Research Report - Social Science
Research Report - Humanities and Social Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang sosial. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang sosial mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Managemen, Akuntansi, Ekonomi dan Studi Pembangunan, Hukum, Administrasi Bisnis, Administrasi Publik, Hubungan Internasional dan Filsafat. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Articles
149 Documents
ANALISA PRODUCT PLACEMENT DALAM SINETRON PADA JAM TAYANG UTAMA DI SALURAN TELEVISI SWASTA INDONESIA
Fransiska Anita Subari
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (547.463 KB)
Komunikasi merupakan bagian yang penting dalam strategi pemasaran, dan iklan merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi secara non personal yang bertujuan untuk menginformasikan, mengingatkan, mempengaruhi atau meyakinkan orang-orang terhadap produk dari produsen tertentu. Ada banyak merek yang beredar, membuat perencana iklan berusaha mencari berbagai macam media agar pesan dari iklan bisa disampaikan. Kemanapun kita pergi, apapun yang kita lakukan, kita terpapar oleh iklan. Kita dapat menemui iklan saat membaca majalah dan koran, mendengarkan radio atau bahkan saat kita melakukan perjalanan, iklan dapat ditemui di bis bahkan dinding bangunan.Televisi merupakan media yang sering dipakai oleh perusahaan di Indonesia, karena diyakini dapat menjangkau target pemirsa yang luas. Terdapat sekitar limabelas hingga duapuluh iklan yang ditayangkan sekaligus dalam setiap hampir limabelas menit suatu acara televisi. Bila dalam waktu 24 jam, ada berapa banyak iklan yang terpapar kepada pemirsa?Iklan yang ditayangkan saat jeda iklan harus bersaing dengan ketat untuk memperoleh perhatian pemirsa. Masalah lainnya adalah adanya saluran televisi lainnya berusaha untuk memperoleh sebanyak mungkin penonton sehingga membuat penonton cenderung untuk berpindah saluran selama jeda iklan. Dalam situasi seperti ini, product placement dapat dipertimbangkan sebagai suatu alternatif promosi. Serial televisi merupakan salah satu acara yang memiliki penonton terbanyak disamping olahraga. Jika merek, logo atau identifikasi produk lainnya secara cermat dimasukkan ke dalam alur cerita, penonton dapat terpapar sebelum mereka sempat berpindah ke saluran televisi lainnya.Penelitian ini mencoba menangkap dan menggambarkan keberadaan product placement dengan mengamati sinetron yang ditayangkan di RCTI, SCTV dan MNCTV selama jam tayang utama untuk melihat merek apa dan bagaimana penempatannya dalam sinetron di ketiga saluran televisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memunculkan keinginan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas product placement dalam sinetron dari rumah produksi Indonesia.
Identifikasi Potensi Perempuan dalam Upaya Perlindungan Buruh Migran Perempuan Indonesia
Sylvia Yazid;
Elisabeth Dewi;
Dayinta Sekar Pinasthika;
Mabella Rehastri Azalia;
Rizkyana Dipananda
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (394.216 KB)
Kajian ini berkaitan dengan dua isu utama, perempuan Indonesia yang bekerja di luar negeri di sektor informal dan domestik, sebagian besar sebagai pembantu rumah tangga serta potensi perempuan lain sebagai pemangku kepentingan dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh perempuan buruh migran. Kajian ini dirancang berdasarkan asumsi bahwa suatu upaya identifikasi potensi perempuan di berbagai tingkat dan lembaga dapat berkontribusi positif terhadap upaya mencari solusi untuk masalah yang dihadapi oleh para buruh migran perempuan serta bahwa perempuan harus dilihat sebagai aktor yang dapat turut serta secara aktif dalam penyelesaian masalah. Proses identifikasi awal mengindikasikan keberadaan sejumlah advokat pekerja migran perempuan terkemuka diberbagai bagian dari sistem migrasi tenaga kerja yang potensial dalam mengupayakan migrasi yang terlindungi bagi tenaga kerja perempuan. Kajian ini ditujukan untuk melanjutkan proses identifikasi ini dengan menganalisis upaya apa saja yang telah dan mungkin mereka lakukan untuk mendukung usaha perlindungan tenaga kerja perempuan Indonesia di luar negeri.
SISTEM PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SECARA ORGANISASIONAL MAUPUN PERSONAL
Maria Ulfah;
Koerniatmanto Soetoprawiro;
Yudha Panji Prasetya Garna;
Adrian Dimas Prasetyo
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2013)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1556.296 KB)
Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) adalah lembaga non departemen yang memiliki peran untuk mewujudkan keamanan dalam negeri Indonesia yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tertib dan tegaknya hukum, terselenggaranya perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat, serta terbinanya ketentraman masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. POLRI dapat dilihat secara organisasional maupun personal. Aspek organisasional melihat pada kelembagaan dari POLRI itu sendiri, sedangkan aspek personal melihat pada anggota POLRI yang menjalankan peran, fungsi, tugas, dan tanggung jawab dari organisasi. Penelitian dengan menggunakan metode yuridis normatif ini membahas sistem pertanggungjawaban hukum POLRI secara organisasional dan secara personal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POLRI secara organisasional bertanggung jawab kepada Presiden. Sedangkan POLRI secara personal bertanggung jawab kepada Praperadilan atau Peradilan Umum dan pihak yang bersangkutan dapat dikenai sanksi pidana dan sanksi administratif secara bersamaan. Selain itu, terdapat pula saran-saran yang diharapkan nantinya terlaksana dan dapat menjadikan POLRI menjadi lebih baik lagi. Kata kunci: Kepolisian, POLRI, tanggung jawab, organisasional, personal
PENDAMPINGAN ANAK JALANAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN
Susana Ani Berliyanti;
Mangadar Situmorang
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4051.018 KB)
Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini ada empat. Pertama, mengurangi jam bekerja anak di jalan (anak jalanan). Kedua, meningkatkan praktek perlindungan hak anak seperti hak identitas dan hak pendidikan. Ketiga membangun rasa kepedulian akan masalah sosial dan meningkatkan minat penelitian kelompok akademisi (dosen dan mahasiswa) yang bermanfaat bagi penyelesaian permasalahan anak jalanan. Keempat, membangun network Program Studi Ilmu Administrasi Publik dengan berbagai pemangku kepentingan yang konsern pada perlindungan anak. Lokasi pengabdian ini terutama dipusatkan di Rumah Belajar Anak jalanan Yayasan Bahtera di Sukajadi, tetapi karena anak jalanan itu bersifat mobile maka kegiatan juga dilakukan di lapangan dimana mereka bekerja dan mengalami persoalan hukum (Lapas). Metode yang digunakan meliputi tujuh hal. Pertama, menciptakan berbagai kegiatan belajar dan bermain sehingga anak merasa senang dan mengurangi jam bekerja anak di jalan. Kedua, outreaching, yaitu menjangkau lebih luas anak anak yang masih di jalan. Ketiga, pendampingan anak (jalanan) di Lapas untuk membangun kesadaran dan mencegah mereka kembali ke setelah keluar lapas. Keempat, melibatkan anak jalanan dalam kegiatan inklusif, seperti berbagai perlombaan anak. Kelima, melibatkan anak jalanan dalam proses perencanaan pembangunan (Musrenbang) dan aktif sebagai stake holder kebijakan yang menyangkut anak. Keenam, membangun kemitraan dengan berbagai pihak yang peduli hak anak, memadukan sumberdaya untuk mencapai tujuan dalam memberdayakan anak jalanan. Melibatkan mahasiswa dalam pendampingan anak jalanan untuk hadir sebagai figur dan menginspirasi anak jalanan untuk bercita cita sekolah tinggi. Tujuan lain adalah, membangun karakter mahasiswa yang peduli dan peka terhadap permasalahan sosial.
KEDUDUKAN DAN KEKUASAAN RAJA DALAM KERAJAAN TRADISIONAL DARI SATU MASYARAKAT DI SUMATERA UTARA: MASYARAKAT BATAK TOBA
Ulber Silalahi
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6562.035 KB)
Dalam tiap masyarakat selalu ditemukan unit politik atau pemerintahan yang mengatur kehidupan masyarakat setempat. Dalam pemerintahan kerajaan pasti ada orang yang berkedudukan sebagai raja. Kedudukan raja dalam masyarakat tradisional dipercaya sebagai wakil atau representasi dewata untuk mengatur hidup bermasyarakat dan berpemerintahan. Ia juga memiliki kekuasaan untuk mengatur kehidupan masyarakat. Kekuasaan yang dimiliki raja bisa bersumber dari kekuasaan legal-rasional, kekuasaan tgradisional dan kekuasaan karismatik. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan lebih mendalam tentang kedudukan dan kekuasaan raja dalam kerajaan tradisional dari satu masyarakat di Sumatera Utara dimana masyarakat Batak Toba dijadikan sebagai kasus. Penelitian ini masuk dalam ranah penelitian historis dengan metode deskriptif-kualitatif untuk menggambarkan kedudukan dan kekuasaan raja dalam pemerintahan kerajaan tradisional Batak Toba. Data yang digunakan ialah dongeng-dongeng suci seperti turiturian, baik lisan maupun tulisan, peribahasa dan simbol yang mengacu pada kehidupan pemerintahan kerajaan tradisional masyarakat Batak Toba. Untuk itu pengumpulan data menggunakan metode dokumenter, wawancara mendalam dan observasi. Sementara analisis naratif dan metode ilustratif, analisis isi, analisis wacana dan penafsiran teks digunakan untuk menganalisis teks dari dokumen dan hasil wawancara, dan analisis semiotik digunakan untuk menganalisis tanda atau simbol yang diperoleh dari observasi. Dari hasil penelitian ditemukan corak kedudukan dan kekuasaan raja dalam masyarakat tradisional Batak Toba ditentukan oleh budaya kerohanian. Masyarakat Batak Toba tradisional sebagai masyarakat kosmos-religius percaya bahwa raja adalah representasi dari dewata sehingga kedudukan dan kekuasaan raja sangat suci dan sakral. Berdasarkan kepercayaan kosmos-religius maka masyarakat Batak Toba tradisional taat kepada raja untuk mendapatkan keberuntungan. Karena kedudukan raja sebagai “representasi” dari dewata, maka tidak membentuk hubungan patron-client antara raja dan masyarakat. Berdasarkan kepercayaan kosmos-religius, masyarakat Batak Toba juga percaya seorang raja memiliki hak ilahi atas kekuasaan (devine right), yaitu kekuasaan didapatkan dari dewata sehingga suara raja adalah suara deata. Raja diberi kekuasaan oleh dewata untuk mengatur kehidupan masyarakat. Kekuasaan itu bersumber dari kekuasaan tradisional dan kekuasaan karismatik. Kekuasaan karismatik ditandai oleh pemilikan apa yang disebut sahala harajaon atau wibawa kerajaan yang juga didapat dari dewata.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLAAN USAHA PELAKU USAHA MIKRO Di SEKITAR UNPAR dengan PEMBERIAN KONSELING, PELATIHAN dan MEMBANGUN JEJARING
Triyana Iskandarsyah;
Ria Satyarini;
Rizka Nugraha Praktikna
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.147 KB)
Pengabdian yang akan dilakukan pada tahun 2015 ini adalah pengabdian berkelanjutan dari program studi Manajemen terhadap warga disekitar UNPAR. Pengabdian kali ini menambahkan satu pengetahuan baru dalam pengelolaan usaha yaitu konseling.Pelatihan yang telah dilakukan pada program pengabdian selama ini adalah pelatihan pembukuan, pelatihan perhitungan harga pokok, diskusi tentang menabung dan investasi, pelatihan pemasaran, pemberian inspirasi tentang menjadi pelaku bisnis yang work smart, serta beberapa pelatihan yang berhubungan dengan peningkatan keahlian.Program pengabdian ini akan terus berbelanjutan dengan terus melihat perkembangan dari pihak warga yang dibina serta dari dari pihak program studi Manajemen yang juga terus bertambah pengetahuannya tentang UKM.Diharapkan kedepannya kegiatan ini terus berkesinambungan dan terus memberikan arti bagi kedua belah pihak, yaitu UNPAR dan masyarakat di RW 11. Sehubungan dengan terlibatnya banyak dosen program studi manajemen dalam pelatihan sebagai coaching UKM maka dipengabdian kali ini dimasukkan bahan baru yaitu coaching clinic bagi warga sekitar UNPAR. Selain itu diharapkan akan banyak pihak-pihak lain yang mau terlibat dalam kegiatan pengabdian ini, terutama pihak-pihak dari eksternal UNPAR, sehingga kegiatan ini dapat memunculkan banyak jejaring bagi semua pihak.
PEMETAAN POTENSI EKONOMI UMAT DAN PENGEMBANGANNYA STUDI KASUS: STASI DAGAN-PAROKI SANTO MIKAEL INDRAMAYU
Andreas Doweng Bolo;
Cosmas Lili Alika;
Damianus J. Hali
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2766.51 KB)
Beriman dalam konteks, ini yang menjadi dasar pemikiran dalam karya ini. Iman tidak sekadar sesuatu yang murung dan terkurung dalam egoisme surga buatan kita sendiri tetapi iman berarti berani melangkah keluar tidak sekadar melongok dari jendala. Situasi dunia menjadi keprihatinan Allah sehingga Ia yang Agung rela datang ke bumi ini.Pastoral berbasis data merupakan sebuah tuntutan di zaman sekarang ini. Pelayanan dan kebijakan pastoral akan sungguh dirasakan ketika Gereja mengetahui, dan memahami situasi konkret umat kini dan disini. Konsili Vatikan II pun menyerukan bahwa Gereja harus ber-aggiornamento, Gereja harus sungguh mengerti, memahami serta berpijak pada situasi dunia. Data menjadi basis penting karena di sana pengalaman kehidupan manusia berada. Paus Leo XIII (1878-1903) merupakan tokoh penting yang menangkap dengan tangkas situasi masyarakat di zamannya dimana situasi sosial ekonomi dunia mengalami keguncangan. “Telah mulailah perkembangan baru di bidang industri, disertai penerapan teknik-teknik baru; terjadi perubahan-perubahan dalam hubungan antara majikan dan buruh; sekolompok kecil menjadi kaya raya, sedangkan besarlah orang yang dililit oleh kemiskinan; kaum buruh meningkat percaya dirinya dan bekerja sama lebih erat; dan akhirnya akhlak mengalami kemorosotan” (Rerum Novarum, art. 1). Dalam Ensiklik Populorum Progressio, Paus Paulus VI juga mengatakan kemajuan (progressio) adalah nama baru bagi perdamaian. Ensiklik ini lahir karena keprihatinan dan demi menunjang kemajuan bangsa-bangsa sehingga sanggup melepaskan diri dari jerat kemiskinan. Perdamaian abadi hanya bisa diciptakan manakala kemiskinan itu di atasi. Muhammad Yunus dan Grameen Bank dari Bangladesh membuktikan bahwa ada keterkaitan antara kemiskinan dan perdamaian. Bila kemiskinan di atasi maka perdamaian dengan sendirinya tercipta. Demikian juga Yesus dalam karya penyelamatannya sungguh mendarat dalam konteks kehidupan nyata. Peristiwa perbanyakan lima roti dua ikan, merupakan tanggapan Yesus atas situasi orang-orang yang sedang lapar setelah mengikuti Dia.Gereja yang hidup berarti Gereja yang sungguh mengerti dinamika umat, duka dan kecemasan umat termasuk potensi yang mereka miliki. Pengembangan perlu berangkat dari situasi ini.
PENGEMBANGAN USAHA KICIMPRING KOMUNITAS IBU DI DAYEUHKOLOT & MANGGAHANG KABUPATEN BANDUNG
Regina Detty;
Istiharini Istiharini
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1136.179 KB)
Artikel ini memaparkan hasil kegiatan pengembangan untuk pelatihan, pembinaan dan pendampingan pada kelompok ibu-ibu di daerah Dayeuhkolot, Manggahang dan Banjaran, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk : 1) memberikan kesadaran bahwa para ibu harus selalu cantik baik fisik, hati dan pikiran serta cantik secara finansial; 2) Mengidentifikasi masalah-masalah yang muncul di dalam kehidupan para Ibu ; 3) Memberikan alternatif solusi terhadap masalah-masalah yang dimiliki oleh para Ibu; serta 4) mengembangkan jejaring para ibu untuk menopang pengembangan potensi lokal agar meningkatkan ekonomi keluargaHasil dari kegiatan ini diantaranya adalah : 1) meningkatkan kesadaran para ibu bahwa menjadi seorang ibu haruslah cantik secara fisik; cantik hati pikiran, dan cantik secara finansial 2) Mengetahui masalah-masalah yang dihadapi para ibu dengan jelas sehingga dapat memetakan kecenderungan yang sering terjadi di kelompok para ibu; 3) Mengetahui dan memberikan alternatif solusi dari masalah-masalah yang muncul dari di kalangan para Ibu; 4) Memperoleh jejaring yang membuka pintu pengembangan para ibu agar menjadi cantik secara fisik, cantik hati pikiran dan cantik secara finansial dengan cara mengembangkan diri berdasarkan potensi yang ada pada dirinya agar ekonomi keluarga pun dapat meningkat.Metode yang digunakan di dalam kegiatan pengabdian ini adalah memberikan seminar-seminar sehari untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagaimana para ibu menjadi cantik secara fisik, cantik hati pikiran dan cantik secara finansial.Kata Kunci : Cantik hati, cantik hati pikiran dan cantik finansial
IDENTIFIKASI dan KLASIFIKASI UKM di SEKITAR UNPAR
Agus Hasan;
Budiana Gomulia;
Ria Satyarini
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1327.939 KB)
UKM saat ini dibutuhkan tetapi belum mendapat perhatian yang cukup. UKM dengan segala perannya, masih memiliki banyak kendala disamping peluang yang juga banyak. Unpar sebagai salah satu institusi pendidikan harus mulai memiliki peran terhadap UKM terutama UKM disekitar Unpar.Penelitian ini hanyalah awal dari penelitian, pengabdian serta penugasan pengajaran pada Jurusan Manajemen yang coba dibuat dan diaplikasikan dimulai dari semester ganjil 2012/2013, diharapkan dapat berkelanjutan seterusnya.Kata kunci: UKM, Unpar, identifikasi, klasifikasi
MASALAH PELAKSANAAN PERKAWINAN BEDA AGAMA PASCA UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN (PERBANDINGAN HUKUM PERKAWINAN ISLAM DAN KRISTEN PROTESTAN)
Koerniatmanto Soetoprawiro;
Ratna Riyanti
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.436 KB)
There is no rule on the inter-religion marriage law in Indonesia post Regulation number 1, 1974 on Marriage Law. The Problem is, how can be it handled by the Indonesian Positive Law. This is the main problem of this legal research. It was studied with an empirical-legal approach.The results are:1. There is a dispensation rule in Protestant Christian Law. Otherwise, it is absent in Islamic Law.2. The inter-religion marriage law is legal according to the Regulation 1, 1974, because it accepted by Article 2 section (1) of the Regulation. It caused by a Letter of Sacred Marriage of a Protestant Church.3. The inter-religion marriages were registered by the Civil Register as the instruction of the Court.Key words: Inter-religion Marriage, Civil Register, Islamic Law, Protestant Law