cover
Contact Name
Frinawaty Lestarina Barus
Contact Email
frinabarus@ymail.com
Phone
+6281376362755
Journal Mail Official
basastra@gmail.com
Editorial Address
Jalan Willeam Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23015926     EISSN : 2579793X     DOI : https://doi.org/10.24114/bss.v9i2
Core Subject : Education,
Basastra MENU Focus and Scope Flag Counter web analytics View My Stats OPEN JOURNAL SYSTEMS Journal Help USER You are logged in as... basastra My Journals My Profile Log Out INFORMATION For Readers For Authors For Librarians HOME ABOUT USER HOME SEARCH CURRENT ARCHIVES FOCUS & SCOPE CONTACT EDITORIAL TEAM VISITORS STATISTICS REVIEWER PUBLICATION ETIC JOURNAL HISTORY AUTHOR GUIDELINES Home > About the Journal > Editorial Policies Editorial Policies Focus and Scope Section Policies Open Access Policy ETIKA PUBLIKASI Focus and Scope Jurnal Basastra adalah jurnal yang bergerak dibidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Unversitas Negeri Medan. Jurnal ini berisi tentang hasil penelitian dan konseptual dalam bidang pembelajaran, penilaian, linguistik, dan sastra dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.
Articles 370 Documents
OPTIMALISASI KOMUNIKASI: PERAN LAGU ANAK SEBAGAI MEDIA TERAPI BAGI PENYANDANG RHOTISISME Ashiilah, Tara; Sitanggang, Benni; Ardini, Putri; Fajriana, Retno Rezky; Ramadan, Azan Alfana; Tansliova, Lili; Lubis, Fitriani
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.61409

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas lagu anak sebagai media terapi bagi anak-anak penyandang rhotisisme, gangguan fonologis yang mempengaruhi pengucapan bunyi œR. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif di Desa Binjai Bakung, Kecamatan Pantai Labu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket, dan dianalisis menggunakan uji normalitas dan paired sample t-test. Objek penelitian adalah anak-anak penyandang rhotisisme yang diberikan intervensi dengan lagu anak ciptaan dan dua lagu anak lain yang memiliki konsonan œr. Data dari 13 anak menunjukkan perubahan signifikan dalam kemampuan berbicara. Pada pretest, nilai minimum adalah 13 dan maksimum 50, dengan rata-rata 35,37 dan standar deviasi 6,91. Setelah intervensi, nilai posttest meningkat dengan minimum 50 dan maksimum 75, rata-rata 61,15, dan standar deviasi 7,11. Observasi menunjukkan beberapa anak memiliki masalah pada alat ucap dan kegugupan saat berbicara, tetapi tidak ada yang mengidap autisme. Masalah pengucapan tidak terkait dengan bahasa sehari-hari, dan mayoritas anak tidak merasa minder berbicara di depan umum serta mampu mempertahankan percakapan. Penelitian ini menunjukkan bahwa lagu anak yang kaya akan konsonan œR efektif sebagai stimulus untuk meningkatkan keterampilan pengucapan dan kepercayaan diri anak-anak penyandang rhotisisme. Kata kunci: Komunikasi, Lagu Anak, Rhotisisme, Treatment   AbstractThis study aims to determine the effectiveness of children™s songs as a therapeutic medium for children with rhotisism, a phonological disorder that affects the pronunciation of the œR sound. The research used a quantitative experimental method in Binjai Bakung Village, Pantai Labu District. Data were collected through observation, interview, and questionnaire, and analyzed using normality test and paired sample t-test. The object of the research was children with racism who were given an intervention with a children™s song created by them and two other children™s songs that have the consonant œr. Data from 13 children showed significant changes in speaking ability. In the pretest, the minimum score was 13 and the maximum was 50, with a mean of 35.37 and a standard deviation of 6.91. After the intervention, posttest scores increased with a minimum of 50 and a maximum of 75, a mean of 61.15, and a standard deviation of 7.11. Observations showed that some children had speech problems and nervousness when speaking, but none had autism. Pronunciation problems were not related to colloquial language, and the majority of children did not feel inferior speaking in public and were able to sustain conversations. This study shows that children™s songs rich in œR consonants are effective as a stimulus to improve the pronunciation skills and self-confidence of children with rhotisism. Keywords: Communication, Children™s Songs, Rhoticism, Treatment
Deiksis pada Podcast Safe Space dalam Kanal Youtube Agatha Chelsea bersama Dr.Tirta: Kajian Pragmatik Ahnaf Mahendra Ajhar Firmansyah; Siti Rumilah
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti berbagai macam jenis deiksis yang muncul dalam podcast safe space di kanal youtube Agatha Chelsea bersama Dr. Tirta yang ditayangkan pada tanggal 15 November 2024. Podcast ini berisi informasi tentang seputar masalah kesehatan, seperti bahaya mengkonsumsi rokok biasa dan rokok elektronik sekaligus, serta pentingnya edukasi tentang olahraga dan makan minum yang sehat. Penelitian ini menggunakan metode dengan cara berbagai teknik yaitu teknik observasi, teknik simak, dan teknik tulis atau catat. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan lima jenis penggunaan deiksis pada data yang sudah diteliti, yaitu deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Deiksis yang sering digunakan dalam Podcast ini adalah deiksis persona, khususnya dalam bentuk kata aku, hal ini disebabkan oleh kebiasaan Agatha Chelsea dan Dr. Tirta dalam video untuk sering merujuk pada diri mereka sendiri, karena itu menggunakan kata persona untuk menyederhanakan penyampaian. Sedangkan deiksis yang paling sedikit adalah deiksis tempat dan waktu. Namun setiap jenis deiksis memiliki fungsi dan peran masing-masing selaras dengan konteksnya. Kata kunci: deiksis, podcast, youtube.
Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Ide Pokok Paragraf Melalui Model SAVI Berbasis 4C Siswa Kelas V Astuti, Nia; Munawarah, Alfi; Nurmina
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 3 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada masalah kurangnya kemampuan siswa dalam menemukan ide utama paragraf, khususnya pada siswa kelas V di UPTD SD Negeri 8 Juli yang terletak di Desa Juli Seutuy, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: (1) bagaimana model pembelajaran SAVI yang berlandaskan 4C dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi ide pokok paragraf; (2) aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran dengan model ini; dan (3) tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang menggunakan model SAVI berbasis 4C. Penelitian ini menggunakan metodelogi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan 15 siswa dari kelas V UPTD SD Negeri 8 Juli sebagai subjek penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian mengindikasikan bahwa: (1) penggunaan model pembelajaran SAVI berbasis 4C dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi ide pokok paragraf, dengan hasil tes sebelum tindakan sebesar 20%, yang meningkat menjadi 40% di siklus I, dan mencapai 87% pada siklus II; (2) aktivitas guru juga menunjukkan peningkatan dari 88,5% menjadi 96,19%, sementara aktivitas siswa meningkat dari 87% menjadi 93,33%; dan (3) Tanggapan siswa terhadap pembelajaran sangat positif dan penuh semangat, yang memperkuat keberhasilan proses belajar-mengajar. Oleh karena itu, penerapan model SAVI yang berlandaskan pemikiran kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi (4C) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi ide utama paragraf serta mendorong peran aktif guru dan siswa selama proses pembelajaran. Kata kunci: Kemampuan Mengidentifikasi, Ide Pokok, Model SAVI, 4C
Mapping Peristiwa Ritual Dongko Sebagai Pengembangan Model Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk Mengatasi Kesulitan Menulis Sastra pada Siswa SMP Ahmad, Idrus; Boriri, Agus; Eksan, Wachyudi; Najib, Muhammad Kadafi
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan a) mendeskripsikan bentuk mapping peristiwa ritual dongko sebagai pengembangan model pembelajaran mendalam (deep learning) untuk mengatasi kesulitan menulis naskah drama pada siswa SMP. b) menghasilkan model pembelajaran mapping peristiwa ritual dongko dalam mengatasi kesulitan menulis naskah drama pada siswa SMP. Metode penelitian ini berupa metode penelitian pengembangan (R&D) dengan model Plomp, yang terdiri dari empat tahap yakni; (1) investigasi awal: dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi awal terkait dengan proses pembelajaran; (2) perancangan: untuk mengembangkan desain model pembelajaran; (3) realisasi: untuk mewujudkan rancangan model pembelajaran; (4) pengujian, evaluasi dan revisi: untuk mengetahui sejauhmana efektifitas model pembelajaran di SMP Negeri 1 Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan. Hasil penelitian membukti bahwa melalui mapping peristiwa ritual dongko sebagai pengembangan model pembelajaran mendalam (deep learning) dapat membantu siswa dalam mengatasi kesulitan menulis drama karena memunculkan ide-ide baru yang kreatif dan imajinatif yang dimulai dengan siswa menuliskan satu kata kunci dari masing-masing peristiwa yang dipilih di tengah kertas. Kata kunci tersebut tersebut kemudian dijabarkan dalam ranting-ranting peristiwa kemudian dikembangkan menjadi teks drama atau dialog
Kesantunan Berbahasa pada Kolom Komentar Akun Tiktok Fujianti Utami Putri: Kajian Pragmatik Amir, Berlian; Fadli, Irwan; Fitrwahyudi
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kepatuhan dan ketidakpatuhan kesantunan berbahasa pada kolom komentar akun TikTok Fujianti Utami Putri (@Fujiiian). Kajian ini menggunakan teori kesantunan Geoffrey Leech dengan enam maksim, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, pkmufakatan, dan simpati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data berupa komentar warganet pada bulan Desember 2024. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa bentuk kepatuhan kesantunan berbahasa dalam video tersebut sebanyak 10 data yang terdiri 2 maksim kebijaksanaan, 1 maksim kesederhanaan, 2 maksim pujian, 1 maksim kesederhanaan, 2 maksim kesepakatan, dan 2 maksim kesimpatian. Adapun bentuk ketidakpatuhan ditemukan sebanyak 8 data yang terdiri dari 1 maksim kebijaksanaan, 1 maksim kedermawanan, 1 maksim kesepakatan, 2 maksim kesimpatian, dan yang paling dominan ditemukan pada maksim pujian sebanyak 4 data, berupa komentar ejekan terhadap Fuji, seperti fuji magrib, jalur duka, atau bahkan menanyakan prestasi fuji yang dinilai artis dadakan. Hal ini menunjukkan bahwa bagi beberapa orang, Fuji dianggap memiliki "ketenaran instan" yang berasal dari tragedi atau duka daripada prestasi. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial, khususnya TikTok, menjadi ruang komunikasi yang dinamis tetapi sering mengabaikan prinsip kesantunan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian pragmatik sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya kesantunan dalam komunikasi digital. Kata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Pragmatik, dan Tiktok
Adaptasi Linda Hutcheon dari Novel ke Film Setetes Embun Cinta Niyala Agus Sulton
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana adaptasi novel ditransformasikan dan diinterpretasikan ulang dalam medium film, serta implikasi dari perubahan-perubahan tersebut terhadap makna dan penerimaan audien. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang berfokus pada penggambaran objek yang sedang diteliti secara mendalam, terperinci, dan akurat. Metodologi ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan secara mendalam tentang bagaimana film Setetes Embun Cinta Niyalamentransformasikan, menafsirkan ulang, atau berinteraksi dengan materi sumbernya, sejalan dengan fokus Hutcheon pada adaptasi sebagai pengulangan dengan variasi. Teknik analisa penelitian ini melibatkan identifikasi materi sumber utama. Setelah sumber diidentifikasi, analisis komparatif yang menyeluruh antara teks sumber dan film.Validitas datanya melibatkan pemeriksaan yang ketat terhadap film dengan kerangka adaptasi Hutcheon. Hasil penelitian ini menemukan, bahwa alur cerita film ini di awal terasa terlalu cepat, terkesan berbeda dengan di novel, termasuk adanya plot twist menjelang akhir film, di mana Faiq mengetahui bahwa calon istrinya adalah saudara sedarah, terasa dipaksakan untuk menyatukan kembali Niyala dan Faiq.
Eksplorasi Pengaruh Model Task-based Language Teaching (TBLT) terhadap Keterampilan Menulis, Writing Self-efficacy, dan Writing Self-regulation Helaluddin, Helaluddin; Fitriyyah, Di'amah; Nawawi, Ma'mun; Azzahra, Amaliyatu
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, metode TBLT telah banyak direkomendasikan oleh para pakar dalam meiningkatkan keterampilan menulis dan aspek afektif lainnya seperti writing self-efficacy dan writing self-regulation. Meskipun ada beberapa studi yang mengaitkan metode TBLT dengan keterampilan menulis, tetapi belum ada studi yang menggunakan desain mixed method. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh metode TBLT terhadap peningkatan keterampilan menulis, writing self-efficacy, dan writing self-regulation mahasiswa. Dengan menerapkan a sequential mixed-method, studi ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dengan pretest posttest quasi experimental di awal penelitian dan pendekatan kualitatif pada sesi akhir. Data penelitian dikumpulkan melalui tes menulis, kuesioner writing self-efficacy, kuesioner writing self-regulation, dan wawancara yang kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS 25.00 dan teknik thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode TBLT terbukti memberikan dampak positif dan signifikan terhadap ketiga aspek yang diujikan, yaitu keterampilan menulis, writing self-efficacy, dan writing self-regulation. Selanjutnya, temuan kualitatif dari wawancara menyatakan bahwa para mahasiswa memiliki sikap yang poistif terhadap penerapan metode TBLT terhadap pembelajaran menulis, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan demikian, hasil ini mengindikasikan bahwa metode TBLT dapat meningkatkan ketiga aspek yang diujikan tersebut sekaligus. Selanjutnya, hasil studi ini direkomendasikan bagi para pengajar bahwa metode TBLT dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pembelajaran menulis.
Representasi Dehumanisasi dalam Cerpen “Sumur yang Menyimpan Suara”: Kajian Kritik Sosial Humanistik : Representation of Dehumanization in the Short Story “The Well That Stores Voices”: A Humanistic Social Criticism Study Ayu, Desi Ratna; Syihabuddin; Dedi Irawan; Perla Yualita; Siti Maryam Maulida
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk dehumanisasi terjadi dalam lingkup sosial dengan tingkat kedalaman dan bahaya yang sangat tinggi. Dengan demikian, tujuan penelitian ini untuk mengkaji representasi bentuk dehumanisasi dalam cerpen “Sumur yang Menyimpan Suara” dengan perspektif kritik sosial humanistik Erich Fromm. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen “Sumur yang Menyimpan Suara” karya Ilham Wahyudi, yang dimuat dalam Kompas pada Hari Rabu, 13 Agustus 2025. Teknik analisis isi dengan menentukan objek dan fokus penelitian, membaca serta memahami teks cerpen, memilih pendekatan yang sesuai, mengidentifikasi unsur-unsur cerpen berdasarkan teori dan pendekatan yang digunakan, menganalisis representasi dehumanisasi dalam teks, dan menyusun hasil analisis dalam bentuk deskripsi temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 bentuk dehumaninsasi dalam cerpen “Sumur yang MenyimpanSuara” karya Ilham Wahyudi yakni kekerasan dan otoriterianisme, pengkomodifikasian, alienasi, dominasi, kepemilikan dan kekuasaan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai cerminan norma dalam sosial dan dapat digunakan sebagai bahan apresiasi sastra dan pendidikan karakter bagi generasi penerus bangsa.
Konversi Cerita Ramayana ke Hikayat Sri Rama dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra di SMA Hendri, Giovannesandesv; Elmustian
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian intertekstual yang menelaah proses konversi sastra dari Cerita Ramayana ke Hikayat Sri Rama serta relevansinya sebagai bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Berorientasi pada teori Intertekstual, teori konversi, teori struktural, teori relevansi, dan teori apresiasi sastra, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi perubahan nilai, tokoh, dan alur pada kedua teks. Hasil analisis menunjukkan bahwa Hikayat Sri Rama merupakan hasil adaptasi budaya Melayu yang memodifikasi struktur dan nilai Ramayana agar sesuai dengan tradisi penceritaan lokal. Perubahan nilai tampak melalui pergeseran dari heroisme kosmis menuju moralitas etis dan didaktik, sedangkan konversi tokoh dilakukan melalui penyederhanaan karakter untuk memperkuat pesan-pesan budaya Melayu. Alur dalam Hikayat Sri Rama juga mengalami pemadatan sehingga lebih linear, langsung, dan sesuai dengan konvensi hikayat yang menekankan kepraktisan cerita. Selain itu, hasil penelitian menegaskan bahwa kedua teks memiliki relevansi pedagogis yang kuat sebagai bahan ajar apresiasi sastra di SMA. Perbandingan keduanya mampu mengembangkan kompetensi intertekstual, pemahaman lintas budaya, kemampuan analisis struktural, serta penguatan pendidikan karakter siswa. Kata Kunci: Konversi, Intertekstual, Cerita Ramayana, Hikayat Sri Rama, Apresiasi Sastra.
Eufemisme dan Mitigasi dalam Persidangan Sambo: Kajian Linguistik Forensik Pramesty, Meydiana Dyah; Yossilia, Putri Bunga; Putri, Amanda Amalia; Mintowati
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 3 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta fungsi tuturan eufemisme dan mitigasi dalam persidangan kasus Ferdy Sambo melalui pendekatan linguistik forensik. Kajian ini penting karena bahasa dalam ruang sidang tidak hanya berperan sebagai sarana penyampaian fakta hukum, tetapi juga sebagai strategi komunikasi untuk mengelola citra diri, mereduksi tanggung jawab, dan menegosiasikan relasi kuasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa rekaman video persidangan yang diperoleh melalui beberapa kanal YouTube. Data dianalisis menggunakan teori kesantunan Brown & Levinson (1987) yang menekankan konsep positive face dan negative face. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk eufemisme, seperti penghalusan tindakan kriminal dan penggunaan diksi formal seperti “penembakan” dan “pemberhentian tidak terhormat”. Selain itu, ditemukan lima bentuk mitigasi yang diwujudkan melalui ungkapan ketidaktahuan, pelemahan kepastian, pengalihan tanggung jawab, dan penonjolan tekanan psikologis. Temuan ini menegaskan bahwa analisis bahasa memiliki peran penting dalam memahami strategi komunikasi hukum. Kata kunci: Linguistik Forensik; Eufemisme; Mitigasi; Persidangan Sambo

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 1 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 3 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 13, No 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 13 No. 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 13, No 1 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 12 No. 3 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 2 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 12, No 1 (2023): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 3 (2022): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 2 (2022): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 11, No 1 (2022): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 3 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2021): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 3 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2020): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 3 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 1 (2019): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 4 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 3 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 2 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2018): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 4 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 3 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 1 (2017): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 4 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 3 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2016): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 4 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 3 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2015): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 4 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 3 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2014): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 4 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 3 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2013): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 3 (2012): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2012): Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Basastra More Issue