cover
Contact Name
Irawan Wibisono
Contact Email
irawan.wibisono@uwhs.ac.id
Phone
+62895395190079
Journal Mail Official
jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Editorial Address
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG Jln Subali Raya No 12, Kraprak, Semarang Barat Telepon (024) 7612988, Fax (024) 7612944 Email : jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
ISSN : 26568640     EISSN : 26847272     DOI : https://doi.org/10.33660/jipmk.v6i2
Core Subject : Health,
merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang ilmu dan teknologi kesehatan yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam JIPMK (Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan) Universitas Widya Husada Semarang, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 99 Documents
PENGABDIAN PEMERIKSAAN MATA USIA SEKOLAH DASAR DI SDN PADANGSARI 01 KOTA SEMARANG JAWA TENGAH kholil, mochammad
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 2 (Sept) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i2.119

Abstract

Kelainan refraksi adalah suatu keadaan dimana sinar-sinar sejajar yang memasuki bola mata  dibiaskan oleh media refrakta tidak tepat pada retina.(1) Kelainan refraksi pada mata terdiri atas miopia, hipermetropia, astigmatisme. Myopia adalah suatu keadaan dimana sinar-sinar sejajar yang memasuki bolamata dibiaskan oleh media refrakta didepan retina. Kelainan refraksi dapat dikoreksi dengan menggunaan kacamata, lensa kontak, dan saat ini dapat dilakukan prosedur bedah refraktif antara lain excimer laser, misalnya LASIK. Tujuan pengabdian untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan mata pada murid Padangsari 01  Semarang supaya dapat mengetahui tentang kesehatan mata di usia sekolah dalam pelayanan kesehatan mata di kota Semarang. Metode pengabdian ini adalah menggunakan metode ceramah untuk selanjutnya dilanjutkan dengan menggunakan analisa pemeriksaan refraksi terhadap murid tersebut. Pengabdian dilakukan adalah dengan memberikan materi tentang kesehatan mata diusia sekolah dan pencegahan kelainan refraksi. Sasarannya adalah semua murid SDN Padangsari 01 semarang,. Hasil pengabdian,  Kegiatan ini diawali dengan koordinasi denngan pihak SDN Padangsari 01  semarang , Pelaksanaan pengabdian dilakukan terhadap 50 murid, dengan antusias yang tinggi dari banyak pertanyaan dari para murid. Dan Pemberian kacamata terhadap murid Padangsari 01  yang mengalami kelainan refrkasi. Laporan hasil pengabdian ini dari 50 murid yang diperiksa terdapat 16 kelainan refraksi Astigmatismus, dan 34 murid kelainan refraksi Myopia. 
PKM PENERAPAN MANAJEMEN REKAM MEDIS SESUAI DENGAN LEGALITAS PADA FISIOTERAPI MANDIRI DI KOTA SEMARANG kuswardani -; Sigit Sugiharto; Dwi Nur Astuti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.53

Abstract

ABSTRACTThe activity of this society is an effort to increase in knowledge, keterampilah as well as the managing understanding of the Indonesian profession's Physiotherapist at improving the ability to manually recording medical records or electronically appropriate Permenkes numbers 269-year-old 2008 concerning the Medical Records. The special target of PKM's activity is teaching the assistance system on independent physiotherapy that is the IFI branch member of the Semarang to increase skills in creating manual medical records or electronics that suit the legality legality in Indonesia. he method of devotion is carried out by providing assistance from giving extension and discussion, manual medical record-making training, electronic medical record-making training, trials, revisions, and submission medical records from participants. The method of devotion is carried out by providing assistance from giving extension and discussion, manual medical record-making training, electronic medical record-making training, trials, revisions, and submission medical records from participants. The PKM program activities were implemented with the extension and training method over online in the manner) Pre-squad survey, b) Preparation of tools and training materials, c) Preparation pelatiahan's method, d) Training Board and Independent PHYSIOTHERAPIST,) F physiotherapist, G-making and Report. Based on the results of training obtained their significant results so they can create a medical record that they originally ignored the documentation.Said Iinch: Assistance, IFI, the independent physiotherapy, medical record
PKM PELATIHAN PIJAT BAYI BAGI KADER POSYANDU DI WILAYAH KELURAHAN TAMBAKHARJO KEC.SEMARANG BARAT Masfufatun Jamil; Cempaka Kumala Sari; Rifki Trijayanti Siwi
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.6

Abstract

ABSTRAK     Anak usia 0-5 tahun adalah generasi emas (golden periods) dimana anak pada usia tersebut terjadi proses tumbuh kembang yang optimal, sehingga bayi atau anak perlu diberikan stimulasi pijat bayi agar tumbuh kembangnya bisa maksimal. Orang tua khususnya Ibu sebaiknya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anaknya, dengan cara melakukan pijat bayi. Bayi pertama kali belajar berkomunikasi lewat sentuhan orangtua. Maka, meskipun masih sangat kecil, bayi sudah bisa menikmati dan memaknai pijatan yang diberikan.     Di Indonesia pelaksanaan pijat bayi di masyarakat desa masih dipegang perannya oleh dukun bayi. Selama ini, pemijatan tidak hanya dilakukan pada saat bayi sehat, tetapi juga pada bayi sakit atau rewel dan sudah menjadi rutinitas perawatan bayi setelah lahir. Orang yang harus mengetahui tumbuh kembang anak adalah orang tua, selain itu petugas posyandu balita yang menimbang dan memeriksa kesehatan anak. Kader kesehatan Posyandu balita yang memberikan penyuluhan kepada Ibu dan anak harus punya ilmu yang cukup tentang tumbuh kembang dan bagaimana cara mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.Kata kunci : Pelatihan pijat bayi, Kader pos pelayanan terpadu (Posyandu)(ABSTRACT)     Children aged 0-5 years are a generation of gold (golden periods) where children at that age occur the optimal growth process, so that the baby or child needs to be stimulated by baby massage so that the growth can be maximal. Parents, especially mothers, should create a safe and comfortable environment for their children, by doing a baby massage. Babies first learn to communicate through a parent's touch. So, even though it is still very small, babies can enjoy and interpret the massage given.     In Indonesia the implementation of baby massage in the village community is still held by the baby shaman. During this time, massage is not only done when the baby is healthy, but also in sick or fussy babies and has become a routine baby care after birth. People who need to know the growth and development of children are parents, besides the toddler posyandu officers who weigh and check the health of their children. Toddler Posyandu health cadres who provide counseling to mothers and children must have sufficient knowledge about growth and development and how to achieve optimal growth and development.Keywords: baby massage training, integrated service post (Posyandu)
PKM KADER DALAM ANALISIS DATA DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS ANDROID DI POSYANDU BALITA RW 9 KELURAHAN GONDORIYO NGALIYAN KOTA SEMARANG harsono, harsono; sugiharto, sigit; rinayati, rinayati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i1.42

Abstract

Abstrack Pelaksanaan kegiatan PKM ini menitikberatkan dan berfokus pada upaya pendampingan terhadap kader posyandu dalam melakukan analisis dan pengambilan keputusan data pelaporan posyandu balita yang bermuara pada peningkatan pelayanan posyandu balita dilingkungan RW 9 Kelurahan Gondoriyo Ngaliyan SemarangTujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah pendampingan dan pembuatan aplikasi berbasis android yang memudahkan kader dalam melakukan analisis data dan pengambilan keputusan terkait dengan data posyandu balita di RW IX Kelurahan Gondoriyo Ngaliyan SemarangMetode dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini kegiatan yang dilakukan meliputi perijinan dari wilayah setempat, pengumpulan data, perancangan dan pembuatan aplikasi, uji coba aplikasi, Focus Group Discussion (FGD) peran kader posyandu balita, pelatihan dan simulasi aplikasi posyandu berbasis androidHasil dari evaluasi pelaksanaan PKM ini terlihat adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader dalam melakukan analisis dan pengambilan keputusan data posyandu balita melalui aplikasi android sehingga yang harapanya dapat meningkatkan pelayanan posyandu balita Kata Kunci: Analisis, Pengambilan Keputusan, Kader Posyandu Balita   Abstrack The implementation of this PKM activity focues and focues on providing assistance to posyandu cadres in analyzing and making data decision on posyandu reporting for toddlers which leads to improving posyandu services for toddlers in RW 9 Gondoriyo Ngaliyan Semarang     The purpose of the implementation of Community Service (PKM) is assistance and development of android-based application that make it easier for cadres to analyze data and make decisions related to data on posyandu under five at RW IX Gondoriyo Ngaliyan Semarang     The method of implementing this PKM activity includes licensing from the local area, data collection, designing and making applications, application trials, focus group discussion (FGD) of the role of posyandu cadres for toddlers, training and simulation of Android-based posyandu applicationThe results of the evaluation of the implementation of this PKM show an increase in the knowledge and ability of cadres in analyzing and making decisions on posyandu toddler data through an android application so that the hope can improve posyandu services for toddlers Keyword : Analysis, Decision Making, Posyandu Toddler Cadres 
PKM PENDAMPINGAN REMAJA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE RANTING TUGU SEMARANG TENTANG EFEKTIVITAS VAKSIN COVID-19 DILIHAT DARI KU DAN HASIL RONTGEN THORAX Utami, Lucky Restyanti Wahyu; Sulistyowati, Indah; Jamil, Masfufatun
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.96

Abstract

Pengendalian penyebaran covid-19 dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan diantaranya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan melaksanakan vaksinasi covid-19. Adanya perbedaan kondisi penderita covid-19 antara yang sudah divaksin dan belum divaksin dapat dilihat dari keadaan umum (KU) dan hasil rontgen thorax. Sebagian besar keadaan umum (KU) penderita covid-19 yang sudah di vaksin kondisinya lebih baik dengan gejala lebih ringan jika dibandingkan dengan penderita covid-19 yang belum di vaksin. Dilihat dari hasil rontgen thorax penderita covid-19 yang sudah di vaksin kondisinya lebih bersih. Untuk membantu mengendalikan penyebaran covid-19, maka dilakukan kegiatan pendampingan kepada remaja dengan tujuan dapat mendorong penerapan protokol kesehatan dan program vaksinasi covid-19 berjalan dengan baik. Kegiatan berupa pendampingan kepada remaja Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tugu Semarang terkait efektivitas vaksin covid-19 dilihat dari keadaan umum (KU) dan hasil rontgen thorax serta penerapan protokol kesehatan yang tepat disaat pandemi covid-19 dilakukan dengan cara memberikan materi, penyuluhan dan diskusi terlaksana dengan baik. Dari sesi diskusi yang dilakukan kepada remaja terlihat adanya peningkatan kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan, meningkatnya kesadaran untuk melakukan vaksin covid-19 dan peningkatan pengetahuan mengenai efektivitas vaksin covid-19.
PENDAMPINGAN PENGETAHUAN VAKSIN DAN PENCEGAHAN COVID PADA KADER POSYANDU DI RW XIII KELURAHAN BERINGIN KECAMATAN NGALIYAN SEMARANG Wahyuningsih, Wahyuningsih; Sukesi, Niken
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i2.75

Abstract

Vaksin adalah sejenis produk biologis yang mengandung unsur antigen berupa virus atau mikroorganisme yang sudah mati atau sudah dilemahkan dan juga berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksid atau protein rekombinan, yang sudah ditambahkan dengan zat lainnya. Vaksin berguna untuk membentuk kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.. Tujuan pengabdian ini untuk peningkatan pengetahuan tentang vaksin dan cara pencegahan covid.Metode pengabdian ini menggunakan surve awal, Tim PKM melakukan pendampingan terhadap kader di kelurahan beringin. Tim PKM melakukan evaluasi hasil dari kegiatan pelatihan kader. Hasil dari pengabdian Sebelum dilakukan penyuluhan tentang Pengetahuan  vaksin dan pencegahan covid dari 10 kader,  4 kader yang belum mengerti atau paham  tentang Pengetahuan vaksin  dan pencegahan covid 19, Setelah dilakukan  penyuluhan pengetahuan tentang vaksin dan pencegahan covid 19,kader yang mengetahui menjadi 9 kader atau 90 % yang sudah paham atau mengerti tentang pengetahuan vaksin dan pencegahan covid 19 dan 1 kader atau (10%) yang masih bingung tentang vaksin dan pencegahan covid 19 ,rata – rata pendidikan kader diberingin RW 13 adalah sekolah menengah pertama, Banyak juga penelitian lain membahas dan memperkuat pernyataan tersebut yaitu adanya peningkatan pengetahuan sehingga masyarakat dapat menjalankan peraturan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.
PENDAMPINGAN KADER KELOMPOK KERJA (POKJA II) DAN PEMBERDAYAAN IBU MELALUI EDUKASI DAN APLIKASI KARTU PENILAIAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU BALITA RW IX KELURAHAN GONDORIYO KOTA SEMARANG Tri Sakti Widyaningsih; Tamrin Tamrin
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i2.29

Abstract

Fokus dari pelaksanaan PKM ini adalah upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan serta pengembangan peran kader dalam meningkatkan kemampuan pelaksananaan program peningkatan kesehatan balita di kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Kader kesehatan adalah orang yang berperan aktif dalam peningkatan derajat kesehatan di wilayah kelurahan Gondoriyo. Sesuai permasalahan yang dihadapi mitra tersebut, upaya yang dilakukan antara lain: untuk kader adalah pemberian edukasi dan pelatihan tentang penilaian pertumbuhan dan perkembangan balita, meningkatkan pemahaman dan pemberdayaan ibu yang memiliki balita. Target khusus dari kegiatan PKM  ini adalah mengajarkan sistem pendampingan kader posyandu balita untuk meningkatkan kesehatan anak di masyarakat. Selain itu terjadi sinergi antara kader, pelayan kesehatan dan orang tua dalam upaya peningkatan kesehatan balita di masyarakat.  Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah pendampingan kader pokja II dan pemberdayaan ibu yang memiliki balita. Kegiatan pelatihan meliputi 1) Pemberian pendidikan kesehatan tentang tumbuh kembang, 2) Pelatihan dan Pendampingan Kader Kelompok Kerja (POKJA II) dalam penilaian pertumbuhan dan perkembangan balita di masyarakat, 3) Pemberdayaan ibu Balita dalam aplikasi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan balitanya. Rencana kegiatan program PKM ini adalah a) Pra Survei Lapangan, b) Persiapan Alat dan Bahan Pelatihan, c) Persiapan Tempat Pelatihan d) Pelatihan kader e) pendampingan kader dalam pemberdayaan ibu balita dalam stimulasi tumbuh kembang anak f) Evaluasi kemampuan dan pemahaman kader dan ibu balita g) Pembuatan Laporan dan Publikasi. Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan Agustus 2019-Juli 2020. Hasil kegiatan adalah seluruh rencana kegiatan terlaksana dengan baik. Terlatih 9 kader kesehatan POKJA II Posyandu RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang dan pengetahuan kader meningkat. Hasil edukasi dan penilaian tumbuh kembang balita dapat dilakukan oleh para kader dan pemberdayaan ibu yang memiliki balita. Kata Kunci: Pendampingan Kader Kelompok Kerja (POKJA II), Pemberdayaan Ibu Balita, Edukasi, Penilaian Tumbuh Kembang Balita
PKM EDUKASI PROSEDUR PEMERIKSAAN MAMMOGRAPHY UNTUK SCREENING DAN DIAGNOSA CARCINOMA MAMMAE DI JAWA TENGAH Utami, Lucky Restyanti Wahyu; Alfiani, Novita
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 1 (Maret) (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i1.136

Abstract

Kurangnya tingkat pengetahuan dan tingkat kesadaran terhadap deteksi carcinoma mammae pada mayoritas perempuan di Indonesia, menjadi salah satu faktor tingginya angka kesakitan dan kematian di Indonesia. Oleh karena itu, tujuan kegiatan PkM yang dilakukan kepada perempuan di ruang lingkup Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Desa Tegorejo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah tentang edukasi prosedur pemeriksaan mammography untuk screening dan diagnosa carcinoma mammae ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran perempuan sehingga dapat membantu mengurangi resiko carcinoma mammae pada perempuan Indonesia. Dari kegiatan PkM ini, di dapatkan hasil terdapat peningkatan pengetahuan tentang prosedur pemeriksaan mammography sebesar 91% dan terdapat peningkatan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan mammography sebagai tindakan screening dan diagnosa carcinoma mammae sebesar 97%.
PROMKES PERAWATAN PENYAKIT KULIT DAN CACINGAN PANTI SOSIAL ANAK Prihati, Dyah Restuning; Supriyanti, Endang; Wirawati, Maulidta Karunianingtyas
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i1.55

Abstract

Faktor penyebab terjadinya penyakit kulit adalah kurang kebersihan pribadi meliputi kebersihan kulit, kebersihan rambut dan kulit kepala, serta kebersihan kuku. Kebiasaan personal hygiene yang kurang baik disebabkan oleh faktor keterbatasan informasi karena kurangnya pendidikan kesehatan di Panti asuhan. Panti asuhan memiliki risiko penularan penyakit kulit di antara penghuni panti asuhan. Identifikasi permasalahan yang berhubungan mitra yaitu pengetahuan penghuni panti sosial anak tentang masalah penyakit kulit dan cacingan masih kurang, belum ada penyuluhan tentang masalah penyakit kulit dan cacingan oleh petugas kesehatan, serta tidak adanya kader kesehatan di Panti Sosial yang membantu memberikan edukasi tentang penyakit kulit dan cacingan. Tujuan kegiatan PKM ini untuk menambah pengetahuan penghuni Panti Sosial Anak Kyai Ageng Fatah tentang penyakit kulit dan cacingan. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan yang meliputi penyuluhan penyakit kulit dan cacingan, pembentukan kader kesehatan, dan demonstrasi cuci tangan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan sebanyak 30 (75%) anak mengalami peningkatan pengetahuan tentang penyakit kulit dan cacingan serta sebanyak 40 (100%) anak mampu melakukan cuci tangan. Upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran penghuni Panti Sosial Anak Kyai Ageng Fatah dan mengembangkan upaya deteksi dini untuk menurunkan morbiditas akibat kurangnya personal hygiene.
PKM PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA DALAM GAWAT DARURAT PADA ORANG AWAM Dwi Nur Aini
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i2.12

Abstract

Bantuan hidup dasar merupakan kombinasi berbagai manuver dan ketrampilan dengan atau tanpa peralatan tertentu untuk membantu mengenali orang yang mengalami henti napas dan jantung serta menggunakan waktu yang ada sampai pasien mendapatkan tatalaksana lebih lanjut. Tatalaksana harus dilakukan secara berkesinambungan meliputi RJP dan aktivasi sistem EMS terutama jika ada lebih dari 1 penolong di tempat kejadian Bantuan hidup dasar pada anak atau sering disebut Pediatric Basic Life Support (BLS) merupakan hal yang penting untuk kelangsungan dan kualitas hidup anak. Tujuan dari kegiatan PKM ini Meningkatan pengetahuan guru dan siswa dalam pentingnya pertolongan pertama dalam gawat darurat khususnya bagi orang awam.  Melakukan demostrasi tentang pertolongan pertama dalam gawat darurat. Bekerja sama dengan petugas kesehatan demostrasi pertolongan pertama dalam gawat darurat. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah Sebelumnya pelaksanaan berkoordinasi dengan mitra untuk bentuk pengabdian yang dilakukan. Setelah disepakati bahwa bentuk pengabdian dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan dan demonstrasi tentang pentingnya pertolongan pertama dalam gawat darurat. Pengabdian masyarakat yang laksanakan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi. Hasil dari Kegiatan Pengabdian yang telah dilaksanakan di SMA Setia Budi Semarang adalah adanya peningkatan pengetahuan baik dari siswa ataupun guru yang mengikuti kegiatan PKM ini. Selain itu siswa dan guru mampu mendemonstrasikan tentang pertolongan pertama dalam gawat darurat, seperti memposisikan pasien untuk menjaga kepatenan jalan nafas, melakukan RJP dan mengidentifikasi pasien. Selain itu selama kegiatan pengabdian berlangsung, antusiasme baik dari guru maupun siswa sangat tinggi, hal ini dibuktikan banyaknya siswa yang bertanya tentang materi yang disampaikan dan pada saat kegiatan demonstrasi, siswa dan guru antusias untuk mencoba. Sesi akhir dari kegiatan pengabdian atau tahap evaluasi, dari pertanyaan yang diberikan, 80 % siswa mampu menjawab dengan benar.

Page 7 of 10 | Total Record : 99