cover
Contact Name
Reza Pratama
Contact Email
reza.pratama@bku.ac.id
Phone
+6281221673803
Journal Mail Official
jfg@bku.ac.id
Editorial Address
https://journal.bku.ac.id/jfg/index.php/jfg/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Galenika
ISSN : 24069299     EISSN : 25794469     DOI : https://doi.org/10.70410/jfg
Core Subject : Health,
The aim of JFG is to become a media for the publication of articles on Pharmaceutical and related practice-oriented subjects in the pharmaceutical sciences and technology. The scope of the journal is Pharmaceutical sciences, its research and its application. The journal aims to cover the latest outstanding developments in the field of Pharmaceutical science and Technology but not limited to the following branches: Pharmaceutics Pharmaceutical technogy International Regulatory Validation Techniques Industrial Pharmacy Nanotechnology Novel Drug Delivery Systems Quality Control Quality Assurance BioTechnology Bioinformatics Proteomics Biochemistry Pharmacognosy Herbal technology Pharmacology Toxicology Pharmacy Practice Pharmacoinformatics Phytochemistry Pharmaceutical Analysis Chiral Chemistry Synthetic Chemistry Drug Development Clinical Pharmacy Pharmacogenomics Pharmacetical Engineering
Articles 190 Documents
TINJAUAN KETEPATAN PENGGUNAAN OAINS PADA PASIEN REUMOTOID ARTHRITIS DI PUSKESMAS AUR DURI KOTA JAMBI TAHUN 2018 yuli, yuli mudia sari
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i3.173

Abstract

Reumotoid arthritis (RA) is an autoimmune disease that is associated with progressive disability, systemic complications and premature death. RA is thought to be a result of dysrelation of the body’s immune system so that it manifests systemically. NSAIDS are used as an initial fix for RA, inappropriate use of NSAIDS can cause gastrointestinal.the purpose of this study was to determine the use of NSAIDS in rheumatic arthritis pattients at Aur Duri Health Center in Jambi City in 2018 namely, the right indication, the right dose, the right frequency, and the potential for drug interactions. Evaluation of the use of these drugs is a quality assurance process in the use of drugs in the Community Health Center which is intended to ensure the drugs are used appropriately, safely effectively.this study was a non-experimental type of research,retrospective data collection by looking at RA medical record data inclluding medical records, sex, age, drug and dosage used and analyzed descriptively. Sampling as many as 132 patients by purposive sampling method. The results showed that there were 132 sampels that met the inclusion and exclusion criteria. Where the most widely used NSAID drugs are profen mothers with an amount of 32,57%, the right indication 100% ,the right dose of the drug with the amount of 100%, the right frequency of the drug with the amount of 100%, the potential for drug interactions minor severity levels 5,30%, severity moderate 32,57% and no interaction 62, 12%. From 132 data of reumotoid arthritis patients at Puskesmas Aur Duri in Jmbi City, the use of NSAID drugs is rational.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG OBAT TRADISIONAL DAN OBAT MODERN DENGAN TINDAKAN PEMILIHAN OBAT UNTUK PENGOBATAN MANDIRI Fitriah, Rahmayanti
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i1.174

Abstract

Pengobatan akan dilakukan disaat mengalami gangguan kesehatan. Tindakan yang dilakukan oleh tiap individu berbeda, mulai dari mencari bantuan pada pelayanan kesehatan sampai dengan melakukan pengobatan secara mandiri, termasuk dalam pemilihan obat tradisional ataupun obat modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang obat tradisional dan obat modern dengan tindakan pemilihan obat untuk pengobatan mandiri dikalangan masyarakat Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Data dikumpulkan dari masyarakat Kecamatan Landasan Ulin sebanyak 100 responden dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validasi dan reliabilitas. Analisa data menggunakan Uji Chi Square. Hasil yang diperoleh dari pengetahuan responden tentang obat tradisional dan obat modern yaitu pengetahuan baik 42 %, pengetahuan cukup 34 % dan pengetahuan kurang 24 % serta hasil dari tindakan pemilihan obat untuk pengobatan mandiri yaitu baik 15 %, cukup 40 % dan kurang 45 %. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan terhadap pengetahuan tentang obat tradisional dan obat modern dengan tindakan pemilihan untuk pengobatan mandiri di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Indonesia dengan nilai signifikan yaitu 0,000 < 0,05.
ANALISIS KADAR BETA KAROTEN EKSTRAK DAUN KELOR MENGGUNAKAN TEKNIK KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS syafitri, eka; Andriani, Lili; Yulianis
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i1.176

Abstract

Daun kelor terbukti secara ilmiah merupakan sumber gizi berkhasiat obat yang memiliki beberapa kandungan vitamin dan mineral, salah satunya beta karoten. Beta karoten dapat dimanfaatkan untuk pencegahan penyakit degeneratif seperti kanker, tumor, jantung koroner, mencegah terbentuknya flek pada pembuluh darah arteri sehingga memperlancar aliran darah dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui kadar beta karoten dari daun kelor. Metode yang digunakan yaitu analisis dengan KLT dan spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis diperoleh kadar beta karoten dalam ekstrak daun kelor yaitu 3.963 ?g/g (3,963 mg/g), kadar beta karoten yang dikonversikan dalam daun kelor sebesar 238,68 ?g/g. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa beta karoten dapat dianalisa menggunakan teknik kromatografi lapis tipis dan spektrofotometri UV-Vis.
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT MELALUI HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DENGAN PEMAHAMAN PENGGUNAAN OBAT RASIONAL (POR) DI KOTA DENPASAR eka_arimbawa
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i3.178

Abstract

Perilaku masyarakat merupakan pengalaman yang menyebabkan pemahaman berbeda mengenai pengobatan dan dapat menyebabkan penggunaan obat menjadi tidak rasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku masyarakat melalui melalui health belief model (HBM) dengan pemahaman penggunaan obat rasional (POR). Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah 97 sampel di Kota Denpasar. Pengumpulan data dilakukan dari bulan November 2019-Januari 2020 dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji binary logistic. Hasil penelitian menunjukkan Nilai persepsi perilaku berdasarkan perceived susceptibilitiy perceived severity, health motivation, perceived benefits dan self efficacy tidak memberikan hubungan yang signifikan dengan pemahaman POR (P>0.05). Perceived barriers memberikan hasil yang signifikan terhadap pemahaman POR (P<0.05). Keterbatasan waktu dalam mengambil obat membuat masyarakat sulit untuk mendapatkan informasi POR dan perlu diberikan inovasi dalam pemahaman penggunaan obat ke masyarakat tanpa harus ke pelayanan kesehatan
UJI ANTIDIABETES FRAKSI AIR, ETIL ASETAT DAN n-HEKSAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) PADA TIKUS PUTIH METODE INDUKSI ALOKSAN Musfiroh, Ida; Asy Syifa, Khadijah; Muhtadi, Ahmad
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i2.179

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia L.) adalah salah satu tanaman obat yang dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes fraksi air, etil asetat dan n-heksan buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada tikus putih dengan menggunakan metode induksi aloksan dan untuk mengetahui fraksi yang memberikan aktivitas penurunan kadar glukosa darah paling baik. Metode penelitian meliputi: ekstraksi simplisia buah mengkudu dengan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan fraksinasi dengan metode Ekstraksi Cair-Cair (ECC), uji aktivitas antidiabetes fraksi air, etil asetat dan ­n-heksan ekstrak etanol buah mengkudu dosis 1,2 g/kg BB pada tikus diabetes. Hasil pengujian dengan analisis statistik dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan pemberian fraksi air, etil asetat dan ­n-heksan ekstrak etanol buah mengkudu memberikan aktivitas penurunan kadar glukosa darah yang signifikan jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Pada hari ke-5 perlakuan fraksi ­n-heksan ekstrak etanol buah mengkudu memberikan penurunan kadar glukosa darah paling baik yaitu sebesar 71,99% bila dibandingkan dengan dengan penurunan kadar glukosa darah fraksi air dan etil asetat terhadap kontrol negatif.
Analisa Anti Oksidan Dan Vitamin C pada Sayuran dan Rempah-Rempah Abror, M.; Arifin, Saiful; Eviyanti, Ade
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i2.180

Abstract

Tanaman menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Banyak manfaat dan gunanya untuk kesehatan manusia dalam rangka untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kandungan antioksidan dan vitamin C pada sayuran dan rempah-rempah. Penelitian dilaksanakan dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan sampel diambil di daerah kabupaten Sidoarjo Metode pengujian dilakukan secara kuantitatif mencari nilai absorbansi dengan mereaksikan masing-masing standar terhadap radikal Bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) 0,1 mM menggunakan spektrofotometer UV VIS untuk kadar antioksidan dan metode analisa kuantitatif secara titrasi iodimetri untuk kadar Vitamin C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sayuran dan rampah-rampah mengandung antioksidan dengan nilai dibawah sampai 100 ppm pada uji IC50, sehingga karegori aktifitas antioksidan tergolong aktif demikian juga untuk vitamin C terdapat kandungan yang rata-rata lebih dari 9,9% yang diartikan sangat bagus untuk kesehatan. Tanaman yang mengandung aktifitas antioksidan yang kuat dan vitamin C yang tinggi dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh manusia, sehingga bisa menjaga dari serangan beberapa penyakit diantaranya virus corona.
UJI ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL DAUN GATAL [Laportea decumana (Roxb.) Wedd] TERHADAP Candida albicans Simaremare, Eva; Sawaki, Yuliana; Pratiwi, Rani Dewi; Gunawan, Elsye
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i2.181

Abstract

Infeksi jamur banyak menyerang manusia dan menjadi parasit yang menimbulkan beberapa penyakit. Salah satu cara alternatif untuk menentukan agen antifungi adalah dengan menggunakan obat tradisional dari tanaman-tanaman obat seperti daun gatal (Laportea decumana). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan aktivitas antifungi pada ekstrak dengan variasi pelarut yang berbeda dan menentukan konsentrasi efektif yang menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Metode yang dilakukan meliputi pengambilan sampel, pembuatan simplisia, ekstraksi bertingkat, dan pengujian aktivitas antifungi. Data analisis mengunakan KHM dan KBM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak yang paling efektif untuk menghambat pertumbuhan jamur C. albicans adalah ekstrak etanol pada konsentrasi 500 ppm melalui metode perhitungan Anova dan Duncan.
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF VARIOUS EXTRACTS OF JARAK TINTIR (Jatropha multifida L.) STEM, PHENOLIC AND FLAVONOID CONTENT Syam, Akhirul Kahfi; Windyaswari, Ari Sri; Ratnawati, Julia
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i3.182

Abstract

Background: Jarak tintir (Jatropha multifida L.) was identified as one of family Euphorbiaceae and used by Indonesian people as traditional medicine. This study aimed to measure IC50 of inhibition DPPH as free radicals and make statistical analysis of flavonoid and phenolic content and correlation with their IC50 of free radicals. Methods: Hot continuous extraction was done with Soxhlet apparatus using various polarity solvents (n-hexane, ethyl acetate, and methanol). Results: Methanol extract had the lowest IC50 32.26 ± 0.37 µg/mL of DPPH inhibition activity. Ethyl acetate extract had highest phenolic and highest flavonoid content with 35.21 ± 1.50 mg TAE/g extract and 49.41 ± 1.65 mg QE/g extract. Conclusion: Flavonoid and phenolic content in extracts had linier correlation with their IC50 of inhibition free radicals.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAU DAN BATANG PELAWAN (Tristaniopsis obovata) SEBAGAI INHIBITOR ENZIM ALFA GLUKOSIDASE Budiana, Wempi; Anggraeni, Vina Juliana; Wahyudi, Ade
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i3.183

Abstract

Diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang tidak tergantung pada insulin, terjadi pada 90-95% kasus dari keseluruhan penderita diabetes. Salah satu pilihan terapi yang digunakan ialah obat yang bekerja menghambat aktivitas enzim ?-glukosidase. Pengembangan obat tradisional menjadi sangat potensial dalam terapi, dikarenakan efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi antidiabetes pada ekstrak daun dan batang pelawan melalui uji aktivitas inhibitor enzim ?-glukosidase. Daun dan batang pelawan diekstraksi dengan metode refluksmenggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol. Ketiga ekstrak tersebut dilakukan pengujian penghambatan terhadap enzim ?-glukosidase menggunakan microplate reader, dengan akarbose sebagai pembandingnya. Hasil uji aktivitas inhibitor enzim ?-glukosidase ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol pada daun pelawan memiliki IC50 secara berturut-turut yaitu 341,026 µg/mL, 114,953 µg/mL, dan 73,898 µg/mL. Sedangkan ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol pada batang pelawan memiliki IC50 secara berturut-turut yaitu 427,891, 612,131 µg/mL, 447,657 µg/mL. Sementara akarbose memiliki IC50 19,454µg/mL. Hal ini menunjukan bahwa pada daun pelawan ekstrak etanol dan pada batang pelawan ekstrak n-heksana yang memiliki aktivitas inhibitor enzim ?-glukosidase paling kuat.
KOKRISTALISASI HESPERIDIN – NIKOTINAMIDA DENGAN SLURRY METHOD Winantari, Agnes Nuniek; Tjioe, Felicia Reynaldo; Rizky , Astridani
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v8i1.184

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membentuk kokristal hesperidin-nikotinamida (1:1) menggunakan metode slurry. Metode slurry merupakan metode yang sederhana dengan menambahkan aquadem ke campuran hesperidin dan nikotinamida sampai membentuk massa bubur/lumpuran atau suspensi pada kecepatan 200 rpm. Kokristal dikarakterisasi menggunakan instrument PXRD, DSC, FTIR dan SEM. Difraktogram menunjukkan empat puncak baru pada sudut 2? yaitu 21,26?; 22,21?; 23,28?; 25,35?. Termogram memperlihatkan puncak endotermik pada 240,56?C. Spektrum FTIR menunjukkan adanya pergeseran dan hilangnya puncak pada kokristal. Fotomikrograf SEM memperlihatkan adanya perubahan bentuk permukaan menjadi lebih porous. Kesimpulan penelitian ini adalah kokristal hesperidin-nikotinamida (1;1) dapat terbentuk

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 2 Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 1 Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 3 Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 2 Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1 Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 3 Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 2 Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 1 Vol 8 No 3 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 3 Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2 Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1 Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3 Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1 Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3 Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1 Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018 Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 2, 2018 Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 1, 2018 Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 3, 2017 Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 2, 2017 Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No 1, 2017 Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indone Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Farmasi Galenika Volume 3 No. 2, 2016 Vol 3 No 01 (2016): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 02 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 01 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 02 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 01 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA More Issue