cover
Contact Name
Chitra Charisma Islami
Contact Email
chitra@umkuningan.ac.id
Phone
+6281223506874
Journal Mail Official
pelitapaud@umkuningan.ac.id
Editorial Address
Department of Early Childhood Education - Universitas Muhammadiyah Kuningan Sekretariat Jurnal Pelita PAUD. Building A106 Street of Moertasiah Soepomo No 28b, 45511 Kuningan - West Java
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pelita PAUD
ISSN : 25486284     EISSN : 26150360     DOI : https://doi.org/10.33222/pelitapaud
Core Subject : Education,
Journal Pelita PAUD is a national scientific journal published by the Department of Early Childhood Education, Universitas Muhammadiyah Kuningan which contains the results of research that is raised from theoretical studies and results of research in the field of Early Childhood Education. Journal PAUD Pelita is published twice a year, namely in June and December. The purpose of this journal is to facilitate scientific publications which are the results of research conducted by students, teachers, academics and researchers. Journal Pelita PAUD contains various disciplines of Early Childhood Education, especially in the scope of ECE learning, policy, parenting, child development, and early chilhood problems.
Articles 545 Documents
PEMBELAJARAN PROFESIONAL GURU PAUD: TINJAUAN SISTEMATIS MODEL DIGITAL, KOLABORATIF, DAN BERBASIS PRAKTIK Nurbiana Dhieni; Sri Wulan; Yenti Juniarti
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.5784

Abstract

Artikel ini menyajikan tinjauan sistematis tentang pembelajaran profesional guru pendidikan anak usia dini yang berfokus pada model digital, kolaboratif, dan berbasis praktik. Kajian ini bertujuan memetakan bentuk pengembangan profesional guru PAUD, hasil yang dilaporkan pada level guru, kelas, dan anak, serta kondisi yang memengaruhi efektivitas implementasinya. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berbasis korpus ringkasan referensi Scopus yang memuat 589 artikel, terutama terbit pada 2020-2026. Data dianalisis secara tematik melalui empat kelompok utama, yaitu pembelajaran profesional digital, komunitas belajar kolaboratif, coaching dan mentoring berbasis praktik, serta luaran dan kondisi pendukung efektivitas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa model digital memperluas akses dan fleksibilitas, tetapi memerlukan desain instruksional, interaksi, umpan balik, dan peluang penerapan di kelas. Model kolaboratif memperkuat refleksi, identitas profesional, dan agensi guru, sedangkan coaching berbasis praktik menjadi jembatan paling langsung antara pelatihan dan perubahan praktik kelas. Kajian ini menegaskan pentingnya desain pengembangan profesional yang berkelanjutan, kontekstual, kolaboratif, dan terhubung dengan praktik nyata di kelas PAUD.
JUMPING AND LOCOMOTOR COMPETENCE IN EARLY CHILDHOOD: A SYSTEMATIC REVIEW Yenti Juniarti; Asep Supena; Sri Indah Pujiastuti
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.5785

Abstract

Masa anak usia dini merupakan periode penting untuk mengembangkan kompetensi lokomotor, termasuk melompat, berlari, meloncat, bergeser, dan galloping. Perkembangan kemampuan ini tidak hanya menunjukkan performa fisik, tetapi juga mencerminkan koordinasi motorik, kontrol postural, fungsi tungkai bawah, aktivitas fisik, dukungan sosial, dan kualitas pembelajaran. Tinjauan sistematis ini mensintesis bukti tentang kemampuan melompat dan kompetensi lokomotor anak usia dini melalui perspektif konstruktivis, sosiokultural, dan behavioristik. Sebanyak 43 referensi berbasis Scopus dianalisis melalui penyaringan sistematis, sintesis naratif, dan ekstraksi tematik. Temuan menunjukkan bahwa kompetensi melompat berkembang secara tidak linear dan dipengaruhi usia, keseimbangan, koordinasi, penggunaan umpan balik, serta stabilitas tubuh. Intervensi berbasis bermain efektif jika dirancang dengan tugas yang jelas, intensitas cukup, dan kesempatan gerak berulang. Dukungan guru, keluarga, lingkungan sekolah, serta umpan balik sistematis menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan lokomotor anak prasekolah secara optimal. Dengan demikian, pembelajaran gerak perlu menggabungkan eksplorasi, pendampingan sosial, penguatan, dan asesmen yang terarah di kelas PAUD.
Pendekatan Integratif dalam Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kesiapan Belajar Anak Usia Dini Menuju Sekolah Dasar Sean Marta Efastri; Azlin Atika Putri
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.5838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan integratif dalam layanan bimbingan dan konseling serta pengaruhnya terhadap peningkatan kesiapan belajar anak usia dini menuju sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di TK Ar-Rahman pada kelompok B yang berjumlah 29 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket kepada orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan integratif diterapkan melalui kegiatan bermain peran, bercerita, kerja kelompok kecil, pemberian penguatan positif, serta pelibatan orang tua dalam proses pendampingan anak. Implementasi pendekatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan kesiapan belajar anak yang ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan kemandirian. Keberhasilan pelaksanaan program didukung oleh kompetensi guru, lingkungan sekolah yang kondusif, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan anak. Dengan demikian, pendekatan integratif dalam bimbingan dan konseling dapat menjadi strategi yang efektif untuk mempersiapkan anak usia dini memasuki jenjang sekolah dasar.
GERAK TARI ZAPIN DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI: INOVASI MEDIA DIGITAL KONTEKSTUAL BERBASIS BUDAYA MELAYU Siti Fadillah; Elindra Yetti; Ade Dwi Utami
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.5839

Abstract

Keterampilan sosial anak usia dini perlu dikembangkan melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan anak, bukan hanya melalui pembiasaan rutin. Budaya Melayu, khususnya Tari Zapin, memiliki potensi sebagai konteks pembelajaran karena memuat nilai kebersamaan, keselarasan, disiplin, budi bahasa, dan penghargaan terhadap teman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana aplikasi digital TIMUS dengan muatan Tari Zapin Melayu memfasilitasi penguatan keterampilan sosial anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus etnopedagogis di TK Kemala Bhayangkari 1 Kota Pekanbaru. Partisipan terdiri atas 30 anak usia 5–6 tahun dan 2 orang guru. Pembelajaran dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada topik Budayaku, subtopik Kesenian Melayu, dan sub-subtopik Tari Zapin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara guru, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi digital TIMUS berperan sebagai artefak budaya digital yang menarik minat anak, memantik aktivitas meniru gerak, bergerak bersama, mengikuti irama, berdiskusi, dan merefleksikan nilai sosial. Aktivitas Tari Zapin menstimulai pengembangan interaksi sosial, komunikasi sosial, kepekaan sosial, dan adaptasi sosial anak. Guru berperan sebagai mediator yang menghubungkan teknologi, budaya Melayu, dan pengalaman sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital kontekstual Tari Zapin Melayu dapat menjadi inovasi pembelajaran PAUD yang bermakna untuk memperkuat keterampilan sosial anak.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP NILAI MORAL DAN REGULASI EMOSI ANAK USIA DINI Sulastya Ningsih
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.5776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap nilai moral dan regulasi emosi anak usia dini di TK Agropolitan Gorontalo. Kearifan lokal yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai huyula, yaitu nilai gotong royong masyarakat Gorontalo yang menekankan kerja sama, saling membantu, kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain nonequivalent control group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 40 anak TK B yang dibagi menjadi kelompok eksperimen sebanyak 20 anak dan kelompok kontrol sebanyak 20 anak. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbasis kearifan lokal, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui lembar observasi terstruktur yang mengukur nilai moral dan regulasi emosi anak. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan nilai moral dari rata-rata 47,20 menjadi 81,47, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 46,80 menjadi 54,73. Pada variabel regulasi emosi, kelompok eksperimen meningkat dari 44,40 menjadi 78,53, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 44,13 menjadi 52,13. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan diberikan. Dengan demikian, pembelajaran berbasis kearifan lokal huyula efektif dalam meningkatkan nilai moral dan regulasi emosi anak usia dini. Pembelajaran ini dapat menjadi strategi pedagogis yang kontekstual, humanis, dan relevan untuk memperkuat pendidikan karakter serta perkembangan sosial-emosional anak.. Kata kunci: Kearifan Lokal; Huyula; Nilai Moral; Regulasi Emosi; Anak Usia Dini