cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyanizps@gmail.com
Phone
+6285792375955
Journal Mail Official
mimbarpgsdfloba@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Muhammadiyah Kupang Gedung D Lantai 4 Jalan K.H. Ahmad Dahlan, No.17, Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
MIMBAR PGSD FLOBAMORATA
ISSN : -     EISSN : 29882982     DOI : https://dx.doi.org/10.51494/mpf
Core Subject : Education,
Focus dan scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in the review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction and learning Educational Management Curriculum development Special education Teacher education Educational technology Educational development
Articles 113 Documents
Penerapan Model PBL Berbasis Kearifan Lokal Adaptasi Masyarakat Kupang Terhadap Iklim Kering Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Keaktifan Belajar Siswa SD Muhsam, Julhidayat; Nurlaila; Hasyda, Suryadin
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 4 No. 1 (2026): MIMBAR PGSD FLOBAMORATA
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v4i1.2926

Abstract

This study aims to improve critical thinking skills and learning activity of elementary school students through the application of the Problem Based Learning (PBL) model based on local wisdom of community adaptation to the dry climate of Kupang. This study uses the Classroom Action Research method with the Kemmis and McTaggart model which is implemented in two cycles, each including the planning stage, action implementation, observation, and reflection. The research subjects were 27 fourth-grade students of Sikumana 1 Elementary School. The research instruments included a critical thinking skills test and an observation sheet of student learning activity. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis by comparing the results between cycles. The results showed that the application of the local wisdom-based PBL model was able to significantly improve critical thinking skills and student learning activity from cycle I to cycle II. The integration of local wisdom of Kupang community adaptation to the dry climate makes learning more contextual, meaningful, and encourages active student involvement in the learning process.
Implementasi Model Pembelajaran Circuit Learning untuk Meningkatkan Hasil Pelajar IPAS di Sekolah Dasar Mau, Maria; Meilani, Dian; Bacotang, Bacotang
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 4 No. 1 (2026): MIMBAR PGSD FLOBAMORATA
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v4i1.2939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan peningkatan model pembelajaran circuit learning dalam meningkatkan hasil belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Negeri kuanino pada Topik C. Manfaat Keberagaman dan Melestarikan Keberagaman Budaya Kelas IV SD Negeri kuanino Tahun Ajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri 4 tahap yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penilitian sebanyak 31 siswa siswa. Metode pengumpulan data menggunakan soal tes hasil belajar, lembar observasi. Data dianalaisis untuk melihat penerapan dan peningkatan hasil belajar Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa implementasi model pembelajaran circuit learning Pada Siswa Kelas IV SD Negeri kuanino pada Topik C. Manfaat Keberagaman dan Melestarikan Keberagaman Budaya Kelas IV SD Negeri Kuanino Tahun Ajaran 2024/2025 dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa.
Pengaruh Strategi Learning Start With A Question (LSQ) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPAS Topik B Kekayaan Budaya Indonesia Kelas IV SDN Naikoten 1 Kupang Tahun Ajaran 2024/2025 Juita Lendi Luan; Arifin; Wahab, Ahmad Ishom Pratama
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 4 No. 1 (2026): MIMBAR PGSD FLOBAMORATA
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v4i1.3036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi pembelajaran Learning Start With A Question (LSQ) terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa kelas IV. Desain penelitian ini digunakan adalah one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV A yang berjumlah 24 orang. Data dikumpulkan melalui pretest sebelum perlakuan (pembelajaran Learning Start With A Question) dan posttest setelah perlakuan. Hasil analisis data menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Hal ini mengindikasikan bahwa metode Strategi Learning Start With A Question (LSQ) efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata Pelajaran IPAS. Alat pengumpulan data menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistic inferensial untuk mengetahui uji normalitas, homogenitas dan uji-t untuk menguji hipotesis. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS Versi 27. Hasil perhitungan uji-t independent diperoleh nilai sig 0,001<0,05 maka hipotesis HO ditolak dan HO diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Learning Start With A Question (LSQ) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada topik B kekayaan budaya Indonesia kelas IV SDN Naikoten 1 Kupang tahun ajaran 2024/2025.
Paparan Verbal Abuse Terhadap Motivasi Belajar Anak Sekolah Dasar Melalui Perspektif Neuroedukasi Ahmad, Rizqy Amelia Ramadhaniyah; Kenedi, Kenedi; Nuriyah, Nuriyah
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 4 No. 1 (2026): MIMBAR PGSD FLOBAMORATA
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v4i1.3041

Abstract

Abstrak: Kekerasan verbal (verbal abuse) masih sering terjadi dalam lingkungan pendidikan sekolah dasar, baik secara sadar maupun tidak sadar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paparan kekerasan verbal terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari sudut pandang neuroedukasi. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan laporan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verbal abuse dalam bentuk pelabelan negatif, bentakan, dan penghinaan berdampak signifikan terhadap penurunan motivasi belajar siswa. Secara psikologis, hal ini menghambat terpenuhinya kebutuhan dasar otonomi dan kompetensi siswa, yang pada akhirnya memicu penurunan motivasi belajar baik intrinsik maupun ekstrinsik. Secara biologis, khususnya neuroedukatif, verbal abuse memicu produksi hormon kortisol yang secara fisik "menutup" akses ke prefrontal cortex (pusat belajar) Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa iklim komunikasi yang positif antara guru dan siswa merupakan faktor penentu dalam menjaga stabilitas motivasi belajar di tingkat sekolah dasar. Abstract: Verbal abuse still frequently occurs in elementary school environments, both consciously and unconsciously. This study aims to analyze exposure to verbal abuse on elementary school students' learning motivation through qualitative methods with a literature study approach from a neuroeducational perspective. Data were collected from various scientific sources such as journals, books, and relevant previous research reports. The results of the study indicate that verbal abuse in the form of negative labeling, yelling, and insults has a significant impact on decreasing students' learning motivation. Psychologically, this hinders the fulfillment of students' basic needs for autonomy and competence, which ultimately triggers a decrease in both intrinsic and extrinsic learning motivation. Biologically, specifically neuroeducation, verbal abuse triggers the production of the hormone cortisol which physically "closes" access to the prefrontal cortex (the learning center). The conclusion of this study emphasizes that a positive communication climate between teachers and students is a determining factor in maintaining stable learning motivation at the elementary school level
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Active Learning (SAL) Pada Siswa Kelas IV SD Aiman, Ummu; Akbari, Ummu Fajariyah; Sabuna, Matica
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 4 No. 1 (2026): MIMBAR PGSD FLOBAMORATA
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v4i1.3042

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Active Learning (SAL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS topik A: Transformasi energi di sekitar kita dikelas IV UPTD SDI Oesapa Kecil 1 Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan rancangan penelitian yang dilakukan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi daan refleksi. Subjek penelitian yakni siswa kelas IV SD Oesapa Kecil 1 Kupang yang terdiri dari 28 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan lembar lembar observasi aktivitas guru, observasi aktivitas siswa, dan tes hasil belajar, dengan menerapkan model pembelajaran Student Active Learning (SAL), serta perangkat pembelajaran berupa ATP, modul ajar, LKPD, dan soal evaluasi. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan adanya peningkatan dari setiap aspek yang telah ditentukan. Pada siklus 1 memperoleh presentase ketuntasan 46,43% dan presentase ketidaktuntasan 53,57% dengan kriteria cukup baik. Hasil belajar pada siklus II memperoleh presentase ketuntasan 92,86% dan presentase ketidaktuntasan 7,14% dengan kategori sangat baik. Hasil ini dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan hasil belajar melalui penerapaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Active Learning (SAL) pada mata pelajaran IPAS topik A: Transformasi energi di sekitar kita siswa kelas IV UPTD SDI Oesapa Kecil 1 meningkat. Abstract: This study aims to apply the Student Active Learning (SAL) learning model to improve student learning outcomes in science learning topic A: Energy transformation around us in grade IV of UPTD SDI Oesapa Kecil 1 Kupang. This study is a classroom action research with a research design carried out in two cycles, including the planning, implementation, observation and reflection stages. The research subjects were grade IV students of SD Oesapa Kecil 1 Kupang consisting of 28 students. Data collection techniques were carried out using teacher activity observation sheets, student activity observations, and learning outcome tests, by applying the Student Active Learning (SAL) learning model, as well as learning tools in the form of ATP, teaching modules, LKPD, and evaluation questions. The results of the research conducted showed an increase in each predetermined aspect. In cycle 1, the percentage of completeness was 46.43% and the percentage of incompleteness was 53.57% with fairly good criteria. Learning outcomes in cycle II obtained a percentage of completeness of 92.86% and the percentage of incompleteness was 7.14% with very good categories. These results can be concluded that efforts to improve learning outcomes through the application of the Student Active Learning (SAL) learning model in the Natural Sciences subject topic A: Energy transformation around us for fourth grade students at UPTD SDI Oesapa Kecil 1 have increased.
Urgensi Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai Literasi Abad Ke-21 pada Jenjang Sekolah Dasar di Nusa Tenggara Timur Yani, Ahmad; Uslan, Uslan
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 4 No. 1 (2026): MIMBAR PGSD FLOBAMORATA
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v4i1.3050

Abstract

Literasi abad ke-21 merupakan kompetensi esensial yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar untuk menjawab tantangan transformasi digital dan sosial. Integrasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dipandang sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat literasi digital dan komputasional peserta didik. Namun, implementasi pembelajaran berbasis teknologi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, kompetensi pendidik, dan ketersediaan sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif literatur terkait konsep literasi abad ke-21, pembelajaran koding dan AI di sekolah dasar, serta tantangan dan peluang implementasinya di wilayah 3T. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelusuran artikel terindeks Scopus (Q1–Q4) dan SINTA (1–3) yang terbit dalam lima tahun terakhir. Analisis data dilakukan menggunakan pengelompokan tematik meliputi konsep, model implementasi, tantangan, dan dampak pembelajaran koding dan AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran koding dan AI berkontribusi positif terhadap pengembangan berpikir komputasional, pemecahan masalah, dan kreativitas siswa sekolah dasar. Meskipun terdapat berbagai kendala di wilayah 3T, pendekatan kontekstual dan adaptif, seperti pembelajaran koding unplugged, memungkinkan implementasi yang efektif. Integrasi koding dan AI yang selaras dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 berpotensi menjadi strategi penting dalam menjembatani kesenjangan literasi abad ke-21 di pendidikan dasar.
Pengembangan Podcast Interaktif Berbasis QR Code Spotify pada Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VI Sekolah Dasar Aldino, Aldino; Hatmi, Edizal; Ananda, Lala Jelita; Sembiring, Masta Marselina; Nasution, Yusra
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 4 No. 2 (2026): MIMBAR PGSD FLOBAMORATA
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v4i2.3231

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media podcast interaktif Panglima Denai berbasis QR Code Spotify guna mendukung pembelajaran keterampilan menyimak bahasa Indonesia pada siswa kelas VI SD Negeri 167643 Kota Tebing Tinggi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran menyimak serta terbatasnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi yang menarik dan mudah diakses. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media yang interaktif, praktis, dan sesuai dengan perkembangan digital. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta angket validasi ahli dan angket respon pengguna yang melibatkan 36 siswa dan guru kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media podcast interaktif Panglima Denai berbasis QR Code Spotify dinyatakan layak, dengan persentase validasi ahli materi sebesar 82,81% (layak) dan ahli media sebesar 86,11% (sangat layak). Hasil uji praktikalitas menunjukkan respon siswa sebesar 82,18% (layak) dan respon guru sebesar 87,50% (sangat layak), dengan rata-rata sebesar 84,84% (layak). Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa media ini bermanfaat, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan keterlibatan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran menyimak. Dengan demikian, media yang dikembangkan terbukti layak dan praktis digunakan sebagai media pembelajaran keterampilan menyimak bahasa Indonesia di sekolah dasar. Abstract: This study aims to develop an interactive podcast media titled Panglima Denai based on QR Code Spotify to support listening skills learning in Indonesian language for sixth-grade students at SD Negeri 167643 Tebing Tinggi. The background of this study is based on the low level of students’ interest and engagement in listening activities, as well as the limited use of technology-based learning media that are engaging and easily accessible. Therefore, an innovative, practical, and digitally relevant learning media is needed. This study employed a research and development (R&D) method using the 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate). Data collection techniques included observation, interviews, expert validation questionnaires, and user response questionnaires involving 36 students and a sixth-grade teacher. The results showed that the developed interactive podcast media is feasible, with a material expert validation score of 82.81% (feasible) and a media expert validation score of 86.11% (very feasible). The practicality test results indicated that student responses reached 82.18% (feasible) and teacher responses reached 87.50% (very feasible), with an overall average of 84.84% (feasible).Qualitative analysis revealed that the media is beneficial, easy to use, and able to enhance students’ engagement and enthusiasm in listening activities. Thus, the developed interactive podcast media is considered feasible and practical to be used as a learning medium for teaching listening skills in elementary schools.
Penerapan Model PBL Berbasis ESD Untuk Meningkatkan Pemahaman Soal Cerita Matematika Siswa SD Turnip, Rumondang Florentina; Wijayanti, Wenny
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 4 No. 2 (2026): MIMBAR PGSD FLOBAMORATA
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v4i2.3232

Abstract

Abstrak:Siswa cenderung mengalami hambatan dalam menafsirkan konteks soal dan mengaitkannya dengan konsep matematika yang tepat, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar dan pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Problem Based Learning (PBL) dalam mengatasi kesulitan siswa kelas V SD Santa Maria Surabaya dalam memahami soal cerita matematika serta meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis (pretest dan posttest), observasi, dan angket. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap soal cerita matematika. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 62,5 pada pretest menjadi 81,3 pada posttest, serta persentase ketuntasan belajar meningkat dari 29% menjadi 75% dengan KKM ≥ 75. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan pemahaman soal cerita matematika dan hasil belajar siswa kelas V sekolah dasar. Abstract: Many students experience obstacles in interpreting problem contexts and connecting them with appropriate mathematical concepts, which leads to low learning outcomes and failure to achieve the Minimum Mastery Criterion (MMC). This study aimed to examine the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) method in overcoming fifth-grade students’ difficulties in understanding mathematical word problems and improving their learning outcomes at SD Santa Maria Surabaya. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest model. The research participants consisted of 24 fifth-grade students. Data were collected through written tests (pretest and posttest), classroom observations, and questionnaires. The data were analyzed using descriptive statistics and comparative analysis to identify differences in students’ learning outcomes before and after the implementation of PBL. The results showed that the application of Problem Based Learning significantly improved students’ understanding of mathematical word problems. The average score increased from 62.5 in the pretest to 81.3 in the posttest, while the percentage of students achieving the MMC (≥75) rose from 29% to 75%. These findings indicate that Problem Based Learning is effective in enhancing students’ comprehension of mathematical word problems and improving learning outcomes in elementary mathematics.
Efektivitas Metode GASING Dalam Meningkatkan Numerasi Guru dan Siswa di Daerah 3T Melisa, Melisa; Prabawanto, Sufyani; Mulyasari, Effy; Surya, Marcia Ann
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 4 No. 2 (2026): MIMBAR PGSD FLOBAMORATA
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v4i2.3242

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Metode GASING (Gampang, Asik, dan Menyenangkan) dalam meningkatkan kompetensi numerasi guru dan siswa di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat sebagai salah satu daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 46 guru dan 96 siswa sekolah dasar yang mengikuti program intensif selama tiga minggu (10–30 Juni 2025). Instrumen penelitian berupa tes tertulis yang mengukur lima kompetensi dasar berhitung, yaitu Bakal Kubagi, penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor guru dari 32,33 menjadi 79,83 dengan nilai N-Gain sebesar 0,702 (kategori tinggi), serta peningkatan rata-rata skor siswa dari 10,51 menjadi 75,51 dengan nilai N-Gain sebesar 0,727 (kategori tinggi). Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (α = 0,05) pada seluruh kompetensi yang diukur. Temuan ini menunjukkan bahwa Metode GASING efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi melalui pendekatan bertahap konkrit–abstrak–komputasi mental yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kebijakan pendidikan berbasis bukti di daerah 3T, serta menegaskan pentingnya intervensi terpadu yang menyasar guru dan siswa dalam satu ekosistem pembelajaran. Abstrak: This study aims to analyze the effectiveness of GASING Method (Easy, Fun, and Enjoyable) in improving numeracy competencies among teachers and students in Teluk Wondama Regency, West Papua one of Indonesia's underdeveloped frontier regions. Using a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design, the study involved 46 teachers and 96 students from various primary schools who participated in a three-week intensive program (10–30 June 2025). The research instruments consisted of written arithmetic tests covering five core competencies: Basic Number Sense (Bakal Kubagi), Addition, Multiplication, Subtraction, and Division. Results demonstrated highly significant improvements: teachers' mean scores increased from 32.33 (pre-test) to 79.83 (post-test) with an N-Gain of 0.702 (High category), while students' mean scores rose from 10.51 (pre-test) to 75.51 (diagnostic test) with an N-Gain of 0.727 (High category). Paired Sample t-Test analyses revealed statistically significant differences (α = 0.05) across all measured competencies. Both groups' N-Gain scores substantially exceeded the international average of 0.34 reported in comparable intervention studies (Westphale et al., 2022). These findings demonstrate that the GASING Method with its sequential concrete–abstract–mental computation approach delivered through playful, interactive activities is an effective and replicable solution for addressing the numeracy crisis in Indonesia's remote regions. This research contributes to evidence-based education policy development in underserved areas and reinforces the importance of integrated interventions targeting both teachers and students simultaneously within a unified learning ecosystem.
Pedagogical Content Knowledge Guru SD dan Dampaknya Terhadap Pembelajaran Numerasi di Daerah 3T Sirwan, Sirwan; Sujana, Atep; Rozak, Rama Wijaya Abdul
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 4 No. 2 (2026): MIMBAR PGSD FLOBAMORATA
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v4i2.3243

Abstract

Abstrak:Penelitian ini menganalisis kompetensi Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru sekolah dasar dalam pembelajaran matematika perspektif numerasi di daerah 3T, khususnya Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, melibatkan 48 guru kelas III yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan: (1) mayoritas guru mengajar di luar bidang keahliannya dan belum tersertifikasi; (2) pembelajaran didominasi pendekatan prosedural dan metode ceramah repetitif; (3) rendahnya kepercayaan diri guru membatasi respons adaptif terhadap kesulitan belajar siswa; serta (4) lemahnya dukungan institusional sekolah memperparah kondisi tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan PCK guru secara kontekstual dan berkelanjutan merupakan strategi kunci peningkatan kualitas numerasi di wilayah 3T, dengan implikasi penting bagi kebijakan pemerataan guru berkualifikasi dan pengembangan profesional berbasis komunitas. Abstract: This study analyzes the Pedagogical Content Knowledge (PCK) competencies of elementary school teachers in mathematics instruction from a numeracy perspective in 3T (frontier, outermost, and disadvantaged) regions, specifically in Teluk Wondama Regency, West Papua. The study employs a qualitative descriptive approach with an interactive analysis design by Miles, Huberman, and Saldaña, involving 48 third-grade teachers selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed thematically. The results indicate that: (1) the majority of teachers teach outside their field of expertise and are not yet certified; (2) instruction is dominated by procedural approaches and repetitive lecture methods; (3) low teacher self-confidence limits adaptive responses to students’ learning difficulties; and (4) weak institutional support from schools exacerbates these conditions.This study highlights that strengthening teachers’ PCK in a contextual and sustainable manner is a key strategy for improving numeracy quality in 3T areas, with important implications for policies on equitable distribution of qualified teachers and community-based professional development

Page 11 of 12 | Total Record : 113