cover
Contact Name
Hasba Edukasi Mandiri
Contact Email
info@hasbaedukasi.co.id
Phone
+6285348848226
Journal Mail Official
info@hasbaedukasi.co.id
Editorial Address
Kompleks Green Kemilau Pelangi, B. 04, Jl. Handil Bahalang I, Simpang Empat, Kec. Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 70654
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30629489     DOI : -
Core Subject : Education,
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin adalah jurnal ilmiah yang didedikasikan untuk mempublikasikan penelitian dan kajian akademis di bidang pendidikan dengan pendekatan multidisiplin. Jurnal ini memuat artikel-artikel penelitian, ulasan pustaka, dan kontribusi ilmiah lainnya yang meliputi bidang-bidang seperti kurikulum dan pembelajaran, manajemen pendidikan, teknologi pendidikan, serta kebijakan, evaluasi pendidikan, serta laporan penelitian. Tujuan utama jurnal ini adalah sebagai wadah bagi para peneliti, akademisi, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan untuk berbagi pengetahuan dan inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara global. Jurnal ini dikelola dan diterbitkan oleh PT. Hasba Edukasi Mandiri, dan terbit setiap bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 677 Documents
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL: MODEL INTEGRATIF HASIL SINTESIS PEMIKIRAN BHIKHU PAREKH DAN PERSPEKTIF ISLAM Muhammad Mahfud; Muhammad Hori; Solihin; Afifatus Sholeha; Sugiyanto; Abd. Hadi; Titarini
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 6 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juni 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i6.2317

Abstract

Keberagaman merupakan realitas yang melekat pada kehidupan bangsa Indonesia sekaligus menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang harmonis. Namun, di tengah arus globalisasi, meningkatnya intoleransi, radikalisme, serta kecenderungan eksklusivisme dalam praktik pendidikan agama menghadirkan tantangan serius bagi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam (PAI). Kondisi tersebut menuntut hadirnya paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan aspek teologis, tetapi juga mampu menumbuhkan sikap inklusif, humanis, dialogis, dan berkeadaban. Dalam konteks ini, pemikiran multikulturalisme Bhikhu Parekh menawarkan perspektif filosofis yang menempatkan keberagaman budaya sebagai kekayaan kemanusiaan yang harus dihargai melalui pengakuan, kesetaraan, dan dialog kritis. Di sisi lain, Islam memiliki landasan normatif yang kuat dalam memandang pluralitas sebagai Sunnatullah, sebagaimana tercermin dalam prinsip ta'aruf, keadilan (al-'adl), persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah basyariyyah), musyawarah, dan konsep rahmatan lil 'alamin. Berangkat dari kedua perspektif tersebut, artikel ini bertujuan menganalisis konsep multikulturalisme Bhikhu Parekh, mengkaji koherensinya dengan perspektif Islam, serta merumuskan implikasinya terhadap pengembangan sistem Pendidikan Agama Islam yang lebih inklusif dan transformatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui analisis kritis terhadap karya-karya Bhikhu Parekh, literatur Pendidikan Agama Islam, artikel ilmiah, serta sumber-sumber normatif Islam yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengintegrasikan berbagai konsep untuk menghasilkan sintesis yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat keselarasan substansial antara pemikiran Bhikhu Parekh dan nilai-nilai universal Islam dalam memandang keberagaman sebagai realitas yang harus dikelola melalui penghormatan terhadap martabat manusia, dialog yang konstruktif, dan keadilan sosial. Integrasi kedua perspektif tersebut melahirkan paradigma pengembangan Pendidikan Agama Islam yang menekankan transformasi kurikulum, pembelajaran dialogis, penguatan kompetensi guru, serta sistem evaluasi yang responsif terhadap keberagaman budaya. Kebaruan artikel ini terletak pada formulasi model konseptual yang mengintegrasikan teori multikulturalisme kritis Bhikhu Parekh dengan landasan teologis Islam sebagai paradigma pengembangan Pendidikan Agama Islam yang tetap berakar pada nilai-nilai akidah, namun sekaligus adaptif terhadap dinamika masyarakat multikultural. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam yang mampu membentuk generasi muslim yang religius, moderat, toleran, serta memiliki kemampuan hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat yang majemuk.
MODEL ASESMEN AFEKTIF BERBASIS THAWAB DAN 'IQAB DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: SEBUAH KAJIAN KONSEPTUAL Maksum; Moh. Sahlan
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 6 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juni 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i6.2322

Abstract

This research aims to construct an affective assessment model based on thawab and 'iqab in Islamic Religious Education (PAI). The study employs a qualitative approach with library research and conceptual approach methods. Data were collected through documentation studies from the Qur'an, Hadith, books, and scientific journal articles, then analyzed using content analysis. The findings reveal that (1) thawab and 'iqab in Islamic education serve as character development instruments grounded in the principles of justice, compassion, and behavioral improvement; (2) affective assessment in PAI still faces challenges including cognitive dominance, subjectivity, and suboptimal follow-up actions; (3) the constructed model comprises eight stages: determining indicators, data collection, analysis, behavioral classification, implementation of thawab, implementation of educative 'iqab, reflection and counseling, and continuous assessment. This model integrates modern assessment theories with Islamic educational values, transforming assessment into a continuous and transformative character development cycle. The main contribution of this research is the reconstruction of thawab and 'iqab functions as integral components of the PAI affective assessment system.
MENILAI YANG TAK TAMPAK: EVALUASI AUTENTIK BERBASIS OBSERVASI DALAM PEMBELAJARAN PAI ANAK USIA DINI Muhammad Mahfud; Moh. Sahlan
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 6 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juni 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i6.2331

Abstract

Penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada anak usia dini tidak cukup dilakukan hanya melalui tes tertulis atau penilaian hasil akhir, karena perkembangan religius anak lebih tampak melalui sikap, kebiasaan, dan perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran PAI pada anak usia dini serta mengembangkan model evaluasi autentik berbasis observasi yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru, kepala sekolah, dan peserta didik pada lembaga pendidikan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi autentik berbasis observasi mampu membantu guru menilai perkembangan nilai agama dan moral anak secara lebih menyeluruh melalui pengamatan terhadap kebiasaan ibadah, sikap religius, dan interaksi sosial anak dalam proses pembelajaran. Instrumen observasi yang digunakan dalam bentuk checklist, rating scale, dan catatan anekdot mempermudah guru melakukan penilaian secara sistematis dan berkelanjutan. Selain itu, penerapan model evaluasi ini memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai perkembangan religius anak dibandingkan evaluasi konvensional yang berorientasi pada hasil akhir. Dengan demikian, evaluasi autentik berbasis observasi dinilai efektif diterapkan dalam pembelajaran PAI anak usia dini karena mampu menilai aspek perkembangan anak secara kontekstual dan autentik.
Dekonstruksi Birokrasi Pendidikan: Implementasi Filosofi “Gitu Aja Kok Repot” Gus Dur dalam Transformasi Digital Pembelajaran dari Madrasah hingga Perguruan Tinggi Muhammad Mahfud; Akhmad Zaeni; Solihin; Abd. Hadi; Sugiyanto
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2338

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi filosofi "Gitu Aja Kok Repot" yang digagas oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam konteks transformasi digital pendidikan di Indonesia, mulai dari jenjang madrasah hingga perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran Gus Dur dalam mendekonstruksi birokrasi pendidikan yang semakin kompleks di era digital, mengidentifikasi permasalahan struktural dan operasional yang muncul akibat penerapan teknologi yang tidak terintegrasi, serta merumuskan strategi penyederhanaan sistem pendidikan yang berorientasi pada substansi dan kemaslahatan manusia. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, penelitian ini menemukan bahwa filosofi "Gitu Aja Kok Repot" mengandung empat dimensi utama: pengutamaan substansi daripada formalitas, efisiensi sebagai nilai kemanusiaan, berpikir kontekstual, dan kemandirian berpikir. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital sering kali melahirkan "hiper-birokrasi digital" yang justru menambah beban administrasi pendidik dan membatasi kreativitas pembelajaran. Implementasi filosofi Gus Dur menawarkan solusi melalui dekonstruksi kerumitan administrasi, integrasi sistem digital satu pintu, penghapusan dikotomi ilmu, dan pembangunan budaya kerja berbasis esensi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan penyederhanaan regulasi, pemanfaatan teknologi yang kontekstual dan inklusif, serta perubahan paradigma seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Dengan demikian, pendidikan dapat kembali pada hakikatnya sebagai ruang pembebasan dan pemanusiaan, bukan sekadar kepatuhan prosedural.
GURU, NOVELTY, DAN INOVASI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ahmad Ali Wafi; Nanang Budianto; Arini Hidayati; Mohammad Futuh Muafi
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2339

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang peran guru sebagai agen novelty dan inovasi dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital. Latar belakang penelitian ini didasari oleh perkembangan teknologi dan globalisasi yang membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, sehingga kurikulum PAI dituntut untuk terus berkembang agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam pengembangan kurikulum PAI, menganalisis konsep novelty dalam kurikulum PAI, mengkaji inovasi guru dalam pengembangan kurikulum PAI, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat inovasi kurikulum PAI. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen resmi yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam pengembangan kurikulum PAI sebagai implementor, developer, adapter, dan researcher. Novelty atau kebaruan menjadi unsur penting dalam pengembangan kurikulum untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dan menarik, yang mencakup kebaruan dalam konten, metode, media, dan evaluasi. Inovasi guru dalam PAI terlihat melalui integrasi teknologi digital, penerapan metode pembelajaran aktif (student-centered), serta pendekatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Keberhasilan inovasi dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti kompetensi guru, dukungan kelembagaan, sarana prasarana, dan kolaborasi, serta faktor penghambat seperti keterbatasan literasi digital, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan fasilitas, kurikulum yang kaku, dan beban administrasi yang tinggi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi digital dan pedagogik guru, dukungan kebijakan dari lembaga pendidikan dan pemerintah, serta penelitian lebih lanjut mengenai novelty dalam kurikulum PAI secara mendalam. Dengan demikian, inovasi kurikulum PAI yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman dapat terwujud tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utamanya.  
PENGARUH HIJRAH DALAM PENGENDALIAN STRES PADA MAHASISWA UNISMA (UNIVERSITAS ISLAM 45 BEKASI) Shifa Shabrina; Silvia Sari Hidayah; Syahrul Roji Saputra
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2347

Abstract

Mahasiswa berada pada fase perkembangan yang rentan mengalami stres karena menghadapi tuntutan akademik, penyesuaian sosial, tekanan keluarga, perubahan identitas diri, dan kebutuhan untuk merencanakan masa depan. Pada mahasiswa Unisma (Universitas Islam 45 Bekasi), dinamika tersebut berlangsung dalam lingkungan kampus Islam yang memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pendekatan spiritual dalam menghadapi tekanan psikologis. Salah satu fenomena yang relevan adalah hijrah, yaitu proses perubahan diri menuju perilaku yang lebih baik berdasarkan nilai-nilai Islam. Artikel ini bertujuan membahas pengaruh hijrah dalam pengendalian stres mahasiswa Unisma melalui kajian pustaka terhadap 15 jurnal nasional yang berkaitan dengan hijrah, religiusitas, spiritualitas, coping religius, stres akademik, kesejahteraan psikologis, dan dinamika mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa hijrah berpotensi membantu pengendalian stres melalui beberapa mekanisme, yaitu penguatan makna hidup, peningkatan religiusitas, pembentukan kontrol diri, rutinitas ibadah, dukungan sosial komunitas, dan perubahan pola pikir terhadap masalah. Mahasiswa yang memaknai hijrah secara substantif cenderung lebih mampu menilai tekanan akademik sebagai proses pembelajaran, bukan semata- mata ancaman. Namun, hijrah juga perlu dipahami secara seimbang agar tidak berhenti pada simbol penampilan atau identitas sosial, melainkan benar-benar menjadi proses perbaikan diri yang sehat, moderat, dan adaptif. Dengan demikian, hijrah dapat menjadi salah satu strategi pengendalian stres yang relevan bagi mahasiswa Unisma apabila didukung oleh literasi keagamaan, layanan konseling kampus, lingkungan sosial yang positif, dan kemampuan manajemen diri.
PEMANFAATAN AI-BASED ASSESSMENT TOOLS DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN FIQIH: PELUANG DAN TANTANGAN MORALITAS DIGITAL Solihin; Moh. Sahlan; Muhammad Mahfud
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2348

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan alat asesmen berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam evaluasi pembelajaran Fiqih, serta peluang dan tantangan moralitas digital yang menyertainya. Menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain sekuensial eksplanatori, penelitian ini melibatkan 180 siswa dan 12 guru Fiqih dari tiga lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Jember. Data dikumpulkan melalui tes komparatif, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen berbasis AI lebih efektif dalam mengukur pemahaman kognitif tingkat tinggi, dengan peningkatan signifikan pada aspek analisis dan evaluasi (selisih +12,3 poin) serta penerapan dan analisis (selisih +8,3 poin) dibandingkan metode konvensional. Sistem AI juga lebih cepat (2 jam vs 7-10 hari kerja) dan lebih objektif. Namun, penerapannya menghadapi tantangan moralitas digital, yaitu 32% siswa tergoda mencari bantuan daring dan 27% menunjukkan ketergantungan pada teknologi. Penelitian ini merekomendasikan keseimbangan antara teknologi dan pendidikan karakter, aturan penggunaan yang jelas, pembekalan etika digital, serta pengawasan manusiawi agar asesmen AI tetap menjaga nilai-nilai kejujuran dan integritas pendidikan Islam.
MELACAK JIWA YANG HILANG: Otentisitas PAI dari Era Kurikulum Berbasis Kompetensi Menuju Integrasi Deep Learning Berbasis Kasih Sayang Muhammad Mahfud; Nanang Budianto; Abd. Hadi; Solihin
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2349

Abstract

Sejak era Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) hingga Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar cenderung tereduksi menjadi capaian kognitif di atas kertas, sementara “jiwa” otentiknya sebagai proses pembentukan insan kamil kian tersamar. Kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning) yang diperkenalkan Kemendikdasmen melalui Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 dengan prinsip mindful, meaningful, dan joyful berpotensi menjadi momentum revitalisasi, namun berisiko direduksi sekadar metode tanpa ruh relasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran otentisitas PAI sejak era KBK, mengonseptualisasikan model deep learning berbasis kasih sayang (rahmah), dan merumuskan strategi mengembalikan “jiwa” PAI sebagai pembentuk insan kamil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di SD Islam Nurul Barokah, Gelang, Sumberbaru, dengan data simulasi realistis yang merepresentasikan pola temuan lapangan lazim, melibatkan 20 informan (kepala sekolah, guru PAI, orang tua, dan siswa) melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan FGD, dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema penyebab hilangnya jiwa PAI, dengan lemahnya keteladanan relasional dan evaluasi berbasis hafalan sebagai faktor dominan. Simulasi penerapan model Compassionate Deep Learning selama enam minggu menunjukkan peningkatan pada seluruh indikator mindful-meaningful-joyful dan rahmah relasional. Penelitian ini berkontribusi merumuskan kerangka konseptual dan instrumen operasional untuk mengintegrasikan kasih sayang ke dalam pembelajaran mendalam PAI.
DI ANTARA RUMAH, SEKOLAH, DAN JALANAN: Merajut Sinergitas Kelembagaan yang Terfragmentasi dalam Pembentukan Karakter Muslim Muhammad Mahfud; Asnawan; Solihin; Abd. Hadi
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2350

Abstract

Pembentukan karakter Muslim pada anak dan remaja secara normatif ditopang oleh tiga pusat pendidikan—rumah, sekolah, dan masyarakat (“jalanan”)—namun dalam praktiknya ketiga ranah tersebut kerap berjalan sendiri-sendiri, saling lepas, bahkan saling meniadakan pesan moral yang dibangun satu sama lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis akar penyebab fragmentasi peran antara rumah, sekolah, dan lingkungan pergaulan dalam pembentukan karakter Muslim, serta merumuskan model sinergitas baru yang dapat merajut kembali ketiga lembaga tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus multi-situs dengan data simulasi realistis yang mengacu pada pola temuan lapangan yang lazim dalam literatur sejenis, melibatkan 24 informan (orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan siswa) melalui wawancara mendalam, FGD, dan observasi non-partisipan, dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta triangulasi sumber. Hasil penelitian mengidentifikasi enam tema penyebab fragmentasi, dengan dominasi gawai dan pengaruh kelompok sebaya (peer group) serta lemahnya komunikasi orang tua-guru sebagai faktor paling menonjol. Penelitian ini merumuskan Model Sinergitas Tripihak Rekonstruktif yang mengubah relasi linear-instruktif menjadi interaksional-dialogis melalui forum tripihak terjadwal, piagam nilai bersama, dan buku penghubung karakter. Simulasi triangulasi menunjukkan peningkatan skor persepsi efektivitas pada seluruh dimensi kolaborasi setelah penerapan model yang diajukan. Penelitian ini berkontribusi pada rekonstruksi ekosistem pendidikan karakter Muslim yang holistik dan adaptif terhadap tantangan era digital.
Inovasi Asesmen Diagnostik Non-Kognitif untuk Memetakan Kesiapan Belajar dan Karakter Awal Anak Usia Dini di RA Afifatus Sholeha; Moh. Sahlan; Syifa Rahadatul Aisyi Nahdah
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2353

Abstract

Asesmen pada pendidikan anak usia dini sering kali terjebak dalam simplifikasi indikator kognitif, sehingga mengabaikan dimensi internal anak yang melandasi keberhasilan belajar jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengonseptualisasikan dan menguji sebuah inovasi asesmen diagnostik non-kognitif yang dirancang khusus untuk memetakan kesiapan belajar dan karakter awal anak di Raudhatul Athfal (RA). Menggunakan pendekatan kualitatif-pengembangan, inovasi ini mengintegrasikan instrumen observasi berbasis sosiometri emosional dan rekam performa kontekstual yang diselaraskan dengan nilai-nilai inklusif dan moderasi beragama khas RA. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemetaan non-kognitif yang dilakukan di awal tahun ajaran mampu mereduksi bias penilaian guru dan memberikan potret holistik mengenai regulasi diri, motivasi intrinsik, serta disposisi moral anak. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa asesmen non-kognitif bukan sekadar instrumen pelengkap, melainkan fondasi epistemologis dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi yang humanis di tingkat anak usia dini.

Filter by Year

2024 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026) Vol. 3 No. 6 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juni 2026) Vol. 3 No. 5 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Mei 2026) Vol. 3 No. 4 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (April 2026) Vol. 3 No. 3 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Maret 2026) Vol. 3 No. 2 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Februari 2026) Vol. 3 No. 1 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Januari 2026) Vol. 2 No. 12 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Desember) Vol. 2 No. 11 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi November) Vol. 2 No. 10 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Oktober) Vol. 2 No. 9 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi September) Vol. 2 No. 8 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Agustus) Vol. 2 No. 7 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juli) Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni) Vol. 2 No. 5 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Mei) Vol. 2 No. 4 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi April) Vol. 2 No. 3 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Maret) Vol. 2 No. 2 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Februari) Vol. 2 No. 1 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Januari) Vol. 1 No. 2 (2024): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi November) Vol. 1 No. 1 (2024): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni) More Issue