cover
Contact Name
Irawan Wibisono
Contact Email
irawan.wibisono@uwhs.ac.id
Phone
+62895395190079
Journal Mail Official
jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Editorial Address
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG Jln Subali Raya No 12, Kraprak, Semarang Barat Telepon (024) 7612988, Fax (024) 7612944 Email : jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
ISSN : 26568640     EISSN : 26847272     DOI : https://doi.org/10.33660/jipmk.v6i2
Core Subject : Health,
merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang ilmu dan teknologi kesehatan yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam JIPMK (Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan) Universitas Widya Husada Semarang, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 99 Documents
PKM DAWIS SAKURA DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM JOGO TONGGO DI RW 9 KELURAHAN GONDORIYO KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG PROPINSI JAWA TENGAH rinayati rinayati; Harsono Harsono; Cempaka Kumala Sari; Safira Fegi Nisrina
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.52

Abstract

The implementation of this PKM activity focuses on providing assistance to Dasawisma cadres in carrying out the Jogo Tonggo Program from the Central Java Provincial Government in the RT 05 RW 9 environment in particular and Gondoriyo Village in general. Dasa Wisma cadres are at the forefront who play a role and contribute to efforts to mobilize citizens to face the Covid 19 pandemic, through the active role of Dawis Sakura cadres in RT 5 RW 9, Gondoriyo Village, Ngaliyan District, Semarang City in socializing to embrace and invite the community, of course, they are expected to be able to fight Covid Transmission 19 in the neighborhood of RT 5 RW 9, Gondoriyo Village, Ngaliyan District, Semarang. Based on the conditions and problems felt by these partners, the servant makes efforts that begin with. a) Pre Field Survey, b) Socialization and c) Assistance in implementing the Jogo Tonggo Program. The solution offered to partners is the socialization of the Jogo Tonggo Program in the form of socialization and mentoring of Dawis Sakura cadres in implementing the Jogo Tonggo Program. The Jogo tonggo program at Dawis Sakura has been formed and has an organizational structure in the form of a chairman and members, the jogo tonggo activity at Dawis Sakura is a monthly activity of 1000, garbage alms, environmental cleanliness work, distribution of masks, handsanitizers, groceries, spraying disinfectant liquid in RT 5 environment and a mosquito nest eradication program. Publication of this article in a national service journal. and a youtube link.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU LANSIA DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI PADA LANSIA DI RW 09 KELURAHAN GONDORIYO Chusnul Zulaika; Dewi Sari Rochmayani; Hargianti Dini Iswandari
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i2.11

Abstract

Lansia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan. Dalam mendefinisikan batasan penduduk lanjut usia menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu : aspek biologis, aspek ekonomi dan aspek sosial.Upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan gizi pada lansia diantaranya dengan meningkatkan pengetahuan lansia itu sendiri tentang pentingnya asupan gizi yang cukup, melakukan periksa pada lansia, segera memeriksakan diri jika ada keluhan. Namun, pada kenyataannya masih banyak lansia yang tidak dapat melakukan hal tersebut karena berbagai keterbatasan, sehingga dibutuhkan pendampingan oleh petugas kesehatan. Di samping itu terbatasnya jumlah petugas kesehatan juga menjadi masalah yang tidak pernah teratasi, sehingga peran serta masyarakat dalam hal ini kader kesehatan sebagai kepanjangan tangan dari petugas kesehatan sangat dibutuhkan.Solusi dalam upaya pencegahan gangguan gizi pada lansia antara lain dengan melatih kader tentang gizi lansia, mendampingi kader dalam kegiatan posyandu lansia,membantu mendeteksi adanya masalah gizi lansia. Hasil kegiatan akan dipublikasikan pada jurnal nasional ber ISSN Kata Kunci : Pemberdayaan, Kader, Posyandu Lansia
Pembentukan dan Pendampingan Kader Kesehatan Warga RT 08/III Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang (Sadar Kedokteran Nuklir) Rahmat, Basuki
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i1.47

Abstract

Aplikasi radiasi di berbagai bidang di Indonesia telah cukup meluas. Berdasar data Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang ditampilkan pada situsnya, sampai awal April 2015 telah diterbitkan sebanyak 12.189 izin pemanfaatan tenaga nuklir untuk 2.894 instansi di seluruh Indonesia. Dari seluruh izin dan instansi tersebut sebanyak 6.196 izin atau sekitar 50,8 % dan 2.061 instansi atau sekitar 71,2% merupakan izin dan instansi pemanfaatan di bidang medis. Data ini menggambarkan bahwa bidang medis merupakan bidang pemanfaatan nuklir yang terbesar di Indonesia. Selain membawa manfaat yang sangat besar, pemanfaatan tenaga nuklir diketahui pula memiliki efek yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Efek dari radiasi dapat berupa deterministik atau stokastik. Efek determinstik, yang saat ini sebutannya diganti menjadi efek radiasi jaringan, merupakan efek yang dapat terjadi pada suatu organ atau jaringan tubuh tertentu yang menerima radiasi dengan dosis tinggi, sementara efek stokastik merupakan efek akibat penerimaan radiasi dosis rendah di seluruh tubuh yang baru diderita oleh orang yang menerima dosis setelah selang waktu tertentu, atau oleh turunannya. Dengan adanya kedua jenis efek yang berbahaya tersebut maka setiap aplikasi radiasi di Indonesia harus diatur dan diawasi secara ketat secara internal oleh bagian keselamatan dan kesehatan kerja dari instansi atau perusahaan yang memanfaatkan radiasi tersebut, dan secara eksternal oleh BAPETEN yang diberi tanggung jawab untuk melaksanakan pengawasan tersebut. Kata Kunci : radiasi, kedokteran nuklir, efek stokastik,  dosis radiasi
MANAJEMEN NYERI NONFARMAKOLOGI PADA PASIEN KANKER Supriyanti, Endang; Kustriyani, Menik
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 2 (Sept) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i2.112

Abstract

Pasien kanker pada stadium awal hampir tidak memiliki gejala yang spesifik, bahkan pasien tidak menyadari pertumbuhan dan penyebaran kanker. Namun akibat efek metastase dan terapi kanker, berbagai masalah sekunder dapat terjadi antara lain infeksi, penurunan sel darah putih, perdarahan, kelainan kulit, masalah gizi, nyeri, kelelahan, stress psikis dan sosiospiritual. Pasien kanker di RSP IZI Jawa Tengah juga mengeluhkan nyeri akibat terapi kanker yang mereka jalani saat ini. Oleh karena itu, diperlukan teknik manajemen nyeri farmakologis dan nonfarmakologi. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan teknik manajemen nyeri non farmakologis pada pasien kanker di RSP IZI Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan yang meliputi pemberian penyuluhan kesehatan, demonstrasi dan pendampingan mengenai penatalaksanaan nyeri non farmakologi. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan tentang manajemen nyeri non farmakologi serta peningkatan kemampuan penerapan teknik manajemen nyeri non farmakologi untuk mengurangi keluhan nyeri pada pasien kanker di RSP IZI Jawa Tengah. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan pengelola RSP IZI Jawa Tengah menyusun jadwal latihan manajemen nyeri dan memfasilitasi fasilitas audiovisual agar pasien kanker dapat menerapkan manajemen nyeri non farmakologi secara mandiri
PEMBERDAYAAN KELOMPOK KADER DI KELURAHAN TAMBAKHARJO DALAM PERAWATAN PASIEN STROKE Retnaningsih, Dwi; Suara, Eviwindha; Ramadhani, Desi; Maesaroh, Dina Siti; Wahab, Kenan Aditya
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i2.152

Abstract

Latar belakang didasarkan pada urgensi penanganan efektif terhadap pasien stroke di tingkat komunitas, khususnya di Kelurahan Tambakharjo. Kelompok kader di kelurahan ini memiliki peran integral dalam mendukung kesehatan masyarakat. Stroke merupakan penyakit neurologis dengan dampak signifikan terhadap kesehatan global, termasuk perubahan kognitif dan emosional. Kelurahan Tambakharjo memiliki kekhasan struktur sosialnya, di mana kelompok kader memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan masyarakat. Pengabdian dilakukan untuk menggali potensi dan tantangan pemberdayaan kelompok kader dalam perawatan pasien stroke melalui PKM. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kelompok kader di Kelurahan Tambakharjo mengenai penyakit stroke melalui implementasi Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Metode pengabdian masyarakat melibatkan langkah-langkah sistematis, termasuk studi pendahuluan, pemilihan kelompok kader, pelatihan intensif, pengembangan materi informasi masyarakat, dan pendampingan aktif dengan monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan kelompok kader setelah intervensi edukasi mengenai penyakit stroke. Dalam pembahasan, efektivitas program edukasi tergambar dari hasil yang menunjukkan seluruh kelompok kader mencapai tingkat pengetahuan yang sangat baik. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan peran kader dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, mendukung upaya pencegahan penyakit stroke, dan memberikan perawatan yang adekuat. Kesimpulan dari pengabdian adalah bahwa intervensi edukasi memberikan dampak positif pada pengetahuan kelompok kader tentang penyakit stroke di Kelurahan Tambakharjo.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBIMBING KLINIK MELALUI PELATIHAN METODE PRECEPTORSHIP Retnaningsih, Dwi; Sukesi, Niken; Aini, Dwi Nur; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Arifianto, Arifianto; Widyaningsih, Tri Sakti; Karunianingtyas, Maulidta; Wulandari, Priharyanti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.82

Abstract

Peran perawat dalam meningkatkan kualitas asuhan adalah sebagai Preceptor. Preseptor bertugas untuk membimbing mahasiswa keperawatan atau perawat baru untuk belajar menerapkan teori dan pengetahuan yang dimiliki. Perawat, sebagai instruktur keperawatan, bertindak sebagai guru dengan tanggung jawab khusus kepada peserta didiknya yaitu mahasiswa (mentee). Preceptorship adalah salah satu metode bimbingan dengan one to one relationship dalam ruang lingkup keperawatan yang dinilai cukup baik untuk menambah keterampilan dalam perawatan, baik soft skills, hard skills dan attitude profesi keperawatan. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk membimbing pembimbing klinik dengan pendekatan preseptorship, baik yang sudah pengalaman ataupun yang belum banyak pengalaman namun memiliki ketertarikan menjadi preseptor klinik yang berkualitas. Metode pengabdian dilakukan dengan format kuliah didaktif, roleplay, latihan ketrampilan dan evaluasi kegiatan. Peserta akan belajar memahami kurikulum pendidikan Klinik, konsep model preseptorship, merancang kegiatan bimbingan klinik berdasarkan kondisi yang dihadapi, pembinaan hubungan kooperatif dan kolaboratif antara preseptor dan peserta didik, ketrampilan memberikan feedback, menilai kemampuan peserta didik dan memahami tugas dan fungsi preseptor klinik yang professional. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapatkan respon yang baik, dan terlaksana dengan lancar. 
EDUKASI PROGRAM ANTENATAL CARE (ANC) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI SMK FARMASI AL FURQAN BANJARMASIN Norfai Norfai; Khairul Anam
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i2.22

Abstract

ABSTRAKPermasalahan mitra yang dihadapi sekarang ini adalah belum adanya edukasi mengenai Program Antenatal Care sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Solusi yang ditawarkan yaitu memberikan edukasi Program Antenatal Care sebagai upaya pencegahan stunting pada Balita dalam rangka memberikan pemahaman yang komprehensif dan terpadu kepada siswi mengenai Program Antenatal Care selama kehamilan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mentransformasi dan meningkatkan pengetahuan siswi mengenai pentingnya Antenatal Care selama kehamilan berdasarkan pedoman pelayanan terpadu. Metode penyuluhan dilaksanakan dengan dua metode yaitu metode ceramah dan metode diskusi menggunakan media power poin, sebelum memulai penyuluhan, dilakukan kegiatan pretest sebelum penyuluhan, kemudian setelah diberikan penyuluhan, maka dibagikan kembali kuesioner tersebut untuk diisi kembali oleh siswi, setelah data pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan sudah didapatkan, maka dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T test. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian di SMK Farmasi Al Furqan kota Banjarmasin menunjukkan bahwa p-value (0,000) < α (0,05) yang artinya secara statistik terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media power point, disimpulkan bahwa metode penyuluhan menggunakan media power point yang dilakukan di SMK Farmasi Al Furqan kota Banjarmasin mampu dan berhasil meningkatkan pengetahuan siswi mengenai “Program Antenatal Care (ANC) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita”. Kata Kunci: Pengetahuan Siswi, Antenatal Care, Stunting Balita ABSTRACTThe problem faced by partners today is the absence of education regarding the Antenatal Care Program as an effort to prevent stunting in children under five years. The offered solution is to provide Antenatal Care Education as an effort to prevent stunting in in children under five years in order to provide students with a comprehensive and integrated understanding of the Antenatal Care Program during pregnancy. The purpose of this service is to transform and increase student knowledge about the importance of Antenatal Care during pregnancy based on integrated service guidelines. The counseling method is carried out with two methods, namely the lecture method and the discussion method that uses media of power points. Before starting the counseling, a pretest before counseling is conducted, then after counseling, the questionnaire is distributed back to be filled out by students, after knowledge data, before and after counseling has been obtained, then analyzed using the statistical test Paired Sample T test. Based on the results of service activities at Al Furqan Pharmacy Vocational School in Banjarmasin, it shows that the p-value (0,000) <α (0.05) which means that there is a statistically significant difference in knowledge between before and after counseling using power point media, it is concluded that the counseling method uses power point media conducted at the Al Furqan Pharmacy Vocational School in Banjarmasin is able and successful in increasing students' knowledge about "Antenatal Care Program (ANC) as an Effort to Prevent Stunting in in children under five years ". Keywords: Student Knowledge, Antenatal Care, in children under five years  Stunting
PKM PEMBERDAYAAN KADER MENUJU KELURAHAN SIAGA SEHAT JIWA DI KOTA SEMARANG JAWA TENGAH Arifianto, Arifianto; Mariyati, Mariyati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 1 (Maret) (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i1.146

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan kondisi dimana seorang individu dapat berkembang, baik secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut dapat menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dan mampu bekerja secara produktif. Tujuan kegiatan PKM adalah memberikan pengetahuan dan pelatihan kader dalam masalah kesehatan jiwa di masyarakat, mengenali dan melakukan pendataan pada masyarakat untuk menggolongkan keluarga sehat jiwa, resiko gangguan jiwa dan gangguan jiwa. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan program Kelurahan Siaga Sehat Jiwa dan deteksi dini kesehatan jiwa dengan tanya jawab, dan simulasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan kader menuju kelurahan siaga sehat jiwa dan deteksi dini kesehatan jiwa. Kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat kader dan masyarakat ikut berperan serta dalam mendeteksi pasien gangguan jiwa yang belum terdeteksi, dan membantu pemulihan pasien yang telah dirawat di rumah sakit, serta siaga terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan PKM yaitu pentingnya pengetahuan kader, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk meningkatkaan derajat kesehatan masyarakat melalui program kegiatan kelurahan siaga sehat jiwa. Harapan dari terbentuknya kelurahan siaga sehat jiwa yaitu dapat mengurangi dampak dari kerugian akibat dari adanya penderita gangguan jiwa yang tidak mendapatkan perawatan oleh keluarga dan membantu pemulihan pasien yang telah pulang dirawat dari rumah sakit dan siaga terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa di masyarakat.
DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN SADARI DAN SADANIS Sulistyowati, Indah; Utami, Lucky Restyanti Wahyu; Jamil, Masfufatun
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i1.65

Abstract

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengatakan terdapat dua jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, yakni kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks). Merujuk data yang dipaparkan Kemenkes per 31 Januari 2019, terdapat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Pemerintah juga telah berupaya untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia dengan cara deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan usia 30-50 tahun.Sebanyak 70 persen pasien yang datang ke dokter sudah berada pada stadium lanjut. Ini antara lain akibat masyarakat masih kurang paham terhadap penyakit kanker ini. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak segera mendapat pertolongan hingga akhirnya meninggal karena terlambatnya mendapat penanganan medis. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kanker perlu dimengerti oleh masyarakat. Selain itu perlu adanya kesadaran wanita untuk melakukan deteksi dini secara teratur, jika kanker itu ditemukan lebih dini maka angka kesembuhannya tentu akan lebih tinggi. Deteksi dini dapat menekan angka kematian. Selain itu, untuk meningkatkan kesembuhan penderita kanker payudara, kuncinya adalah penemuan dini, diagnosis dini, dan terapi dini. Untuk itu, diperlukan diseminasi pengetahuan tentang kanker payudara, dan pendidikan wanita untuk melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). 
PKM PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN BINA KELAURGA BALITA (BKB) DI RW 09 KELURAHAN GONDORIYO KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i1.20

Abstract

Fokus PKM ini adalah pendampingan & pembentukan  Bina Keluarga Balita (BKB), meningkatkan kemampuan kader dalam  program KIA di kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan  Kota Semarang.. Upaya yang dilakukan antara lain: sosialisasi BKB,  pelatihan BKB, kegiatan BKB dan  meningkatkan kemampuan kader memberikan penyuluhan Tumbuh kembang balita. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah membentuk BKB dan  pendampingan kader BKB  untuk meningkatkan kesehatan balita. Adanya  sinergi antara kader dan pelayan kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan balita di masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah pendampingan. Kegiatan pelatihan meliputi 1) sosialisasi  BKB di masyarakat 2) Pembentukan BKB 2) Pelatihan kader tentang kegiatan pelaksanaan BKB, 3) pelatihan kader dalam penyuluhan stimuuulasi tumbuh kembang. Kegiatan program PKM ini adalah a) Pra Survei b) Persiapan Alat & Bahan Pelatihan, c) Persiapan Tempat Pelatihan, d) Pelatihan kader, e) pendampingan kader dalam melaksanakan BKB , f) Evaluasi kemampuan & pemahaman kader. Pendampingan memenuhi indikator yaitu kegiatan BKB telah berjalan minimal 6 kali. Hasil kegiatan akan dipublikasikan pada jurnal nasional ber ISSN. Kata kunci : Kader, Bina Keluarga Balita (BKB)

Page 6 of 10 | Total Record : 99