cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Education Curiosity
ISSN : 29646146     EISSN : 29630339     DOI : https://doi.org/10.71456/ecu
Core Subject : Education, Social,
Jurnal EduCurio meliputi: Teori dan landasan pendidikan dan pembelajaran, Filsafat pendidikan dan pembelajaran, Teknologi pendidikan dan pembelajaran, Psikologi Pendidikan, Media pendidikan dan pembelajaran, Evaluasi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Inovasi pendidikan dan pembelajaran, Pendidikan untuk semua jenjang, Pendidikan formal, Pendidikan informal, Pendidikan non formal, Pendidikan pedesaan, Pendidikan perkotaan, Kurikulum pendidikan dan pembelajaran, Pendidik dan siswa, Kebijakan pendidikan dan pembelajaran, Metode dan strategi pembelajaran, Penilaian pembelajaran, sosial budaya, dll.
Articles 394 Documents
Tipe-Tipe Proses Transitiviti Sistem Dalam Penulisan Skripsi Mahasiswa Di Universitas Lenggogeni, Putri; Siska; Sani, Riny Dwi
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penggunaan tipe process transitiviti sistem pada penulisan skripsi mahasiswa di Universitas PGRI Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk penelitian ini, peneliti menggunakan teori Halliday (2014). Data dikumpulkan melalui 37 mahasiswa yang didapat dari perpustakaan kampus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 tipe yang digunakan mahasiswa yaitu material, mental, verbal, behavioral, relational, dan existential. Mahasiswa menggunakan masing-masing tipe yaitu, material digunakan untuk menyatakan aktifitas yang terjadi dan aktifitas yang dilakukan secara fisik. Kedua, mental process digunakan untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan untuk menanggapi. Ketiga, verbal process untuk menyatakan aksi verbal. Keempat, behavioral, perilaku yang dilakukan secara psikologis dan fisiologis. Kelima, relational process, untuk menyatakan suatu hubungan dalam kalimat. Keenam, existential, digunakan untuk menyatakan suatu keberadaan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu mahasiswa dapat menggunakan keenam tipe proses dalam menulis latar belakang skripsi mereka.
Penggunaan Powerpoint Sebagai Media Visual Dalam Pengajaran Bahasa Inggris Di Sekolah Menengah Pertama Faradina, Nadia; Ikhsan, M. Khairi; Siska
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Powerpoint sebagai media visual yang digunakan guru dalam pengajaran bahasa inggris di SMPN 17 Padang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah dua orang guru bahasa inggris di SMPN 17 Padang. Untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan instrument rekaman video, checklist observasi, dan catatan lapangan. Peneliti memperoleh data bagaimana guru menggunakan Powerpoint dalam pengajaran bahasa inggris di kelas. Berdasarkan hasi analisis data, peneliti menyimpulkan bahwa guru bahasa inggris di SMPN 17 Padang menggunakan Powerpoint dalam selama pengajaran bahasa inggris. Dari 4 jenis tahapan yang diteliti, guru Bahasa inggris di SMPN 17 Padang menggunakan 4 tahapan yaitu: tahapan persiapan, tahapan pembuka, kegiatan inti, dan penutup.
Analisis Jenis Pertanyaan Guru Dalam Interaksi Kelas Bahasa Inggris Di Sman 15 Padang Utami, Dira Indah; Sevrika , Hevriani; Sesmiyanti
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat jenis-jenis pertanyaan yang digunakan guru dalam interaksi kelas bahasa Inggris di SMAN 15 Padang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian descriptive melalui pendekatan qualitative. Partisipan dari penelitian ini adalah tiga orang guru bahasa Inggris di SMAN 15 Padang. Data dikumpulkan dari 3 guru bahasa Inggris melalui pengamatan kelas dengan merekam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan melalui proses wawancara guru dengan perekam audio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris di SMAN 15 Padang menerapkan jenis pertanyaan ini dalam interaksi bahasa Inggris di kelas. Ditemukan bahwa guru 1 dan 3 menggunakan 5 dari 6 jenis soal, sedangkan guru 2 menggunakan semua jenis soal. Selain itu ditemukan bahwa alasan guru menggunakan pertanyaan dalam interaksi kelas bahasa Inggris di SMAN 15 Padang sesuai dengan indikator yang peneliti temukan.
Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Matematika Sebagai Motivasi Belajar Siswa Di MI Assalam Martapura Nugroho, Arif Ganda; Adawiah, Radiatul; Yuliana, Rahmi
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. berupa angka hasil pengukuran. Penelitian ini berlangsung di MI Assalam Martapura pada pelaksanaan proses belajar mengajar matematika sebagai motivasi belajar siswa. Adapun proses yang di terapkan adalah: menggunakan metode pembelajaran yang tepat dan beragam, menjadikan siswa sebagai peserta didik yang aktif, memanfaatkan media seoptimal mungkin, menciptakan kompetisi, mengadakan evaluasi secara berkala, sampaikan motivasi secara langsung, dermawan akan pujian. Hasil dari jawaban guru di MI Assalam Martapura sebagai pelaksana proses belajar mengajar dapat disimpulkan Sebagian terbesar (87,50%) guru selalu mengecek kehadiran siswa, sebagian terbesar (87,50%) guru selalu memberikan perbaikan dan pengayaan pada siswa yang nilai rendah, sebagian besar (75%) guru selalu menguasai materi pelajaran saat mengajar, sebagian kecil (37,50% guru menggunakan media pengajaran, Sebagain terkecil (12,50%) guru selalu memeriksa P.R siswa, sebagian terkecil (12,50%) guru selalu mengadakan perbaikan dan pengayaan.
Bahasa Dalam Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa Mubarak, Husni; Normasunah; Juniati, Sri
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situasi kebahasaan di Indonesia sangatlah kompleks. Namun, bahasa Indonesia tetap melaju ke arah perkembangan yang pesat. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan bahasa Indonesia dalam mengekspresikan konsep ilmu pengetahuan teknologi dan seni dewasa ini. Dalam rentang waktu delapan puluh tahun lebih bahasa Indonesia berkembang ke arah kemantapan dan kedinamisan. Kemantapan dapat diamati dengan adanya keajekan dalam kaidah, misalnya kata kesimpulan. Kini disadari bahwa bentuk yang benar secara gramatikal adalah simpulan (hasil dari kegiatan menyimpulkan).Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter didasarkan pada indikator. Indikator untuk nilai jujur di suatu semester dirumuskan dengan “mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat, diamati, dipelajari, atau dirasakan” maka guru mengamati (melalui berbagai cara) apakah yang dikatakan seorang peserta didik itu jujur mewakili perasaan dirinya. Mungkin saja peserta didik menyatakan perasaannya itu secara lisan tetapi dapat juga dilakukan secara tertulis atau bahkan dengan bahasa tubuh. Perasaan yang dinyatakan itu mungkin saja memiliki gradasi dari perasaan yang tidak berbeda dengan perasaan umum teman sekelasnya sampai bahkan kepada yang bertentangan dengan perasaan umum teman sekelasnya.
Penggunaan Transitivity System Dalam Argumentative Paragraph Siswa Salsa, Febbiyo Fajria; Kemal, Edwar; Siska
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Argumentative Paragraph merupakan salah satu tugas menulis di perguruan tinggi. Dalam menulis paragraf argumentatif, penulisan harus mendefinisikan gagasan dan pandangan penulis terhadap suatu masalah disertai dengan alasan dan bukti yang logis. Serta bagaimana penulis menguraikan ide untuk membangun makna melalui pilihan tata bahasa juga menjadi hal yang penting dalam menulis argument. Penelitian ini mengkaji tentang kualitas paragraf argumentatif siswa dengan menggunakan sistem transitivitas. Data dikumpulkan secara kualitatif dengan instrumen dokumen ceklis. Temuan menunjukkan berdasarkan kualitas struktur 8 paragraf memenuhi kualitas relevancy, 10 paragraf memenuhi kualitas acceptability, dan 2 paragraf memenuhi kualitas adequary. Dan berdasarkan proses transitivity system, secara keseluruhan peneliti menemukan 80 proses material, 16 proses mental, 12 proses relational, 10 proses eksistensial, dua proses verbal dan 1 proses behavioral. Sehingga dapat disimpulkan kualitas menulis paragraf argumentatif siswa masih tergolong rendah karena sebanyak dua belas siswa tidak memenuhi semua struktur utama paragraf argumentatif. Dan delapan siswa yang memiliki kualitas relevansi memiliki proses material yang dominan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas mereka dalam menulis paragraf argumen tidak hanya baik berdasarkan struktur tetapi juga berdasarkan sistem transitivitas dalam mengkonstruksi suatu peristiwa melalui pengalaman, siswa mampu mengungkapkan masalah yang terjadi ke dalam teks argumen.
Siswa Menulis Tugas Berita Dengan Menjawab 5W 1H Di Kelas Jurnalistik Putri, Yulatifah Novia; Autilla, Rani; Putri, Dian Mega
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana siswa jurnalistik menerapkan penggunaan 5w 1h dalam menulis teks berita mereka. Penelitian in merupakan penelitian qualitative. Partisipan dari penelitian ini adalah mahasiswa jurnalistik tahun ajaran 2020. Sumber data dari penelitian ini adalah teks berita ujian semester mahasiswa jurnalistik tahun ajaran 2020. Data dikumpulkan dengan cara menganalisis teks ujian siswa satu persatu menggunakan instrument ceklis dokumen. Ada enam penggunaan yang di lihat yaitu apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana. Temuan menunjukan bahwa dari delapan teks berita ujian semester yang ditulis siswa hanya ada dua orang yang menggunakan seluruh unsur 5w 1h. sedangkan enam orang lainnya tidak menggunakan seluruh elemen 5w 1h dalam penulisan berita mereka, yang mana empat diantara nya tidak menggunakan how, satu orang tidak menggunakan why dan how dan satu orang lagi tidak menggunakan who, why dan how. Data mengungkapkan alasan enam orang yang tidak lengkap ini karena penulisan ide berita mereka tidak berfokus pada satu peristiwa saja, namun ada dua atau tiga peristiwa yang mereka sebutkan di dalam teks berita mereka. Siswa siswa ini tidak memulai berita dengan informasi yang penting terlebih dahulu namun membahas hal di luar topic berita seperti perasaan mereka saat akhir tahun, rencana liburan akhir tahun, persiapan menyambut libur akhir tahun. Sehingga bahasan dalam berita nya tidak focus dan mengakibatkan unsur unsur 5w 1h nya jadi tidak terperhatikan lagi.
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Di SMP Negeri 9 Padang Kharisma, Jihan Nazar; Ikhsan, M. Khairi; Autila, Rani
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap pembelajaran tatap muka terbatas di SMP Negeri 9 Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Partisipan penelitian ini adalah 24 guru di SMP Negeri 9 Padang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah: pertama, mengumpulkan data dari guru yang menjawab kuesioner: kedua, mengumpulkan data dari wawancara guru. Terakhir, menarik kesimpulan berdasarkan data. Hasil analisis menunjukkan terdapat pernyataan positif tentang penerapan persepsi guru terhadap pembelajaran tatap muka terbatas di kelas. Pernyataan positif guru terdapat pada jawaban angket. Sangat Setuju (28%), Setuju (43%), Ragu-ragu (2%), Tidak Setuju (25%), dan sangat tidak setuju (2%). Sebagian besar guru memilih jawaban setuju 42% pada pernyataan yang dilampirkan pada kuesioner di google form. Berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa guru setuju dengan pembelajaran tatap muka terbatas di SMP Negeri 9 Padang. Dengan terbatasnya pembelajaran tatap muka, siswa lebih memahami materi dan guru lebih luwes dalam memberikan materi kepada siswa di kelas. Persepsi guru terhadap pembelajaran tatap muka hanya sebatas memberikan manfaat, seperti memudahkan guru dalam memberikan materi kepada siswa di kelas, dapat memperhatikan siswa secara langsung di kelas, dan yang terpenting dapat mengontrol siswa. saat belajar di kelas agar tidak lamban dalam hasil belajar.
Jenis Reward Dalam Pengajaran Bahasa Inggris Di SMA Almubarak; Siska; Afriyanti, Rika
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v1i2.237

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis penghargaan yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMA Kartika 1-5 Padang. Partisipan dalam penelitian ini adalah guru bahasa Inggris di SMA Kartika 1-5 Padang yang menggunakan reward sebagai strategi pengajaran bahasa Inggris. Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data menggunakan daftar periksa observasi, catatan lapangan, dan video. Peneliti merekam atau memvideokan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Setelah itu peneliti akan meminta peserta untuk mengisi lembar observasi yang telah disiapkan oleh peneliti. Berdasarkan data di atas, peneliti menyimpulkan bahwa hanya dua tipe reward yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMA Kartika 1-5 Padang yaitu social reward dan reward token, namun cara penerapan dan waktu penerapan yang dilakukan oleh masing-masing guru berbeda.
Self Directed Learning Pada Modul Ajar Didesain Oleh Guru Penggerak Mahardika, Anatasya; Afriyanti, Rika; Siska
EduCurio: Education Curiosity Vol 1 No 2 (2023): Maret-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v1i2.248

Abstract

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, Menteri Pendidikan (Mendiknas) telah meluncurkan "Kurikulum Merdeka Belajar". Program Merdeka Belajar ini merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran dalam rangka mewujudkan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mendukung Kurikulum Merdeka Belajar, bahan ajar yang dirancang oleh guru harus mencakup kegiatan Self Directed Learning. Dalam setiap pelaksanaan Kurikulum Merdeka, menuntut siswa untuk mandiri dalam belajar (Self Directed Learning), dimana siswa diberi tanggung jawab untuk mengatur dan mengendalikan proses pembelajaran dan pencapaian dalam pembelajaran. Siswa juga dituntut untuk memiliki pola pikir mandiri dalam belajar, dalam arti siswa memegang kendali penuh dan bertanggung jawab atas pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan Self Directed Learning di modul ajar kelas X yang disusun oleh Guru Penggerak di SMA N 15 Padang. Data dikumpulkan secara kualitatif dengan dokumen ceklis, hasil data menunjukan bahwa modul ajar yang didesain oleh Guru Penggerak belum sepenuhnya menerapkan aktivitas Self Directed Learning. Guru masih menjadi fasilitator dalam pembelajaran, dan tetap menjadi penentu keputusan.

Page 5 of 40 | Total Record : 394