cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+622178894043
Journal Mail Official
jurnal.jikm2000@gmail.com
Editorial Address
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : https://doi.org/10.33221/jikm.v13i05
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini mencakup area dan ruang lingkup seperti biostatistik, epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan seksual dan reproduksi, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel asli dan artikel tinjauan undangan.
Articles 439 Documents
Faktor Parenting terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia di Bawah Lima Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Serang Banten Ririn Sriharyanti; Retno Widowati; Triana Indrayani; Vivi Silawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4614

Abstract

Tumbuh kembang anak usia dini merupakan fondasi penting yang memengaruhi aspek emosional, sosial, kognitif, dan fisik anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor parenting, meliputi pola asuh, keterlibatan orang tua, penggunaan handphone, nilai budaya keluarga, serta kesehatan mental ibu, dengan tumbuh kembang anak usia 3–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kota Serang, Banten. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 130 ibu yang memiliki anak balita, dipilih dengan teknik stratified cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner parenting dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil menunjukkan pola asuh demokratis berhubungan positif signifikan dengan perkembangan emosi, kognitif, sosial, dan kemandirian. Kesehatan mental ibu juga berhubungan positif dengan perkembangan emosional dan kemandirian anak. Selain itu, keterlibatan ibu dalam pengasuhan berkorelasi kuat dengan perkembangan sosial dan kognitif. Sebaliknya, penggunaan handphone yang berlebihan pada balita berkorelasi negatif terhadap perkembangan emosi dan kognitif. Keterlibatan ibu, pola asuh, dan kesehatan mental ibu merupakan faktor dominan yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Penelitian ini menjadi dasar dalam pengembangan program pengasuhan berbasis keluarga guna meningkatkan kualitas pengasuhan dan mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Pengaruh Pemberian Penyuluhan Kesehatan Infeksi Menular Seksual terhadap Pengetahuan Remaja Endah Pratiwi; Siti Nur Asyah Jamillah Ahmad
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4615

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih menjadi perhatian pada kelompok remaja. Kurangnya pengetahuan tentang IMS dapat meningkatkan risiko perilaku yang tidak sehat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman remaja adalah melalui penyuluhan kesehatan yang terencana dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang IMS. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental melalui rancangan one group pretest-posttest.  Jumlah sampel sebanyak 74 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Sample t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan remaja setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penyuluhan kesehatan dengan peningkatan pengetahuan remaja tentang IMS (nilai p = 0,000). Penyuluhan kesehatan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang IMS. Intervensi edukasi ini efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi pada remaja.
Determinan Kesesuaian Metode Persalinan di RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang Muhamad Taufiqy Setyabudi; Citta Maura Nailinnaja; Hema Dewi Anggraheny
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4618

Abstract

Peningkatan persalinan seksio sesarea atas permintaan tanpa indikasi medis menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan ibu dan bayi serta potensi komplikasi jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk menganalisis determinan perilaku tersebut guna mendukung penyusunan strategi intervensi dan edukasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keinginan ibu dalam penyesuaian metode persalinan di RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan seluruh ibu nifas di RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang yang masih menjalani perawatan dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian yaitu, Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (nilai p = 0,000; OR = 50,25), pendidikan (nilai p = 0,000; OR = 46,00), dan tempat tinggal (nilai p = 0,000; OR = 13,75) dengan kesesuaian dalam pemilihan metode persalinan. Sedangkan usia tidak berhubungan signifikan (nilai p = 0,956; OR = 1,032). Semakin tinggi tingkat pengetahuan, pendidikan, tempat tinggal, maka semakin sesuai dalam menetapkan metode persalinan.
Hubungan Antara Beban Kerja dan Tekanan Darah pada Pekerja Sektor Konstruksi: Tinjauan Literatur Sistematis Nikmatul Husna Pakaya; Baiduri Widanarko
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4633

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Terdapat beberapa faktor risiko hipertensi seperti pola hidup, genetik, dan kondisi pekerjaan. Beban kerja fisik maupun psikologis yang tinggi menjadi salah satu faktor risiko yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Pekerja konstruksi merupakan kelompok yang memiliki beban kerja fisik dan psikososial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan tekanan darah melalui systematic literature review dengan menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan menggunakan database PubMed dan Scopus dengan kata kunci workload, blood pressure, hypertension, dan construction workers. Ditemukan 29.868 artikel di Scopus dan 37.434 artikel di PubMed, dan tujuh studi memenuhi kriteria inklusi. Ditemukan 29.868 artikel di Scopus dan 37.434 artikel di PubMed, dan tujuh studi memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi mencakup studi observasional kuantitatif yang diterbitkan antara tahun 2021-2025, full text, dan relevan dengan tujuan systematic literature review. Hasil analisis literatur dari berbagai studi, menunjukkan bahwa baik beban kerja fisik maupun psikososial berkorelasi positif terhadap peningkatan tekanan darah dan risiko hipertensi pada pekerja sektor konstruksi.
Analisis Pemanfaatan Kearifan Lokal Meuseuraya Sebagai Solusi Peningkatan Gampoeng Open Defecation Free dengan Kepemilikan Jamban di Aceh Barat Daya, Indonesia Azrina Sufi Nasution; Yulizar; TM Rafsanjani; Ihsan Murdani; Muhammad Iqbal Fahlevi; Meutia Faradiba; Maiza Duana; Perry Boy Chandra Siahaan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4651

Abstract

Meuseuraya merupakan salah satu kearifan lokal di Aceh yang berbentuk gotong royong atau kerja sama yang saling terikat dalam masyarakat dan diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Di era yang semakin global, Meuseuraya dapat dijadikan inspirasi untuk menciptakan solusi lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat kearifan lokal Meuseuraya sebagai solusi pengingkatan kepemilikan jamban di Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Salah satu pertimbangan khusus yaitu keluarga yang masib melakukan praktik BABS minimal 1x dalam 1 minggu terakhir walaupun sudah tersedia jamban pribadi/bersama namun masih sering BABs. Dalam penelitian ini jumlah populasi= sampel yaitu sebanyak 81 responden yang memenuhi kriteria. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian ini berlangsung dari Oktober-November 2025. Lokasi penelitian ini di wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan, partisipasi, persepsi, kemauan mengikuti Meuseuraya dan pemahaman proses pelaksanaan Meuseuraya. Meuseuraya yang bertujuan untuk melihat seperti apa manfaatnya untuk solusi bagi Gampoeng Open Defecation Free di Kabupaten Aceh Barat Daya. Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas responden 75,3% mengetahui tradisi meuseuraya. Sebanyak 65,4% menilai tradisi ini dapat menjadi solusi biaya jamban, dan 66,7% yakin warga tanpa jamban mau ikut serta karena lebih murah. Namun, hanya 42% yang memahami proses meuseuraya, meski 61,7% pernah berpartisipasi.Kesimpulan dari penelitian ini adalah kearifan lokal meuseuraya berpotensi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sikap arif dan bijaksana dalam upaya memiliki jamban sehat, sehingga nantinya akan menjadi daerah yang benar-benar dikenal sebagai daerah Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Analisis Kualitas Pelayanan dan Sustainability terhadap Revisit Intention dengan Kepuasan Pasien Memakai Pendekatan Structural Equation Modeling Doni Nugroho; Eko Pujiyanto; Retno Wulan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4692

Abstract

Meningkatnya persaingan di sektor kesehatan menuntut rumah sakit (RS) tidak hanya unggul dalam kualitas layanan medis, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui penerapan prinsip keberlanjutan untuk menumbuhkan kebahagiaan dan loyalitas pasien. Tujuan studi ini adalah untuk menyelidiki dampak kualitas layanan dan keberlanjutan pada niat kembali di RSO Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, dengan kepuasan pasien sebagai variabel mediasi. Studi ini memakai pendekatan kuantitatif dan menerapkan pengambilan sampel bertujuan dengan 202 responden pasien. Kuesioner yang sudah lolos uji validitas dan reliabilitas dipakai untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis memakai teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan SmartPLS 4. Hasil penelitian memperlihatkan kualitas pelayanan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien (β = 0,580; nilai p < 0,001) dan revisit intention (β = 0,210; nilai p = 0,049). Sustainability berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pasien (β = 0,287; nilai p = 0,002) dan revisit intention (β = 0,376; nilai p < 0,001). Lebih lanjut, kepuasan pasien terbukti berperan sebagai variabel mediasi, memperkuat hubungan antara karakteristik ini dan keinginan untuk kembali. Akibatnya, upaya untuk menumbuhkan kualitas layanan, yang didukung oleh pelaksanaan prinsip keberlanjutan yang konsisten, bisa menumbuhkan kepuasan pasien dan mendorong keinginan pasien untuk kembali memakai layanan RS.
Determinan dan Strategi Terintegrasi Penurunan Stunting di Indonesia: Systematic Review Dian Widya Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4739

Abstract

Stunting tetap menjadi prioritas kesehatan masyarakat yang krusial di Indonesia, mencerminkan malnutrisi kronis dan kesenjangan pembangunan sistemik. Meskipun prevalensinya menurun dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018, angka tersebut tetap berada secara signifikan di atas ambang batas kekhawatiran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehingga memerlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor pendorongnya yang kompleks. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menyintesis bukti terbaru (2015–2019) mengenai determinan stunting multidimensi. Dengan menggunakan metodologi tinjauan sistematis yang komprehensif, sebanyak 735 catatan diidentifikasi pada tahap awal dari basis data internasional, termasuk PubMed, Cochrane, dan ScienceDirect, menghasilkan 61 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Studi-studi ini terdiri dari campuran uji terkontrol secara acak, studi kohort, dan analisis potong lintang. Temuan dikategorikan menjadi faktor spesifik gizi dan sensitif gizi. Hasil utama menunjukkan bahwa faktor biologis seperti tinggi badan ibu yang pendek (AOR = 7,64) dan berat badan lahir rendah (OR = 5,6) merupakan faktor pendorong spesifik utama. Namun, tinjauan ini menyoroti bahwa luaran stunting dipengaruhi oleh determinan sensitif gizi, termasuk infrastruktur air, sanitasi, dan kebersihan atau dengan kata lain water, sanitation, and hygiene (WASH) yang tidak memadai (AOR = 3,47), status sosial ekonomi rendah, serta toksin lingkungan seperti paparan pestisida tinggi (OR = 8,48) dan kebiasaan merokok ayah. Sintesis ini mengungkapkan bahwa intervensi individu tidak cukup tanpa adanya konvergensi sektoral. Studi ini menyimpulkan bahwa pengurangan stunting yang berkelanjutan memerlukan pendekatan holistik "HITS" (Holistic, Integrative, Thematic, and Spatial), yang menekankan konvergensi multisektoral di tingkat desa. Temuan ini memberikan landasan strategis bagi pembuat kebijakan untuk mengintegrasikan kesehatan lingkungan dan perlindungan sosial ke dalam program gizi guna mengoptimalkan pengembangan modal manusia jangka panjang di Indonesia.
Evaluasi Pelaksanaan Program Rujuk Balik (PRB) dalam Kerangka CIPP di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia Marysha Ikmaniar Hannari; Dewi Agustina; Fitriani Pramita Gurning
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4780

Abstract

Program Rujuk Balik (PRB) merupakan bagian dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bertujuan menjamin keberlanjutan pelayanan pasien penyakit kronis yang stabil di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun, capaian target PRB di RSU Mitra Medika Tanjung Mulia masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan PRB berdasarkan model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari pelaksana program dan pengelola layanan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan komponen CIPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek konteks belum sepenuhnya mendukung implementasi program, keterbatasan sumber daya pada aspek input, serta koordinasi yang belum optimal pada aspek proses. Capaian produk menunjukkan realisasi target hanya 9,46% dari target tahunan. Kesimpulannya, pelaksanaan PRB masih memerlukan penguatan pada seluruh komponen CIPP untuk meningkatkan efektivitas program.
Hubungan Konsumsi Fast Food dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenorea pada Mahasiswi Widya Ningsih Harahap; Laila Apriani Hasanah Harahap; Khairunnas; Marniati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4765

Abstract

Dismenorea merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh perempuan usia reproduktif dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Faktor gaya hidup, seperti konsumsi fast food dan aktivitas fisik, diduga berperan terhadap tingkat keparahan dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Program Studi Gizi Universitas Teuku Umar angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 177 mahasiswi, dengan sampel sebanyak 123 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) Short Form, dan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi fast food dengan tingkat dismenorea (nilai p = 0,000) serta hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tingkat dismenorea (nilai p = 0,000). Konsumsi fast food yang lebih tinggi cenderung berhubungan dengan peningkatan tingkat nyeri haid, sedangkan aktivitas fisik yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkat nyeri haid yang lebih ringan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor gaya hidup berperan penting dalam kejadian dismenorea sehingga perlu dilakukan upaya promotif dan preventif melalui penerapan pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 2s (2025): Special Issue: The 3rd International Conference on Health Sciences 2024 Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 06 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue