cover
Contact Name
Irawan Wibisono
Contact Email
irawan.wibisono@uwhs.ac.id
Phone
+62895395190079
Journal Mail Official
jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Editorial Address
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG Jln Subali Raya No 12, Kraprak, Semarang Barat Telepon (024) 7612988, Fax (024) 7612944 Email : jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
ISSN : 26568640     EISSN : 26847272     DOI : https://doi.org/10.33660/jipmk.v6i2
Core Subject : Health,
merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang ilmu dan teknologi kesehatan yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam JIPMK (Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan) Universitas Widya Husada Semarang, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 99 Documents
PKM PENDAMPINGAN GURU DAN ADMIN DALAM PENGGUNAAN APLIKASI COMPUTER BASE TESE (CBT) DI SMP MA’HAD ISLAM SEMARANG yanto, supri; Viridianti, Vivi Vira
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i1.49

Abstract

ABSTRAKUjian atau test merupakan cara untuk melihat hasil proses pembelajaran atau transfer ilmu yang dilakukan setelah proses pembelajaran sudah selesai. Ujian dilakukan beberapa cara diantaranya melalui responsi atau tanya jawab, terulis dan praktik. Cara ujian tersebut mempunyai banyak kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ujian tertulis yang biasa disebut paper base test (PBT) memerlukan media kertas dan koreksi. Koreksi  membutuhkan  waktu, kemungkinan kesalahan sangat tinggi akibat kelelahan manusia. SMP Ma’had Islam dalam menjalankan ujian masih menggunakan paper base test (PBT) sehingga koreksi membutuhkan waktu dan biaya untuk pangadaan kertas. Era Industri 4.0, computer/gadget  merupakan basis untuk pengembangan dengan penerapan teknologi informasi. Teknologi infromasi menggunakan aplikasi xampp, mysql dan aplikasi ujian diterapkan dipendidikan baik pembelajaran maupun diterapkan untuk ujian secara realtime yaitu computer base test (CBT).  Kepraktisan  ujian  berbasis komputer yang melibatkan  guru dan admin  mengisi soal , memasukan siswa, matakuliah dan jadwal ujian.. Soal ujian dapat diatur secara acak  untuk tiap komputer, waktu dapat diatur untuk buka dan tutup saat ujian sehingga kerahasiaanya dapat terjaga dan langsung dikoreksi oleh komputer untuk dapat melihat hasilnya.CBT di mitra dapat beroperasi dengan baik, dengan CBT hasil ujian dapat dikoreksi dengan cepat dan akurat. CBT dapat mengurangi biaya untuk pengadaan kertas dan efisien waktu.Kata kunci: cbt, intranet, lan
REVITALISASI POSYANDU BALITA DAN PELATIHAN KADER DALAM MENDETEKSI RISIKO KEKURANGAN ENERGI PROTEIN DI RW VII KELURAHAN TAMBAK HARJO Tri Sakti Widyaningsih
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v1i1.1

Abstract

Kader kesehatan adalah orang yang berperan aktif dalam peningkatan derajat kesehatan di wilayah kelurahan Tambakharjo kecamatan Semarang Barat. Sesuai permasalahan yang dihadapi mitra tersebut, upaya yang dilakukan antara lain mengadakan pelatihan tentang peningkatan pemahaman posyandu balita, meningkatkan kemampuan kader dalam mendeteksi kekurangan energi protein di masyarakat.Tujuan PKM ini adalah mengajarkan sistem pendampingan kader posyandu balita dan adanya sinergi antara kader, pelayan kesehatan dan orang tua dalam upaya peningkatan kesehatan anak di masyarakat.Metode pada kegiatan PKM ini yaitu diawali dengan penjajagan di RW VII yang dilanjutkan dengan surat ijin kegiatan yang ditujukan kepada Kelurahan Tambakharjo, setelah mendapat persetujuan maka pelaksaan pelatihan kader dilaksanakan pada Sabtu, 31 Agustus 2018 yang diikuti oleh kepala kelurahan Tambakharjo, 9 kader posyandu, ketua RT 1,2,3,4 dan Ketua RW VII. Setelah diadakan pelatihan maka kader dapat mendeteksi dini Kekurangan Energi Protein pada anak selama 1 bulan yang sudah didapatkan hasil dan selanjutnya dapat dievaluasi.Dalam deteksi dini selama 1 bulan didapatkan 4 dari 20 balita yang berada dalam indikator anak mengalami kekurangan energi protein dan berada dalam garis pita kuning dengan feses berwarna hitam, 2 anak yang fesesnya berada pada type 5-7 yaitu feses yang mempunyai kandungan air berlebih. Dan posyandu 5 meja dapat berjalan kembali.Kata Kunci : Revitalisasi Posyandu, pelatihan kader, deteksi dini masalah nutrisi, Kekurangan Energi Protein (KEP)
PKM OPTIMALISASI PENGETAHUAN DAN LATIHAN FISIK PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PANTI WREDHA RINDANG ASIH II jaleha, Boki; Kuswardani, Kuswardani
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 2 (Sept) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i2.116

Abstract

Pada proses penuaan perubahan biologis menyebabkan kecenderungan lansia menderita penyakit degeneratif seperti hipertensi. Dimana hipertensi atau keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat mengganggu fungsi organ-organ lain seperti jantung dan ginjal. Penatalaksanaan hipertensi pada lansia terbagi dua yaitu farmakologi dan non farmakologi. Non farmakologi yang diterapkan mealui latihan fisik berupa senam hipertensi. Senam hipertensi mampu mendorong jantung bekerja dengan optimal dan mencegah penyakit kronis seperti hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia terkait hipertensi serta manfaat dari latihan fisik berupa senam hipertensi. Untuk membantu dalam hal pemahaman mengenai hipertensi dan manfaat senam hipertensi, maka dilakukan kegiatan berupa pemberian materi, diskusi dan penerapan senam hipertensi. Dari sesi diskusi terlihat adanya peningkatan pengetahuan mengenai hipertensi dan pentingnya melakukan latihan fisik.
EDUKASI PENGENALAN DAN PENCEGAHAN OSTEOARTHRITIS PADA MASYARAKAT KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Alfiani, Novita; Restyanti W U, Lucky
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i2.154

Abstract

Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif yang biasa dijumpai pada orang lanjut usia dan bisa juga terjadi pada usia yang lebih muda. Pada penderita osteoarthritis kerap merasakan rasa nyeri dan menyebabkan disabilitas, sehingga hal ini mengakibatkan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Saat ini tren penduduk yang mengalami obesitas  meningkat, termasuk di Kelurahan Bandarjo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Hal tersebut menyebabkan rentan terjadinya kasus osteoarthritis lutut dan kemungkinan besar akan meningkat secara substansial di tahun-tahun yang akan datang. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, maka masyarakat di wilayah Bandarjo perlu mendapatkan edukasi tentang osteoarthritis dan upaya pencegahannya. Program pengabdian masyarakat dengan judul Edukasi Pengenalan Dan Pencegahan Osteoarthritis Di Kelurahan Bandarjo Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten semarang ini mempunyai beberapa tujuan yang ingin dicapai, yaitu, meningkatkan pengetahuan tentang osteoarthritis dan pencegahannya. Dengan kegiatan ini diharapkan kejadian osteoarthritis dapat dicegah atau diturunkan angka kejadiannya sehingga masyarakat dapat lebih produktif  berkegiatan tanpa terhalang kejadian osteoarthritis. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah dengan mengadakan sosialisasi tentang osteoarthritis dan pencegahannya di wilayah yang dijadikan mitra dalam kegiatan pengabdian ini dengan memberikan penjelasan terkait data yang dibutuhkan pada saat pre test dan pemberian video contoh latihan.  Formulir pre test yang terkumpul dalam kegiatan ini adalah 45 forrmulir dari 45 responden. Karakteristik subyek yaitu usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat nyeri dan lama menderita nyeri. Peserta kegiatan mendapatkan edukasi berupa cara beraktifitas sehari hari untuk mencegah nyeri dan berkembangnya penyakit lebih lanjut. Kesimpulan dari evaluasi yang dilakukan bahwa semua peserta dapat mengerti dan memahami latihan yang diberikan.
PKM KOMUNITAS ASMA “MADUPAHAT” TENTANG PENERAPAN BREATHING EXERCISE DAN SENAM ASMA DI BALAI KESEHATAN MASYARAKAT KOTA SEMARANG Amanati, Suci; Purnomo, Didik; Wibisono, Irawan
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.87

Abstract

Asma bronkial merupakan gangguan inflamasi kronik pada saluran napas yang melibatkan banyak sel-sel inflamasi seperti eosinofil, sel mast, leukotrin dan lain- lain. Penyakit ini biasa menyerang masyarakat, prevalensi asma sebesar 17,4% dan meningkatkan setiap tahun. WHO memperikirakan pada tahun 2025, pasien medis asma akan menjadi 400 juta rakyat. Senam asma dan breathing exercise dapat menjadi alternatif untuk mengurangi keluhan dari asma. Breathing exercise yang digunakan dengan menggunakan deep breathing exercise dan buteyko breathing. Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat khususnya terkait dengan asma bronkial. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan didapatkan hasil masyarakat telah memahami kasus asma bronkial, bagaimana penatalaksanaan senam asma dan breathing exercise dengan deep breathing dan buteyko breathing untuk mengurangi keluhan dari asma bronkial.
PKM PENYULUHAN KELILING MENGHADAPI NEW NORMAL COVID 19 DAN PEMBAGIAN MASKER PADA KELOMPOK IBU PKK DI RW X DAN XI KELURAHAN TAMBAK AJI” maulidta karunianingtyas wirawati; Dyah Restuning Prihati; Endang Supriyanti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i2.33

Abstract

ABSTRAKCoronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan SarsCoV-2. COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19. Peningkatan kasus covid tersebut disebabkan karena karena adanya Kebijakan kenormalan baru. Kebijakan kenormalan baru berdampak pada menggeliatnya aktivitas masyarakat. New normal adalah perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.  Dikelurahan Tambak aji Kecamatan Ngaliyan Semarang, angka kasus Covid 19 semakin meningkat. Kelurahan tambakaji mempunyai jarak 4 km dengan Univeritas Widya Husada Semarang. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat penyuluhan keliling dengan media booklet dan pembagian masker di wilayah mitra berdampak pada peningkatan pengetahuan yang diikuti adanya peningkatan pemahaman ,kesadaran, dan perilaku masyarakat dalam beraktivitas kondisi new normal dalam pencegahan penyebaran virus corona. Kata Kunci : penyuluhan keliling, covid 19, New Normal
GAME GO-SIBA (SIAGA BENCANA) SEBAGAI MEDIA EDUKASI KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA REMAJA Lestari, Sri; Afandi, Alfan; Wibowo, Agung; Widyawati, Sigit Ambar
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i2.124

Abstract

Indonesia dapat dikatakan memiliki potensi bencana yang lengkap, mulai dari bencana alam hingga bencana sosial. Kabupaten Semarang khususnya kota Ungaran memiliki beberapa gedung bertingkat yang rentan apabila terjadi bencana. Salah satu gedung dengan intensitas kegiatan tinggi dan perlu menjadi salah satu fokus dalam peningkatan kesiapsiagaan adalah SMA Negeri 2 Ungaran. Dari hasil observasi ditemukan bahwa 7 dari 10 anak tidak tahu cara atau prosedur penanggulangan jika terjadi bencana. Pada pengabdian masyarakat ini akan dilakukan peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana melalui media edukasi Game Go-SIBA berbasis digitalisasi sebagai upaya pengurangan risiko bencana pada remaja. Diharapkan hasil dari kegiatan ini para siswa dapat meningkatkan pengetahuan terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sehingga mengurangi potensi risiko bencana serta mampu melakukan simulasi kesiapsiagaan bencana. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran dalam kegiatan PKM ini meliputi asaran primer yaitu siswa-siswi SMA Negeri 2 Ungaran dan sasaran sekunder yaitu tokoh yang berpengaruh terhadap siswa di sekolah. Hasil dari kegiatan ini memberikan pengaruh positif pada pengetahuan remaja yang ada di SMA Negeri 2 Ungaran serta memberikan peningkatan pengetahuan dan sikap remaja dalam kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana sehingga mengurangi potensi risiko bencana. 
PENGABDIAN PEMERIKSAAN MATA USIA SEKOLAH DI MTS AL WATHONIAH KOTA SEMARANG JAWA TENGAH Kholil, Mochammad
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i1.64

Abstract

Refractive error is a condition in which parallel rays that enter the eyeball are refracted by the refractive medium incorrectly on the retina. (1) Refractive errors in the eye consist of myopia, hypermetropia, astigmatism. Myopia is a condition in which parallel rays entering the eyeball are refracted by the refractive media in front of the retina. Refractive errors can be corrected by using glasses, contact lenses, and currently refractive surgical procedures such as excimer laser, such as LASIK can be performed. The purpose of this research is to provide counseling about eye health to students of SMP Al - Wathoniyah Semarang so that they can find out about eye health at school age in eye health services in the city of Semarang.The method of this research is to use the lecture method for further examination of the student's refraction. The service is done by providing material on eye health at school age and the prevention of refractive errors. The target is all students of SMP Al-Wathoniyah Semarang. The results of the study, this activity began with coordination with the SMP Al Wathoniyah Semarang, the service was carried out for 50 students, with high enthusiasm from many questions from students. And the provision of glasses for Al Wathoniyah students who have refractive errors.The report of the results of this service, from 50 students examined, there were 16 refractive errors of Astigmatism, and 34 students with Myopia refractive disorders.
PKM PENDAMPINGAN REVITALISASI POSBINDU PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DAN DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOBDOSARI Tamrin Tamrin; Tri Sakti Widyaningsih; Windiyastuti Windiyastuti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i1.21

Abstract

ABSTRAKKader Posbindu PTM adalah orang yang berperan aktif dalam peningkatan derajat kesehatan di wilayah kerja puskesmas Lebdosari. Upaya pengembangan peran serta kader dalam meningkatkan kemampuan pelaksananaan program peningkatan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Lebdosari. Kader posbindu PTM perlu diberikan pelatihan guna meningkatkan pengetahuan tentang penyakit tidak menular.Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Pelatihan Keteramilan kader posbindu PTM untuk meningkatkan kesadatan kesehatan di masyarakat serta Pendampingan untuk deteksi dini Penyakit tidak menular (PTM) di masyarakat.Kegiatan program PKM ini adalah a) Pra Survei Lapangan, b) Persiapan Alat dan Bahan Pelatihan, c) Persiapan Tempat Pelatihan d) Pelatihan kader e) pendampingan kader dalam deteksi PTM f) Evaluasi kemampuan dan pemahaman kader g) Pembuatan Laporan dan Publikasi.Hasil PKM : Terlatih 24 kader kesehatan perwakilan dari 4 kelurahan, terjadi peningkatan pengetahuan kader Posbindu PTM setelah dilakukan Pelatihan sebesar 62,5%. Dalam pendampingan deteksi dini penyakit tidak menular pada 4 kelurahan didapatkan data gangguan kesehatan/ Penyakit tidak menular terbanyak di masing-masing kelurahan tertinggi adalah Hipertensi dan DM. Kata Kunci : Revitalisasi Posbindu, Pelatihan Kader, Deteksi Dini ABSTRACTPosbindu PTM cadres are people who play an active role in improving health status in the work area of the Lebdosari Community Health Center. Efforts to develop the participation of cadres in improving the ability to implement health improvement programs in the work area of Lebdosari Health Center. Posbindu PTM cadres need training given to increase knowledge about non-communicable diseases.The aim of community service is the Posbindu PTM cadre Pregnancy Training to increase health awareness in the community and Assistance for early detection of non-communicable diseases (PTM) in the community.PKM program activities are a) Pre Field Survey, b) Preparation of Training Tools and Materials, c) Preparation of Training Sites d) Cadre training e) cadre assistance in PTM detection f) Evaluation of cadre capabilities and understanding g) Making Reports and Publications.PKM Results: Trained 24 health cadres representatives from 4 villages, there was an increase in knowledge of Posbindu PTM cadres after a 62.5% training. In assisting early detection of non-communicable diseases in 4 kelurahan, the highest data on health problems / non-communicable diseases in each Sub District was Hypertension and DM. Keywords : Posbindu Revitalization, Cadre Training, Early Detection
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA SOSIALISASI DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN METODE SADARI Alfiani, Novita; Suraningsih, Nanik
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 2 (Sept) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i2.106

Abstract

Berdasarkan pusat data dan informasi kementerian kesehatan tahun 2019 terdapat dua jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, yaitu kanker payudara dan kanker leher Rahim (serviks). Kanker payudara dapat di deteksi lebih dini dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), sehingga  dapat dilakukan pengobatan lebih awal untuk mencegah terjadinya kematian. Beberapa penelitian menyatakan bahwa pengetahuan dan pemeriksaan SADARI yang dilakukan oleh perempuan usia reproduksi masih rendah, sehingga masih banyak penderita kanker yang melakukan pengobatan sudah dalam stadium lanjut. Termasuk di Kelurahan Bandarjo Kab Semarang dari survey awal didapatkan ada yang menderita kanker payudara stadium lanjut karena tidak melakukan pemeriksaan SADARI karena belum tahu bagaimana cara melakukannya. Adapun tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku perempuan usia reproduksi agar memahami tentang manfaat deteksi dini kanker payudara dengan metode SADARI. Metode kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah melakukan pendampingan dan sosialisasi SADARI kepada kader untuk selanjutnya kader dapat mensosialisasikan kepada wanita usia subur di wilayahnya. Setelah dilaksanakan kegiatan pendampingan kepada anggota kader posyandu, anggota dapat menyampaikan informasi tentang pemeriksaan SADARI dengan baik dan mendapat respon dari peserta, serta peserta dapat memahami informasi yang disampaikan dengan kebersediaan mereka untuk melakukan pemeriksaan SADARI untuk mendeteksi kanker payudara.

Page 8 of 10 | Total Record : 99