cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 106 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): July-December" : 106 Documents clear
Edmund Husserl Adawiyah, Rabiatul; Mulia, Sukma; Siagian, Suwandi Mikail; Abbas, Mardhiah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zxv5m527

Abstract

Edmund Husserl dikenal sebagai tokoh yang membangun dasar fenomenologi modern, yaitu cara memahami dunia melalui pengalaman manusia secara langsung. Ia mengkritik pandangan ilmiah yang hanya melihat sesuatu secara objektif tanpa memperhatikan bagaimana manusia mengalaminya. Dengan konsep epoche (menunda penilaian) dan tiga bentuk reduksi: fenomenologis, eidetis, dan‎ transendental. Husserl mengajak kita untuk melihat suatu fenomena apa adanya, hingga menemukan makna terdalam yang hadir dalam kesadaran. Kajian ini disusun melalui studi kepustakaan menggunakan berbagai buku dan tulisan tentang pemikiran Husserl. Hasil kajian menunjukkan bahwa gagasan seperti intensionalitas (kesadaran yang selalu mengarah pada sesuatu), intersubjektivitas (hubungan antar-kesadaran), dan lifeworld (dunia kehidupan sehari-hari) sangat‎ berpengaruh dalam pengembangan filsafat, psikologi, ilmu sosial, dan bidang‎ humaniora lainnya. Walaupun pemikirannya dinilai kurang memberikan ruang bagi‎ aspek ketuhanan, fenomenologi Husserl tetap memberikan kontribusi penting‎ dalam memahami pengalaman manusia secara lebih utuh dan mendalam di era sekarang. ‎
Peran Guru Sebagai Pendidik Profesional dalam Membentuk Karakter Siswa di MI Roudlotul Banat Nurjianto Putri, Ananta; Mahmudah, Nur
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/bvzq3n88

Abstract

Guru sebagai pendidik profesional memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Pendidikan karakter tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap, nilai, dan perilaku peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru sebagai pendidik profesional dalam membentuk karakter siswa di MI Roudlotul Banat, meliputi bentuk peran guru, nilai-nilai karakter yang dikembangkan, strategi yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap guru di MI Roudlotul Banat. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai teladan, pembimbing, dan pembina karakter siswa melalui keteladanan, pembiasaan, serta integrasi nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Nilai karakter yang dikembangkan meliputi religius, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan sopan santun. Keberhasilan pembentukan karakter siswa didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif dan kerja sama antara guru dan orang tua, sedangkan kendala yang dihadapi meliputi perbedaan latar belakang keluarga siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran.
Kebijakan Pendidikan Islam dan Tantangan Guru Abad 21 Heriyanto, Heriyanto; Zahrani, Bintang; Marsela, Eva; Aldini, Dinda; Juliani, Juliani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zzdknt09

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam mempunyai fungsi strategis dalam membangun mutu sumber daya manusia yang beriman, berpengetahuan, dan berakhlak terpuji. Memasuki era abad ke-21, ranah pendidikan menghadapi beragam perubahan besar yang ditandai oleh perkembangan teknologi, globalisasi, serta tuntutan keterampilan abad 21 seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Situasi ini mengharuskan guru pendidikan Islam tidak hanya menguasai substansi keislaman, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan teknologi yang mampu beradaptasi dengan dinamika zaman. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan pendidikan Islam di Indonesia serta menganalisis berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai referensi berupa regulasi, buku, dan artikel jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam telah memberikan arah serta landasan normatif bagi penguatan peran guru, namun dalam pelaksanaannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan kompetensi teknologi, kesiapan pedagogik yang inovatif, serta kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan. Oleh sebab itu, dibutuhkan sinergi antara kebijakan, lembaga pendidikan, dan peningkatan kompetensi guru agar pendidikan Islam mampu merespons tantangan abad ke-21 secara optimal.
Kebijakan Pengembangan Kompetensi Guru Madrasah dalam Kerangka Akreditasi Mutu Elfarisyah, Diwani; Juliani, Juliani; Agustin, Dewi; Ariska, Imelda; Sintia, Sintia
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/x1n6jn80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengembangan kompetensi guru madrasah dalam kerangka akreditasi mutu pendidikan. Fokus kajian diarahkan pada keterkaitan antara kebijakan pengembangan kompetensi guru dengan pencapaian standar akreditasi serta peningkatan mutu madrasah secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui penelaahan berbagai sumber tertulis yang relevan, meliputi peraturan perundang-undangan pendidikan, kebijakan Kementerian Agama, pedoman dan instrumen akreditasi madrasah, serta buku dan artikel jurnal ilmiah yang membahas kompetensi guru dan penjaminan mutu pendidikan. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) secara deskriptif-analitis untuk mengkaji konsep, kebijakan, serta implikasi pengembangan kompetensi guru terhadap mutu dan akreditasi madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembangan kompetensi guru madrasah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan madrasah dalam memenuhi standar akreditasi mutu. Pengembangan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru berkontribusi langsung terhadap pemenuhan standar pendidik, standar proses, serta pembentukan budaya mutu di lingkungan madrasah. Namun demikian, implementasi kebijakan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, belum meratanya akses pelatihan, serta lemahnya integrasi antara pengembangan kompetensi guru dan sistem penilaian kinerja. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kebijakan pengembangan kompetensi guru madrasah perlu dirancang dan diimplementasikan secara konsisten, terintegrasi dengan sistem penjaminan mutu internal, serta didukung kepemimpinan madrasah yang kuat agar mampu mendorong peningkatan mutu dan keberhasilan akreditasi secara berkelanjutan.
Pengembangan Kebijakan Kelembagaan Pendidikan Islam di Indonesia: Analisis Literatur Rahayu, Sri; Juliani, Juliani; Miana, Rosa; Syaputra, Andi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/sjwa1p42

Abstract

Pengembangan kebijakan kelembagaan pendidikan Islam di Indonesia merupakan aspek strategis dalam menjawab dinamika sosial, tuntutan globalisasi, serta kebutuhan peningkatan mutu pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis berbagai literatur yang membahas kebijakan kelembagaan pendidikan Islam di Indonesia, baik dari perspektif regulasi, manajemen kelembagaan, maupun implementasinya di lapangan. Metode yang kami gunakan yaitu kajian literatur terhadap sebuah naskah, publikasi ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta berkas kebijakan terkait pendidikan Islam. Berdasakan analisis data, dapat diketahui kebijakan kelembagaan pendidikan Islam di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang pesat, terutama dalam penguatan legalitas, integrasi kurikulum, dan peningkatan tata kelola lembaga. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah tantangan, seperti ketimpangan kualitas antar lembaga, keterbatasan sumber daya manusia, serta inkonsistensi implementasi kebijakan di tingkat daerah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kelembagaan agar pendidikan Islam mampu berkontribusi secara optimal dalam pembangunan pendidikan nasional. Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi akademik rujukan bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan arah pengembangan kelembagaan pendidikan keIslaman di negara Indonesia.
Evaluasi Kebijakan SDM Madrasah dalam Mendukung Standar Akreditasi Pendidikan Islam Dwi Khairunisapril; Juliani, Juliani; Wahyu, Mhd; Fiqri, Muhammad Alif; Indrianti, Nova
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/dxqn6t41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan sumber daya manusia (SDM) madrasah dalam mendukung standar akreditasi pendidikan Islam. Fokus penelitian mencakup analisis peran kebijakan pemerintah, strategi pengembangan kompetensi guru, evaluasi kinerja SDM, serta identifikasi tantangan dan kendala implementasi kebijakan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, melalui identifikasi, telaah, dan sintesis literatur yang relevan, termasuk buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan artikel terkait. Analisis dilakukan untuk menilai kesesuaian kebijakan SDM madrasah dengan standar akreditasi, khususnya terkait kompetensi guru, manajemen personalia, dan program pengembangan profesional. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah memiliki peranan strategis melalui penetapan standar kompetensi guru, program pelatihan, sertifikasi, dan pembinaan profesional berkelanjutan, yang meningkatkan kualitas pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial guru. Strategi pengembangan kompetensi melalui pelatihan rutin, workshop, mentoring, serta evaluasi internal terbukti efektif mendorong guru mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, sehingga program pengembangan dapat lebih tepat sasaran. Evaluasi kinerja SDM madrasah yang berkelanjutan menjadi instrumen penting untuk mendukung pencapaian standar akreditasi, sekaligus meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan anggaran, distribusi guru yang tidak merata, dan beban kerja yang tinggi, kolaborasi antar madrasah, strategi pelatihan adaptif, dan pemanfaatan sumber daya lokal memungkinkan pengembangan SDM tetap optimal. Kesimpulannya, pengelolaan kebijakan SDM, pengembangan kompetensi guru, dan evaluasi kinerja yang efektif merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah secara berkelanjutan serta mendukung pencapaian standar akreditasi pendidikan Islam secara konsisten.
Peran Akreditasi Madrasah Sebagai Instrumen Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Anisya, Ananda Indri; Juliani, Juliani; Nabilla, Bella; Pandini, Septia; Safitri, Sulistia
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ah340q73

Abstract

Akreditasi madrasah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan sebagai ujung tombak mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akreditasi menjadi instrumen pengembangan profesional bagi guru dan tenaga kependidikan, serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di madrasah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research), dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis literatur, jurnal ilmiah, buku,dan dokumen resmi terkait akreditasi madrasah, pengembangan kompetensi guru, dan manajemen tenaga kependidikan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai mekanisme akreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akreditasi mendorong guru meningkatkan kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial melalui refleksi diri, inovasi metode dan media pembelajaran, serta keterlibatan dalam kegiatan pengembangan profesional seperti workshop, seminar,dan pelatihan. Selain itu, akreditasi menuntut peningkatan kualitas dokumentasi pembelajaran sehingga guru bekerja lebih sistematis dan akuntabel. Tenaga kependidikan juga memperoleh manfaat signifikan berupa peningkatan keterampilan administrasi, manajerial, teknis, pemahaman regulasi pendidikan, serta kemampuan koordinasi dan komunikasi. Sinergi antara guru dan tenaga kependidikan dalam proses akreditasi membangun budaya kerja kolaboratif, adaptif, dan berorientasi mutu, sementara dukungan pimpinan madrasah yang visioner semakin memperkuat efektivitas proses ini. Dengan demikian, akreditasi berfungsi tidak hanyasebagai alat penilaian formal, tetapi juga sebagai instrumen pembelajaran bersama yang meningkatkan kompetensi individu dan kualitas madrasah secara menyeluruh.
Kebijakan Pendidikan Islam dalam Konteks Multikulturalisme Indonesia Jariyah, Jariyah; Juliani, Juliani; Lylyana, Ade; Andini, Dwi; Sembiring, Lisa Seprina Br.
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/w4w9vf36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan tantangan kebijakan pendidikan Islam di Indonesia dalam menanggapi realitas multikulturalnya. Indonesia adalah negara dengan keragaman etnis dan agama yang tinggi, sehingga membutuhkan kebijakan pendidikan yang tidak hanya mempromosikan identitas agama tetapi juga memperkuat toleransi, inklusi, dan persatuan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap regulasi dan praktik pendidikan Islam, dari kurikulum hingga administrasi lembaga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam, khususnya melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), menghadapi dilema antara menjaga otentisitas ajaran Islam dan kebutuhan untuk menyelaraskan nilai-nilai multikultural. Penelitian ini merekomendasikan reorientasi kebijakan, menekankan pentingnya pendekatan Islam moderat (wasatiyyah Islam), integrasi nilai-nilai kebangsaan ke dalam kurikulum, serta penguatan kompetensi guru untuk mengajarkan keragaman sebagai kekayaan, bukan sebagai ancaman. Implementasi kebijakan yang inklusif ini sangat krusial untuk memastikan bahwa pendidikan Islam berkontribusi pada pembangunan masyarakat Indonesia yang harmonis dan beradab.
Kebijakan Pengembangan Kompetensi Guru Madrasah Mahdiyyah, Aura; Juliani, Juliani; Arsi, Nurul; Nazlia, Nia; Sitepu, Rama Dhania Br.
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/btxs0k65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengembangan kompetensi guru madrasah, mengevaluasi implementasinya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program. Metode penelitian menggunakan studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai sumber tertulis, termasuk jurnal ilmiah, buku, laporan kebijakan, dan dokumen resmi pemerintah terkait pendidikan Islam. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif untuk memahami hubungan antara kebijakan pemerintah dan peningkatan kompetensi guru, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah memegang peran strategis dalam pengembangan kompetensi guru madrasah, berfungsi sebagai pedoman formal, motivator, pemberi legitimasi, dan penentu standar evaluasi kompetensi. Implementasi program di tingkat madrasah, seperti pelatihan internal, mentoring, workshop, dan kolaborasi antar-guru, lebih efektif bila disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter guru. Faktor pendukung meliputi motivasi intrinsik guru, dukungan kepala madrasah, budaya inovatif, serta fasilitas dan teknologi pendidikan yang memadai. Faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, akses pelatihan, dan budaya tradisional yang kaku. Dampak pengembangan kompetensi terlihat pada peningkatan kemampuan pedagogik, profesionalisme, motivasi, dan etos kerja guru, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi peserta didik. Kesimpulannya, pengembangan kompetensi guru madrasah yang terstruktur dan multidimensional mampu membentuk guru profesional, inovatif, serta berkarakter, sehingga berkontribusi pada pendidikan Islam yang berkualitas, relevan, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Peran Kepala Madrasah dalam Kebijakan SDM dan Akreditasi Mutu Alrandy, Veryna Zahra; Juliani, Juliani; Balqis, Salsabila; Prabudi, Muhammad Ikhsan; Andrianti, Meisya Fatiha
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/a8xv7m63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi peran kepala madrasah dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan akreditasi mutu. Kepala madrasah memegang peran strategis sebagai pengelola administratif sekaligus pemimpin visioner yang menentukan kualitas pendidikan, kompetensi guru, dan prestasi akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan pengumpulan data dari buku, jurnal, artikel, laporan penelitian, dokumen kebijakan, dan peraturan terkait. Analisis dilakukan secara kualitatif deskriptif melalui identifikasi, klasifikasi, dan sintesis informasi dari literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki peran sentral dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan SDM. Kepala madrasah yang efektif mampu menyesuaikan penempatan guru sesuai kompetensi, mendorong pengembangan profesional melalui pelatihan dan workshop, serta membangun komunikasi yang terbuka untuk menciptakan iklim kerja positif. Selain itu, kepala madrasah berperan penting dalam proses akreditasi, mulai dari pemahaman standar BAN-M, koordinasi tim akreditasi internal, hingga pembinaan guru dan staf agar siap menghadapi evaluasi eksternal. Optimalisasi peran ini dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti kompetensi kepemimpinan, dukungan staf, budaya kerja profesional, serta pemanfaatan teknologi informasi. Hambatan yang ditemui meliputi keterbatasan sumber daya, resistensi terhadap perubahan, birokrasi, dan dinamika regulasi akreditasi. Kesimpulannya, kepala madrasah yang mampu mengelola faktor-faktor tersebut secara kolaboratif, adaptif, dan inovatif dapat meningkatkan efektivitas kebijakan SDM, kesiapan akreditasi, dan mutu pendidikan secara keseluruhan.

Page 8 of 11 | Total Record : 106