cover
Contact Name
Arman Rifai Lette
Contact Email
jurnalpemimpin@gmail.com
Phone
+6281236332488
Journal Mail Official
jurnalpemimpin@gmail.com
Editorial Address
Jln. Manafe No 17 Kelurahan Kayuputih Kecamatan Oebobo, Kota Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
PEMIMPIN - Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 28085132     DOI : -
PEMIMPIN - Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Citra Bangsa yang mempublikasikan artikel-artikel hasil pengabdian kepada masyarakat dalam bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan diperuntukan bagi Dosen, Guru, Insan-insan Pendidik baik Departemen maupun Non Departemen yang sudah diaplikasikan kepada masyarakat.
Articles 110 Documents
PELATIHAN MODEL – MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM BAGI MAHASISWA DAN GURU Roswita Lioba Nahak; Selfiana Ndapa Lawa; Jhon Enstein; Vera Bulu; Maria Dosantos
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i1.383

Abstract

Tujuan dalam kegiatan ini untuk memberikan bekal pengetahuan kepada mahasiswa dan guru tentang model-model pembelajaran PAIKEM serta mampu modifikasi model pembelajaran, sehingga dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan dilakukan menggunakan zoom meeting. Pada kegiatan ini guru-guru dilatih dengan menggunakan pendekatan kolaboratif. Jumlah peserta sebanyak 66 peserta. Hasil kegiatan menujukkan respon baik, hal ini dibuktikan dari hasil survei menunjukkan 41,9% puas dan 58,1% sangat puas sebab tema yang diangkat sangat menarik dengan persentase sebesar 80,6% karena konten webinar yang edukatif, bermanfaat, menarik serta informatif. sehingga, secara umum penilaian peserta tentang pelatihan yang dilakukan sangat baik Kata Kunci : Pelatihan, Model Pembelajaran, PAIKEM Abstract The aims of doing this activity as one of the community services were to provide knowledge to students and teachers about PAIKEM (an Active, Innovative, Creative, Effective, and Exciting Learning) model and to be able to modify learning model, so that this learning model can be implemented in learning activities. The activity of community service was conducted using a zoom meeting. This community service provided an opportunity for teachers to be trained to use a collaborative approach. The number of participants was 66. The results of the activity showed a good response, this was proven by the survey results which showed 41.9% satisfied and 58.1% very satisfied. This meant that the theme taken was very interesting with a percentage of 80.6%, because the webinar content was educative, useful, interesting and informative. In general, the participants' assessments of the training carried out was very good. Key Words: Training, Learning Model, Active, Innovative, Creative, Effective, and Exciting Learning
SOSIALISASI GERAKAN 5M MELALUI MEDIA CETAK DAN MEDIA ELEKTRONIK: PADA KELURAHAN OEBUFU - KOTA KUPANG Jhon Enstein; Viktorius Paskalis Feka; Heryon Bernard Mbuik
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i1.389

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat kelurahan Oebufu dalam melaksanakan Gerakan 5M selama masa pandemi Covid-19 melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan 5M Melalui Media Cetak Dan Media Elektronik Pada Kelurahan Oebufu - Kota Kupang. Pembuatan media sosialisasi Gerakan 5M melalui beberapa cara yaitu menggunakan spanduk, stiker, video, dan surat kabar. hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan, keterampilan dan kemandirian masyarakat khususnya warga Kelurahan Oebufu dalam menjalankan gerakan 5M serta menyiapkan APD untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kata Kunci : Gerakan 5M, Sosialisasi, Media Cetak, Media Elektronik
PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI: DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH Asti Yunita Benu; Agnes Maria Diana Rafael; Imanuel Baok; Intan Yunita Tungga; Maria Niron; Niski Astrid Ndolu; Vebiyanti Leo
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i1.391

Abstract

Pendidikan Moral Pancasila bertujuan untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, serta menjadi standar baik atau buruknya perbuatan manusia. Seiring dengan perkembangan zaman, generasi muda rentan terhadap nilai moral pancasiala, ditambah dengan kemajuan IPTEK sehingga menimbulkan adanya korupsi. Pendidikan moral pancasila sangatlah penting, dengan adanya metode sosialisasi yang diterapkan bagi anak sekolah dasar diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai moral pancasila yang ditanam sejak dini. Dengan menanamkan nilai moral sejak dini dapat mencengah ajakan/dorongan negatif untuk melalukan korupsi sejak dini. Penanaman nilai moral pancasila kepada peserta didik dapat membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan budaya anti korupsi sejak dini.
SOSIALISASI RESOLUSI KONFLIK DAN PELATIHAN PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING di SD INPRES SIKUMANA 2 KOTA KUPANG Yulsy Marselina Nitte; Agnes Maria Diana Rafael; Vera Rosalina Bulu; Asty Yunita Benu
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i1.392

Abstract

Perilaku bullying adalah perilaku yang akan memberikan dampak negatif kepada korban. Para korban perundungan akan merasa tertekan, tidak percaya diri, takut, kuatir dan stress ketika datang ke sokolah. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan yaitu dengan menawarkan kegiatan sosialisasi anti bullying di SDI Sikumana 2. Sehingga tujuan dan manfaat yang diharapkan dari soliasisasi ini adalah guru dan siswa memiliki pengetahuan tentang bullying dan dapat menghindari praktek bullying di SDI Sikumana 2. Metode pengabdian masyarakat yang diterapkan dalam kegiatan yaitu ceramah, presentasi, modeling, role play, dan small group discussion atau diskusi kelompok.
PEMBUATAN VIDEO PERNYATAAN DIRI DOSEN PADA UNJUK KERJA TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI (PDD-UKTPT) PADA SERDOS SMART! Gerlan Apriandy Manu; Jhon Enstein; Yonly Benufinit; Diana Fallo
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i1.393

Abstract

Abstrak Serdos SMART merupakan bentuk inovasi layanan sertifikasi pendidik untuk dosen, yang menghadirkan pola dan mekanisme baru yang terintegrasi dengan mengedepankan aspek komitmen profesional, nilai-nilai budaya akademik, kejujuran dan integritas semua unsur yang terlibat dalam pelaksanaanya. Perubahan terhadap regulasi sertifikasi dosen ini berdampak pada kesiapan dosen dalam mengikuti peraturan baru pada Serdos SMART. Pada Serdos SMART narasi tersebut berubah menjadi bentuk Video yang kemudian disebut dengan Video PDD UKTPT (Pernyataan Diri dalam Unjuk Kerja Tridharma Perguruan Tinggi). Terdapat 4 video yang perlu disiapkan yaitu Video Penjelasan Kuliah yang diampu, Video Proses Pembelajaran, Video Pernyataan Diri tentang Topik Penelitian, Video Pernyataan Diri tentang topik PKM yang dilakukan oleh Calon DYS. Oleh karena itu maka workshop online ini dibuat untuk memberikan penjelasan tentang kesiapan membuat Video PDD UKTPT dan Proses Pembuatan Video PDD UKTPT tersebut. Abctract Serdos SMART is an innovative form of educator certification service for lecturers, which presents new integrated patterns and mechanisms by prioritizing aspects of professional commitment, academic cultural values, honesty and integrity of all elements involved in its implementation. This change to the lecturer certification regulations has an impact on the readiness of lecturers to follow the new regulations on SMART Serdos. In SMART Serdos the narrative was turned into a Video which was later called Video PDD UKTPT (Self Statement in Performance of the Tridharma of Higher Education). There are 4 videos that need to be prepared, namely Video Explanation of Lectures being taught, Video of the Learning Process, Video of Self-Statement on Research Topics, Video of Self-Statement on the topic of PKM conducted by DYS Candidates. Therefore, this online workshop was created to provide an explanation of the readiness to make UKTPT PDD Video and the UKTPT PDD Video Making Process.
PENANAMAN NILAI ANTI KORUPSI MELALUI KEBIASAAN SEHARI HARI DALAM LINGKUNGAN KELUARGA: PADA SISWA SD NEGERI BUNI KECAMATAN KUALIN DESA ONI TIMUR TENGAH SELATAN ephi fania kolis; Noemia Dos Reis; Julia Atolan; Oktofiana Yulia Donumo; Marsedes Fatin; VIgeri Runesi
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i1.395

Abstract

Abstrak Korupsi adalah “benalu sosial” yang merusak struktur pemerintahan, dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan pada umumnya. Pendidikan anti korupsi yang cukup akan memberikan perlindungan kepada para calon generasi penerus bangsa dari maraknya tindak korupsi. Tujuan untuk memberikan sosialisai kepada siswa melalui kebiasaan sehari hari dalam lingkungan keluarga, dengan menanamkan nilai antikorupsi untuk generasi bangsa. Metode yang digunakan adalah Metode Sosialisasi kepada siswa kelas III dan IV di SD tentang Penanaman Nilai Anti Korupsi Melalui Kebiasaan Sehari-hari Dalam Lingkungan Keluaraga. Kegiatan ini membuat siswa memahami tentang penanaman nilai anti korupsi dalam lingkungan keluarga. Abctract Corruption is a “social parasite” that undermines the structure of government, and a major obstacle to governance and development in general. Adequate anti-corruption education will provide protection to the future generations of the nation from rampant corruption. The aim is to provide socialization to students through daily habits in the family environment, by instilling anti-corruption values for the nation's generation. The method used is the method of socialization to third and fourth graders in elementary school regarding the instilling of anti-corruption values through daily habits in the family environment. This activity makes students understand about instilling anti-corruption values in the family environment
ETIKA DAN MORALITAS GENERASI MILINEAL ANTI KORUPSI: DI SD GMIT NO 07 OEBUFU KOTA KUPANG Lusia Kali Boka; Viki Vikranta Yorhans Dollok; Yutrisna Bobo; Gabriel Dediktus Nahak Seran; Eflin Poy; Veronika Ndedo; Yulsy Marselina Nitte
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i1.396

Abstract

Abstrak Generasi muda adalah agen perubahan yang dapat menentukan bagaimana Indonesia kedepannya, yang harus diperhatikan dan kita bina dengan baik karena merekalah yang akan meneruskan cita-cita dan perjuangan bangsa ini menjadi lebih baik. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, untuk meningkatkan pengetahuan yang benar dan tepat tentang korupsi, generasi milineal perlu mendapatkan berbagai informasi. Yang terutama informasi yang memungkinkan mereka dapat mengenal tindakan korupsi dan juga dapat membedakan antara kejahatan korupsi dengan tindakan kejahatan lainnya. Analisis penyebab dan akibat dari tindakan korupsi pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk aspek moralitas akan memberi anak-anak wawasan tentang korupsi yang lebih luas. Abstract The younger generation is an agent of change that can determine how Indonesia will be ini the future, which must be considered and we are good at whether they will continue to the ideals and struggle of this nation better ini the future. The method used is socialializatin, to increase the right knowledge and telad about corruption, the milineal generation needs to get various information. Which especially information that allows them to be able to recognize corruption and can also distinguish between corruption crimes with other acts of crime. Analysis of causes and acts of cprruption in various aspects of human life, including apek morality will give children insight into wider corruption.
SOSIALISASI PENANAMAN NILAI KARAKTER NASIONALIS SUB NILAI KEDISIPLINAN UNTUK MEWUJUDKAN BUDAYA ANTI KORUPSI: PADA SISWA KELAS III DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH Rivaldo Adu; Brigita Yulianti Nitano; Dominggus Obed Adu; Esterlin Lipikoni; Euniken Emulia Soluk
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i1.397

Abstract

Abstrak : Pentingnya peranan karakter bangsa banyak menjadi bahan pembicaraan dan dasar bagi pemangku kebijakan yang mendukung kearah pengembangan atau pendidikan yang mengarah pada terbentuknya karakter bangsa. Metode yang digunakan adalah sosialisasi tentang pentingnya nilai kedisiplinan untuk mewujudkan budaya anti korupsi. Disiplin adalah suatu menifestasi dan sikap mengendalikan diri. Disiplin berperan penting dalam membentuk kepribadian unggul seseorang. Orang yang memiliki kedisiplinan diri dengan baik selalu mampu menerbitkan segala sesuatu di sekelilingnya dengan cara menempatkan sesuatu pada tempatnya. Penanaman nilai karakter kedisiplinan sejak dini dapat mencegah ajakan/dorongan negatif melakukan korupsi sejak dini. Abstract : The importance of the role of the nation's character is widely discussed and the basis for policy makers to implement policies that support the direction of development or education that leads to the formation of national character. The method used is the socialization of the importance of the value of discipline to create an anti-corruption culture. Discipline is a manifestation and attitude of self-control. That by instilling the value of disciplined character from an early age can prevent negative invitations / incentives to commit corruption from an early age.
PERAN DAN KETERLIBATAN SISWA DALAM GERAKAN ANTI KORUPSI DI SD GMIT TOFA AMARASI BARAT KABUPATEN KUPANG Windyantri Marwelmeskir Lado; Valdy Yonel Yunior Bulan; Chantika Angelin Amtiran; Suzana Trifonia Tey Seran; Debora Bais; Desi Marsinta Loasana
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i1.402

Abstract

Abstrak Korupsi adalah perbuatan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri atau orang lain yang merugikan keuangan atau perekonomian negara. Oleh karena itu siswa harus dilibatkan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia sebagai salah satu bagian terpenting dari masyarakat yang merupakan pewaris masa depan. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi. Keterlibatan siswa dalam gerakan anti korupsi dapat dibedakan menjadi empat yaitu: (1) di lingkungan keluarga; (2) lingkungan sekolah; (3) masyarakat sekitar; dan (4) di tingkat lokal dan nasional. Pendidikan anti korupsi dini sebagai langkah awal terhadap penanganan kasus korupsi dari diri sendiri dan diharapkan berimplikasi terhadap kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Abstract Corruption is an act against the law with the intention of enriching oneself or others which is detrimental to the state's finances or economy. Therefore, students must be involved in eradicating corruption in Indonesia as one of the most important parts of society who are the inheritors of the future. The method used is the method of socialization. The involvement of students in the anti-corruption movement can be divided into four, namely: (1) in the family environment; (2) school environment; (3) the surrounding community; and (4) at local and national levels. Early anti-corruption education is the first step towards handling corruption cases from oneself and is expected to have implications for family, community, nation and state life.
PENGUATAN NILAI ANTI KORUPSI MELALUI DONGENG DI SDK SANTA CARMEN SALLES MANULAI II KOTA KUPANG Christina Mallaka; Yuliana Lese Geken; Yohanis Taniu; Rimo Ardika Baidenggan
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i1.403

Abstract

Korupsi merupakan ancaman besar bagi sebuah negara. Betapa banyak kerugian yang harus ditanggung negara akibat para koruptor yang memakan uang rakyat. Dalam rangka mengatasi kasus korupsi yang semakin meluas perlu adanya pendidikan anti korupsi. Upaya tersebut dapat dilakukan salah satunya dengan memasukkan dalam kurikulum pendidikan, yakni Pendidikan karakter pada anak sebagai langkah yang strategis, karena pada usia tersebut sebagai masa yang akan menentukan masa depannya kelak. Pendidikan anti korupsi pada anak SD dapat dilakukan dengan metode mendongeng. Dalam dongeng anak-anak mendapatkan pesan moral tanpa menyadari bahwa mereka sedang mempelajari nilai-nilai kebaikan. Abstract Corruption is a major threat to the state. How many losses to be borne by the due to the corrupt who takes people’s money. In order to tackle corruption is widespread need for anti-corruption education. One of these efforts can be done by including it in the educational curriculum, namely character education in children as a strategic step, because at that age as a period that will determine their future. Anti-corruption education for elementary school can be done using the storytelling method. In fairy tales, children get moral messages without realizing that they are learning the values ​​of kindness.

Page 2 of 11 | Total Record : 110