cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 662 Documents
ANALISIS INTEGRATIF FAKTOR PENENTU KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN: SINTESIS KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, EFIKASI DIRI, KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS, DAN SIKAP KERJA DALAM DINAMIKA EKOSISTEM VOKASI URBAN Yudhi Hertanto; Sunar Wahid
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15359

Abstract

The revitalization of vocational education fundamentally demands that Vocational High Schools (SMK) undergo massive transformations to produce graduates who align with industrial needs. Amid rapid urban dynamics and curriculum shifts, the performance of vocational teachers serves as a decisive determinant of instructional quality. This study aims to analyze and synthesize the causal network connecting transformational leadership, teacher self-efficacy, psychological well-being, job satisfaction, and organizational commitment to vocational teacher performance, contextualized within the metropolitan setting of Depok City. Applying a Systematic Literature Review (SLR) approach guided by the PRISMA 2020 protocol, a total of 25 reputable national (SINTA) and international (Scopus) journal articles published between 2016 and 2026 were thoroughly synthesized using thematic analysis and evidence-based narrative synthesis. The findings confirm that transformational leadership acts as an overarching ecosystem catalyst, while self-efficacy and organizational commitment serve as proximal predictors of instructional performance. Furthermore, job satisfaction and psychological well-being exert substantial mediating and protective buffer roles in mitigating professional burnout induced by curriculum workloads in urban environments. This study yields a novel integrated conceptual framework harmonizing managerial, cognitive-personal, emotional, and behavioral dimensions of vocational teachers. ABSTRAK Revitalisasi pendidikan vokasi menuntut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertransformasi secara masif guna menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri. Di tengah dinamika urban dan kurikulum yang berubah cepat, performa guru SMK menjadi faktor krusial yang menentukan efektivitas pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyintesis jaring kausalitas antara kepemimpinan transformasional, efikasi diri, kesejahteraan psikologis (psychological well-being), kepuasan kerja, dan komitmen organisasi terhadap kinerja guru SMK, dengan lokus tantangan kontekstual di wilayah metropolitan Kota Depok. Menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020, sebanyak 25 artikel jurnal ilmiah bereputasi nasional (SINTA) dan internasional (Scopus) dalam rentang waktu 2016–2026 dianalisis menggunakan teknik analisis tematik (thematic analysis) dan sintesis naratif berbasis bukti (narrative synthesis). Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa kepemimpinan transformasional bertindak sebagai penggerak ekosistem pengajaran, sedangkan efikasi diri dan komitmen organisasi berfungsi sebagai prediktor langsung terhadap kinerja instruksional. Kepuasan kerja dan kesejahteraan psikologis terbukti memiliki peran mediasi dan perlindungan yang signifikan dalam mereduksi kejenuhan kerja (burnout) akibat beban ganda kurikulum di area urban. Kajian ini menghasilkan kerangka konseptual integratif yang memadukan aspek manajerial, kognitif-personal, emosional, dan perilaku kerja guru vokasi.    
METODOLOGI PENELITIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL: PENDEKATAN STUDI KASUS DAN TANTANGAN KONTEMPORER Kelik Wardiyono; Abdul Matin Bin Salman; Muhammad Munadi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15360

Abstract

This article examines the methodology of Islamic education policy research within non-formal institutions, specifically the kuttab, utilizing a policy case study approach alongside its contemporary implementation challenges. In Indonesia, formal policy studies and administrative quantitative methods predominate, whereas the value-based governance logic of non-formal institutions remains inadequately captured within conventional student admission frameworks. The New Student Admission (PSB) at Kuttab Ibnu Abbas, selected via purposive sampling, serves as an empirical locus for investigating policy research methodology in non-formal Islamic organizations. Drawing upon literature synthesis and practical reflections, this article outlines object characteristics, case study rationales, and the integration of multi-source document analysis with policy actor interviews. Assessments were conducted using thematic analysis and policy-practice gap mapping. The study yields a five-stage procedural framework (case definition, actor mapping, multi-method data collection, policy gap analysis, and analytical synthesis) addressing real-world field constraints, including document fragmentation, organizational culture dynamics, inclusive digitalization, and analytical generalization boundaries. This methodological framework provides a robust, ethical, and context-sensitive guide for educational researchers and management practitioners. ABSTRAK Artikel ini membahas metodologi penelitian kebijakan pendidikan Islam pada lembaga nonformal, khususnya kuttab, dengan pendekatan studi kasus kebijakan (policy case study) beserta tantangan kontemporer dalam pelaksanaannya. Di Indonesia, kajian kebijakan formal dan metode kuantitatif administratif sangat dominan, sementara logika tata kelola berbasis nilai di lembaga nonformal tidak sepenuhnya terungkap dalam kerangka PPDB konvensional. Penerimaan Santri Baru (PSB) Kuttab Ibnu Abbas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling menjadi lokus studi untuk mengkaji metodologi penelitian kebijakan lembaga Islam nonformal. Melalui sintesis literatur dan refleksi praktis, artikel ini membahas karakteristik objek, rasionalitas studi kasus, serta integrasi analisis dokumen dan wawancara dengan para aktor kebijakan. Penilaian dilakukan menggunakan analisis tematik dan pemetaan kesenjangan antara regulasi dan praktik (policy-practice gap). Riset ini menghasilkan kerangka prosedural lima tahap (definisi kasus, pemetaan aktor, pengumpulan data multi-metode, analisis kesenjangan kebijakan, dan sintesis analitik) yang memotret tantangan nyata di lapangan, mulai dari fragmentasi dokumen, pengaruh budaya organisasi, digitalisasi yang inklusif, hingga batasan dalam generalisasi temuan. Rumusan ini diharapkan menjadi panduan metodologis yang tangguh, etis, dan kontekstual bagi peneliti serta praktisi manajemen pendidikan.    
ANALISIS UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA DIDIK DI KELAS III SD NEGERI 075048 LASARA SIWALUBANUA Sepni Putri Indartin Waruwu; Otilina Gulo; Eka Periaman Zai; Riana Riana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15361

Abstract

Low student self-confidence in rural schools frequently hinders active participation, yet empirical studies addressing everyday teacher-led classroom interventions in these settings remain scarce. This study aims to analyze teachers’ efforts in developing the self-confidence of third-grade students at SD Negeri 075048 Lasara Siwalubanua and to identify the supporting and inhibiting factors in their execution. This study employed a descriptive qualitative approach utilizing purposive sampling, engaging one third-grade teacher as the primary informant and six students as supporting informants. Data collection techniques included in-depth interviews, non-participant observation, and documentation, all evaluated through expert judgment. The data were systematically analyzed using data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that teacher strategies encompassed offering participation opportunities, giving positive verbal reinforcement, nurturing a safe classroom climate, and delivering gradual guidance to reticent learners. Supporting factors included teacher care and a conducive learning environment, whereas inhibiting factors stemmed from performance anxiety, peer ridicule, and tight instructional time constraints. Consequently, consistent teacher facilitation plays an essential role in cultivating primary school students' emotional courage and classroom engagement. ABSTRAK Rendahnya kepercayaan diri peserta didik di daerah pedesaan sering kali menghambat partisipasi aktif belajar, namun kajian mendalam mengenai strategi langsung guru kelas dalam mengatasi kendala tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru dalam mengembangkan kepercayaan diri peserta didik kelas III SD Negeri 075048 Lasara Siwalubanua serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan satu guru kelas III sebagai informan utama dan enam peserta didik sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi yang telah melalui validasi ahli (expert judgment). Analisis data menerapkan model kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru diwujudkan melalui pemberian kesempatan berpendapat, penguatan verbal positif, penciptaan iklim kelas yang aman, serta bimbingan bertahap bagi peserta didik yang pasif. Faktor pendukung utama mencakup kepedulian guru dan iklim kelas yang kondusif, sedangkan faktor penghambat bersumber dari rasa malu, ketakutan diejek teman sebaya, serta alokasi waktu pembelajaran yang terbatas. Dengan demikian, peran terencana guru sangat krusial dalam membentuk resiliensi mental dan keberanian belajar peserta didik di sekolah dasar.    
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS V UPTD SD NEGERI 070976 GUNUNGSITOLI Kenni Febrinansel Telaumbanua; Otilina Gulo; Indah Wijaya Lase; Sadiana Lase
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15362

Abstract

This study was motivated by the low critical thinking skills of fifth-grade students at UPTD SD Negeri 070976 Gunungsitoli, stemming from the predominance of conventional evaluation tools oriented toward Lower Order Thinking Skills (LOTS). Consequently, students were rarely engaged in analysis, evaluation, and independent problem-solving. This study aimed to examine the effectiveness of Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based assessment instruments in enhancing students' critical thinking abilities in primary science and social studies (IPAS). A quantitative approach was employed using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The study population comprised all 34 fifth-grade students selected through a total sampling technique, divided into an experimental class (n=17) receiving HOTS-based assessments and a control class (n=17) assessed via conventional instruments. Data were gathered through valid and reliable HOTS-based multiple-choice tests, then analyzed using descriptive statistics, normality, homogeneity, paired sample t-tests, independent sample t-tests, and N-Gain analysis. The results demonstrated that the experimental class achieved a posttest mean score of 88.82 with an N-Gain of 0.35 (moderate category), significantly outperforming the control class which obtained a posttest mean score of 60.29 with an N-Gain of 0.12 (low category). The independent sample t-test yielded a significance value of p=0.000<0.05. Therefore, the HOTS-based assessment instrument is proven effective in fostering elementary students' critical thinking skills. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V di UPTD SD Negeri 070976 Gunungsitoli yang dipicu oleh dominasi instrumen penilaian konvensional pada tingkat berpikir rendah (Lower Order Thinking Skills). Kondisi ini menyebabkan peserta didik kurang terlatih dalam menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan instrumen penilaian berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi IPAS konten IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas V sebanyak 34 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling, terbagi menjadi kelas eksperimen (n=17) yang memperoleh instrumen penilaian berbasis HOTS dan kelas kontrol (n=17) yang menggunakan instrumen konvensional. Data dikumpulkan melalui tes objektif pilihan ganda berbasis HOTS yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, independent sample t-test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen mencapai 88,82 dengan perolehan N-Gain sebesar 0,35 (kategori sedang), lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata posttest sebesar 60,29 dengan N-Gain sebesar 0,12 (kategori rendah). Hasil uji independent sample t-test memperoleh nilai signifikansi p=0,000<0,05. Dengan demikian, instrumen penilaian berbasis HOTS terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di sekolah dasar.    
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V SD NEGERI 076068 BOTOMBAWO Des Magdalena Zega; Eka Periaman Zai; Indah Wijaya Lase; Berkat Persada Lase
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15363

Abstract

Pancasila Education in elementary schools often relies on passive conventional instruction, while empirical studies regarding the effectiveness of inquiry-based learning in civic values remain scarce compared to natural science subjects. This condition leads to suboptimal conceptual understanding and low student participation. This study aimed to determine the effect of the Inquiry Learning Model on students’ learning outcomes in Pancasila Education among fifth-grade students at SD Negeri 076068 Botombawo. This quantitative study utilized a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The study sample was determined using a total sampling technique involving 47 students, divided into 25 students in the experimental class and 22 students in the control class. The research instrument was a multiple-choice achievement test self-developed by the researchers, which underwent expert validation and empirical testing for reliability, difficulty level, and discrimination power. Data were analyzed using normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing via the Independent Sample t-Test. The results demonstrated that the academic achievement in the experimental class implementing the Inquiry model substantially outperformed the control class taught conventionally. The hypothesis test confirmed a statistically significant difference between both groups, indicating that autonomous investigative activities facilitated in-depth conceptual understanding of Pancasila values. Therefore, the Inquiry Learning Model is proven effective in improving learning outcomes in Pancasila Education and serves as a viable student-centered instructional alternative in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar sering kali terjebak dalam metode konvensional yang pasif, sementara kajian empiris mengenai efektivitas model pembelajaran berbasis penemuan pada muatan nilai-nilai kebangsaan masih terbatas dibandingkan mata pelajaran sains. Kondisi ini menyebabkan rendahnya pemahaman konsep dan partisipasi aktif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Inquiry terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas V SD Negeri 076068 Botombawo. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik total sampling (sampel jenuh) yang melibatkan 47 peserta didik, terbagi menjadi 25 peserta didik pada kelas eksperimen dan 22 peserta didik pada kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar pilihan ganda yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dan telah melalui uji validasi ahli serta uji reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat normalitas dan homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen yang menerapkan model Inquiry secara substansial melampaui kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Hasil uji hipotesis membuktikan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, di mana aktivitas penyelidikan mandiri memfasilitasi pemahaman konsep nilai-nilai Pancasila secara mendalam. Dengan demikian, model pembelajaran Inquiry terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan layak diimplementasikan sebagai alternatif pembelajaran aktif di sekolah dasar.    
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Pebrina Lorensia Br Barus; Bastanta B. Manalu; Dyan Wulan Sari HS
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15364

Abstract

This study was motivated by the low critical thinking skills of elementary students in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject, primarily stemming from teacher-centered instruction that limits student engagement in solving contextual issues. This study aimed to analyze the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on the critical thinking skills of fifth-grade students at SD Negeri 065011 Medan Selayang regarding environmental issues. A quantitative pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design was utilized. The research subjects comprised 30 fifth-grade students selected via a purposive sampling technique based on prior academic achievement profiles. Data collection instruments, consisting of essay tests and response questionnaires, were independently developed, validated through expert judgment, and confirmed reliable. Data were analyzed using Lilliefors normality tests, Pearson product-moment correlation, and parametric t-tests. The results demonstrated a substantial improvement in students' critical thinking skills following the PBL intervention, as indicated by the increase in the mean score from 53.83 in the pretest to 80.00 in the posttest. Hypothesis testing yielded a t_"count"  value of 7.787, which exceeded the t_"table"  value of 1.701 at a significance level of 0.000<0.05, thereby confirming the acceptance of the alternative hypothesis (H_a). In conclusion, the Problem-Based Learning model exerts a positive and significant effect on enhancing elementary students' critical thinking skills. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) akibat proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher-centered), sehingga siswa pasif dalam mengurai dan memecahkan permasalahan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 065011 Medan Selayang pada materi permasalahan lingkungan yang mengancam kehidupan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif melalui metode pre-experimental dengan desain one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas V yang ditarik menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pertimbangan karakteristik kemampuan awal akademik siswa. Instrumen tes kemampuan berpikir kritis dan angket respons siswa dikembangkan sendiri oleh peneliti serta telah melalui uji validasi ahli (expert judgment) dan uji reliabilitas empiris. Analisis data inferensial dilakukan melalui uji normalitas Lilliefors, korelasi Pearson product moment, serta pengujian hipotesis regresi dengan uji-t parametrik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis yang signifikan setelah penerapan model PBL, terbukti dari kenaikan skor rata-rata pretest sebesar 53,83 menjadi 80,00 pada posttest. Hasil pengujian hipotesis menghasilkan nilai t_"hitung"  sebesar 7,787 yang lebih besar daripada t_"tabel"  sebesar 1,701 dengan nilai signifikansi 0,000<0,05, sehingga H_a diterima. Dengan demikian, model Problem-Based Learning terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan dalam memberdayakan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar.    
PENGARUH PENILAIAN KOGNITIF MELALUI METODE CERAMAH TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MEMBEDAKAN FAKTA DAN OPINI KELAS V SD NEGERI 070980 MOAWO Lilin Anggreni Telaumbanua; Lestari Waruwu; Indah Wijaya Lase; Mastawati Ndruru
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15365

Abstract

This study was motivated by the low ability of fifth-grade students at SD Negeri 070980 Moawo to distinguish between facts and opinions in reading texts. This study aimed to analyze students' learning outcomes before and after the intervention and examine the effect of implementing cognitive assessment through the lecture method on improving students' learning outcomes. A quantitative quasi-experimental design was employed. The population comprised all fifth-grade students, with a total sample of 40 students divided into class V-B (n=20) as the experimental group and class V-A (n=20) as the control group using a saturated sampling technique. Data were gathered through essay tests verified for validity and reliability. Data analysis involved descriptive statistics, Kolmogorov-Smirnov normality tests, linearity tests, and independent samples t-tests using SPSS version 27. The results showed that initial abilities were comparable, with pretest mean scores of 34.00 for the experimental group and 32.75 for the control group. After the intervention, the experimental group achieved a posttest mean score of 80.00, while the control group reached 75.50. The independent samples t-test yielded a significance value (2-tailed) of 0.168 > 0.05, leading to the acceptance of the null hypothesis (H_0) and rejection of the alternative hypothesis (H_a), indicating that the difference between the groups was not statistically significant. However, descriptive gains indicate that structured cognitive assessment combined with instructional lectures contributes positively to students' conceptual understanding of facts and opinions in primary education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas V SD Negeri 070980 Moawo dalam membedakan fakta dan opini pada teks bacaan Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar siswa sebelum dan sesudah perlakuan serta menguji pengaruh penerapan penilaian kognitif terstruktur melalui metode ceramah terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental). Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas V dengan sampel sebanyak 40 siswa yang terbagi ke dalam kelas V-B (n=20) sebagai kelas eksperimen dan kelas V-A (n=20) sebagai kelas kontrol menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes uraian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas, serta uji hipotesis independent samples t-test berbantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelompok relatif setara dengan rata-rata nilai pretest sebesar 34,00 pada kelas eksperimen dan 32,75 pada kelas kontrol. Setelah perlakuan, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat menjadi 80,00, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai 75,50. Hasil uji hipotesis independent samples t-test menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,168 > 0,05, sehingga H_0 diterima dan H_a ditolak, yang membuktikan bahwa perbedaan hasil belajar antara kedua metode tidak signifikan secara statistik. Meskipun demikian, secara deskriptif penilaian kognitif yang dipadukan dengan metode ceramah terbukti memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep fakta dan opini siswa di sekolah dasar.    
PENGARUH PENDEKATAN DEEP LEARNING BERBANTUAN MEDIA KOSICA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP SIFAT CAHAYA SISWA KELAS V SD Nila Nurul Ulya; Sukamto Sukamto; Lina Putriyanti
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15366

Abstract

This research is motivated by the difficulty of student motivation in learning and students have difficulty understanding abstract concepts in the subject of science class V so that a learning strategy is needed as a solution to the problem, namely the deep learning approach. This study aims to determine the effect of the deep learning approach assisted by KOSICA media on learning motivation and understanding of the concept of light properties of fifth grade elementary school students. This study uses a quantitative pre-experimental method with a one-group pretest posttest design. The sampling technique uses purposive sampling which then obtained class VA as many as 27 students as samples. Data collection uses observation sheets, questionnaires, and questions. Then testing is carried out using SPSS 25. Data analysis includes prerequisite tests and hypothesis tests. Prerequisite tests include normality tests and linearity tests while hypothesis tests include descriptive analysis tests and simple linear regression tests. The descriptive statistical test shows that there is an increase in the average pretest and posttest of learning motivation by 26.02% which means Ha is accepted, meaning that there is an influence of the deep learning approach assisted by KOSICA media on learning motivation and understanding of the concept of the properties of light on students' learning motivation and understanding of the concept also increased by 31.08% which means Ha is accepted, meaning that there is an influence of the deep learning approach assisted by KOSICA media on understanding the concept of the properties of light. Then the simple linear regression test produces the equation y = 104.942 + -0.344x with a sig value of 0.348>0.05 which shows that learning motivation does not affect the understanding of the concept of the properties of light of class VA students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sulitnya motivasi siswa dalam belajar dan siswa kesulitan memahami konsep yang bersifat abstrak pada mata pelajaran IPAS kelas V sehingga dipelukan strategi pembelajaran sebagai solusi permaslahan tersebut yaitu pendekatan deep learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan deep leanring berbantuan media KOSICA terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep sifat cahaya siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pre eksperimen dengan desain one grup pretest posttest design. Teknik sampling menggunakan puposive sampling yang kemudian diperoleh kelas VA sebanyak 27 siswa sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket, dan soal. Kemudian dilakukan pengujian menggunakan SPSS 25. Analisis data meliputi uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan uji linieritas sedangkan uji hipotesis meliputi uji analisis deskriptif dan uji regresi linier sederhana. Uji deskriptif statistik menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata pretest dan posttest motivasi belajar sebesar 26,02% yang berarti Ha diterima, artinya terdapat pengaruh pendekatan deep learning berbantuan media KOSICA terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep sifat cahaya terhadap motivasi belajar siswa dan pemahaman konsep juga mengalami peningkatan sebesar 31,08% yang berarti Ha diterima, artinya terdapat pengaruh pendekatan deep learning berbantuan media KOSICA terhadap pemahaman konsep sifat cahaya. Kemudian uji regresi linier sederhana menghasilkan persamaan y = 104.942 + -0,344x dengan nilai sig sebesar  0,348>0,05 yang menunjukkan bahwa motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap pemahaman konsep sifat cahaya siswa kelas VA.    
PENERAPAN MEDIA FLASH CARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA TEKS NARASI PESERTA DIDIK KELAS IV UPTD SDN 076095 HILIDAURA Misi Triyani Zebua; Noibe Halawa; Dernius Hura; Arozatulo Bawamenewi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15367

Abstract

Narrative text recounts an event chronologically. However, students' speaking skills at UPTD SDN 076095 Hilidaura remain very low, characterized by shyness, lack of confidence, and an inability to deliver stories coherently. This study aimed to improve fourth-grade students' speaking skills in narrative texts through the use of flashcards. This study employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model conducted over two cycles, each encompassing planning, action, observation, and reflection stages integrated with the Problem-Based Learning (PBL) model. The subjects were 22 fourth-grade students selected via total sampling. Data were collected through oral speaking performance tests, observational sheets, and documentation. Data analysis was conducted using qualitative and quantitative descriptive-comparative techniques to determine average scores and classical mastery percentages. The results demonstrated a significant enhancement in students' speaking skills. The class average score improved markedly from 58.68% in Cycle I to 84.59% in Cycle II. Furthermore, student learning activities rose from 56.06% at the end of Cycle I to 95.95% in Cycle II, accompanied by teacher action implementation reaching 94.44%. These findings indicate that the application of flashcards is effective in improving the narrative text speaking skills of fourth-grade students at UPTD SDN 076095 Hilidaura. ABSTRAK Teks narasi merupakan karangan yang menceritakan suatu peristiwa secara kronologis. Namun, keterampilan berbicara peserta didik di UPTD SDN 076095 Hilidaura masih sangat rendah, ditandai dengan rasa malu, kurang percaya diri, serta ketidakmampuan menyampaikan cerita secara runtut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik pada materi teks narasi melalui pemanfaatan media flash card. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dengan mengintegrasikan model Problem-Based Learning (PBL). Subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik kelas IV yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data meliputi tes unjuk kerja berbicara, observasi aktivitas, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui statistik deskriptif komparatif untuk menghitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara yang signifikan. Nilai rata-rata kemampuan berbicara peserta didik meningkat dari 58,68% pada siklus I menjadi 84,59% pada siklus II. Aktivitas belajar peserta didik juga melonjak dari 56,06% pada akhir siklus I menjadi 95,95% pada siklus II, diiringi peningkatan keterlaksanaan tindakan guru hingga mencapai 94,44%. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan media flash card efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada materi teks narasi peserta didik kelas IV UPTD SDN 076095 Hilidaura.    
PENERAPAN MODEL AIR (AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI NILAI KEHIDUPAN BAGI SISWA DI KELAS IV SD INPRES TOUNWAWAN Mesya Amanda Imea; Nathalia Y. Johanes; Sefanya Sairlitiata
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15368

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of Grade IV students at SD Inpres Tounwawan in Pancasila Education, particularly on the topic of Pancasila as life values. The predominance of conventional and lecture-based teaching methods left students disengaged and unable to internalize Pancasila values optimally. This study aims to improve Pancasila Education learning outcomes through the implementation of the Auditory Intellectually Repetition (AIR) model among Grade IV students at SD Inpres Tounwawan. A Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model was employed, conducted in two cycles comprising planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 20 Grade IV students of SD Inpres Tounwawan in the 2025/2026 academic year selected using a total sampling technique. Data were collected through cognitive learning outcome tests, teacher and student activity observation sheets, and documentation. Data analysis techniques utilized descriptive quantitative analysis to calculate class mean scores and classical mastery percentages, alongside descriptive qualitative analysis for instructional observation data. The results demonstrated a significant and progressive improvement in student learning outcomes. Classical completeness increased from 35% (7 students) in the pre-cycle to 45% (9 students) in Cycle I, and reached 100% (20 students) in Cycle II. The class average score also rose from 65 in the pre-cycle to 67 in Cycle I, and ultimately reached 79 in Cycle II. This study concludes that the AIR model, which integrates Auditory, Intellectually, and Repetition components, is effective in improving Pancasila Education learning outcomes for Grade IV elementary school students. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Tounwawan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya materi Pancasila sebagai nilai kehidupan, menjadi latar belakang penelitian ini. Proses pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional dan ceramah menyebabkan siswa kurang aktif dan tidak mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila melalui penerapan model Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada siswa kelas IV SD Inpres Tounwawan. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV SD Inpres Tounwawan tahun ajaran 2025/2026 yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar kognitif, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk menghitung rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar klasikal, serta analisis deskriptif kualitatif untuk data hasil observasi proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan secara bertahap. Ketuntasan klasikal meningkat dari 35% (7 siswa) pada prasiklus menjadi 45% (9 siswa) pada siklus I, dan mencapai 100% (20 siswa) pada siklus II. Nilai rata-rata kelas turut meningkat dari 65 pada prasiklus menjadi 67 pada siklus I dan mencapai 79 pada siklus II. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model AIR yang mengintegrasikan komponen Auditory, Intellectually, dan Repetition terbukti efektif meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV sekolah dasar.