cover
Contact Name
DWI ATMOKO
Contact Email
atmokodwi120@gmail.com
Phone
+6285722699017
Journal Mail Official
jabibhamada@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cut Nyak Dhien, No. 16, Kalisapu, Slawi, Kab. Tegal
Location
Kab. tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia
ISSN : 27210286     EISSN : 27210278     DOI : https://doi.org/10.36308/jabi.v5i2
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia, dengan ISSN 2721-0286 (media cetak) dan ISSN 2721-0278 (media online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh STIKES BHAMADA SLAWI. JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar STIKES BHAMADA SLAWI dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2021): Juni" : 11 Documents clear
EDUKASI DAN SOSIALISASI PENCEGAHAN COVID-19 MELALUI UPAYA PENINGKATAN IMUNITAS TUBUH DENGAN DZIKIR DAN HERBAL DI KELURAHAN DEBONG KULON TEGAL Fatchurrozak Himawan; Suparjo Suparjo; Hudinoto Hudinoto
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.245

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Covid-19 menyebabakn sebagian besar masyarakat panik, tidak ingin terkena atau terjangkit oleh virus ini. Masyarakat mulai tersadar untuk menjaga dan meningkatkan daya tubuh agar tidak terpapar oleh covid 19. Meningkatkan daya tahan tubuh adalah upaya untuk tidak mudah terserang penyakit termasuk Covid-19. Tujuan : Pendekatan spiritual dan minuman herbal/tradisional yang dapat membantu peningkatan imunitas tubuh merupakan bagian pendekatan secara hoistik yang diharapkan mampu mencegah penyebaran covid-19. Metode : Pengabdian masyakat ini dilakukan dengan edukasi dan sosialisasi tentang aplikasi dzikir/doa dan pembuatan minuman lemon madu/teh yang dapat meningkatan imunitas. Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan pengukuran pengetahuan dengan pre-post test serta kunjungan ke masyarakat untuk pendampingan aplikasi dzikir/doa serta pembuatan minuman lemon atau teh. Evaluasi akhir menggunakan google form untuk mengetahui respon masyrakat terhadap penerapan dzikir dan kosumsi lemon madu/teh. Hasil : 70-80 persen masyarakat yang mengaplikasikan dzikir dan konsumsi lemon/ teh secara rutin selama satu bulan merasakan ketenangan hati dan perasaan fisik yang lebih bugar. Kesimpulan : Penerapan dzikir dalam kehidupan sehari-hari dan konsumsi lemon teh memberikan rasa ketenangan diri dan perasaan fisik yang lebih bugar. Kata Kunci: Imunitas,Dzikir,Lemon,Teh
PELATIHAN TERAPI MODALITAS ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) BAGI PERAWAT DI DINAS KESEHATAN BANYUMAS Ratna Widhiastuti; Firman Hidayat; Dwi Budi Prastiani; Susi Muryani
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.253

Abstract

Abstract People with mental disorders will have emotional disturbances which can eventually lead to bad behavior. Until now, society in general still has a negative stigma against people with mental illness, which causes many of them to serve poorly. Therefore, in helping to reduce and overcome the high number of people with mental disorders, the lecturers of the Nursing and Nurse Study Program conducted a Modality Therapy for People with Mental Disorders (ODGJ) Training for Nurses at the Banyumas Health Office. The purpose of this abdimas implementation is that nurses can provide nursing care for mental patients and can provide modality therapy for people with mental disorders (ODGJ). This activity was carried out for 2 days from 25-26 February 2020. The method used was the Lecture and Discussion Group Forum to Banyumas health service nurses. The results of active participants following the provision of material and modality therapy practices and being able to practice modality therapy activities in mental patients with hallucinations, violent behavior, low self-esteem and social isolation. The conclusion is that nurses are expected to be more active in participating in activities that can improve mental nursing competence. Keywords: Modality Therapy, ODGJ (People with mental disorders, Nurse) Abstrak Orang dengan gangguan mental akan memiliki gangguan kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Hingga saat ini masyarakat pada umumnya masih memiliki stigma negatif pada pengidap penyakit mental hingga menyebabkan banyak diantara mereka yang diperlakukan secara buruk. Oleh karena itu, dalam membantu mengurangi dan mengatasi tingginya angka pengidap gangguan mental dosen prodi Sarjana Keperawatan dan Ners melakukan Pelatihan Terapi Modalitas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Bagi Perawat Dinas Kesehatan Banyumas. Tujuan dari pelaksanaan abdimas ini adalah perawat dapat memberikan asuhan keperawatan pasien gangguan jiwa dan dapat memberikan terapi modalitas pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kegiatan ini dilaksanakan 2 hari mulai tanggal 25-26 Februari 2020.Metode yang digunakan adalah Ceramah dan Forum Grup Disscussion kepada perawat dinas kesehatan banyumas. Hasil peserta aktif mengikuti kegiatan dari pemberian materi dan praktik terapi modalitas dan mampu mempraktikan kegiatan terapi Modalitas pada pasien jiwa dengan halusinasi, perilaku kekerasan, harga diri rendah dan isolasi social. Kesimpulan perawat diharapkan lebih aktif lagi dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi keperawatan jiwa. Kata Kunci: Terapi Modalitas, ODGJ (Orang dengan gangguan jiwa, Perawat
PELATIHAN PSIKOEDUKASI PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) BAGI PERAWAT DI DINAS KESEHATAN BANYUMAS agus budianto; Nurhakim Yudi Wibowo; Ikawati Setyaningrum; Umi Salamah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.265

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih saja mengalami stigma (labeling, stereotipe, pengucilan, diskriminasi). Penilaian negatif tidak hanya berasal dari lingkungan, namun ODGJ menanggap dirinya berbeda dengan orang lain sebagai bentuk konsekuensi psikologis dan social atas penilaian negatif yang diberikan lingkungan. Perawat dapat berkontribusi dengan memberikan psikoedukasi kepada penderita, keluarga dan masyarakat. Psikoedukasi dapat membantu ODGJ dan keluarga untuk menceritakan perasaan yang dialami sehingga dapat dibantu dalam memilih dan melatih koping (cara menghadapi masalah) yang lebih positif, menurunkan stigma internal dan dapat melanjutkan kehidupan dengan kualitas yang lebih baik. Tujuan pelatihan ini adalah Perawat dapat mendemonstrasikan teknik psikoedukasi pada 4 kasus besar ODGJ. Metoda yang digunakan diskusi, demonstrasi, dan praktek simulasi. Hasil wawancara menunjukan hasil pemahaman peserta tentang psikoedukasi pada ODGJ setelah dilakukan kegiatan ini meningkat. Sedangkan berdasarkan observasi yang dilakukan keterampilan perawat dalam melakukan psikoedukasi dengan menggunakan teknik komunikasi terapeutik menjadi lebih baik.
KONSELING PRAKTIK PERAWATAN BAYI BARU LAHIR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA KALISAPU KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL Ike Putri Setyatama; Masturoh Masturoh; Siswati Siswati
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.273

Abstract

Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan dampak di masyarakat. Hal yang perlu diperhatikan antara lain menjaga jarak aman (physical distancing), mengenakan masker, dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Masalah pada bayi baru lahir dapat diminimalkan dengan perawatan bayi baru lahir oleh seorang ibu ataupun keluarganya, yang tidak lepas dari peran dan dukungan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kemampuan perawatan bayi. Jumlah Balita di wilayah Desa Kalisapu sejumlah 150 orang, dimana 40 diantaranya adalah bayi berusia kurang dari 1 tahun. Desa Kalisapu berada di Kecamatan Slawi yang merupakan zona merah (level 4 –Risiko Tinggi) tingkat transmisi Covid-19. Beberapa kendala dalam perawatan bayi di Desa Kalisapu antara lain pengetahuan ibu dan keluarga yang masih rendah tentang perawatan bayi, selain karena kegiatan Posyandu Balita untuk sementara ditunda selama masa pandemi, informasi terkait tumbuh perkembangan bayi dan balita kurang optimal. Target luaran yang ingin dicapai adalah ibu yang memiliki bayi dapat melakukan perawatan bayi baru lahir sesuai dengan standar. Pengabdian ini dilakukan pada Bulan Maret 2020, diikuti oleh 30 ibu yang memiliki bayi di Desa Kalisapu. Teknik pelaksanaan dengan metode promotif, yaitu konseling dan praktik simulasi perawatan bayi yang sesuai standar kesehatan di masa pendemi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan door to door sesuai dengan data yang diberikan oleh bidan desa setempat, sehingga menghindari atau tidak menimbulkan kerumunan. Hasil pengabdian masyarakat tentang perawatan bayi baru lahir di masa pandemi ini mennujukkan kepuasan dari masyarakat sasaran. Ibu-ibu yang memiliki bayi baru lahir dapat melakukan mempraktikkan perawatan bayi dengan baik dan benar. Hasil konseling didadaptkan bahwa sasaran telah mengerti dan memahami tentang perawatan bayi baru lahir yang benar.
EDUKASI CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN MEDIA BOOKLET DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI COVID 19 PADA SISWA DI MA AL IKHLAS JATINEGARA ita nur itsna; Anisa Oktiawati; Risnanto Risnanto; Khodijah Khodijah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.276

Abstract

Infection a virus known as coronavirus has hit various countries in the world. Several types of coronavirus are known to cause respiratory tract infections in humans ranging from colds to more serious coughs. The spread of this virus is increasing very rapidly. This is because the virus can spread from person to person through droplets from the nose or mouth that come out when an infected person talks, sneezes, or coughs. One of the efforts to prevent Covid 19 infection is to adopt a clean and healthy lifestyle. The application of clean and healthy living habits in schools is also very important to ensure the health and safety of children while studying during the Covid 19 pandemic. One of the indicators of a Clean and Healthy Life Behavior is “Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)”. CTPS is one of the sanitation measures by cleaning hands and fingers using soap and water to make them clean. One of the media used in counseling is a booklet containing writing accompanied by pictures. The extension activity was attended by 26 people and began with the delivery of definitions, signs and symptoms, supporting examinations, prevention and treatment and then the practice of washing hands with soap and accompanied by the use of booklet media. The students listened carefully to the sequence of steps described by paying attention to the CTPS steps as listed in the given booklet. The use of booklet media helps in improving the skills of students and teachers and it is hoped that the implementation of CTPS will become a habit in everyday life. Keywords : Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Booklet, Covid 19
EDUKASI DAN INFORMASI TENTANG VAKSINASI “AKU TIDAK TAKUT DISUNTIK VAKSIN COVID-19” DI PANTI ASUHAN ZAINAB MASYKURI KOTA TEGAL Osie Listina; Dini Cahya Chaerunnisa
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.277

Abstract

Fenomena seseorang mengalami ketakutan terhadap jarum suntik khususnya pada saat akan mendapatkan tindakan vaksinasi Covid-19 sangat banyak dijumpai. Seseorang yang mengalami kondisi ini memiliki istilah dalam dunia kesehatan yakni gejala belonephobia/trypanophobia atau fobia jarum suntik. Tujuan dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat di Panti Asuhan Zainab Masykuri Kota Tegal agar penghuni panti lebih siap dan tidak takut terhadap tidakan penyuntikan vaksinasi Covid-19. Metode pelaksnaan kegiatan ini diawali dengan membagikan kuesioner untuk mengetahui jumlah penghunti panti yang mengalami rasa takut terhadap jarum suntik dan faktor-faktor atau alasan-alasan mengapa mereka merasa takut terhadap jarum suntik. Selanjutnya dari hasil kuesioner dilanjutkan pada kegiatan edukasi dan informasi seputar vaksinasi Covid-19 serta informasi bagaimana kiat agar tidak takut terhadap jarum suntik sehingga siap menerima vaksinasi Covid-19. Hasil dari pelaksaan program Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Aku Tidak Takut Disuntik Vaksin Covid-19” adalah sebanyak 35,71% penghuni panti menyatakan takut terhadapa jarum suntik dan beberapa diantaranya menyebutkan alasan takut karena trauma rasa sakit, takut terhadap efek sesudah penyuntikan, dan takut kemungkinan terjadi kesalahan dalam prosedur penyuntikan. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diketahui bahwa kurang dari 70% penghuni panti belum siap dan takut terhadap suntik vaksinasi Covid-19.
PENYULUHAN PENGELOLAAN DAN PENGGUNAAN OBAT YANG RASIONAL (DAGUSIBU) UNTUK MENDUKUNG GERAKAN MASYARAKAT CERMAT MENGGUNAKAN OBAT DI BANJAR YANGBATU KAUH DESA DANGIN PURI KELOD KECAMATAN DENPASAR TIMUR Fitria Megawati; I Putu Tangkas Suwantara; Ni Made Dharma Santini Suena; Osie Listina
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.287

Abstract

Correct use of drugs can help people to self-medicate safely and effectively. The use of free drugs and limited over-the-counter drugs in accordance with the rules and conditions of the patient will support efforts to use rational drugs. Until now, there are many problems in the community in the use of drugs. Among them are a lack of understanding of proper and rational use of drugs, excessive use of free drugs, and a lack of understanding of how to store and dispose of drugs properly. Meanwhile, it is felt that health workers do not provide adequate information about drug use. Based on these problems, community service is carried out related to increasing public knowledge of drug management in households and rational use of medicines. Community service activities regarding counseling on the management and rational use of drugs (DAGUSIBU) to support the community's movement to carefully use drugs in Banjar Yangbatu Kauh Denpasar were carried out through counseling activities by a team of lecturers at the Saraswati Denpasar Pharmacy Academy assisted by 18 students. In the implementation, it was attended by 41 mothers, so that the percentage of attendance in this service was 82%. The results of the evaluation of service activities can be viewed from the results of the pretest and posttest held. This community service activity is held through providing counseling and discussions to PKK mothers in Banjar Yangbatu Kauh Denpasar has been able to increase understanding and knowledge in managing and using medicines at home and in the surrounding environment. , the percentage of attendance of mothers in this activity is relatively high at 82%, the knowledge of mothers about the management and use of drugs shows an increase in the average pretest score from 54 to 75 at posttest. The increase in understanding of mothers about treatment was 21%. Keywords: dagusibu, medicine, rational Keywords: Type the 3-5 keyword here, separated by commas in between the word Abstrak Penggunaan obat secara benar dapat membantu masyarakat dalam pengobatan sendiri secara aman dan efektif. Penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas yang sesuai dengan aturan dan kondisi penderita akan mendukung upaya penggunaan obat yang rasional. Sampai saat ini ditengah masyarakat seringkali dijumpai berbagai masalah dalam penggunaan obat. Diantaranya ialah kurangnya pemahaman tentang penggunaan obat tepat dan rasional, penggunaan obat bebas secara berlebihan, serta kurangnya pemahaman tentang cara menyimpan dan membuang obat dengan benar. Sedangkan tenaga kesehatan masih dirasakan kurang memberikan informasi yang memadai tentang penggunaan obat. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan masyarakat akan pengelolaan obat di rumah tangga dan penggunaan obat yang rasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang penyuluhan pengelolaan dan penggunaan obat yang rasional (DAGUSIBU) untuk mendukung gerakan masyarakat cermat menggunakan obat di Banjar Yangbatu Kauh Denpasar dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan oleh tim dosen Akademi Farmasi Saraswati Denpasar yang dibantu oleh 18 mahasiswa. Dalam pelaksanaannya dihadiri oleh 41 orang ibu-ibu, sehingga persentase kehadiran dalam pengabdian ini sebesar 82%. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian dapat ditinjau dari hasil pretest dan posttest yang diadakan Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan melalui pemberian penyuluhan dan diskusi kepada ibu-ibu PKK di Banjar Yangbatu Kauh Denpasar telah dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan dalam melakukan pengelolaan dan penggunaan obat di rumah maupun lingkungan sekitar, persentase kehadiran ibu-ibu dalam kegiatan ini relatif tinggi yaitu sebesar 82%, pengetahuan ibu-ibu tentang pengelolaan dan penggunaan obat menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pretest yaitu 54 menjadi 75 pada posttest. Besarnya peningkatan pemahaman ibu-ibu tentang pengobatan sebesar 21%. Kata Kunci: dagusibu, obat, rasional
FOCUS GROUP DISSCUSION PENERAPAN ETIKOLEGAL KEGAWATDARURATAN DALAM PENCEGAHAN FATALITAS KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS Risnanto Risnanto; Woro Hapsari; Arifin Dwi Atmadja
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.292

Abstract

Masalah lalu lintas sering dihadapi di kota besar seperti kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas Pemberdayaan masyarakat perlu dtingkatkan untuk meminimalkan terjadinya kematian korban, sehingga perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. Pada saat terjadi kecelakaan maka hidup, mati atau kecacatan korban tergantung kecepatan dan ketepatan pertolongan pertama yang diberikan. Pertolongan yang terlambat atau salah dapat menyebabkan kondisi yang buruk. Orang awam yang pertama kali menemukan korbanm harus bisa menolong di tempat kejadian dengan baik sesuai prosedur. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan kasus kegawatdaruratan korban kecelakaan lalu lintas. Metode: Melakukan identifikasi permasalahan untuk mencari solusinya melalui diskusi, demonstrasi serta praktik. Kegiatan dimulai dengan studi awal untuk melakukan kerjasama dengan Polres Tegal. Melakukan koordinasi untuk penyusunan jadwal dan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Hasil : 1) Kegiatan FGD dilaksanakan di STIKes Bhakti Mandala Husada Slawi; 2) Pemberian materi berjalan lancar 3) Kemampuan peserta dalam penguasaan materi cukup baik, 4) Pelaksanaan simulasi berjalan lancar sesuai rencana, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan kecelakaan lalu lintas. Kesimpulan : 1) Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas dengan hasil cukup baik; 2) Peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta dilakukan dengan penyampaian materi: a) etikolegal penanganan kasus kegawatdaruratan b) Triase dan pemeriksaan primer & sekunder, c) Pembalutan dan Pembidaian, d) Penanganan Luka & Perdarahan; 3) Tidak semua peserta dapat mempraktekkan tindakan yang disimulasikan dikarenakan keterbatasan waktu.
A PERKEMBANGAN DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN PADA ANAK USIA DINI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DI PAUD/TK ABA BLIGO KECAMATAN BUARAN KABUPATEN PEKALONGAN Nina Zuhana; Suparni Suparni
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.293

Abstract

Masa Anak Usia dini sering disebut istilah “ Golden Age” atau masa emas. Pada masa ini hampir seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh dan berkembang secara cepat dan hebat. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh kesehatan. Sehingga sangat penting untuk diperhatikan sejak dini mulai dari dalam kandungan.. Anak yang mendapatkan gizi seimbang dan sehat akan tumbuh menjadi manusia yang berkualitas. Memelihara Kesehatan anak bertujuan agar tidak terjadi penyakit yang dapat menganggu belajar serta kecerdasan anak yaitu dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, Pemeliharaan kesehatan juga disesuaikan dengan perkembangan anak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Meningkatnya kesehatan anak usia dini melalui kegiatan perilaku sehat pada anak, Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pemeriksaan Kesehatan. Instrument yang digunakan KPSP. Hasil deteksi gangguan pertumbuhan perkembangan ada Sebagian kecil anak yang hasilnya menyimpang dari pemantauan perkembangan anak berdasarkan KPSP yaitu 2 dari 77 anak paud/TK (0,03%). Sebaiknya orantua lebih aktif dalam kegiatan parenting dan edukasi anak yang diselenggarakan oleh sekolah, sehingga terjalin komunikasi yang baik antara orangtua dan guru, adan apabila terdapat permasalahan anak maka dapat terdeteksi dan tertangani dengan segera
CLINICAL INSTRUCTURE TRAINING PROGRAM UNTUK PERAWAT PELAKSANA RUMAH SAKIT MITRA SIAGA Wisnu Widyantoro; Firman Hidayati; Ratna Widyastuti
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v2i1.294

Abstract

Pembelajaran dalam praktik klinik adalah suatu proses transformasi seorang mahasiswa untuk menjadi perawat profesional. Peningkatan kualitas pembelajaran praktik klinik dapat dicapai dengan meningkatkan kinerja perawat pembimbing klinik. Pembelajaran klinik yang baik harus didukung oleh instruktur klinik yang mampu menjadi role model. Instruktur klinik berwenang dan bertanggung jawab untuk mengatur proses pembelajaran klinik di wahana praktik. Oleh sebab itu dibutuhkan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan instruktur klinik dalam melaksanakan peran dan tanggung jawabnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kejelasan akan peran fungsi dan tanggung jawab instruktur klinis dalam membimbing peserta didik di tatanan klinik. Pemberian materi melalui pendidikan Pembelajaran Klinik, diskusi interaktif dan simulasi pembelajaran klinik. Tujuan pelatihan ini yaitu pembimbing klinik dapat melakukan bimbingan bagi para mahasiswa sehingga tumbuh kembang profesi perawat dapat berkembang. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi pelaksanaan preceptorship. Hasil wawancara menunjukan hasil pemahaman dan peningkatan ketrampilan tentang kegiatan bimbingan klinik. Sedangkan berdasarkan observasi perawat pelaksana yang ditunjuk sebagai pembimbing klinik dapat menggunakan teknik preceptorship dengan baik.

Page 1 of 2 | Total Record : 11