cover
Contact Name
Irawan Wibisono
Contact Email
irawan.wibisono@uwhs.ac.id
Phone
+62895395190079
Journal Mail Official
jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Editorial Address
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG Jln Subali Raya No 12, Kraprak, Semarang Barat Telepon (024) 7612988, Fax (024) 7612944 Email : jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
ISSN : 26568640     EISSN : 26847272     DOI : https://doi.org/10.33660/jipmk.v6i2
Core Subject : Health,
merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang ilmu dan teknologi kesehatan yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam JIPMK (Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan) Universitas Widya Husada Semarang, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 101 Documents
Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Perawat dalam Deteksi Dini Kegawatan Pasien dengan Early Warning Scoring System (EWSS) Suara, Eviwindha; Retnaningsih, Dwi
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.153

Abstract

Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama bagi penyedia layanan kesehatan untuk membuat perawatan pasien di rumah sakit lebih aman. Hal ini mencakup penilaian risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, serta solusi untuk meminimalkan risiko dan mencegah cedera akibat mengambil tindakan atau tidak mengambil tindakan. Penerapan deteksi dini perubahan kondisi pasien dapat dilakukan dengan menggunakan Early Warning Score System (EWSS). Penerapan EWSS masih berada dalam konteks suboptimal dan masih terdapat penyimpangan yang ditemukan dalam penerapannya. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan perawat dalam implementasi EWSS sebagai deteksi dini pada pasien di rawat inap. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan persepsi perawat terhadap deteksi dini dengan Early Warning Scoring System (EWSS) serta meningkatkan pelaksanan serta motivasi perawat dalam melaksanakan deteksi dini pasien dengan Early Warning Scoring System (EWSS). Metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah dengan memberikan informasi kepada perawat tentang. Evaluasi keberhasilan dari program kemitraan masyarakat ini dilakukan dengan pre dan post test sebelum dan setelah dilakukannya kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya respon positif yang diberikan perawat terhadap kegiatan  dan peningkatan penegtahuan perawat terhadap implementasi EWSS setelah kegiatan.
Deteksi Dini Skoliosis Idiopatik: Upaya Pencegahan Kelainan Tulang Belakang Pada Anak Susanti, Susi; Nurpratiwi, Resti; Maulana, Firdausi Kahfi; Rochmania, Azizati; Rosmawati, Andini Dwi; Yahya, Muhammad
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.175

Abstract

Skrining skoliosis idiopatik pada usia anak-anak penting dilakukan untuk deteksi dini skoliosis, pencegahan deformitas dan upaya peningkatan perkembangan anak. Minimnya deteksi dini skoliosis pada sekolah dasar menjadi salah satu penyebab abnormalitas kurva tulang belakang pada masa pertumbuhan anak-anak. Skrining skoliosis idiopatik pada usia anak-anak penting dilakukan untuk mencegah terjadinya deformitas dan salah satu upaya dalam meningkatkan perkembangan anak dengan baik. Kegiatan ini dilakukan di SDN 1 Dukuh Kupang Surabaya dengan melibatkan 49 siswa/siswi kelas 5 dan 6, yang bertujuan untuk mengetahui hasil skrining skoliosis pada usia sekolah dasar, serta menggunakan metode uji Adam’s Forwad Bend Test dengan skoliometer. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan skoliometer sebagai media ukur yang berdasar pada angle of the trunk (ATR) pada beberapa posisi (sudut 45˚, 60˚, dan 90˚). Hasil pengukuran ATR dapat diinterpretasikan dengan ATR 0˚ - 3˚ (normal), ATR 4˚ - 6˚ (intermediate) dan ATR ≥7˚ (berpotensi tinggi skoliosis). Pada pengabdian ini didapatkan 49 siswa/siswi dengan distribusi jenis kelamin laki-laki sebanyak 25 siswa dan perempuan sebanyak 24 siswi. hasil pengabdian ini menemukan 46 siswa/siswi dalam kondisi sudut tulang belakang normal (0˚ - 3˚), 3 siswa/siswi dengan sudut kurva tulang belakang intermediate (4˚ - 6˚) dan tidak ditemukan siswa/siswi yang memiliki risiko tinggi skoliosis dengan sudut kurva tulang belakang ≥7˚. Dengan kesimpulan bahwa siswa/siswi pada kelas 5 dan 6 SDN Dukuh Kupang 1 Surabaya tidak berpotensi mengalami skoliosis. Kegiatan ini dapat memberikan dampak positif lainnya, seperti tindakan preventif lebih dini serta menjadi salah satu agenda rutin tim pengabdian dalam upaya meningkatkan deteksi dini skoliosisi idopatik di Surabaya.
Promosi Kesehatan Tentang Pencegahan Tuberkulosis Paru Pada Warga Di Desa Menjangan Prihati, Dyah Restuning; Wati, Lidya Septiana; Kusdiyanto, Kusdiyanto; Romansari, Anita; Suryati, Suryati; Sunitin, Sunitin
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.168

Abstract

Pengendalian penyebaran tuberkulosis paru sangat penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, ekonomi, dan kualitas hidup. Pengendalian penyebaran Tuberkulosis melibatkan deteksi dini kasus baru dan pengobatan yang efektif untuk mengurangi risiko penyebaran ke orang lain. Hasil skrining Tuberkulosis  bulan April 2024 di Desa Menjangan jumlah penderita sebanyak 12 orang, sebagian masyarakat banyak yang mengalami putus obat dan kambuh akibat pengobatan yang tidak tuntas atau juga karena bosan atau lupa tidak minum obat  Tuberkulosis akibat kesibukan kerja. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang pencegahan tuberkulosis. Metode: pemberian materi dengan ceramah tentang penyakit Tuberkulosis, demonstrasi inhalasi sederhana dan etika batuk yang benar. Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan membagikan kuisioner pengetahuan mengenai pencegahan tuberkulosis. Hasil: mayoritas warga memiliki tingkat pengetahuan kurang sebesar 70%, sedangkan sesudah diberikan materi tentang pencegahan tuberkulosis mayoritas warga memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 90%. Hasil luaran yaitu publikasi jurnal. Kesimpulan: Promosi kesehatan dengan pemberikan informasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan warga desa Menjangan tentang pencegahan tuberkulosis. Masyarakat diharapkan mampu melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap anggota keluarga yang memiliki resiko penyakit Tuberkulosis Paru.
Skrining Mandiri Kasus Skoliosis Menggunakan Adam’s Forward Bend Test pada Guru Sekolah Dasar Ayuningtyas, Tita Rachma; Nevangga, Rizky Patria; Solikah, Nur Luthfiatus; Saputri, Romadhiyana Kisno; Azzizah, Isma Nur; Hisanah, Hilya Alifiah
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.174

Abstract

Skoliosis pada usia dewasa merupakan hal yang umum namun kurang dikenali karena memiliki etiologi yang bersifat multifaktorial yang menyebabkan nyeri kronis, keterbatasan fungsional dengan prevalensi tinggi seiring dengan perubahan degeneratif tulang belakang. Kegiatan pengabdian dilakukan di Sekolah Dasar Kota Surabaya dengan melibatkan guru serta karyawan berusia diatas 30 tahun. Deteksi dini kasus skoliosis pada orang dewasa bertujuan untuk mendeteksi adanya skoliosis pada tahap awal perkembangan penyakit dan memonitoring perkembangan kasus sebelum mengarah ke deformitas yang lebih parah. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah Adam’s Forward Bend Test, dengan gerakan pasien membungkuk ke depan dengan lutut lurus dan pemeriksa menilai asimetri pada tulang rusuk dan adanya kelainan bentuk tulang belakang. Pada kegiatan ini didapatkan 15 guru dan karyawan mengalami asimetri jarak ujung jari terhadap lantai yang diukur dari sisi kanan dan kiri, disertai keluhan nyeri bahu dan nyeri pada area punggung dan leher. Sebanyak 20 peserta mengisi kuesioner pre dan post-test serta mengikuti kegiatan praktik secara lengkap. Terdapat peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta antara sebelum dan setelah pemberian penyuluhan. Partisipan antusias melakukan praktik pemeriksaan skoliosis menggunakan Adam Forward Bend Test dan melakukannya secara bergantian. Hal ini menunjukkan bahwa skrining dapat dilakukan secara mandiri dan partisipan merasakan keluhan dari gangguan muskuloskeletal dan skor skoliosis. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pemahaman guru dan karyawan terhadap gejala skoliosis pada usia dewasa.
Edukasi SOBAT (Sosialisasi Bebas Asap Tembakau) Upaya Pencegahan Rokok pada Remaja Wahyuni, Sri; Widyawati, Sigit Ambar; Maulliatina, Lami
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i2.169

Abstract

Perilaku merokok pada remaja khususnya pada remaja laki-laki telah menjadi sebuah lifestyle. Adanya asumsi bahwa remaja yang tidak merokok termasuk remaja yang tidak mengikuti zaman serta kemudahan akses dalam transaksi jual beli rokok karena penjualan rokok yang bebas dan tidak adanya peraturan yang berkaitan dengan batasan usia untuk  membeli rokok berdampak pada meningkatnya perilaku merokok pada remaja. Berdasarkan hasil survei dan wawancara yang dilakukan oleh tenaga pendidik di SMK Bina Nusantara Kec. Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mayoritas pelajar laki-laki merokok, hal tersebut menjadi perhatian serius karena dapat menimbulkan ancaman bagi kesehatan dan kualitas generasi masa depan. Kegiatan edukasi kesehatan melalui program SOBAT bertujuan sebagai upaya preventif dan promotif guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja terkait bahaya dan dampak rokok bagi kesehatan tubuh serta kesehatan lingkungan. Metode yang digunakan yaitu melakukan observasi, pemberian kuesioner yang berisi pertanyaan berkaitan dengan perilaku merokok, pembuatan poster dan mading secara mandiri yang bertujuan sebagai media informasi kaitannya dengan perilaku merokok.
Peningkatan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja melalui Pendekatan Focus Group Discussion pada Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Sutaryono, Sutaryono; Syahputri, Rezyana Budi
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i2.178

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertanian masih sering terabaikan, padahal petani menghadapi risiko tinggi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kabupaten Klaten merupakan komunitas petani yang berperan dalam pemberdayaan sekaligus penguatan kapasitas kesehatan kerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai K3 melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini diikuti 30 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota Jatam serta perwakilan Majelis Lingkungan Hidup. Kegiatan FGD terdiri pembahasan program kerja dan penyampaian materi K3 yang meliputi pentingnya K3, jenis penyakit akibat kerja, bahaya pestisida, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta upaya pencegahan. Hasil kegiatan menghasilkan program kerja dan peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta terhadap penerapan K3, khususnya penggunaan APD dan pencegahan paparan pestisida. Pendekatan FGD efektif karena mendorong partisipasi aktif petani dalam berbagi pengalaman dan solusi. Program ini diharapkan berlanjut yaitu perlu menyusun aturan internal atau SOP terkait cara bertani yang baik serta pentingnya penggunaan APD.
Pemeriksaan Refraksi Subyektif Usia Sekolah di Panti Asuhan At-Taqwa Semarang kholil, mochammad; Junaedi, Machbub
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i2.179

Abstract

Kelainan refraksi merupakan suatu keadaan dimana sinar sejajar yang masuk ke bola mata dibiaskan oleh media refraksi secara tidak tepat pada retina. Kelainan refraksi pada mata terdiri dari miopia, hipermetropia, astigmatisme. Miopia merupakan suatu keadaan dimana sinar sejajar yang masuk ke bola mata dibiaskan oleh media refraksi di depan retina. Kelainan refraksi dapat dikoreksi dengan menggunakan kacamata, lensa kontak, dan saat ini sudah dapat dilakukan tindakan bedah refraksi termasuk laser excimer, misalnya LASIK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan mata kepada siswa di Ponpes At-Taqwa Semarang agar dapat mengetahui tentang kesehatan mata pada usia sekolah di pelayanan kesehatan mata di Kota Semarang. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan metode ceramah yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan refraksi pada siswa. Pengabdian dilakukan dengan memberikan materi tentang kesehatan mata pada usia sekolah dan pencegahan kelainan refraksi. Sasarannya adalah seluruh siswa Ponpes At-Taqwa Semarang. Hasil penelitian, kegiatan ini diawali dengan koordinasi dengan pihak Ponpes At-Taqwa Semarang. Pengabdian dilakukan kepada 180 siswa, dengan antusias yang tinggi dari banyaknya pertanyaan dari siswa. Dan Pemberian kacamata kepada siswa Ponpes At-Taqwa Semarang yang mengalami kelainan refraksi.Hasil laporan pengabdian ini dari 180 siswa yang diperiksa ditemukan 70 kelainan refraksi.
PkM Penggunaan Sistem Informasi Persuratan di Universitas Widya Husada Semarang Mulyono, Mulyono; Soekardi, Chandrasa; Erawati, Ambar Dwi
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i2.177

Abstract

Sistem persuratan yang selama ini dilakukan dengan manual disposisi dengan hardcopy juga membatasi ruang lingkup dalam memberikan asupan atau proses persetujuan persuratan. Maka dari itu penggunaan sistem informasi dalam persuratan sangat diperlukan di UWHS. Kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat bertujuan  untuk mensosialisasikan kepada peserta pentingnya pemakaian sistem informasi persuratan (SIRAT) untuk mempermudah update informasi pengajuan, progres persuratan dan mengefisiensikan baik waktu serta biaya dikarenakan bersifat digital, bisa diakses dimanapun serta dilengkapi notifikasi di sistem maupun lewat chat whatsapp. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Hasil pengabdian ini dapat dilihat dari pengetahuan dan keterampilan. Tingkat pengetahuan peserta dalam  memahami  alur persuratan lewat SIRAT yaitu rata-rata 82 dengan kriteria baik. Tingkat keterampilan peserta dalam melakukan praktik penggunaan SIRAT yaitu rata-rata sebesar 90 dengan kriteria sangat baik.
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK MELAKUKAN TERAPI OKUPASI PADA LANSIA Firdaus, Amelia; Deraya, Reanita Anggis; Selviana, Sinta; Retnaningsih, Dwi
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i2.180

Abstract

Permasalahan yang memerlukan perhatian khusus pada lansia berkaitan dengan proses penuaan yang dapat menimbulkan perubahan dalam aspek kognitif, motorik, emosional, dan sosial. Oleh karena itu, lansia perlu terus dilatih melalui aktivitas yang kreatif agar penurunan fungsi kognitif, motorik, maupun sosial dapat diperlambat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan terapi okupasi. Melalui media seni dan proses kreatif, lansia dapat mengekspresikan diri, meningkatkan kemampuan koping, mengelola stres, serta membangun rasa percaya diri. Terapi okupasi juga menjadi sarana bagi lansia untuk mengungkapkan perasaan melalui berbagai fungsi yang dimilikinya. Pendekatan pemecahan masalah yang digunakan dalam hal ini adalah dengan melaksanakan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok berupa “Terapi Okupasi Kolase pada Lansia” di Wisma Lansia Harapan Asri. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 6 Oktober 2025 di Wisma Lansia Harapan Asri. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa para lansia sangat menyukai terapi okupasi sebagai aktivitas untuk mengisi waktu luang. Terapi ini membantu mereka mengurangi rasa bosan dan kejenuhan, sekaligus menjadi sarana untuk mengekspresikan perasaan melalui karya gambar menggunakan biji-bijian. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kemampuan kognitif serta motorik dengan baik. Terapi okupasi terbukti bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental dan fisik lansia
Edukasi Pengobatan Tuberkulosis Paru Pada PKK Desa Cepiring Timur RT 08 RW 04 Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal Utami, Rose Malinda Andamari Wahyu; Azizah, Tri Nur; Damayanti, Ferina; Saputro, Hogi Noni
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v8i1.181

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi permasalahan kesehatan global dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi, khususnya di negara berkembang. Pandemi COVID-19 semakin memperburuk kondisi dengan menurunkan deteksi kasus dan menghambat akses layanan pengobatan. Edukasi masyarakat menjadi salah satu strategi penting dalam upaya pengendalian tuberkulosis paru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Cepiring Timur RT 08 RW 04 Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah dengan sasaran ibu-ibu PKK. Metode pelaksanaan meliputi edukasi melalui ceramah, sesi tanya jawab, serta evaluasi pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan peserta tentang obat anti tuberkulosis (OAT) dengan persentase sebesar 98% dan tentang lama pengobatan tuberkulosis paru selama 6 bulan sebesar 98%. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis komunitas efektif meningkatkan literasi kesehatan dan diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan serta pengendalian tuberkulosis paru di tingkat masyarakat.

Page 10 of 11 | Total Record : 101