cover
Contact Name
Kusroni
Contact Email
Jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Phone
+628563459899
Journal Mail Official
jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kedinding Lor 30 Surabaya 60129
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal KACA
ISSN : 23525890     EISSN : 25976664     DOI : https://doi.org/10.36781
KACA (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin diterbitkan oleh Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Tafsir, Hadis, Tasawuf, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Februari-Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1 (satu) spasi pada kertas ukuran B5 dengan panjang tulisan antara 15-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 115 Documents
Signifikansi Simbolik dan Filosofi Lima Macam Buah dalam Tradisi Maulid di Ponpes Assalafi Al Fithrah Surabaya Anwar, Muhsinul; Alawy, M Iqbal; Siregar, Wahidah Zein Br
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i1.816

Abstract

Penelitian ini membahas signifikansi simbolik dan filosofis lima macam buah; belimbing, pisang, jeruk, manggis, dan melon/apel yang disajikan dalam tradisi Maulid di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Tujuannya untuk mengeksplorasi makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam lima buah tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis teks untuk memahami bagaimana buah-buahan tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan teologis dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap buah yang dipilih yaitu belimbing, pisang, jeruk, manggis, dan melon/apel, memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan konsep keberkahan, kejujuran, sifat lemah lembut, sifat bahagia, dan ketenangan. Selain itu, pemilihan lima buah ini juga merepresentasikan harmoni antara ajaran Islam dengan kearifan lokal, serta menjadi medium pembelajaran spiritual bagi santri dan jama'ah. Tradisi ini tidak hanya memperkaya ritual Maulid secara religius, tetapi juga memperkuat kohesi sosial di lingkungan pondok pesantren. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami interaksi antara elemen keagamaan dan kebudayaan lokal, serta peran tradisi ini dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai spiritual dan sosial komunitas masyarakat Islam.
Uzlah Sebagai Respons Terhadap Kecanduan Sosial Media dalam Perspektif Al-Quran Nur Laila Zahrotul Maulidiyah; Romziana, Luthviyah
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.930

Abstract

Fenomena kecanduan sosial media semakin marak di era modern ini, menyebabkan ketidak seimbangan antara aktivitas sosial dan spiritual. Banyaknya masyarakat saat ini khususnya pada usia remaja mengalami kecanduan ataupun ketergantungan terhadap sosial media, hal ini menyebabkan ketidak seimbangan hidup sosial maupun spiritual. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki gagasan uzlah dari sudut pandang al-Qur'an dan penggunaan solusi untuk mengatasi kecanduan media sosial. Sebuah studi interpretasi tema yang mengumpulkan banyak ayat terkait dan melacak berbagai interpretasi al-Qur'an dan materi terkait tentang uzlah merupakan bagian dari metodologi penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uzlah, yang berarti mengisolasi diri dari lingkungan sosial dalam waktu tertentu, memiliki nilai-nilai yang relevan dalam membantu seseorang dalam mengurangi penggunaan sosial media yang berlebihan. Uzlah dapat menjadi sarana penyucian hati, meningkatkan spiritualitas, dan mengembalikan keseimbangan hidup. Dalam konteks modern, penerapan uzlah dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi kecanduan sosial media, membantu seseorang lebih sadar terhadap kewajiban agama, seperti meningkatkan kualitas ibadah. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa uzlah dapat dijadikan sebagai respons dalam mengatasi kecanduan media sosial. Dengan menerapkan uzlah, seseorang dapat menyeimbangkan aspek sosial dan spiritual, serta dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif.
Hadis-Hadis Tentang Kritik Terhadap Perilaku Lebai Sari, Arvita Irvaning Puspita; Ghifari, Muhammad; Ash, Abil
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.933

Abstract

Fenomena lebai atau perilaku berlebihan sering kali muncul dalam kehidupan sosial, termasuk dalam praktik keagamaan. Dalam perspektif hadis, terdapat sejumlah petunjuk yang melarang segala bentuk tindakan berlebihan, baik dalam memuji orang lain maupun dalam menjalankan ajaran agama. Hadis-hadis Rasulullah menegaskan bahwa berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam ibadah dan interaksi sosial, dapat mengarah pada penyimpangan dari jalan yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna dan perspektif hadis mengenai larangan perilaku lebai, serta bagaimana ajaran Islam menekankan kesederhanaan dan keseimbangan dalam beragama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, mengumpulkan data dari Hadis sebagai data primer, serta dari berbagai artikel, buku dan jurnal,  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menghindari sikap berlebihan, termasuk dalam memberikan pujian, beribadah, dan berinteraksi dengan sesama, dengan tujuan menjaga keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupan sosial. Implementasi larangan lebai dari penelitian ini adalah pentingnya menerapkan kesederhanaan dan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kehidupan yang lebih harmonis dan sesuai dengan ajaran agama.
Kontekstualisasi Makna Hadis Perceraian di Era Modern: Perspektif Hermeneutika Fazlur Rahman Al Farisi, Salman; Azkiya, Nadia Dina; Mahardian, Rhafi Dhanar Dedeary; Nabil, Nadliroh
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i2.910

Abstract

Perceraian merupakan suatu hal tabu oleh sebagian besar masyarakat Islam. Ketabuan ini disebabkan oleh elaborasi teks-teks agama yang mengancam dan menganjurkan untuk menghindari perceraian. Meski demikian, jumlah perceraian meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan mindset tabu dari cerai atau talak terkikis perlahan. Artikel ini mengkaji bagaimana relevansi teks-teks hadis yang berkaitan dengan ancaman cerai di zaman kini. Kajian teks dibahas melalui kacamata pemikiran hermeneutika Fazlur Rahman. Tujuan spesisifik dari penelitian ini adalah meneliti titik temu antara hadis-hadis ancaman talak dengan isu perceraian yang semakin meningkat. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research (kajian pustaka) yang merupakan bagian dari metode kualitatif dalam penelitian. Penyajian data dilakukan dengan cara analisis-deskriptif dengan tujuan memberikan pemahaman yang mudah namun mendalam bagi pembaca. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa identifikasi pergeseran makna hadis-hadis ancaman talak di zaman kini melalui tinjauan hermenutika. Hal ini menggiring pada dukungan teks-teks agama pada hilangnya sifat tabu dari talak. Interpretasi ulang merupakan hal yang perlu, guna keberlangsungan hadis di seluruh ruang dan waktu.
Kritik Hadis dalam Tradisi Lisan: Analisis Antropologis atas Otoritas Sanad Akib, Moh.; Ngaeniyah, Dewi Rohmatul; Sari, Ila Nur Indah
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i2.940

Abstract

Artikel ini mengkaji otoritas sanad dalam hadis dari perspektif antropologi, dengan menyoroti bagaimana konstruksi sosial dan kepercayaan komunitas terhadap perawi mempengaruhi validitas transmisi hadis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami faktor-faktor non-teknis yang berkontribusi terhadap penerimaan atau penolakan suatu hadis dalam berbagai komunitas Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-kritis dan analisis sosial untuk mengungkap dinamika sosial yang memengaruhi perkembangan sanad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas sanad tidak hanya didasarkan pada keakuratan transmisi lisan, tetapi juga pada modal simbolik perawi, yang meliputi status sosial, afiliasi politik, dan jaringan intelektualnya. Selain itu, teori common link G.H.A. Juynboll mengindikasikan bahwa sanad dalam beberapa kasus dikonstruksi ulang untuk memperkuat legitimasi suatu kelompok atau mazhab. Studi ini juga menemukan bahwa penerimaan sanad berbeda di setiap komunitas, tergantung pada kepercayaan kolektif mereka terhadap perawi tertentu. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa studi kritik sanad perlu mempertimbangkan aspek sosial dan politik dalam analisisnya. Pendekatan interdisipliner yang menggabungkan ilmu hadis dengan antropologi dan sosiologi dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai dinamika transmisi hadis dan faktor-faktor yang memengaruhi otoritas sanad dalam sejarah Islam.
Qurrā dan Kelompok Radikal di Awal Perkembangan Islam: Studi Atas Resepsi Kelompok Khawarij Terhadap Al-Qur’an Mu'awwanah, Nafisatul
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i2.945

Abstract

Tulisan ini menelusuri kemunculan kelompok Islam radikal pada masa awal perkembangan Islam dengan memfokuskan perhatian pada kelompok Khawarij. Mereka dikenal sebagai para penghafal Al-Qur’an (qurrā’) yang memiliki corak keberagamaan yang ketat dan cenderung ekstrem.  Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dan pendekatan teori resepsi Al-Qur’an, tulisan ini mengkaji bagaimana kelompok Khawarij meresepsi Al-Qur’an, dalam dua bentuk: performatif dan informatif. Resepsi performatif mengacu kepada Al-Qur’an yang dibaca, dihafal, atau digunakan dalam ritual sehari-hari; sedangkan resepsi informatif mengacu kepada Al-Qur’an yang dipahami melalui isyarat-isyarat kebahasaan. Secara performatif, Khawarij menampilkan komitmen tinggi dalam pembacaan dan penghafalan Al-Qur’an. Secara informatif, mereka menafsirkan teks-teks keagamaan secara literal, menolak ta’wil dan pendekatan analogis (qiyās), serta menjadikannya sebagai dasar pembentukan doktrin takfīr.  Studi ini juga menunjukkan bahwa resepsi mereka terhadap Al-Qur’an dipengaruhi oleh latar sosial-geografis mereka, yakni komunitas Arab Badui yang berada di pinggiran kekuasaan pusat, dengan akses terbatas terhadap tradisi intelektual Islam. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memahami hubungan antara latar sosial dan pola keberagamaan dalam sejarah awal Islam.
Harmonisasi Ekologis dalam Perspektif Al-Qur'an: Agroforestri sebagai Solusi Deforestasi dan Pelestarian Flora Hakim, Lukmanul; Putra, Masyhuri; Maharini, Rini; Fatimah, Siti Mutiara; Rizki, Sinta Nur
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i2.958

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep harmonisasi ekologis dalam perspektif Al-Qur'an dan relevansinya dengan implementasi sistem agroforestri sebagai upaya mitigasi deforestasi serta pelestarian keanekaragaman flora. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dalam studi kepustakaan, penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan dan memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ekologi, khususnya Al-Baqarah 30, Fathir 27, dan Ar-Rum 41, penelitian ini mengidentifikasi prinsip-prinsip fundamental dalam pemeliharaan keseimbangan ekosistem berdasarkan pandangan Al-Qur'an. Analisis menunjukkan bahwa Al-Qur'an menetapkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab atas keberlanjutan lingkungan, mengakui keanekaragaman flora sebagai tanda kekuasaan Allah yang perlu dilestarikan, dan memperingatkan terhadap konsekuensi kerusakan ekologis akibat eksploitasi berlebihan. Studi ini mendemonstrasikan bagaimana sistem agroforestry yang mengintegrasikan penanaman pohon dengan tanaman pertanian dalam satu lahan menawarkan pendekatan yang sejalan dengan nilai-nilai Qur'ani dalam mengatasi deforestasi sekaligus mempertahankan keanekaragaman hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi agroforestri tidak hanya mewujudkan amanah kekhalifahan secara praktis tetapi juga memberikan manfaat ekologis dan ekonomis yang berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka etika lingkungan Islam yang aplikatif dalam menangani krisis deforestasi kontemporer dan mendorong model pertanian yang harmonis dengan prinsip pelestarian keanekaragaman flora.
Rekonstruksi Pemahaman Ayat dan Hadis Memerangi Kafir Damai: Kritik Nalar Pemahaman NIIS Shodiq, Muhammad; Hakim, Lukman; Amrullah, Abdul Karim; Syafi’i, Ahmad Musta’in
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i2.964

Abstract

Organisasi teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) menjadi sorotan global akibat aksi kekerasan dan pembunuhan massal yang dilakukannya atas nama jihad melawan kaum kafir. Mereka menggunakan interpretasi literal dan radikal terhadap ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW untuk membenarkan aksi-aksi kekerasan mereka. Melalui analisis konten, penelitian ini berusaha mengungkap fatwa dan dasar NIIS tentang perang terhadap kafir damai lalu merekonstruksi pemahaman tersebut. Penelitian ini penting dilakukan untuk menelaah dampak destruktif dari praktik-praktik kekerasan NIIS dan memberikan kontribusi dalam upaya merekonstruksi pemahaman yang lebih moderat dan damai terhadap konsep perang dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman NIIS tentang perang terhadap kafir damai tidak tepat dan bertentangan dengan ajaran Islam yang lebih luas. Ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi yang mereka gunakan sebagai dasar tidak dapat digeneralisasi untuk semua orang kafir, melainkan hanya berlaku untuk kafir harbi (orang kafir yang memerangi umat Islam). Dengan demikian, pandangan NIIS tersebut tidak memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam yang sebenarnya.
Diskursus Perbankan dalam Tafsir Jawa: Tinjauan Psikoanalisis Penafsiran KH. Misbah Mustofa dalam Kitab Tāj Al-Muslimin min Kalām Rabbi Al-‘Ālamin Al Maula, Zidan Fikri; Idris, Idris
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i2.971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian KH. Misbah Mustofa saat membawa diskursus mengenai bank kedalam penafsiran Q.S Al-Baqarah (2): 275 melalui tinjauan psikoanalisis yang dirumuskan Sigmeund Freud. Metode penelitian umum yang digunakan adalah kualitatif. Sedangkan metode penilitian tafsir yang digunakan adalah al-bahts fi al-rija>l al-tafsi>r atau penelitian tokoh melalui kritik ekstrinsik tafsir. Penelitian ini menggunakan teknik dokumensi yang merupakan bagian dari library research untuk mengumpulkan data-data dan literatur yang sesuai dengan tema. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, pertama: penafsiran KH. Misbah pada Q.S Al-Baqarah (2): 275 memberikan gambaran begitu tegas-nya ia dalam berpendapat terkait kebijakan NU yang menurutnya melanggar syari’at. Kedua: adanya keterpengaruhan KH. Misbah dengan latar belakang sosial-budaya, sosial-politik, sosial-kultural dalam menafsirkan Al-Qur’an. Ketiga: kritik ektrinsik melalui tinjauan psikoanalisis Sigmeund Freud yang terdiri dari id, ego, dan super-ego mampu untuk mengungkapkan integrasi dialektika kepribadian KH. Misbah saat menafsirkan Q.S Al-Baqarah (2): 275. Keempat: penafsiran KH. Misbah pada Q.S Al-Baqarah (2): 275 lebih mengutamakan ego dalam kepribadianya, supaya tidak menyebabkan perpecahan dalam kepengurusan NU tahun 90-an. Hal ini membuktikan bahwa ego dalam kepribadian KH. Misbah mampu mengontrol id dan super-egonya.
Dimensi Psikoterapi dalam Gerakan Whirling Darwish: Studi Analisis Literature Review Firdasari, Auliya Adiba Rahma; Iksan, Iksan
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i2.960

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi potensi terapeutik dari praktik Whirling Darwish, yaitu sebuah bentuk meditasi dinamis yang berasal dari tradisi sufi Mevlevi. Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka, penelitian ini menggali bagaimana gerakan berputar dalam praktik ini dapat berfungsi sebagai sarana penyembuhan psikis dan transformasi diri. Hasil studi memperlihatkan bahwa Whirling Darwish tidak hanya merepresentasikan ekspresi spiritual, namun juga menyimpan kekuatan psikoterapi yang meliputi aspek kesadaran transformatif, regulasi emosi, kesadaran tubuh (embodied mindfulness), serta rekonstruksi makna diri. Dalam kerangka terapi transpersonal, pengalaman altered state yang muncul melalui gerakan ritmis ini membuka ruang untuk pemulihan psikologis yang mendalam. Selain itu, interaksi antara musik spiritual, pola gerakan, dan ritme internal turut menciptakan integrasi psiko-somatis yang bermanfaat bagi keseimbangan emosional dan pengolahan trauma. Studi ini menyajikan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan psikologi, spiritualitas, dan budaya, serta menawarkan wacana baru untuk mengadopsi praktik sufistik dalam pengembangan terapi berbasis kearifan spiritual lokal.

Page 11 of 12 | Total Record : 115