Psycho Holistic
Psycho Holistic is an open access peer-reviewed journal, dedicated to the wide dissemination of novel and innovative research in various aspects of psychology, with a particular interest of the development of psychology and behavioral sciences in the world. Psyco Holistic invites manuscripts in the areas (1) Developmental Psychology, (2) Industrial and Organizational Psychology, (3) Clinical Psychology, (4) Social Psychology, (5) Educational Psychology, (6) Indigeneous Psychology, and (7) Psychometrics. Psycho Holistic accepts empirical research and non-empirical study (such as literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis) in any psychology-related subjects and any research methodology that meet the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology.
Articles
78 Documents
HUBUNGAN ANTARA EGOSENTRISME DENGAN PENERIMAAN SOSIAL SISWA REGULER TERHADAP SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI
Khoirun Nissa;
Alifah Nabilah Masturah;
Achmad Faisal
Psycho Holistic Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v1i1.590
Pendidikan inklusi mendorong siswa reguler untuk belajar menerima, memahami, dan peduli terhadap siswa berkebutuhan khusus yang memiliki kekurangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara egosentrisme dengan penerimaan sosial siswa reguler terhadap siswa ABK. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan menggunakan skala egosentrisme dan skala penerimaan sosial. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 114 siswa dengan mengunakan metode purposive sampling. Metode analisa data yang digunakan adalah uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara egosentrisme dengan penerimaan sosial atau hipotesis awal ditolak. Nilai signifikansi sebesar 0,397 (p>0,05) dan nilai korelasi adalah r= -0,080. Tingkat egosentrisme dan penerimaan siswa reguler berada pada kategori rendah.
FLOW AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG AKTIF BERORGANISASI DAN BEKERJA
Marina Mayangsari;
Senda Dewi Pratiwi
Psycho Holistic Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v1i2.610
Konflik peran ganda pada mahasiswa yang aktif berorganisasi sekaligus bekerja umumnya dapat menjadi sumber stres dan menurunnya produktivitas kuliah. Modal penting agar terhindar dari hal tersebut adalah memiliki konsentrasi, merasa nyaman, dan termotivasi pada saat menjalani perkuliahan, kondisi seperti ini disebut sebagai flow. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran flow akademik pada mahasiswa yang aktif berorganisasi dan bekerja. Subjek penelitian adalah 2 orang mahasiswa yang aktif berorganisasi sekaligus bekerja paruh waktu. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kedua subjek memenuhi dimensi flow yang menandakan bahwa kedua subjek tetap merasakan flow walaupun berada dalam tuntutan aktivitas yang tinggi antara kuliah, berorganisasi, dan bekerja. Faktor intrinsik yang mempengaruhi subjek tetap flow adalah karena keingintahuan dan kemauan memperoleh pengetahan, sedangkan faktor ekstrinsik berupa dukungan sosial teman dan keluarga.
PERSEPSI PENILAIAN KINERJA PADA PEGAWAI BANK KAL-SEL KCP KANTOR GUBERNUR BANJARBARU DENGAN MASA KERJA DI ATAS 10 TAHUN
Muhammad Syarif Hidayatullah;
Rahmadilla Nuratikah
Psycho Holistic Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v1i2.611
Penelitian ini ingin mengetahui persepsi penilaian kinerja pada pegawai Bank Kalsel KCP Kantor Gubernur Banjarbaru. Mengingat pentingnya penilaian kinerja bagi pegawai dan perusahaan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi non-partisipan. Subjek penelitian berjumlah tiga orang dengan masa kerja diatas 10 tahun. Berdasarkan persyaratan penilaian kinerja yang efektif menurut dan merupakan dimensi dalam persepsi penilaian kinerja pada pegawai yaitu persyaratan ilmiah (legal/formal) yaitu relevansi, sensitivitas, dan reliabilitas. Temuan penelitian menunjukan persepsi pegawai dalam persyaratan sensitivitas penilaian kinerja belum dapat dikatakan objektif. Sedangkan persyaratan operasional yaitu akseptabilitas dan praktis, perlunya perbaikan prosedur penilaian kinerja kearah yang lebih baik dan memudahkan penggunaannya
KECERDASAN SPIRITUAL DAN KOMITMEN ORGANISASI MAHASISWA PENGURUS ORGANISASI
Tri Yuliani;
Shanty Komalasari
Psycho Holistic Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v1i2.612
Kurangnya komitmen organisasi sering terjadi dikalangan mahasiswa yang menjadi pengurus organisasi, mereka masih kurang mampu dalam menetapkan aturan bagi diri sendiri. Hal tersebut terkait dengan bagaimana seseorang menilai dan memaknai setiap tindakan atau yang biasa disebut sebagai kecerdasan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kecerdasan spiritual dengan komitmen organisasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 919 orang, dengan sampel 92 orang pengurus UKK dan UKM periode 2017/2018 di UIN Antasari Banjarmasin. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling dengan jenis sampel random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala komitmen organisasi dan kecerdasan spiritual model likert dan analisis menggunakan korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 21.0. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahawa tingkat komitmen organisasi dan kecerdasan spiritual mahasiswa tergolong sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel (p = 0,002, p < 0,05). Semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin tinggi pula komitmen organisasi mahasiswa dan sebaliknya, semakin rendah kecerdasan spiritual maka semakin rendah pula komitmen organisasi mahasiswa.
DINAMIKA PARENTING STRESS DAN STRATEGI COPING PADA IBU BEKERJA
Yulia Hairina;
Mahdia Fadhila
Psycho Holistic Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v1i2.613
Praktik pengasuhan seringkali menjadi sumber stres tersendiri bagi orang tua yang bekerja terutama bagi Ibu, di karenakan peran ganda ibu yang bekerja dalam sebuah keluarga menyebabkan ibu melakukan dua peran sekaligus yaitu sebagai ibu juga sebagai pekerja. Stres pengasuhan merupakan kondisi atau keadaan orang tua yang mengalami kecemasan atau ketegangan khususnya terkait dengan peran orang tua dalam mengasuh anak serta hubungan interaksi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dinamika stress pengasuhan pada ibu bekerja dan strategi copingnya. Ada pun metode penelitian yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan subyek yaitu dengan teknik purposive sampling. Subyek dalam penelitian ini ada tiga orang ibu bekerja dengan kriteria, bekerja dengan minimal waktu kerja 5 tahun, memiliki anak usia 2 tahun atau lebih, memiliki suami yang juga bekerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan dinamika stress pengasuhan pada ibu bekerja, perbedaan usia anak dan jumlah anak turut menggambarkan bentuk stress pengasuhan sendiri bagi ibu bekerja. Sedangkan untuk coping stress yang dilakukan ibu bekerja dalam menghadapi stress pengasuhan adalah problem focus coping dan emotion focus coping.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF DI SMA NEGERI 2 KANDANGAN
Afinda Amalia
Psycho Holistic Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v1i2.614
Setting pendidikan inklusif di SMA Negeri 2 Kandangan masih terdapat beberapa masalah diantaranya yaitu tenaga kependidikan dalam hal ini berkaitan dengan kualifikasi, kompetensi, sarana dan prasarana (kelas, media pembelajaran, aksesbilitas). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusif di SMA Negeri 2 Kandangan. Metode penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah SMA Negeri 2 Kandangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Pendidikan Inklusif di SMA Negeri 2 Kandangan meliputi manajemen kesiswaan, teknis penerimaan siswa berdasarkan ranking NEM dan wawancara; manajemen kurikulum sekolah inklusif menggunakan K13 yang terbatas tanpa mampu mengembangkan lebih jauh; manajemen Sumber Daya Manusia, keterbatasan tenaga pendidik pada bidang inklusif; Manajemen sarana dan prasarana penyelenggara pendidikan inklusif meliputi media/alat peraga masih belum optimal; Anggaran dana operasional dan dana investasi terutama yang bersumber dari dana APBS menunjukkan adanya ketidakmandirian. Peneliti berikutnya harus lebih memahami dengan baik masalah kurikulum yang digunakan untuk anak berkebutuhan khusus, melakukan modifikasi terhadap kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dengan lebih memperhatikan sekolah penyelenggara kelas inklusi dengan mengadakan pelatihan, workshop, penataran dan sebagainya.
STUDI KASUS KECELAKAAN KERJA PADA OPERATOR TAMBANG BATU BARA PT X DI KALIMANTAN SELATAN
Lita Ariani;
Fikrie Seff;
Eka Jannatuna’im
Psycho Holistic Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v1i2.615
Kalimantan Selatan dikenal sebagai salah satu daerah dengan sektor pertambangan batu bara yang ada di Indonesia. PT X merupakan salah satu perusahaan batu bara terbesar yang ada di Kalimantan Selatan. Dalam setiap aktivitas industri pertambangan terdapat potensi bahaya yang dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan kerja yang berdampak pada keselamatan pekerja, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kecelakaan kerja pada operator tambang di PT X. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian sebanyak 9 orang terdiri dari 3 subjek operator hauling, 3 group leader, dan 3 supervisor PT. X. Berdasarkan hasil yang telah dilakukan diketahui terjadinya kecelakaan kerja karena adanya faktor lingkungan, salah satunya karena minimnya penerangan di jalur lalu lintas dan faktor manusia, dimana area tambang berdekatan dengan area pemukiman warga dan waktu bekerja karyawan yang mempengaruhi kondisi psikologis. Dapat disimpulkan bahwa faktor manusia dan lingkungan merupakan salah satu indikator terjadinya kecelakaan kerja di tambang batu bara PT X. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan sistem lingkungan dan perilaku manusia.
PERAN REGULASI DIRI TERHADAP PERILAKU CYBERBULLYING
Calvin Zannua Prihambodo;
Zainul Anwar;
Devina Andriany
Psycho Holistic Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v2i1.616
Penggunaan teknologi dan internet yang dilakukan oleh para remaja tidak dapat dihindari dari adanya resiko atau dapat disebut dengan cyberbullying. Cyberbullying merupakan perilaku yang dilakukan secara berulang kali dengan tujuan untuk menyakiti melalui sosial media. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku cyberbullying salah satunya adalah faktor internal, yaitu dalam penelitian ini adalah regulasi diri. Regulasi diri merupakan kemampuan individu dalam mengatur pikiran, perasaan serta tindakannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh regulasi diri terhadap perilaku cyberbullying. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Subjek penelitian adalah siswa SMP berusia 12-15 tahun dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala regulasi diri yang diadaptasi dan disusun berdasarkan aspek – aspek yang telah dijelaskan oleh Zimmerman. Skala perilaku cyberbullying diadaptasi dan disusun berdasarkan aspek menurut Langos. Metode analisis data menggunakan metode regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif dan signifikan antara regulasi diri terhadap perilaku cyberbullying. Adapun kontribusi regulasi diri terhadap perilaku cyberbullying sebesar 52.6%
PERBEDAAN KEMATANGAN EMOSI DITINJAU DARI KEUTUHAN KELUARGA PADA REMAJA
Khairil Ashran T;
Latipun;
Sofa Amalia
Psycho Holistic Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v2i1.617
Kematangan emosi adalah salah satu aspek perkembangan emosi remaja yang dilihat melalui perilaku dan dipengaruhi oleh keutuhan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kematangan emosi remaja ditinjau dari keutuhan keluarga. Fokus keutuhan keluarga dalam penelitian ini adalah remaja dari orang tua utuh dan remaja dari orang tua bercerai. Subjek penelitian berjumlah 122 yang terdiri dari 61 remaja dengan orang tua utuh dan 61 remaja dengan orang tua yang telah bercerai yang diambil dengan teknik quota sampling. Instrumen yang digunakan adalah Emotional Maturity Scale (EMS) dengan nilai reliabilitas sebesar 0.94. Hasil uji beda menunjukkan nilai p=0,049 dengan nilai mean yang didapatkan dari remaja berkeluarga utuh adalah 122,72, sedangkan remaja dengan orang tua bercerai adalah 133,36. Hasil tersebut menunjukkan bahwa remaja dari keluarga utuh lebih matang emosinya dibandingkan remaja dari orang tua bercerai. Kesimpulan yang didapatkan adalah ada perbedaan yang signifikan kematangan emosi remaja ditinjau dari keutuhan keluarga (p ≤ 0,05).
HUBUNGAN KUALITAS PERSAHABATAN DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA YANG ORANG TUANYA BERCERAI
Lutfi Soviana
Psycho Holistic Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35747/ph.v2i1.618
Kualitas persahabatan pada remaja dapat mempengaruhi keterbukaan dan kenyamanan remaja dalam menceritakan informasi pribadinya kepada sahabatnya. Kondisi ini diprediksi dapat meningkatkan resiliensi pada remaja yang menghadapi banyak masalah. Remaja yang orang tuanya bercerai adalah salah satu gambaran remaja yang menghadapi banyak masalah. Resiliensi merupakan kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi saat remaja menghadapi banyak masalah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kualitas persahabatan dengan resiliensi remaja yang orang tuanya bercerai. Subjek penelitian adalah 250 orang remaja lakilaki atau perempuan yang memiliki orang tua bercerai, usia 16 tahun sampai 21 tahun dan berdomisili di Jawa Timur. Kualitas persahabatan diukur diukur menggunakan Friendship Quality Scale (FQS) dan Resiliensi menggunakan skala resiliensi Reivich dan Shatte. Uji analisis menggunakan korelasi product moment pearson. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif antara kualitas persahabatan dengan resiliensi pada remaja yang orang tuanya bercerai (sig = 0.000 <0.05). Arah hubungannya positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.415. Artinya semakin tinggi kualitas persahabatan maka semakin tinggi resiliensi. Sebaliknya, semakin rendah kualitas persahabatan maka semakin rendah resiliensi. Kualitas persahabatan memberikan kontribusi terhadap resiliensi sebesar 17.2%(R2= 0.172).