cover
Contact Name
Muh Ilham Nur Haslin
Contact Email
ilham@stai-barru.ac.id
Phone
+6282339949991
Journal Mail Official
muhaemin@stai-barru.ac.id
Editorial Address
Jl. Sultan Hasanudin No 65, Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan 90711
Location
Kab. barru,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal
ISSN : 23553413     EISSN : 30475201     DOI : https://doi.org/10.20241/5ecney53
This journal welcomes the contributions of scholars from related fields warmly that consider the following general topics (Journal Scope): Quranic exegesis, living sunnah, Islamic law, Islamic philosophy, Islamic mysticism, theology, education, and scientific disciplines
Articles 28 Documents
Maksimalisasi Laba dalam Perspektif Maslahah Emi Sri Rahayu Fatimah; Amiruddin; Wahyuddin Abdullah, Muhammad
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 1 No 2 (2024): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/8zxpe805

Abstract

Artikel ini bertujujan ialah maksimalisasi laba dimana proses dan hasil aktifitas sebuah perusahaan dianalisis dari perspektif maslahah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan dengan metode studi pustaka (literature rivew) dengan sumber data sekunder yang diperoleh melalui buku, jurnal, artikel, data laporan, dan berbagai sumber keilmiahan yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat ketimpangan dari aktifitas maksimalisasi laba, yang merujuk pada efisiensi perusahaan menggunakan konsep biaya, waktu dan performan, dimana ditemukan tenaga kerja berkorban dalam konteks kesejahteraan dan kesehatan. Namun, perusahaan berusaha melaksanakan kewajibannya dibidang sosial melalui pembayaran zakat, infak, dan sedekah sebagai pertanggungajwaban manajemen terhadap hak orang lain. Tujuan kemaslahatan dalam maksimalisasi laba sedikit tercedarai sehingga perlu pemberian pemahaman kepada manajemen tentang perlindungan dan pembentukan dalam maqashid Syariah. Penilitian ini dapat teraplikasi pada proses sustainability perusahaan pada manajemen organisasi.
Pengaruh Internalisasi Nilai-Nilai Islam Terhadap Pembentukan Sarjana yang Holistik di STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang Hidayatul Maslakha
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/6tetmx23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh internalisasi nilai-nilai Islam (X) terhadap terbentuknya sarjana yang holistik (Y) di STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang. Internalisasi nilai-nilai Islam diasumsikan sebagai faktor yang signifikan dalam membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berorientasi pada nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian diambil dari mahasiswa aktif di STIT Al-Urwatul Wutsqo Jombang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur tingkat internalisasi nilai-nilai Islam dan aspek-aspek keholistikan lulusan. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji hubungan antara variabel X dan Y. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan signifikan (koefisien korelasi Spearman = 0,906), meskipun tidak linier. Indikator Refleksi Diri pada variabel X mendapat skor tertinggi (7,75), sementara Praktik Ibadah memperoleh skor terendah (6,56), menandakan bahwa pemahaman nilai-nilai Islam baik, namun praktik ibadah perlu ditingkatkan. Pada variabel Y, Dimensi Sosial mendapat skor tertinggi (7,84), sementara Dimensi Intelektual terendah (6,56), yang menunjukkan perlunya penguatan aspek intelektual. Instrumen penelitian valid dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,959). Penelitian ini menyarankan peningkatan praktik ibadah, penguatan dimensi intelektual, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum untuk membentuk karakter mahasiswa yang lebih holistik.
The Transformation of the Meaning of Dalalah Qath'i and Zhanni in Fiqh Reasoning: A Comparative Analysis between the Classical and Modern Eras. Anggar Putra; Saiful; Muhammad Salahuddin
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/rfzp8k70

Abstract

The Qur'an and Sunnah as the basis of Islamic law include the concepts of qath'i (definite, not takwil) and zhanni (uncertain, can be takwil). Qath'i is limited, while zhanni allows ijtihad and interpretation. This research uses a philosophical-analytical approach with a descriptive-analytical analysis method, which focuses on literature in the form of verses of the Qur'an, Hadith, and the views of classical and contemporary scholars. Data were collected from various books of tafsir and ushul fiqh, then analyzed contextually and normatively to discuss the concept of Qath'i - Zhanni and produce relevant conclusions. The results of this study show that the importance of contextual understanding of the concepts of qath'i and zhanni in the interpretation of Islamic law is in accordance with the development of the times. The concept of qath'i establishes the basic principles of Islamic teachings that are fixed, while zhanni provides room for interpretation that can be adapted to evolving social and political conditions. The transformation approach from the more rigid classical period to the more flexible modern approach reflects the need to maintain the relevance of Islamic teachings to universal principles, such as human rights and social justice.  
Peran Teknologi Pendidikan (TEP) dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Muhammad Ferdy Hidayat; M. Ramli AR
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/gsv1ff40

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa pengaruh signifikan terhadap pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel ini membahas peran Teknologi Pendidikan (TEP) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa TEP memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, personal, dan fleksibel. Aplikasi seperti Kahoot dan Sway mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui evaluasi berbasis teknologi dan penyajian materi yang menarik. Namun, tantangan seperti kesenjangan akses teknologi dan kompetensi guru masih menjadi hambatan. Solusi yang diajukan meliputi peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan guru, dan pengembangan konten digital berkualitas. Dengan integrasi TEP yang selaras dengan prinsip Islam, pembelajaran PAI dapat berlangsung lebih efektif dan relevan di era digital.
Pemaknaan Term Qatlun dalam Ayat-Ayat Hubungan Manusia: Pendekatan Semantik Toshihiko Izutsu Joni Saputra; Syefriyeni; Lukman Nul Hakim
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/1dw35q56

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemaknaan istilah qatlun dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan hubungan manusia melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu. Pendekatan ini memungkinkan analisis mendalam terhadap struktur makna dan jaringan konsep yang melingkupi istilah qatlun dalam konteks dunia nilai Al-Qur'an. Kajian ini menemukan bahwa qatlun memiliki beragam dimensi makna, mulai dari pengertian literal sebagai "pembunuhan" hingga memperkuat moral, sosial, dan teologis dalam hubungan antarmanusia. Dalam konteks Al-Qur'an, istilah ini sering kali dikaitkan dengan prinsip-prinsip keadilan, penghormatan terhadap kehidupan, dan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Analisis menunjukkan bahwa pemaknaan qatlun tidak hanya mencakup tindakan fisik tetapi juga memiliki makna metaforis yang mencerminkan pelanggaran etika dalam interaksi manusia. Dengan memahami hubungan semantik antara qatlun dan istilah lainnya dalam ayat-ayat terkait, penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kajian semantik Al-Qur'an serta memberikan perspektif baru dalam memahami konsep hubungan manusia menurut ajaran Islam.
Kontribusi Tafsir Bil Ma'tsur dan Tafsir Bil Ra'yi serta Dilematik dalam Khazanah Penafsiran Anwar, Safirah Farahiyah
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/dwanq519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi dalam khazanah penafsiran Al-Qur’an, serta dilema yang muncul dari penggunaannya, serta memberikan pemahaman bahwa penafsiran Al-Qur’an memerlukan metode yang sesuai dengan syariat dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, serta referensi terkait yang dianalisis secara sistematis untuk menghasilkan kesimpulan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir bil ma’tsur yang menggunakan sumber dari Al-Qur’an, hadis, dan pendapat sahabat memiliki keunggulan dalam menjaga autentisitas penafsiran, meskipun rentan terhadap riwayat lemah dan kisah Israiliyat. Tafsir bil ra’yi, yang mengandalkan akal dan ijtihad, memberikan fleksibilitas penafsiran sesuai perkembangan zaman, tetapi berpotensi menyimpang jika tidak didasarkan pada kaidah yang benar. Penafsiran ini terbagi menjadi tafsir mahmudah (terpuji) dan madzmumah (tercela). Berdasarkan peran tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi dalam kehidupan umat muslim, terdapat juga kelemahan-kelemahan baik tafsir bil ma’tsur maupun tafsir bil ra’yi sehingga menjadi dilematik umat muslim sendiri dalam menggunakan tafsir tersebut dan beberapa ulama menolak bentuk tafsir bil ra’yi. Meski demikian, adanya tafsir bil ra’yi juga tidak dapat dipungkiri, sebagaimana tafsir bil ra’yi sudah ada sejak zaman nabi Muhammad. Kesimpulannya, kedua bentuk tafsir tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan yang saling melengkapi. Umat Islam perlu memahami syarat-syarat penafsiran yang benar untuk menjaga kemurnian ajaran Al-Qur’an. Pemahaman yang seimbang antara tafsir bil ma’tsur dan bil ra’yi akan memastikan bahwa penafsiran tetap relevan sekaligus autentik.
Al-Qur'an, Human Rights, and Pluralism: Answering the Challenge of Religious Freedom in the Modern World Surahman S; Achmad Abubakar; Rahmi Damis
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/m0rnby70

Abstract

Tiga pilar utama yang berfungsi untuk mewujudkan keharmonisan di tengah masyarakat global yang semakin kompleks adalah Al-Qur’an, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Pluralisme. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang mengadopsi metode penelitian kepustakaan (library research). Kebebasan beragama menjadi masalah penting di zaman sekarang dan seringkali berada di persimpangan antara tradisi dan dinamika sosial modern. Tulisan ini memeriksa bagaimana nilai-nilai Islam berhubungan dengan hak asasi manusia, dengan penekanan khusus pada bagaimana Islam dapat menawarkan cara unik untuk mendukung pluralisme sambil mempertahankan esensi ajarannya. Kajian ini bertujuan untuk menjawab tantangan yang dihadapi kebebasan beragama melalui lensa Islam yang inklusif, menggunakan analisis historis, perspektif teologis, dan konteks global. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai universal Islam dapat digunakan untuk mendorong keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap keragaman keyakinan jika dipahami secara kontekstual. Paradigma dialogis diusulkan sebagai solusi untuk menjembatani. Kata kunci: Al-Qur’an, Hak Asasi Manusia (HAM), Kebebasan beragama.
Strategi Dakwah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Melalui Wirausaha Husnul Khatimah; Khairanni Artamevia Bay; Rosniati; Balqist Marhamah
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/7ytxvy26

Abstract

Melihat kondisi umat Islam di zaman sekarang cukup banyak dari mereka yang sudah mau untuk memulai berbisnis dan bahkan tidak sedikit dari para pengusaha yang sukses dan berhasil menjalankan bisnisnya, akan tetapi mereka belum bisa memahami hakikat dari berbisnis yang sedang mereka jalankan. Dari sinilah munculnya ide-ide pokok untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di tengah masyarakat saat ini, tujuannya yaitu untuk memperbaiki pola pikir dan sistem berwirausaha seseorang agar sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, agar kiranya usaha tersebut bukan hanya diraih untuk keuntungan pribadi semata akan tetapi diniatkan juga untuk menyebarkan ajaran agama di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi (kombinasi), yang lebih menekankan pada pemecahan masalah yang ada di dunia nyata.. Hasil studi menunjukkan bahwa minimnya perhatian umat Islam terhadap wirausahanya baik hal itu dalam upaya pengembangan bisnis, mengelola keuangan, agar semua itu dapat bernilai dakwah bagi para pelanggan karena bisa berpotensi untuk kehilangan pasar mereka. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya pelatihan dan motivasi bagi para entrepreneur dan semua itu perlu proses belajar serta adaptasi yang cukup supaya bisa terlaksana dengan baik.
Meredith B. McGuire Lived Religion Concept of Santri Waria in Pesantren Al-Fatah Yogyakarta: An Analysis and Application Nanda Tsani Azizah; Nurkhalis Djilfikar A Hi Daud; Yustina Priskila Patricia Kabes
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/zaqrz981

Abstract

This paper explores the lived religious experiences of transgender Muslims (santri waria) in Pesantren Al-Fatah, Yogyakarta, using Meredith B. McGuire’s concept of "lived religion" as a framework. It examines how these individuals navigate their religious commitments and gender identities within a community setting that blends traditional Islamic teachings with a progressive approach to inclusivity. The research highlights the tension between institutional religious norms and personal spirituality, revealing how santri waria adapt religious practices to align with their unique embodied experiences. By focusing on the interplay between material bodies, spirituality, and religious authority, this study underscores the need for a nuanced understanding of religion that accommodates diversity and challenges hegemonic narratives. The findings advocate for a rethinking of religious identity and hybridity, promoting inclusivity and acceptance within Islamic contexts.
Peran Pendidikan Islam Dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi dan Perdamaian  di Tengah Masyarakat Multikultural Muhammad Said Hidayatulloh; Mudzakkir Ali; Ifada Retno Ekaningrum
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/jr166g75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam menghadapi masyarakat multikultural. Masyarakat multikultural adalah komunitas yang mampu menerima dan menghormati keberagaman, baik dalam hal suku, agama, budaya, jenis kelamin, bahasa, adat istiadat, maupun asal daerah. Multikulturalisme memungkinkan perbedaan ini hidup berdampingan secara harmonis dengan rasa saling menghargai. Nilai-nilai keagamaan yang mendukung moderasi beragama mencakup upaya menjaga keselamatan jiwa, menghormati peradaban yang mulia, memperkuat prinsip-prinsip moderasi, menciptakan perdamaian, serta meneguhkan pluralisme dengan menghormati kebebasan berpikir, berekspresi, dan beragama. Pendidikan Islam bertujuan menghasilkan individu yang saleh secara pribadi maupun sosial, dengan menekankan nilai-nilai keadilan, perdamaian, kesetaraan, dan kemanusiaan, sejalan dengan konsep "rahmatan lil alamin." Dengan demikian, pendidikan Islam secara eksplisit mendukung penghargaan terhadap keberagaman dan multikulturalisme, sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an dan Hadits.

Page 2 of 3 | Total Record : 28