cover
Contact Name
Rusdiati Helmidanora
Contact Email
ejournal.akfarsam@gmail.com
Phone
+6285246812793
Journal Mail Official
ejournal.akfarsam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brig. Jend. Abdul Wahab Sjahranie No.226, Air Hitam, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 2443115X     EISSN : 24771821     DOI : https://doi.org/10.51352/jim
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Manuntung is a journal on pharmaceutical and health sciences published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda which includes the study of pharmaceutical sciences, medicine, synthetic organic chemistry, organic chemistry of natural materials, biochemistry, analytical chemistry, physical chemistry, biology, microbiology, tissue culture, botany and animals related to pharmaceutical products, nursing, midwifery, health analysts, nutrition and public health.
Articles 339 Documents
PENGARUH FAKTOR PENGETAHUAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEPATUHAN SERTA KEBERHASILAN TERAPI PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU RAWAT JALAN Clara Ritawany Sinaga; Esty Elvinda; Annafiatuzakiah; Juarita Injiliani
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v12i1.1005

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia, with a high disease burden and treatment success that largely depends on patient adherence. Non-medical factors such as knowledge and motivation are believed to play important roles in improving adherence and treatment outcomes; however, simultaneous analyses of these factors remain limited, particularly in East Kalimantan. This study aimed to analyze the influence of knowledge and motivation on adherence and their impact on treatment outcomes among pulmonary TB outpatients. A quantitative analytic observational study with a cross-sectional approach was conducted among 84 pulmonary TB outpatients at RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda (June–July 2024). Data were collected using a knowledge questionnaire (Guttman scale), a motivation questionnaire (Likert scale), and the MARS-5 adherence instrument, along with medical record data for treatment outcomes. Data were analyzed using the chi-square test and logistic regression. The majority of respondents had good knowledge (83.3%), good motivation (50%), and moderate adherence (53.6%). Treatment outcomes showed that 85.7% of patients were cured. A significant association was found between knowledge and adherence (p = 0.004). Overall, knowledge and motivation contributed to improved adherence, which subsequently affected treatment success. A holistic approach integrating improvements in patient knowledge and motivation is essential for enhancing adherence and treatment outcomes in pulmonary TB. These findings support strengthening educational and motivational interventions by healthcare professionals to optimize treatment success among pulmonary TB outpatients.
EVALUASI POTENSI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MANGGA ARUMANIS (Mangifera indica L. var. Arumanis) DALAM SISTEM NANOPARTIKEL KITOSAN DENGAN UJI DPPH Hilmia Lukman; Umi Narsih
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v12i1.1019

Abstract

Stres oksidatif memiliki peran signifikan dalam munculnya berbagai penyakit degeneratif, yang mendorong perlunya pencarian antioksidan alami dengan tingkat bioavailabilitas yang tinggi. Penelitian ini fokus pada pengembangan nanopartikel kitosan yang memuat ekstrak daun mangga arumanis (Mangifera indica L. var. Arumanis) serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya. Nanopartikel disintesis menggunakan metode gelasi ionik dan dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Aktivitas antioksidan ekstrak dan nanopartikel diuji menggunakan metode DPPH, kemudian dianalisis berdasarkan nilai IC?? dan dilakukan perbandingan terhadap asam askorbat sebagai standar positif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kasar daun mangga arumanis memiliki IC?? sebesar 94,92 ppm, sementara enkapsulasi dalam nanopartikel kitosan menurunkan IC?? menjadi 80,05 ppm, menandakan peningkatan kemampuan menangkal radikal bebas. Asam askorbat tetap menunjukkan aktivitas tertinggi dengan IC?? 4,86 ppm. Secara keseluruhan, nanopartikel kitosan terbukti efektif meningkatkan aktivitas antioksidan ekstrak daun mangga arumanis dan memiliki potensi sebagai agen antioksidan alami.
PENGEMBANGAN EKSTRAK BILBERI (Vaccinium myrtillus) TERSTANDARISASI MENJADI GRANUL EFERVESEN SEBAGAI SUPLEMEN ANTIOKSIDAN Cornelius Steven Kashawan; Farida Lanawati Darsono; Kuncoro Foe
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v12i1.1021

Abstract

Bilberi (Vaccinium myrtillus L.) mengandung antosianin dan umumnya dipasarkan dalam bentuk sediaan cair, namun sediaan tersebut memiliki stabilitas fisik dan kimia yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bentuk sediaan alternatif berupa granul efervesen yang lebih stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formulasi granul efervesen ekstrak bilberi (GE-EB) berdasarkan kadar air, laju alir, waktu larut efervescen, dan aktivitas antioksidan. Ekstrak kering bilberi diperoleh melalui metode perkolasi menggunakan pelarut air, dilanjutkan dengan pengeringan semprot serta standarisasi spesifik dan nonspesifik. Granul efervesen diformulasikan dengan metode granulasi basah, mengandung 160 mg ekstrak bilberi per sachet. Proporsi asam sitrat dan asam tartrat secara kritis memengaruhi kinetika reaksi efervesen, hidrasi partikel, waktu larut, kekerasan, dan stabilitas. Oleh karena itu, rasio kedua asam dioptimalkan menggunakan desain faktorial, dengan asam sitrat monohidrat (8–12%) sebagai faktor A dan asam tartrat (16–24%) sebagai faktor B. Respon yang diamati meliputi kadar air, laju alir, dan waktu larut efervesen. Evaluasi mutu fisik meliputi organoleptik, pH, kadar air, sifat alir, dan waktu larut. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dan dinyatakan sebagai nilai IC?? yang diukur dengan microplate reader. Analisis statistik dilakukan menggunakan ANOVA satu arah (perlakuan Yates), yang kemudian dilanjutkan dengan uji post hoc Tukey. GE-EB memiliki karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan, dengan pH 5,59–6,65, kadar air 2,66–2,99%, laju alir 5,35–5,54 g/detik, sudut diam 27,49°–27,67°, rasio Hausner 1,13–1,16, indeks Carr 12,10–14,20%, dan waktu larut 1,34–2,54 menit. Asam sitrat monohidrat, asam tartrat, serta interaksinya berpengaruh signifikan terhadap seluruh respon. Formula optimum diperoleh pada konsentrasi asam sitrat monohidrat 10,27% dan asam tartrat 16,93%, dengan kadar air 2,81%, laju alir 5,51 g/detik, dan waktu larut 1,5 menit. Formula ini memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC?? sebesar 161,74 ± 0,97 µg/mL.
BIOSINTESIS NANOPARTIKEL ZINK OKSIDA MENGGUNAKAN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI AGEN ANTIMIKROBA Tasya Solinia M.S; Nur Aira Juwita; Muhammad Fauzan Lubis
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v12i1.1026

Abstract

Sintesis hijau nanopartikel menggunakan ekstrak tanaman berkembang sebagai metode ramah lingkungan untuk menghasilkan material antimikroba. Pemanfaatan ekstrak air biji pepaya (Carica papaya L.) sebagai pereduksi dan penstabil nanopartikel zink oksida (ZnO) masih terbatas. Penelitian ini mensintesis nanopartikel ZnO menggunakan ekstrak air biji pepaya dan mengevaluasi struktur, sifat optik, stabilitas koloid, sifat termal, dan aktivitas antimikrobanya. Sintesis dilakukan menggunakan zink nitrat sebagai prekursor pada pH 8 dengan pemanasan terkendali, kemudian dimurnikan dan dikeringkan. Karakterisasi menunjukkan puncak serapan pada 367 nm dengan energi celah pita 3,38 eV. Analisis difraksi mengonfirmasi struktur kristal heksagonal tipe wurtzite dengan ukuran kristalit rata-rata 45 nm. Morfologi partikel hampir sferis dengan ukuran 20-80 nm. Nilai potensial zeta -23,46 mV menunjukkan stabilitas koloid tingkat sedang. Analisis termal menunjukkan adanya residu senyawa fitokimia yang teradsorpsi pada permukaan partikel ZnO. Uji antimikroba menunjukkan peningkatan diameter zona hambat seiring peningkatan konsentrasi. Pada konsentrasi 25 mg/mL, diameter zona hambat terhadap S. aureus, S. epidermidis, dan C. albicans masing-masing sebesar 13,76 ± 0,88 mm; 12,25 ± 0,85 mm; dan 14,88 ± 0,18 mm. Nilai ini menurun pada konsentrasi yang lebih rendah, dengan aktivitas terendah pada konsentrasi 0,375 mg/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak air biji pepaya berpotensi sebagai bioreduktor alami dalam sintesis nanopartikel ZnO untuk aplikasi antimikroba berbasis nanoteknologi ramah lingkungan.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI Enterobacter sp. PADA BURUNG KUNTUL BESAR (Egretta alba) DI KECAMATAN BAITUSSALAM Mutia Sukma Langkana; Masda Admi; Azhari; Fakhrurrazi; Razali Daud
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v12i1.1029

Abstract

Burung kuntul besar (Egretta alba) merupakan burung air yang hidup di ekosistem lahan basah dan berpotensi menjadi reservoir bakteri enterik, salah satunya Enterobacter sp. Bakteri ini bersifat oportunistik dan dapat menimbulkan resiko kesehatan bagi hewan, manusia serta lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Enterobacter sp. pada burung kuntul besar (Egretta alba) yang hidup di ekosistem hutan mangrove Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan secara observasi lapangan dan eksplorasi laboratorium menggunakan metode Carter. Sebanyak 10 sampel swab kloaka burung kuntul besar diinokulasikan ke dalam media Nutrient Broth (NB), kemudian diisolasi menggunakan media MacConkey Agar (MCA). Koloni yang tumbuh selanjutnya diamati morfologinya, dilakukan pewarnaan Gram, serta diuji secara biokimia meliputi uji IMViC, TSIA, SIM, dan fermentasi gula-gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel memperlihatkan koloni berwarna merah muda pada media MCA. Secara pewarnaan Gram menunjukkan bakteri yang terisolasi merupakan Gram negatif berbentuk basil. Uji biokimia menunjukkan hasil indol negatif, motil, MR positif, VP negatif, SCA positif, serta mampu memfermentasi berbagai gula. Berdasarkan hasil identifikasi, bakteri yang ditemukan merupakan Enterobacter sp
ANALISIS FARMAKOEKONOMI TELEMEDICINE: COST-BENEFIT ANALYSIS PADA DUA MODEL PELAYANAN KESEHATAN Devi Ristian Octavia; Salma Nur Azizah; Heri Wijaya; Irma Susanti; Sri Bintang Sahara Mahaputra KN; Zalina Zahari
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v12i1.1031

Abstract

Pelayanan kesehatan memerlukan biaya medis langsung maupun biaya nonmedis tidak langsung yang dapat menjadi beban bagi pasien dan masyarakat. Telemedicine merupakan inovasi layanan kesehatan yang memungkinkan pasien memperoleh pelayanan medis tanpa harus melakukan kunjungan tatap muka ke rumah sakit, sehingga berpotensi menurunkan biaya pelayanan kesehatan. Telemedicine menjadi salah satu alternatif layanan kesehatan jarak jauh yang dapat meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus mengurangi biaya yang dikeluarkan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan manfaat biaya antara layanan telemedicine langsung dan layanan kesehatan rawat jalan di Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan retrospektif. Data dikumpulkan menggunakan instrumen lembar observasi. Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh sebanyak 6 pasien. Analisis manfaat biaya dilakukan menggunakan metode Human Capital (HC) dan Benefit-Cost Ratio (BCR), sedangkan analisis statistik dilakukan menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan layanan telemedicine memberikan penghematan biaya sebesar Rp. 985.000 per tahun dengan nilai BCR sebesar 1,6. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,071, yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua model layanan kesehatan. Telemedicine memiliki potensi memberikan efisiensi biaya bagi pasien dan masyarakat. Analisis biaya menjadi aspek penting dalam menentukan model pelayanan kesehatan yang paling memberikan manfaat bagi masyarakat.
EKSPLORASI AKTIVITAS ANTIOSTEOARTRITIS EKSTRAK ETANOL 25% BIJI PINANG (Areca catechu) MELALUI PEMBERIAN ORAL Humaryanto Humaryanto; Fairuz Quzwain; Fathnur Sani Kasmadi; Hanina; Tengku Arief Buana Perkasa
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v12i1.1041

Abstract

Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang ditandai oleh kerusakan progresif pada kartilago artikular, disertai respons inflamasi pada membran sinovial serta perubahan struktur jaringan sendi. Kondisi ini berkontribusi terhadap timbulnya nyeri dan penurunan fungsi gerak sendi. Pemanfaatan bahan alam sebagai sumber kandidat terapi alternatif terus dikembangkan untuk mendukung penatalaksanaan osteoartritis. Biji pinang (Areca catechu) diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi memberikan aktivitas farmakologis, termasuk efek antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak etanol 25% biji pinang sebagai agen antiosteoartritis melalui pemberian secara oral pada model hewan uji. Osteoartritis diinduksi pada tikus jantan melalui injeksi monosodium iodoasetat (MIA) secara intraartikular pada sendi lutut. Hewan uji dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif yang diberikan Na-CMC 0,5%, kontrol positif yang diberi meloksikam dosis 2 mg/kgBB, serta tiga kelompok perlakuan yang menerima ekstrak dengan dosis 100, 200, dan 300 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak mampu memperbaiki kondisi sendi, yang ditandai dengan penurunan diameter sendi lutut serta perbaikan respons inflamasi berdasarkan pengamatan histologis. Efek terapi paling optimal diperoleh pada dosis 300 mg/kgBB. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 25% biji pinang berpotensi dikembangkan sebagai kandidat agen terapi antiosteoartritis.
OPTIMASI FORMULA SUPOSITORIA PARACETAMOL KOMBINASI BASIS LEMAK COKLAT (Theobroma cacao L.) DAN LEMAK TENGKAWANG (Shorea mecistopteryx Ridl.) DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN (SLD) Yullia Sukawaty; Eni Agustina; Husnul Warnida; Rusdiati Helmidanora
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v12i1.1062

Abstract

Supositoria merupakan salah satu sediaan obat dalam bentuk solid yang difungsikan melalui rektal, vaginal dan uretra. Lemak coklat atau lemak theobroma adalah pilihan umum menjadi pilihan formulasi supositoria . Lemak tengkawang (Shorea mecistopteryx Ridl.) memiliki potensi sebagai alternatif pengganti lemak coklat (Theobroma cacao L.) karena memiliki karakteristik yang menyerupai lemak coklat dan tidak mengalami perubahan sifat polimorfisme setelah diberi perlakuan berupa serangkaian proses termal, stabilisasi dingin serta fase preservasi tertentu. Fokus utama dari riset ini untuk menentukan komposisi optimal dari formula sediaan supositoria paracetamol dengan kombinasi matriks antara lemak tengkawang (Shorea mecistopteryx Ridl.) dengan lemak coklat (Theobroma cacao L.) terhadap stabilitas fisik sediaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Objek formulasi supositoria paracetamol kombinasi basis lemak tengkawang (Shorea mecistopteryx Ridl.) dan lemak coklat (Theobroma cacao L.) diformulasikan berdasar dari optimasi Simplex Lattice Design (SLD). Temuan dari hasil riset yang dianalisis menggunakan Design Expert 13 untuk menunjukan data sifat fisik sediaan menunjukan komposisi optimum lemak tengkawang dengan konsentrasi 36,795% dan lemak coklat dengan konsentrasi 65,205% memenuhi persyaratan fisik supositoria yang baik.
BIOPROSPEKSI EKSTRAK ETANOL DAUN TUMBUHAN FAMILI DIPTEROCARPACEAE SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI ALAMI Agmi Sinta Putri; Muhammad Akmal Rizqullah; Yoga Widiantoro Pamungkas; Andreas Sangka Rura; Kharisma Agung Gabriel Ginting; Enos Tangke Arung
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v12i1.1082

Abstract

Famili Dipterocarpaceae merupakan dominasi kelompok tumbuhan hutan tropis kalimantan yang menyimpan berbagai sumber senyawa bioaktif, namun kajian bioprospeksi pada bagian daun, khususnya sebagai sumber antioksidan dan agen antibakteri alami, masih perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kandungan metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun lima spesies Dipterocarpaceae, yaitu Shorea seminis, S. balangeran, Dryobalanops aromatica, D. lanceolata, dan D. beccarii. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif, aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, sedangkan aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes diuji menggunakan metode difusi agar teknik sumuran. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kelima ekstrak memiliki profil metabolit sekunder yang berbeda, dengan D. beccarii menunjukkan komposisi paling beragam berupa flavonoid, tanin, steroid, karotenoid, kumarin, dan fenol. Hasil uji aktivitas peredaman DPPH tertinggi ditemukan pada D. aromatica sebesar 99,20% ± 0,00 pada konsentrasi 25 ppm, diikuti dengan D. beccarii dan S. balangeran yang juga menunjukkan aktivitas tinggi. Uji antibakteri menunjukkan seluruh ekstrak mampu menghambat pertumbuhan C. acnes, dengan zona hambat tertinggi pada S. seminis sebesar 21,50 mm dengan konsentrasi 500 µg/well. Hasil ini menunjukkan bahwa daun dari genus Shorea dan Dryobalanops yang digunakan berpotensi diaplikasikan sebagai bahan baku dalam pengembangan fitofarmaka. Hasil penelitian ini mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 melalui eksplorasi bahan alam untuk kesehatan dan SDG 15 melalui peningkatan nilai tambah tumbuhan hutan tropis.