS Maghfiroh, Erisa Faridatul; Darmadi, Renalita Adesyah Putri; Apriliany, Yeppi; Nugroho, Abdillah
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i1.58435

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik dan   kecemasan tokoh Niskala dalam film Ku Kira Kau Rumah menggunakan kajian psikoanalisis. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Menggunakan dua teknik penelitian. Teknik studi kepustakaan yang dilakukan dengan mengintegrasikan referensi yang memiliki fokus sebagai landasan teori yang digunakan. Teori yang digunakan berupa dari seorang pakar bernama Sigmund Freud. Psikoanalisis berangkat dari sebuah ilmu guna menelisik tujuan sebuah sikap psikologis dari manusia. Teknik observasi dengan menganalisis film Kukira Kau Rumah yang dilakukan secara berulang-ulang yang diiringi dengan group discussion guna mendapatkan berbagai perspektif berbagai sudut. Dari data yang telah dikaji terhimpun sepuluh data yang dimana dapat disimpulkan, karakteristik tokoh  Niskala yaitu, bipolar, ramah, introvert, dan koleris. Para pemeran pendukung turut menonjolkan tokoh Niskala dengan sifat dan sisi kecemasan yang dimilikinya. Atau dapat dikatakan sutradara mengemas film dengan apik hingga rasa sampai kepada pononton atau penikmat film. Kecemasan tokoh Niskala dalam film tersebut terdapat, kecemasan realistik, kecemasan neurotik, dan kecemasan moral.
DESAIN MODEL PEMBELAJARAN DENGAN PERSPEKTIF MULTIDIMENSI PADA MATA KULIAH APRESIASI DAN KRITIK SASTRA INDONESIA Wasilah, Atika; Harahap, Safinatul Hasanah; Yuhdi, Achmad
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.59233

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya kemampuan mahasiswa angkatan 2022 dalam mengapresiasi dan mengkritik karya sastra Indonesia di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed. Sebagaimana diketahui bahwa apresiasi dan kritik sastra merupakan salah satu kegiatan yang melibatkan kemampuan afektif, memahami nilai-nilai, sekaligus berupaya memetakan pola dan tata nilai yang diperoleh dari karya sastra yang diapresiasi ke dalam proporsi yang sesuai dengan konteks persoalannya. Oleh karena itu diperlukan sebuah desain pembelajaran yang dapat memfasilitasi sekaligus meningkatkan kemampuan apresiasi dan kritik sastra mahasiswa. Kemampuan tersebut akan ditingkatkan melalui pembelajaran sastra dengan perspektif multidimensional. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui proses pengembangan, dan 2) menguji kelayakan model pembelajaran perspektif multidimensional dalam pembelajaran apresiasi dan kritik sastra. Penelitian ini menggunakan metode reseacrh and development (r&d) dengan model 4-D. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa proses penelitian disusun dengan berdasarkan tahapan pengembangan 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu: define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Kelayakan model pembelajaran sastra dengan perspektif multidimensional sudah memenuhi kriteria kelayakan œsangat layak dan keterangan catataan œtidak perlu revisi sesuai dengan hasil penilaian validasi ahli desain model pembelajaran sebesar 91,25%. Sedangkan untuk hasil uji coba apresiasi sastra mahasisa diperoleh nilai rata-rata 75,78% dengan kategori œbaik dalam standar penilaian kemampuan apresiasi sastra. Oleh karena itu, dapat disimpulkan model pembelajaran sastra dengan perspektif multidimensional valid dan layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan apresiasi dan kritik sastra mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Unimed Angkatan 2022.
PEMILIHAN KOMPOSISI IKLAN UNTUK MENGUATKAN PESAN BAHASA PADA IKLAN SUNSCREEN WAJAH DI INSTAGRAM Sari, Dita Kumala; Aaputra, Muhammad Akmal
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.59321

Abstract

 AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengalisis pemilihan komposisi iklan untuk menguatkan pesan bahasa pada iklan sunscreen wajah di Instagram. Pendekatan yang digunakan yakni kualitatif dengan metode deskriptif dan data yang diteliti berupa kata, frasa, dan kalimat lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa cuplikan video iklan dari media sosial Instagram yang berisi iklan sunscreen dari beberapa produk. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yakni pertama teknik dokumentasi dengan mengunduh iklan dalam bentuk cuplikan video dari produk sunscreen di Instagram dan melakukan screenshoot produk. Kedua adalah teknik simak dan catat yang dilakukan dengan cara menyimak hasil rekaman dan mencatat perbedaan antar produk, kemudian dianalisis mengenai komposisi iklan yang digunakan. Analisis data dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: 1) Reduksi Data, 2) Display Data, 3) Menarik simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dari beberapa iklan sunscreen  yang dianalisis ternyata ditemukan penggunaan struktur komposisi iklan yang cukup lengkap dan memenuhi untuk menguatkan pesan bahasa pada prodak yang diiklankannya mulai dari adanya struktur butir utama, badan iklan, dan penutup iklan. Iklan yang baik sebaiknya memiliki struktur komposisi iklan yang lengkap agar dapat meguatkan pesan bahasa bagi para calon konsumen serta dapat  memengaruhi calon konsumen untuk membeli prodak yang diiklankan.Kata kunci: Komposisi Iklan, Pesan Bahasa, Sunscreen, Instagram  AbstractThe aim of this research is to analyze the choice of advertising composition to strengthen the language message in facial sunscreen advertisements on Instagram. The approach used is qualitative with descriptive methods and the data studied is in the form of words, phrases and spoken sentences. The data source in this research is video advertising footage from Instagram social media which contains sunscreen advertisements for several products. The data collection technique was carried out in three ways, namely the first was a documentation technique by downloading advertisements in the form of video footage of sunscreen products on Instagram and taking product screenshots. The second is the listen and note technique which is done by listening to the recordings and noting the differences between products, then analyzing the composition of the advertisements used. Data analysis is carried out in several ways, namely: 1) Data Reduction, 2) Data Display, 3) Drawing conclusions. Based on the research results, it can be concluded that from several sunscreen advertisements that were analyzed, it was found that the composition structure of the advertisement was used which was quite complete and adequate to strengthen the language message of the product being advertised, starting from the structure of the main points, the body of the advertisement, and the closing of the advertisement. A good advertisement should have a complete advertising composition structure so that it can strengthen the language message for potential consumers and can influence potential consumers to buy the advertised product.Keywords: Ad Composition, Language Message, Sunscreen, Instagram
Kritik Sastra Feminisme Sastra Lisan Aceh œPutri Jambul Emas (Strukturalisme Genetik) Istikhomah, Aulia; Widyawati, Shalma; Dewi, Trisna Kumala Satya
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.59628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan eksistensi cerita rakyat ini kepada masyarakat yang lebih luas, mempertahankan keberadaan cerita Putri Jambul Emas sebagai suatu cerita rakyat dan bagian dari identitas budaya Aceh, serta mengungkap isu-isu feminis yang terdapat dalam kisah Putri Jambul Emas yang relevan dengan latar belakang sosial perempuan Aceh. Cerita rakyat Aceh ini dikaji dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menerapkan teknik simak dan catat dalam proses pengumpulan data. Data dan informasi yang terhimpun dianalisis menggunakan teori strukturalisme genetik untuk menganalisis isu feminisme dalam cerita rakyat tersebut. Pembahasan dalam penelitianini mengarahkan pada tiga sub pembahasan, yaitu struktur internal cerita Putri Jambul Emas, latar belakang sosial perempuan Aceh pada abad ke-17 Masehi, dan genetik teks dalam cerita Putri Jambul Emas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama dalam cerita ini adalah Putri Jambul Emas yang digambarkan sebagai perempuan yang berani, cerdas, dan berjiwa kepemimpinan. Tokoh Putri Jambul Emas merupakan penggambaran Ratu Safiatuddin, tokoh Lila Bangguna adalah penggambaran mengenai undang-undang pemberian rumah untuk anak perempuan yang diusulkan serta ditetapkan pada masa pemerintahan Ratu safiatuddin. Sementara itu, Raja Cina menjadi penggambaran atas intervensi pihak asing dan simbolisasi masyarakat patriarki yang melakukan penolakan kepemimpinan Ratu Safiatuddin karena gender. Penelitian ini penting untuk mengenal salah satu cerita rakyat Aceh dengan latar belakang sosial yang melatarbelakangi penciptaan karya tersebut.
MITOS BEGU GANJANG: TRADISI LISAN MASYARAKAT BATAK TOBA YANG BERUJUNG KRIMINALITAS Simanjuntak, Firman Matias; Sagala, Vika Maria; Situmorang, Yuni Yolanda; Anggriana, Fuza; Sianturi, Astri Dewi; Siallagan, Lasenna
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.60953

Abstract

Mitos begu ganjang merupakan tradisi lisan yang masih ada bagi masyarakat Batak Toba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis esensi begu ganjang sebagai tradisi lisan, persepsi masyarakat etnis Batak Toba terkait mitos begu ganjang, dan tanggapan mereka terhadap tindak kejahatan yang terjadi akibat masalah begu ganjang. Penelitian ini dilakukan di Manik Hataran dan Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik dengan menggunakan metode campuran desain concurrent embedded. Data diperoleh dari 335 sampel dengan penggolongan berdasarkan rentang usia melalui teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat begu ganjang adalah tradisi lisan tertua dalam sastra lisan berbentuk mitos. Persepsi masyarakat memandang begu ganjang sebagai makhluk pembunuh supranatural dengan beragam deskripsi mengenai begu ganjang dan parbegu ganjang. Isu tersebut mampu menciptakan tindak kejahatan yang merugikan. Menimbang dampak yang muncul, mitos begu ganjang yang beredar dianggap tidak perlu direstorasi lagi.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 1 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 3 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 13, No 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 12 No. 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 2 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 1 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 3 (2022): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 2 (2022): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 1 (2022): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 3 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 3 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 3 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 4 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 4 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 3 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 4 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 3 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 4 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 3 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 4 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 4 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 3 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 3 (2012): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2012): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Basastra More Issue