cover
Contact Name
Hasba Edukasi Mandiri
Contact Email
info@hasbaedukasi.co.id
Phone
+6285348848226
Journal Mail Official
info@hasbaedukasi.co.id
Editorial Address
Kompleks Green Kemilau Pelangi, B. 04, Jl. Handil Bahalang I, Simpang Empat, Kec. Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 70654
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30629489     DOI : -
Core Subject : Education,
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk mempublikasikan penelitian dan kajian akademis di bidang pendidikan dengan pendekatan multidisiplin. Jurnal ini memuat artikel-artikel penelitian, ulasan pustaka, dan kontribusi ilmiah lainnya yang meliputi bidang-bidang seperti kurikulum dan pembelajaran, manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, serta kebijakan, evaluasi pendidikan, serta laporan penelitian. Tujuan utama jurnal ini adalah sebagai wadah bagi para peneliti, akademisi, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan dan inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara global. Jurnal ini dikelola dan diterbitkan oleh PT. Hasba Edukasi Mandiri, dan terbit setiap bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 480 Documents
Hubungan Hygiene Sanitasi Dengan Keberadaan Bakteri E. Coli Pada Jajanan Minuman Keliling di Kecamatan Medan Baru: Pendekatan Tafsir Al-Mishbah Shelly Shabina Putri Sinaga; Irwansyah
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i1.86

Abstract

Kebutuhan akan makanan dan minuman yang aman dan sehat kian meningkat seiring perubahan zaman. Di tengah maraknya konsumsi jajanan minuman, khususnya di Kecamatan Medan Baru, masih terdapat kekhawatiran mengenai keamanan pangan akibat kebersihan yang kurang terjaga. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara praktik hygiene sanitasi dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada jajanan minuman keliling serta mengintegrasikan pandangan Islam mengenai pentingnya kebersihan sebagai bagian dari keimanan. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 27 pedagang minuman keliling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pengujian laboratorium menggunakan metode Most Probable Number (MPN) untuk mendeteksi E. coli. Hasil menunjukkan mayoritas pedagang memenuhi standar sanitasi pada aspek akses air bersih (77,8%) dan hygiene pangan (74,1%), tetapi terdapat satu sampel minuman yang terdeteksi mengandung E. coli, yang menunjukkan adanya risiko kontaminasi. Analisis statistik tidak menemukan hubungan signifikan antara variabel hygiene dan keberadaan E. coli. Kesimpulannya, praktik hygiene sanitasi pada pedagang minuman perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan edukasi, termasuk pemahaman tentang kebersihan sebagai nilai keimanan dalam Islam yang ditegaskan dalam Tafsir Al-Mishbah. Dukungan fasilitas kebersihan dari pemerintah dan sosialisasi rutin dapat mendorong praktik yang lebih baik di lapangan.
Hubungan Sanitasi Fisik Rumah Terhadap Kejadian Ispa Pada Balita di Kelurahan Harjosari Ii Kecamatan Medan Amplas : Pendekatan Tafsir Al-Mishbah Irwansyah; Riski W.Chaniago
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i1.87

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit menular yang menyebabkan tingginya jumlah kunjungan balita di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi fisik rumah dengan Penyakit ISPA pada balita di Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 87 balita yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi/ pengukuran. Analisis data menggunakan uji chi square dengan derajat kemaknaan ( 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ventilasi berhubungan dengan penyakit ISPA pada balita (p0,000) PR 4,736), suhu berhubungan dengan penyakit ISPA pada balita (p0,002 PR3,957), kelembabab berhubungan dengan penyakit ISPA pada balita (p 0,000, PR 5,226). Lantai berhubungan dengan penyakit ISPA pada balita (p 0,003, PR 3,667), kepadatan hunian berhubungan dengan penyakit ISPA pada balita (p 0,002, PR 3,813), sedangkan dinding tidak berhubungan dengan penyakit ISPA pada balita(p0,618).Dapat disimpulkan bahwa fisik rumah pada ventilasi,suhu,kelembaban, lantai,kepadatan hunian kamar berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA pada balita. Masyarakat diharapkan memperhatikan ventilasi apakah berfungsi dengan baik agar suhu dan kelembaban tetap terjaga, memperhatikan jenis lantai dan mengatur ulang jumlah penghuni kamar.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Kreativitas Anak di Lingkungan Keluarga Muhammad Daffa Maulana Nugraha; Aisykha Intania; Miftakhul Jannah; Mahilda Dea Komalasari
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i1.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tentang bagaimana lingkungan keluarga menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan kreativitas anak. Dalam penelitian ini kami menggunakan  metode penelitian wawancara semi terstruktur dan pengumpulan data menggunakan teknik analisis kualitatif, yang mana dengan metode tersebut dapat mengembangkan pertanyaan untuk menggali informasi lebih dalam, selain menggunakan pertanyaan utama. Populasi dalam penelitian ini adalah 10 orang tua yang memiliki anak berumur 5 hingga 10 tahun. Hasil dari penelitian ini meliputi analisis hasil wawancara, analisis hasil dokumentasi, dan analisis hasil observasi. Penelitian kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur dengan orang tua dan anak mengidentifikasi beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap perkembangan kreativitas, yaitu dukungan emosional, stimulasi lingkungan, interaksi sosial, dan kebebasan berekspresi. Dukungan emosional menciptakan rasa aman, sementara stimulasi lingkungan yang kaya memicu imajinasi anak. Interaksi sosial membantu anak berbagi ide dan mengembangkan keterampilan, sedangkan kebebasan berekspresi memungkinkan eksplorasi minat secara mandiri. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung, orang tua berperan penting dalam membantu anak tumbuh menjadi individu yang inovatif dan percaya diri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi orang tua dan pendidik dalam mendukung perkembangan kreativitas anak secara optimal.
Pertanggung Jawaban Hukum Bagi Pengemudi Yang Merokok Terhadap Lingkungan Studi Kasus Perda No. 02 Tahun 2019 Kota Surabaya Andini Pramudyawardhani
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i1.89

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pentingnya penegakan hukum terhadap pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan puntung rokok dan asap rokok, khususnya yang dilakukan oleh pengemudi kendaraan bermotor di Indonesia. Meskipun telah ada peraturan perundang-undangan yang mengatur hal tersebut, seperti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 02 Tahun 2019, namun penerapan dan penegakan hukum tersebut masih dinilai belum efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum terhadap pengemudi yang membuang puntung rokok secara sembarangan dan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan menggunakan pendekatan hukum yang mengkaji peraturan lalu lintas, penelitian ini juga membahas tentang kewajiban pengemudi untuk tetap fokus saat berkendara dan bagaimana hal tersebut berdampak pada keselamatan dan kebersihan lingkungan. Penelitian ini juga membahas tentang jenis sanksi yang dapat dijatuhkan, seperti sanksi pidana dan administratif, serta pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung penegakan hukum. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara meningkatkan penegakan hukum dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Penghentian Penuntutan Tindak Pidana Melalui Restorative Justice Di Kejaksaan Negeri Tanjung PerakPenghentian Penuntutan Tindak Pidana Melalui Restorative Justice Di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Ananda Dwi Sepmellyanti
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i1.90

Abstract

Sistem peradilan pidana melibatkan lembaga penegak hukum, termasuk kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan lembaga pemasyarakatan. Banyak kasus kecil yang seharusnya diselesaikan di luar ruang sidang, karena kendala hukum yang ada, harus melalui litigasi. Pengenalan kebijakan Keadilan Restoratif disajikan sebagai cara alternatif yang lebih adil dalam menyelesaikan kasus, dengan fokus pada rehabilitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami peran jaksa dalam menyelesaikan kasus pidana melalui Keadilan Restoratif dan prosedur penyelesaian kasus pidana melalui Keadilan Restoratif di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data primer melalui wawancara dan dokumentasi, serta data sekunder dari literatur dan peraturan terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan kualitatif untuk mengatasi masalah penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jaksa memegang peranan penting dalam penerapan Keadilan Restoratif, termasuk memberikan konseling, menilai kelayakan kasus, memfasilitasi mediasi, menyusun perjanjian, memantau pelaksanaan, dan menyiapkan laporan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tata cara penyelesaian perkara pidana melalui Restorative Justice di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak meliputi identifikasi perkara, mediasi antara pelaku dan korban, penyusunan laporan, dan penghentian perkara berdasarkan kesepakatan
Analisis Yuridis Tindak Pidana Kekerasan Seksual Dalam Hubungan Suami Istri (Atudi Kasus Putusan PN Surabaya 1815/PID.C/2020/PN SBY) Dian Ayu Wijayanti
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i1.91

Abstract

Tesis ini membahas tentang analisis hukum penyelesaian tindak pidana kekerasan seksual dalam hubungan suami istri, dengan menggunakan studi kasus Putusan Nomor 1815/PPID.C/2020/PN SBY ​​dari Pengadilan Negeri Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi dan menganalisis penerapan hukum oleh hakim dalam perkara ini. Kekerasan seksual dalam rumah tangga sering kali dianggap sebagai masalah pribadi yang sulit diungkapkan, padahal dampaknya sangat merugikan bagi korban, khususnya perempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual dalam rumah tangga tidak hanya melibatkan kekerasan fisik tetapi juga kekerasan psikis yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan mental korban. Dengan menggunakan pendekatan analisis hukum, penelitian ini mengkaji perlindungan hukum yang tersedia bagi korban berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah ada peraturan yang mengatur tentang perlindungan korban kekerasan, masih banyak tantangan dalam implementasinya, termasuk stigma sosial dan kurangnya kesadaran hukum di masyarakat. Tesis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum, khususnya dalam memahami dan menangani kasus-kasus kekerasan seksual dalam rumah tangga.
Proses Penyidikan Kasus Penipuan Jual Beli Tanah dan Bangunan (Studi Kasus di Ditreskrimum Polda Jatim) Cynthia Tri Prihatini; Noenik Soekorini
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i1.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Penipuan dalam jual beli tanah dan bangunan semakin marak terjadi di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, yang sering kali dilakukan dengan berbagai modus seperti penggunaan dokumen palsu atau menjual tanah yang bukan miliknya. Fenomena ini menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi korban dan mengganggu ketertiban hukum di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyidikan dalam kasus penipuan jual beli tanah dan bangunan, dengan fokus pada studi kasus di Unit 4 Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Jawa Timur.Pendekatan yuridis-empiris digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan penyidikan berdasarkan Pasal 378 KUHP dan Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta kendala yang dihadapi aparat kepolisian dalam pengumpulan bukti dan penyusunan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Studi ini mengungkap bahwa penyidikan memegang peranan vital dalam mengungkap tindak pidana penipuan dan memberikan rasa percaya kepada masyarakat terhadap penegakan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penyidikan dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya penyidik, proses pembuktian yang komprehensif, dan dukungan regulasi yang efektif. Penulis merekomendasikan penguatan kemampuan penyidik, pembaruan sistem hukum, dan peningkatan perlindungan korban. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademis dalam mendukung upaya penegakan hukum, khususnya dalam kasus penipuan terkait jual beli tanah dan bangunan di Indonesia.
Implementasi Pelayanan Publik Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Surabaya Dalam Pembuatan E-KTP Tribuana Tunggal Dewi Rachman; Vieta Imelda Cornelis
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i1.93

Abstract

Penelitian ini membahas terkait isu hukum Pelayanan Publik Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Surabaya Dalam Pembuatan E – Ktp agar dinas kependudukan catatan sipil dapat menyelesaikan permasalahan hukum yang menjadi problematic di kalangan masyarakat. Jenis penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris atau merupakan jenis penelitian hukum sosiologis. Pelayanan publik merupakan tanggung jawab pemerintah untuk memberikan layanan yang berkualitas, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat. Namun, dalam praktiknya, terdapat berbagai hambatan, seperti ketidaksesuaian regulasi, keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya sosialisasi, serta kendala teknis dalam sistem pelayanan berbasis elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dinas kependudukan catatan sipil Kota Surabaya telah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, masih ditemukan berbagai masalah hukum, seperti tidak terpenuhinya standar waktu pelayanan, penggandaan data warga,kebocoran data, penyalagunaan data dan kepastian hukum dalam proses pembuatan E-KTP. Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. e-government menerapkan sistem pemerintahan dengan berbasis elektronik agar dapat memberikan kenyamanan, meningkatkan transparansi, dan meningkatkan interaksi dengan masyarakat, serta meningkatkan partisipasi publik. Electronic-KTP (e-KTP) adalah KTP yang dibuat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaannya berfungsi secara komputerisasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaturan tindak pidana pemalsuan e-KTP, pertanggungjawaban pidana pelaku tindak pidana Pemalsuan e-KTP dan kebijakan kriminal hukum pidana terhadap tindak pidana pemalsuan e-KTP. Berdasarkan hasil studi diperoleh hasil bahwa (1) Pengaturan pemalsuan dalam Pemalsuan surat (valschheid in gescheriften) diatur dalam Bab XII buku II KUHP, dari Pasal 263 s/d 276 diatur mengenai sanksi pidana minimum, sehingga sekalipun sanksi pidananya paling berat diantara lainnya namun tidak menutup kemungkinan hakim memutus dengan pemberian sanksi yang ringan bagi pelakunya oleh karenya akan menimbulkan adanya suatu disparitas pidana. Sehingga diharuskan adanya ancaman sanksi yang minimum dalam Pemalsuan surat (valschheid in gescheriften) diatur dalam Bab XII buku II KUHP, dar Pasal 263 s/d 276 agar terciptanya kepastian hukum. (2) Pertanggung jawaban dalam KUHP mengenai tindak pidana pemalsuan e-KTP, dinilai sudah tidak lagi bersesuaian dengan tuntutan jaman. Karena dalam KUHP pertanggung jawaban pidananya hanya kepada Pelaku saja sedangkan terhadap lembaga yang menghasilkan dan mendistribusikan e-KTP tidak diatur. Untuk itu terhadap tindak pidana pemalsuan e-KTP harus menggunakan KUHP. (3) Perlu dipertegas penerapan ancaman pidana penjara dan denda terhadap pemalsuan e-KTP, yang semakin berkembang dengan modus yang lebih canggih.
Tindak Pidana Penggelapan Objek Jaminan Fidusia Yang Dilakukan Oleh Debitur Devi Astriya Siahaan; Dudik Djaja Sidarta
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i1.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi kreditur yang menjadi korban tindak pidana penggelapan objek jaminan fidusia oleh debitur. Dalam praktiknya, debitur seringkali mengalihkan atau menggadaikan objek jaminan fidusia tanpa izin kreditur, yang berpotensi merugikan pihak kreditur. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tindak pidana penggelapan objek fidusia dan bagaimana perlindungan hukum yang diberikan kepada kreditur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, dengan analisis terhadap Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, serta putusan pengadilan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Jaminan Fidusia memberikan perlindungan melalui pendaftaran jaminan dan sertifikat fidusia yang memiliki kekuatan eksekutorial, namun masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya, terutama ketika debitur melakukan penggelapan. Perlindungan hukum bagi kreditur dapat dilakukan melalui upaya hukum pidana berdasarkan ketentuan dalam UU Jaminan Fidusia dan KUHP. Penelitian ini menyarankan perlunya pengawasan yang lebih ketat dari pihak kreditur dan peningkatan pemahaman masyarakat terkait hak dan kewajiban dalam perjanjian fidusia
Analisis Belajar Matematika Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Puji Astuti; Fajri Wulan Dini
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i1.95

Abstract

Banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita, terutama soal cerita dengan kemampuan pemecahan masalah yang meliputi tahap memahami masalah, merencanakan penyelesaian,melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita berbasis kemampuan pemecahan masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMP Muhammadiyah siswa. Instrumen yang digunakan berupa soal tes sebanyak 1 soal dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita berbasis kemampuan pemecahan masalah yang meliputi: (1) pada tahap memahami masalah, siswa kesulitan dalam memahami maksud dari soal serta tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal, (2) pada tahap merencanakan penyelesaian, siswa kesulitan dalam menyusun rencana penyelesaian karena belum terbiasa mengerjakan soal cerita sehingga kesulitan dalam hal mengaplikasikan konsep, (3) pada tahap menyelesaikan perencanaan, siswa mengalami kesulitan karena salah dalam menuliskan rumus pada tahap perencanaan strategi penyelesaian, sehingga hasil dari perhitungan penyelesaian juga salah, (4) pada tahap memeriksa kembali, siswa mengalami kesulitan dalam memeriksa kembali hasil pekerjaan karena tidak memberikan kesimpulan terhadap hasil pekerjaannya, tidak menyelesaikan soal dengan baik dan salah dalam hasil perhitungannya.

Page 5 of 48 | Total Record : 480