Mesada: Journal of Innovative Research
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Articles
106 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 2 No. 2 (2025): July-December"
:
106 Documents
clear
Aplikasi Token Economy Berbasis Nilai Kebaikan (Ihsan) sebagai Teknik Konseling untuk Menumbuhkan Perilaku Pro-Sosial Siswa Sekolah Dasar
Zulfiana, Andi;
Resvi, Andi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61253/cnzep675
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik konseling dengan pendekatan token economy berbasis nilai kebaikan (ihsan) dalam menumbuhkan perilaku pro-sosial siswa Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa perilaku prososial siswa, seperti tolong-menolong, berbagi, dan empati, masih rendah di lingkungan sekolah. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan model pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa kelas IV dan V di SDN 117 Leppangeng yang dibagi menjadi dua kelompok: 30 siswa kelompok eksperimen dan 30 siswa kelompok kontrol. Intervensi dilakukan selama delapan minggu dengan penerapan sistem token economy yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Ihsan seperti keikhlasan, empati, dan tolong-menolong. Instrumen pengumpulan data berupa skala perilaku pro-sosial dan lembar observasi guru. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan ANCOVA untuk mengontrol perbedaan skor awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p < 0,001), dengan peningkatan skor rata-rata perilaku pro-sosial pada kelompok eksperimen sebesar 29,4%. Nilai effect size sebesar 1,17 menunjukkan pengaruh besar dari perlakuan yang diberikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan token economy berbasis nilai Ihsan efektif dalam meningkatkan perilaku pro-sosial siswa sekolah dasar. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya penerapan sistem penghargaan yang bernilai religius dalam program konseling sekolah untuk membentuk karakter dan perilaku sosial positif siswa.
Peran Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dalam Membangun Desa Mandiri Melalui Edukasi dan Ekonomi Syariah di Desa Sei Parit
Habibah, Siti
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61253/r1d1yw31
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara di Desa Sei Parit merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan tema “Membangun Desa Mandiri Melalui Edukasi dan Ekonomi Syariah.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat nilai keagamaan, serta menumbuhkan semangat sosial dan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, edukasi, dan pendekatan partisipatif sehingga masyarakat turut berperan aktif dalam setiap kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa sekolah dasar, tumbuhnya kembali tradisi Maghrib Mengaji, meningkatnya kesadaran literasi keuangan di kalangan anak-anak, serta terbentuknya semangat gotong royong dan kebersamaan di lingkungan masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menyalurkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun hubungan sosial yang harmonis antara kampus dan masyarakat sebagai wujud penerapan nilai-nilai pengabdian yang berkelanjutan.
Peningkatan Kesadaran Lingkungan dengan Program Pengelolaan Sampah di Dusun II Sei Parit
Ofriani, Ofriani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61253/m8a2q604
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat melalui penerapan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Dusun II Sei Parit. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, ditandai dengan masih maraknya pembuangan sampah sembarangan dan minimnya penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 20 responden sebelum dan sesudah program dilaksanakan. Analisis dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan, sikap, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan konsep 3R sebesar 63%, pemilahan sampah 44%, partisipasi bank sampah 70%, dan pemanfaatan sampah organik 55%. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat secara langsung dalam program pengelolaan sampah mampu mendorong perubahan perilaku positif terhadap lingkungan. Secara keseluruhan, program ini dapat dijadikan model pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan. Pentingnya hasil ini terletak pada kontribusinya dalam mengedukasi masyarakat dan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif di tingkat lokal.
Pengaruh Media Flash Card Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa di Sekolah Dasar
Utami, Azizi Anggi;
Devianty, Rina;
Yumni, Auffah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61253/xvzqt670
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Media Flash Card Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa di Sekolah Dasar” didasari oleh siswa mengalami kesulitan membaca awal, sehingga guru perlu menggunakan media interaktif yang menarik untuk membantu mereka mengenali huruf dan kata sederhana secara efektif. Tujuannya mengetahui pengaruh penggunaan media Flash Card terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa di Sekolah Dasar IT Cendikia. Tahap membaca permulaan penting bagi perkembangan literasi anak, dengan media seperti Flash Card terbukti efektif meningkatkan daya ingat dan mempermudah pembelajaran secara interaktif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Quasi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Uji hipotesis tes yang dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol di dapatkan thitung = 2,1969 dan ttabel = 2,0040 maka thitung > ttabel (2,1969 > 2,0040) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Media flash card untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I perlu dikembangkan sehingga dapat melatih kemandirian siswa dalam belajar.
Penerapan Manajemen Berbasis Kinerja dalam Lembaga Pendidikan Publik: Analisis Efektivitas Kebijakan Pemerintahan Daerah
Batubara, Syofia Elida;
Sudarmaji, Sudarmaji;
Lumbanraja, Rani Fentaria;
Sumitro, Sumitro
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61253/pkps5h84
Penerapan Manajemen Berbasis Kinerja (MBK) di lembaga pendidikan publik merupakan salah satu strategi reformasi birokrasi untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan, efektivitas anggaran, dan akuntabilitas kinerja sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi MBK dalam konteks pendidikan publik, dengan fokus pada instrumen kebijakan pemerintah daerah, mekanisme penilaian kinerja, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan MBK pada lembaga pendidikan umumnya telah diformalkan melalui instrumen perencanaan kinerja seperti RKT, RKAS, Indikator Kinerja Utama (IKU), dan evaluasi berbasis sasaran kinerja. Namun, efektivitas kebijakan masih dipengaruhi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pemanfaatan teknologi informasi, rendahnya budaya evaluasi, serta ketidaksesuaian indikator kinerja dengan standar nasional pendidikan. Pemerintah daerah dinilai perlu memperkuat fungsi monitoring, digitalisasi penilaian kinerja, dan kapasitas manajemen sekolah agar MBK mampu meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Evaluasi Kebijakan Merdeka Belajar dari Perspektif Manajemen Pendidikan: Analisis Sistem Pemerintahan Terpadu
Kurniasih, Kurniasih;
Rini, Lely Endah;
Syahputra, Eriza;
Sumitro, Sumitro
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61253/waamt419
Kebijakan Merdeka Belajar merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan otonomi lembaga pendidikan, fleksibilitas kurikulum, dan penekanan pada capaian kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan Merdeka Belajar dari perspektif manajemen pendidikan dalam kerangka sistem pemerintahan terpadu (Integrated Government System). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Merdeka Belajar sejalan dengan prinsip manajemen pendidikan modern yang menekankan desentralisasi, efisiensi, dan akuntabilitas. Namun, tantangan masih muncul dalam aspek koordinasi antarlembaga pemerintah, sinkronisasi regulasi, serta kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur digital. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dalam mendukung tata kelola kebijakan pendidikan yang efektif, transparan, dan adaptif terhadap perubahan.
Program Bimbingan Belajar dan Edukasi Kreatif untuk Anak-anak Desa Sei Parit sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar
Puta, Anas
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61253/qkbdg823
Artikel ini membahas secara mendalam pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sei Parit, dengan fokus utama pada Bimbingan Belajar dan Edukasi Kreatif sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar bagi anak-anak di daerah pedesaan. Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam masyarakat adalah keterbatasan akses terhadap pendampingan belajar, minimnya media edukasi yang menarik dan interaktif, serta perlunya penguatan motivasi belajar dan karakter anak sejak dini. Program ini menerapkan pendekatan partisipatif dan edukatif melalui kegiatan belajar tematik, permainan edukatif yang menyenangkan, serta sesi pengembangan karakter anak, yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan aktif siswa, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kerja sama antar teman sebaya. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada minat belajar siswa, kemampuan dasar membaca dan berhitung, serta rasa percaya diri anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, program ini juga membantu membentuk keterampilan sosial anak dan menumbuhkan sikap positif terhadap proses belajar berkelanjutan. Kesimpulannya, bimbingan belajar berbasis edukasi kreatif terbukti efektif sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di komunitas pedesaan, sekaligus dapat menjadi model yang direplikasi pada konteks serupa di wilayah lain.
Landasan Teologis Pendidikan Islam dalam Al-Qur’an dan Hadits: Kajian atas QS. Al-Alaq [96]: 1-5
Ramadhan, Kumala Indah Nur;
Sulisno, Sarwadi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61253/q8jgd328
Pendidikan dalam Islam memiliki landasan teologis yang kuat, berakar langsung pada wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. QS. Al-‘Alaq (96): 1–5 tidak hanya menjadi tonggak awal risalah kenabian, tetapi juga fondasi konseptual pendidikan Islam yang menempatkan ilmu sebagai sarana pembebasan manusia dari kebodohan menuju kesadaran ilahiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan teologis pendidikan Islam yang terkandung dalam QS. Al-‘Alaq (96): 1–5 serta relevansinya dengan hadis Nabi SAW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui analisis tafsir Al-Qur’an, hadis, serta literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam dalam ayat tersebut mencakup dimensi tauhid, epistemologi, dan humanisasi ilmu. Pendidikan dipahami sebagai proses transformatif yang berorientasi pada pengenalan Tuhan, pengembangan akal, dan pembentukan akhlak. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan Islam bukan sekadar transmisi pengetahuan, melainkan ibadah intelektual yang berlandaskan wahyu.
Nikah dalam Keraguan antara Halal dan Haram
Melani, Putri;
Adly, Muhammad Amar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61253/y9wvcx89
Pernikahan dalam Islam merupakan akad yang sangat dijaga oleh syariat karena berkaitan langsung dengan kehormatan, nasab, dan keteraturan sosial. Oleh sebab itu, keabsahan akad nikah menuntut adanya kepastian hukum dan terbebas dari unsur keraguan (syak). Artikel ini membahas konsep nikah dalam keraguan antara halal dan haram dengan menitikberatkan pada pandangan fikih Syafi‘iyyah, khususnya sebagaimana dirumuskan oleh Zainuddin al-Malibari dalam Fath al-Mu‘īn. Pembahasan difokuskan pada berbagai bentuk keraguan yang memengaruhi keabsahan akad nikah, seperti tercampurnya perempuan mahram dengan perempuan lain, ketidakjelasan identitas calon pasangan, keraguan status agama wanita ahli kitab, serta syarat-syarat kesaksian dalam akad nikah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan studi kepustakaan terhadap kitab fikih klasik dan literatur hukum Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fikih Islam menerapkan prinsip kehati-hatian yang sangat ketat dalam akad nikah, dengan menempatkan pencegahan mafsadat di atas perolehan maslahat. Dengan demikian, setiap bentuk keraguan yang signifikan wajib dihilangkan sebelum akad nikah dilangsungkan, demi menjaga kesucian akad dan kepastian hukum keluarga Islam.
Konsep Wali Mujbir dalam Perspektif Fikih Klasik dan Relevansinya dalam Hukum Keluarga Modern
Hanum, Fauziah;
Adly, Muhammad Amar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61253/q3wpsx08
Artikel ini mengkaji konsep wali mujbir, yakni wali yang memiliki hak ijbār untuk menikahkan perempuan tanpa persetujuannya, sebagaimana dijelaskan dalam literatur fikih mazhab Syafi‘i. Melalui pendekatan penelitian hukum normatif, studi ini menganalisis ketentuan klasik mengenai syarat-syarat wali mujbir, batasan penggunaannya, dan mekanisme perlindungan bagi perempuan dalam akad nikah. Dalil-dalil hadis serta ketentuan para ulama seperti Imam Syafi‘i, Nawawi, dan al-Malibari dijadikan landasan untuk menelaah hak ijbār sebagai instrumen kemaslahatan, bukan otoritas absolut. Analisis dilengkapi dengan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah untuk menilai relevansi konsep tersebut dalam konteks modern, khususnya ketika hukum positif seperti Kompilasi Hukum Islam mensyaratkan persetujuan kedua calon mempelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep wali mujbir sah secara fikih klasik, namun penerapannya pada era modern harus ditafsirkan secara ketat dan dibatasi demi perlindungan hak serta martabat perempuan.