Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang ilmu dan teknologi kesehatan yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam JIPMK (Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan) Universitas Widya Husada Semarang, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles
99 Documents
ASSISTANCE OF SSAI AS OUTDOOR ACTIVITIES IN MYOPIA PATIENTS
Didik Wahyudi;
Mochammad Kholil;
Ahmad Bunyamin
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.56
Background Visual acuity abnormalities are often found in children in the form of myopia, during the last 30 years the prevalence of myopia has increased rapidly. WHO estimates that the incidence of myopia is 23% worldwide and will increase to 50% by 2050. There is a protective effect of outdoor activities by decreasing the onset and progression of myopia, so the selected partners are SMPN 16 students who suffer from myopia.Partner problems Increasing the number of visual acuity experienced by students based on a survey conducted by the local health center. Changes in the environment due to the tool road project, the loss of the UKS room and several other spaces at SMPN 16 . The increasing use of gadgets by students, the behavior of students who do not like to be exposed to sunlight because they are afraid of the black and uncomfortable because of the heat. Preliminary surveys showed data on 63 students with myopia, 60% reported an increase in eyeglass size 0.25 D – 0.75 D.The initial mentoring method is coordination with SMP 16 and licensing and contacting related teachers. Screening and data collection for students with myopic refractive errors. Target recognition through socialization and lectures to increase knowledge about the importance of outdoor activities as a protective factor for myopia. The delivery of material lectures is carried out in 2 days with a duration of 120 minutes for each material, carried out on the sports field. Implementation of SSAI mentoring by students accompanied by sports teachers and service teamsThe solution given is healthy exercise for Indonesian children (SSAI) which has been evaluated by the Ministry of Youth and Sports as appropriate exercise material for junior high school students which is carried out on the second break 3 times a week for 1.5 months.Results The results of the screening obtained were refraction checks by the Refraction Optision staff obtained 223 students with myopia, students with myopia who were re-elected who were willing to take part in the service were 80 students divided into two groups.Conclusion This PKM activity was enthusiastically followed by students and ran smoothly without disturbing the learning activities. The school is very supportive of PKM activities because it can overcome the health problems experienced by students, namely myopia which in turn can support the smooth learning process of students.SSAI can be implemented continuously with implementation can be expanded in all schools. Keywords: mentoring, gymnastics, myopia, junior high school students.
UPAYA PENCEGAHAN BULLYING MELALUI PELATIHAN KOMUNIKASI ASERTIF PADA KELOMPOK SISWA DI SMP MUHHAMDIYAH 8 SEMARANG
Khusnul Aini;
Mari Yati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.8
ABSTRAKBerdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di SMP Muhammadiyah 8 Semarang, adalah beberapa kali terjadi kasus bullying diantara para siswa. Pihak sekolah sudah melakukan upaya melalui guru BK dengan pendataan kasus serta pemanggilan terhadap korban dan pelaku, namun belum adanya upaya khusus untuk mengatasi bullying di sekolah. Dengan latar belakang tersebut yang menjadi alasan perluya dilakukan pengabdian masyarakat sebagai upaya untuk mencegah kejadian bullying di sekolah melalui pelatihan komunikasi asertif pada siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan asertif kelompok siswa dalam komunikasi asertif untuk mencegah kejadian bullying di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari 2 kegiatan yaitu yang pertama adalah sosialisasi tentang pencegahan bullying dan dilanjutkan dengan pelatihan asertifbyang terdiri dari 5 sesi. Peserta dalam kegiatan ini adalah 51 siswa yang dibagi dalam 3 kelompok. Dari hasil pengkajian awal ditemukan data bahwa 100% siswa pernah mengalami bullying di sekolah. Setelah dilakukan pelatihan komunikasi asertif terjadi perubahan sikap asertif siswa dari 33,3% menjadi 80%. Latihan komunikasi asertif efektif dalam meningkatkan kemapuan asertif siswa sebagai asalah satu upaya untuk mencegah kejadian bullying di sekolah. Semua pihak baik sekolah maupun orang tua meningkatkan kepedulian terhadap kejadian bullying serta memberikan pendampingan kepada siswa sehingga angka bullying dapat ditekan dan kemampuan asertif ditingkatkan. Kata Kunci : asertif, pencegahan, bullying ABSTRACTBased on the results of a preliminary study conducted at Muhammadiyah, 8th Junior High School Semarang, there were several cases of bullying among students. The school has been making efforts through counseling teachers, with data collection as well as called the case against the victim and the perpetrator, but there has been no special effort to overcome bullying at school. From this background which is the reason for the need for community service as an effort to prevent bullying in schools through training assertive communication in students. The purpose of this community service activity is to increase the assertiveness of students in assertive communication to prevent bullying in schools. This community service activity consists of 2 activities, the first is the socialization of prevention of bullying and continued with assertive training which consists of 5 sessions. Participants in this activity were 51 students divided into 3 groups. From the results of the study it was found that 100% of students had experienced bullying at school. After conducting assertive communication training there was a change in student assertiveness from 33.3% to 80%. Assertive communication exercises are effective in increasing students' assertive abilities as an effort to prevent bullying in schools. All parties, both schools and parents, need to increase awareness of the incidence of bullying and provide assistance to students so that the number of bullying can be suppressed and assertive abilities are improved. Key words : assertive, prevention, bullying
Sosialisasi Pelayanan Kesehatan Maternal dan Perinatal pada Masa Pandemi Covid-19
Rizki, Lailatul Khusnul;
Windarti, Yunik
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33660/jipmk.v3i1.43
Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran kader, pengunjung posyandu dan puskesmas dalam Pelayanan Kesehatan Maternal dan Perinatal di Era Pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan di Puskesmas Porong. Waktu pelaksanaan kegiatan dengan jangka waktu 3 bulan.Metode yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi pada kader, pengunjung posyandu dan puskesmas. Sebelum melakukan sosialisasi, sasaran mengerjakan pre test, selanjutnya diberikan penyuluhan tentang Pelayanan Kesehatan pada Persalinan dan Bayi Baru Lahir di Era Pandemi Covid-19. Langkah terakhir memberikan post test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan kader posyandu, pengunjung posyandu dan puskesmas. Hasil dari pre test dan post test di analisis menggunakan uji statistik paired T test.Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di UPTD Puskesmas Porong menunjukkan bahwa p value 0,001 (α<0,05) yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan antara yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi.Berdasarkan hasil uji statistic dapat disimpulkan bahwa sosialisasi yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Pelayanan Kesehatan Maternal dan Perinatal di Era Pandemi Covid-19.Kata kunci: Pelayanan Kesehatan, Maternal, Perinatal, Covid-19.
EDUKASI DAN SOSIALISASI PEMERIKSAAN PANORAMIC DALAM MENUNJANG PELAYANAN PEMERIKSAAN GIGI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN GIGI
Prayoga, Aryadiva Nugrahaning;
Budiwati, Trisna;
Utami, Lucky Restyanti Wahyu
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.98
Radiografi Panoramic merupakan suatu alat penunjang yang dapat digunakan untuk mendiagnosis suatu kasus, seperti adanya fraktur rahang, evaluasi simetris atau asimetris dari TMJ ataupun mengetahui kedalaman karies. Radiografi Panoramic dapat digunakan sebelum dilakukannya suatu perawatan seperti melihat bentuk akar pada seluruh gigi dan mengetahui adanya kista. Manfaat utama dari radiografi dalam kedokteran gigi memungkinkan dokter gigi untuk mengidentifikasi segala kondisi yang mungkin tidak terdeteksi dan untuk melihat kondisi yang tidak dapat diidentifikasi secara klinis. Sehingga perlu dilakukannya edukasi dan sosialiasi kepada para calon tenaga Kesehatan khususnya mahasiswa keperawatan gigi mengenai pemeriksaan penunjang panoramic untuk menegakkan diagnose dalam pemeriksaan Kesehatan gigi. Adapun tujuan dalam kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pemeriksaan penunjang panoramic untuk menegakkan diagnose dalam pemeriksaan Kesehatan gigi. Dari hasil pre test, dapat disimpulkan banyak mahasiswa yang belum paham mengenai pemeriksaan panoramic. Kemudian setelah diberikan materi mengenai pemeriksaan panoramic dan dilakukan post test, mahasiswa mulai paham dan bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penyaji. Sehingga dapat diketahui hasil dari kegiatan ini adalah audience mulai paham mengenai pemeriksaan panoramic dan manfaatnya dalam pelayanan pemeriksaan gigi. Serta menambah wawasan dan pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu keperawatan gigi.
PKM PENGENALAN, PENCEGAHAN DAN REHABILITASI PULMONAL COVID-19
Amanati, Suci;
Jaleha, Boki
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33660/jipmk.v4i2.77
Mewabahnya penyebaran penyakit Corona Virus Diseases-19 atau dikenal dengan Covid19 yang menyebabkan bencana bagi masyarakat hingga mengakibatkan kematian ribuan jiwa diseluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia (Karo, 2020). Masyarakat perlu mengetahui dengan pasti penularan dan cara pencegahan Covid-19 agar tidak terus mewabah. Minimnya pengetahuan dan pemahaman mengenai informasi yang valid tentang agen virus Corona dapat menimbulkan dampak sosial yang besar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat menambah manfaat dalam hal pengetahuan, pemahaman kepada masyarakat umum terkait covid-19 yang menjadi pandemi di seluruh dunia. Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat khususnya terkait dengan kasus covid-19 yang telah menjadi pandemi global. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan didapatkan hasil masyarakat telah memahami patologi covid-19, bagaimana cara pencegahannya dan gambaran rehabilitasi pulmonal yang dapat diterapkan pada masyarakat umum.
EDUKASI MANAJEMEN DIET PASIEN DIABETES MELITUS DI MASA PANDEMI COVID-19
Ria Desnita;
Mira Andika;
Zulham Efendi;
Sugiharto Sugiharto
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33660/jipmk.v2i2.37
Pasien Diabetes Melitus (DM) termasuk kelompok rentan terhadap infeksi bakteri dan virus karena kondisi hiperglimia yang dialaminya. Kondisi pandemi COVID-19 merupakan kondisi yang mengancam bagi penderita DM sebagai kelompok rentan. Apabila pasien DM terinfeksi oleh virus SARS-CoV-2 atau yang dikenal dengan virus korona, penderita DM akan mengalami kondisi yang sangat buruk dibandingkan penderita tanpa DM. Pengendalian dan pengontrolan DM salah satunya manajemen diet merupakan tindakan yang harus dilakukan oleh pasien DM untuk mencegah komplikasi penyakitnya dan meningkatkan imunitas di masa Pandemi COVID-19 ini. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada kelompok pasien DM meliputi edukasi pada pasien dan keluarga tentang manajemen diet bagi penderita DM, edukasi pada pasien dan keluarga tentang manajemen diet bagi penderita DM di masa pandemi COVID-19 dalam memanfaatkan sumberdaya lokal dengan pendekatan budaya Minangkabau. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan peningkatan pengetahuan tentang manajemen diet DM secara umum dan manajemen diet bagi penderita DM di masa pandemi COVID-19 dengan memanfaatkan sumberdaya lokal dan pendekatan budaya Minangkabau.
PKM Komunikasi Efektif Orang Tua dan Anak dalam Pencegahan Perilaku Bullying pada Anak
Arifianto, Arifianto;
Mariyati, Mariyati;
Aini, Dwi Nur;
Kustriyani, Menik
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.158
Setiap lingkungan memiliki masalah dengan perilaku Bullying pada anak. Peran Orang tua dalam melakukan komunikasi efektif pada anak dapat mencegah terjadinya perilaku Bullying pada anak. Tujuan kegiatan PKM adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan komunikasi efektif orang tua dan anak untuk mencegah terjadinya Bullying pada anak melalui pola asuh yang tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan komunikasi efektif orang tua dan anak untuk mencegah terjadinya Bullying pada anak dengan diskusi, tanya jawab, dan simulasi. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan pada orang tua sebanyak 18 orang. Orang tua mempunyai peran yang sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan karakter pada anak, sosok orang tualah yang akan dijadikan sebagai suri tauladan oleh anak dalam membentuk karakter anak dengan memberikan contoh kebiasaan hal yang baik dan berinteraksi dengan lingkunganya. Dengan demikian karakter yang ditanamkan orang tua sejak dini akan membentuk karakter anak yang baik, kuat, lebih berani, tidak takut dan lebih percaya diri. Kesimpulan dari kegaiatan PKM yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan komunikasi efektif orang tua dapat mencegah bullying pada anak melalui pola asuh yang tepat.
Pemeriksaan Radiologi Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara
Sulistyowati, Indah;
Prayoga, Aryadiva Nugrahaning
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.162
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengatakan terdapat dua jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, yakni kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks). Pemerintah juga telah berupaya untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia dengan cara deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan usia 30-50 tahun. Sebanyak 70 persen pasien yang datang ke dokter sudah berada pada stadium lanjut. Ini antara lain akibat masyarakat masih kurang paham terhadap penyakit kanker ini. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak segera mendapat pertolongan hingga akhirnya meninggal karena terlambatnya mendapat penanganan medis. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kanker perlu dimengerti oleh masyarakat. Dimana penyakit kanker payudara dapat dicegah dengan deteksi dini, karena perlu adanya kesadaran wanita untuk melakukan deteksi dini secara teratur, jika kanker itu ditemukan lebih dini maka angka kesembuhannya tentu akan lebih tinggi. Setelah dilaksanakan program pengabdian masyarakat dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta demontrasi. Dengan tujuan yang diharapkan adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker payudara dan meningkatkan kemampuan dan kesadaran anggota kelompok untuk melakukan deteksi dini secara teratur melalui pemeriksaan payudara sendiri (sadari) dan pemeriksaan payudara klinis (sadanis). Maka didapatkan hasil terdapat peningkatan pengetahuan anggota kelompok tentang kanker payudara dan peningkatan kemampuan dan kesadaran anggota kelompok untuk melakukan upaya deteksi dini kanker payudara dengan sadari dan sadanis.
PKM Sosialisasi Pengukuran IMT dan VO2Max pada Komunitas Atlet Futsal
Jaleha, Boki;
Amanati, Suci;
Triyanita, Maya
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.164
Dalam cabang olahraga Futsal seorang atlet harus selalu siap menerima dan mengumpan bola dengan cepat dalam tekanan pemain lawan. Untuk itu, dibutuhkan komposisi tubuh seorang atlet futsal harus proporsional antara massa otot dan lemak. Tidak boleh ada lemak yang berlebih karena akan sangat berpengaruh terhadap performance atlet. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mensosialisasikan kepada peserta pentingnya pengukuran kapasitas aerobik dan ketahanan kardiovaskular (VO2Max) dengan menggunakan harvard step test dan indeks massa tubuh (IMT). Keberlanjutan dari program ini adalah agar pelatih dan atlet dapat memahami bagaimana pentingnya pengukuran VO2Max dan IMT dalam meningkatkan performa atlet. Selain itu, diharapkan dapat mengaplikasikan sebelum melakukan latihan agar pelatih dapat mengetahui kemampuan daya tahan kardiovaskular tiap atletnya. Berdasarkan pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan ditemukan bahwa pada akhir kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap materi sosialisasi serta pengapilkasiannya semula 60 menjadi 93,75.
Pelayanan Pemeriksaan Refraksi Subyektif Usia Sekolah di SMAN 1 Kota Magelang
kholil, mochammad
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.166
Kelainan refraksi merupakan suatu keadaan dimana sinar sejajar yang masuk ke bola mata dibiaskan oleh media refraksi secara tidak tepat pada retina. Kelainan refraksi pada mata terdiri dari miopia, hipermetropia, astigmatisme. Miopia merupakan suatu keadaan dimana sinar sejajar yang masuk ke bola mata dibiaskan oleh media refraksi di depan retina. Kelainan refraksi dapat dikoreksi dengan menggunakan kacamata, lensa kontak, dan saat ini sudah dapat dilakukan tindakan bedah refraksi termasuk laser excimer, misalnya LASIK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan mata kepada siswa di SMAN 1 Magelang agar dapat mengetahui tentang kesehatan mata pada usia sekolah di pelayanan kesehatan mata di Kota Semarang. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan metode ceramah yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan refraksi pada siswa. Pengabdian dilakukan dengan memberikan materi tentang kesehatan mata pada usia sekolah dan pencegahan kelainan refraksi. Sasarannya adalah seluruh siswa SMAN 1 Magelang. Hasil penelitian, kegiatan ini diawali dengan koordinasi dengan pihak SMAN 1 Magelang. Pengabdian dilakukan kepada 122 siswa, dengan antusias yang tinggi dari banyaknya pertanyaan dari siswa. Dan Pemberian kacamata kepada siswa SMAN 1 Magelang yang mengalami kelainan refraksi.Hasil laporan pengabdian ini dari 122 siswa yang diperiksa ditemukan 77 kelainan refraksi.