cover
Contact Name
Kusroni
Contact Email
Jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Phone
+628563459899
Journal Mail Official
jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kedinding Lor 30 Surabaya 60129
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal KACA
ISSN : 23525890     EISSN : 25976664     DOI : https://doi.org/10.36781
KACA (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin diterbitkan oleh Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Tafsir, Hadis, Tasawuf, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Februari-Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1 (satu) spasi pada kertas ukuran B5 dengan panjang tulisan antara 15-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 115 Documents
Kebun Raya Bogor sebagai Laboratorium Tafsir Ilmi: Pendekatan Qur’ani dalam Pengelolaan Lingkungan Al-Ahnaf, Muhammad Atsiil; Saputra, Muhamad Adji; Zahra, Indah Namiratu; Salsabila, Tasya; Rosa, Andi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i2.961

Abstract

Pengelolaan lingkungan hidup dewasa ini menuntut pendekatan multidimensional yang tidak hanya bertumpu pada aspek teknis dan ilmiah, tetapi juga pada nilai-nilai etis dan spiritual. Dalam konteks ini, tafsir ilmi sebuah pendekatan dalam studi Al-Qur'an yang mengaitkan ayat-ayat kauniyah dengan realitas ilmiah menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk menjembatani antara ilmu dan agama dalam pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kebun Raya Bogor sebagai laboratorium tafsir ilmi, dengan mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip Qur’ani dapat terintegrasi ke dalam praktik konservasi dan pengelolaan lingkungan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, observasi lapangan, dan analisis ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ekologi, studi ini menemukan bahwa Kebun Raya Bogor mengandung potensi besar sebagai ruang aktualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam pengelolaan lingkungan. Ayat-ayat tentang keseimbangan (mīzān), pelestarian makhluk hidup (hifẓ al-khalq), dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah (khalīfah fī al-arḍ) tercermin dalam kebijakan dan praktik konservasi di kawasan ini. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi perspektif tafsir ilmi dengan pengelolaan lingkungan berbasis keanekaragaman hayati tropis, yang belum banyak dijadikan fokus dalam kajian interdisipliner sebelumnya. Hasil studi ini membuka ruang baru dalam pengembangan spiritualitas ekologis Islam dan menawarkan paradigma konservasi yang lebih holistik dan transformatif.
Mabādi’ul Āmmah Ali Jum’ah sebagai Semantik Independen: Paradigma Baru Tafsir Kontekstual Soim, Moh; Raya, Ahmad Thib; Nawawi, Abd. Muid
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i2.1095

Abstract

Krisis interpretasi Al-Qur'an dalam konteks modernitas memunculkan kebutuhan mendesak akan metodologi tafsir yang mampu menjembatani kesenjangan antara universalitas wahyu dengan partikularitas realitas kontemporer. Penelitian ini mengkaji paradigma revolusioner Mabādi'ul Āmmah (Prinsip Universal) Ali Jum'ah sebagai teori Semantik Independen (al-Dilālah al-Mustaqillah) yang menawarkan solusi epistemologis baru dalam metodologi tafsir kontekstual. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik terhadap karya-karya primer Ali Jum'ah, penelitian ini mengungkap konstruksi epistemologis yang membedakan teori Semantik Independen dari pendekatan tafsir konvensional. Temuan menunjukkan bahwa Mabādi'ul Āmmah merupakan paradigma indigenous yang mentransformasi prinsip-prinsip universal Al-Qur'an menjadi landasan semantik independen melalui sistematika empat tahap: penelusuran induktif pandangan mufassir, analisis unsur-unsur prinsip, elaborasi relasi antar prinsip, dan aplikasi multidimensional. Keunggulan paradigma ini terletak pada kemampuannya mempertahankan otentisitas makna sambil menghadirkan relevansi kontekstual yang aplikatif. Penelitian ini berkontribusi signifikan bagi pengembangan metodologi tafsir kontemporer dengan menyediakan kerangka epistemologis holistik yang menjawab tantangan hermeneutika Al-Qur'an di era modern.
Manuskrip Kuno dan Perdebatan Autentisitas Teks Al-Qur’an: Tinjauan Filologis Kritis Terhadap Manuskrip Birmingham, Sana’a, dan Topkapi Masruchin, Masruchin; Rahmat, Maulana Bagus
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i1.1100

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji autentisitas teks Al-Qur’an melalui pendekatan filologis-kritis terhadap tiga manuskrip kuno: manuskrip Birmingham, Sana’a, dan Topkapi, yang kemudian dibandingkan dengan mushaf Uthmani standar. Latar belakang penelitian ini didorong oleh dominasi wacana akademik Barat yang kerap meragukan keaslian teks Al-Qur’an, serta keterbatasan keterlibatan akademisi Muslim dalam kajian tekstual kritis. Studi ini menggunakan metode kualitatif berbasis pustaka (library research) dengan teknik analisis deskriptif-komparatif terhadap aspek ortografi (rasm), tanda baca (dhabt), dan struktur teks. Hasil penelitian menunjukkan adanya varian minor yang bersifat ortografis dan tidak berdampak pada perubahan makna substansial, dengan tingkat perbedaan di bawah 0,01%. Temuan ini menguatkan narasi tentang terjaganya teks Al-Qur’an sejak masa kodifikasi Utsmani, sekaligus menunjukkan validitas sejarah wahyu dalam perspektif keilmuan. Studi ini merekomendasikan pendekatan integratif antara filologi, sejarah kodifikasi, dan teologi sebagai kontribusi konstruktif dalam studi Al-Qur’an kontemporer.
Fenomena Hustle Culture di Era Kontemporer dan Pandangan Al-Qur’an Tentang Etos Kerja: Analisis Penafsiran M. Quraish Shihab Tauhid, Muhammad; Rahmat, Maulana Bagus; Fadhlurrahman, Hafizh Dhoifa; Azizah, Dwima Dini; Syafira, Klara
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i2.1131

Abstract

Fenomena hustle culture yang menekankan kerja tanpa henti sebagai standar keberhasilan, telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, khususnya di kalangan generasi muda dan masyarakat perkotaan. Budaya ini sering mengabaikan keseimbangan antara kerja, ibadah, dan istirahat, yang berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan. Dalam perspektif Islam, kerja bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bentuk ibadah yang harus dijalani secara seimbang antara tujuan duniawi dan spiritual. Ayat-ayat Al-Qur'an yang terkait adalah subjek penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kerja dan istirahat dengan menggunakan tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, guna mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi alternatif etis terhadap dominasi hustle culture. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam mengajarkan prinsip keseimbangan antara kerja, ibadah, dan istirahat sebagaimana tercermin dalam QS. Al-Mulk:15, Al-Inshirah:7, dan Al-Naba’:9–11.Tafsir Al-Misbah menekankan bahwa produktivitas dalam Islam harus menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
Hermeneutika Fiqh: Gagasan Epistemologi Pesantren Oliviatie, Shava; Wahyudi, Chafid
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i1.1160

Abstract

Tulisan ini mengkaji hermeneutika fiqh sebagai paradigma epistemologis pesantren dalam menjembatani dialektika antara tradisi keilmuan Islam klasik dan tantangan modernitas. Pesantren sebagai lembaga tafaqquh fi al-din memiliki kekayaan tradisi keilmuan yang berakar pada teks-teks turats, namun seringkali terjebak dalam formalisme normatif yang menjauh dari dimensi sosial dan moral hukum Islam. Melalui pendekatan hermeneutik, fiqh ditempatkan bukan sekadar sebagai sistem hukum yang mengatur halal dan haram, tetapi sebagai instrumen epistemik yang dinamis dan terbuka terhadap perubahan historis. Artikel ini menelaah integrasi hermeneutika filosofis (Gadamer), sosial (Asad), dan moral (Abou El-Fadl) ke dalam praksis keilmuan pesantren untuk membangun sistem pengetahuan yang kontekstual, kritis, dan humanistik. Pendekatan ini mendorong transformasi pesantren dari lembaga reproduksi teks menuju pusat produksi pengetahuan integratif-interkonektif yang memadukan wahyu, rasio, dan realitas sosial. Dengan demikian, hermeneutika fiqh berfungsi sebagai jantung pembaruan epistemologi pesantren yang meneguhkan peran fiqh sebagai etika sosial dan sumber keadilan dalam masyarakat modern.

Page 12 of 12 | Total Record : 115