cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Peranan Media Sosial dalam Membentuk Preferensi Politik Pemilih Pemula: Studi TikTok pada Eri Cahyadi dan Dedi Mulyadi Ronaldo David Anggawijaya Ang; Zulaikha Zulaikha; Iwan Joko Prasetyo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan media sosial, khususnya TikTok, dalam membentuk preferensi politik sebagai pemilih pemula melalui studi pada figur Eri Cahyadi dan Dedi Mulyadi. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana paparan konten, pola komunikasi digital, kedekatan emosional, interaktivitas, dan representasi figur politik di TikTok memengaruhi kecenderungan penilaian politik generasi muda. Penyusunan penelitian ini berdasarkan data yang memuat perbandingan performa akun, karakter konten, strategi komunikasi politik kedua tokoh, serta perbedaan engagement yang signifikan di platform TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa TikTok berfungsi tidak hanya sebagai saluran distribusi informasi politik, tetapi juga sebagai medium pembentukan persepsi, afeksi, dan preferensi politik pemilih pemula. Konten Dedi Mulyadi yang dominan pada storytelling emosional, kedekatan budaya, dan narasi personal tampak lebih kuat dalam membentuk identifikasi politik audiens muda, sedangkan konten Eri Cahyadi yang cenderung informatif dan berbasis layanan publik lebih menonjol dalam membangun persepsi kompetensi dan kinerja pemerintahan. Temuan penelitian menegaskan bahwa preferensi politik pemilih pemula di media sosial lebih mudah terbentuk melalui kombinasi intensitas paparan, otentisitas figur, interaktivitas, dan narasi yang sederhana serta emosional. Dalam konteks ini, TikTok dapat dipahami sebagai arena penting dalam demokrasi digital yang memengaruhi orientasi politik generasi muda, terutama pada tahap awal pembentukan sikap politik.  
Konstruksi Profesionalisme Fotografer di Instagram: Analisis Semiotika pada Komunikasi Verbal dan Visual akun @anyacahraya Daniel Kewetare; Harliantara Harliantara; Reza Ishadi Fadillah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1593

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana akun Instagram @anyacahraya mengonstruksi profesionalisme fotografer melalui komunikasi verbal dan visual. Fokus kajian diarahkan pada bio, highlight, video yang disematkan, caption, dan komentar audiens sebagai rangkaian tanda yang membangun citra profesional dalam ruang digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis semiotika untuk membaca makna denotatif, konotatif, dan ideologis dari konten akun. Kerangka teori yang digunakan meliputi manajemen kesan Erving Goffman, semiotika Roland Barthes dan Charles Sanders Peirce, serta personal branding. Goffman digunakan untuk menjelaskan bagaimana akun Instagram bekerja sebagai panggung depan presentasi diri. Barthes dipakai untuk membaca relasi denotasi, konotasi, dan mitos, sedangkan Peirce membantu mengidentifikasi ikon, indeks, dan simbol dalam konten visual. Personal branding menjelaskan bagaimana konsistensi identitas dan narasi diri membangun reputasi profesional di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme fotografer dibangun melalui identitas bio yang spesifik, visual yang tematik, narasi konservasi, dan validasi sosial dari komentar audiens. Temuan ini menegaskan bahwa Instagram bukan sekadar etalase karya, melainkan arena konstruksi citra dan legitimasi profesi secara simbolik
Peran Tunjangan Hari Raya (THR) Sebagai Kompensasi Tidak Langsung Dalam Meningkatkan Retensi Karyawan Generasi Z: Studi Literatur Pada Industri Ritel Di Indonesia Nandini Cordova; Oki Iqbal Khair; Indri Indriyani; Riana Anggara Ditha; Putri Aulia Ningsih; Vania Ananda Putri; Almas Nur Sandi; Irdiansyah Irdiansyah; Muhammad Bagas Santoso
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1594

Abstract

Berdasarkan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, perusahaan memiliki kewajiban hukum untuk menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai komponen kompensasi tidak langsung bagi karyawannya. Di sisi lain, kelompok pekerja Generasi Z diidentifikasi memiliki karakteristik yang sangat dinamis dengan kecenderungan mobilitas karier yang tinggi, sehingga manajemen dituntut untuk menerapkan skema retensi yang adaptif. Penelitian ini diproyeksikan untuk mengidentifikasi sejauh mana fungsionalitas THR dalam menekan angka turnover serta meningkatkan bertahannya tenaga kerja Generasi Z pada industri ritel nasional. Pendekatan yang diaplikasikan adalah studi literatur melalui telaah mendalam terhadap regulasi pemerintah, buku teks akademik, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan topik kompensasi dan perilaku organisasi. Hasil kajian literatur mengindikasikan bahwa tata kelola distribusi THR yang adil, tepat waktu, dan patuh pada regulasi berkolerasi positif terhadap peningkatan loyalitas, kepuasan kerja, serta komitmen afektif karyawan. Bagi tenaga kerja muda (Generasi Z), kejelasan sistem remunerasi dan bentuk apresiasi finansial menjadi variabel krusial dalam menentukan keputusan karier mereka untuk menetap di suatu perusahaan. Dengan demikian, THR tidak sekadar menjadi instrumen pemenuhan aspek normatif hukum, melainkan bertransformasi sebagai taktik manajemen yang strategis guna membangun hubungan industrial yang kondusif.
The Influence of Influencer Credibility, Impulsive Buying, and Perceived Enjoyment on Social Commerce Impulse Buying of Food and Beverage Products Bekti Setiadi; Nawiyah Nawiyah; Agung Widarman; M. Adik Rudiyanto; Iwan Henri Kusnadi; Arnold Sultantio Hutabarat
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1595

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effect of Influencer Credibility, Impulsive Buying and Perceived Enjoyment on Social Commerce Impulse Buying of food and beverage goods. The study was conducted quantitatively through the survey of respondents who purchased food and beverage goods through social commerce platforms. Data collection was conducted using online questionnaires with the purposive sampling method. The data was analyzed using multiple linear regression. The findings indicate that Influencer Credibility, Impulsive Buying, and Perceived Enjoyment have a partial and simultaneous positive and significant impact on Social Commerce Impulse Buying. The most important variable to affect Social Commerce Impulse Buying is Impulsive Buying. The results of the study show that the motives of impulse buying on social commerce platforms are affected by the credibility of influencers, impulsive behavior tendencies and the joyful purchasing experience. This research adds to the literature on digital marketing development, social commerce, and consumer behavior. It also provides practical implications for food and beverage businesses to develop better digital marketing strategies.
Literatur Review : Kinerja Puskesmas dalam Deteksi Dini dan Promosi Kesehatan Jiwa di Era JKN Angelia Nuryatin; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1596

Abstract

Masalah kesehatan jiwa merupakan tantangan krusial di Indonesia, khususnya pada kelompok rentan seperti remaja dan mahasiswa yang kerap menghadapi tekanan akademik serta dampak negatif disrupsi digital. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memegang peranan sangat penting sebagai garda terdepan dalam melaksanakan upaya promosi, pencegahan, serta deteksi dini masalah kesehatan jiwa di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tinjauan pustaka (literature review) ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif kinerja Puskesmas dalam menjalankan program kesehatan jiwa berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan campuran (mixed methods) yang berpedoman pada alur PRISMA guna memastikan transparansi seleksi literatur. Melalui penelusuran basis data Google Scholar, lima artikel utama terbitan tahun 2022–2026 yang memenuhi kriteria inklusi kemudian dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Puskesmas telah mengupayakan intervensi strategis berupa edukasi masyarakat, pemberdayaan kader kesehatan, dan pelibatan dukungan keluarga. Pemberdayaan kader terbukti sangat efektif mengingat kedekatan mereka dengan warga, sehingga secara signifikan mampu meningkatkan keterampilan deteksi dini gejala gangguan jiwa. Dukungan keluarga juga secara statistik mampu meningkatkan tingkat kepatuhan pengobatan pasien secara konsisten. Namun, pelaksanaan program kesehatan jiwa masih menemui berbagai hambatan, seperti tingginya stigma negatif masyarakat, minimnya fasilitas pendukung, kurangnya kuantitas tenaga kesehatan, dan rendahnya rasio penemuan kasus secara dini. Kesimpulannya, Puskesmas perlu meningkatkan pelatihan khusus bagi kader, memperluas edukasi berbasis digital, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pelayanan kesehatan jiwa dapat berjalan secara optimal.  
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Formalin pada Ikan Teri Asin dan Cumi – Cumi Asin di Pasar Kota Yogyakarta Niza Aryanti; Herni Dwi Herawati; Ryan Salfarino; Effatul Afifah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1597

Abstract

Formalin yaitu bahan kimia beracun dan karsinogenik yang mengandung formaldehida. Pada tahun 2023, BPOM Yogyakarta menemukan 26 sampel makanan salah satunya seperti ikan teri dan cumi-cumi yang terkontaminasi formalin, yang digunakan secara ilegal untuk memperpanjang umur simpan dan mengurangi kerugian. Penggunaan formalin pada pangan dilarang karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi saluran pencernaan hingga meningkatkan risiko kanker apabila terpapar dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pengawasan terhadap keamanan pangan, khususnya produk perikanan olahan, perlu terus dilakukan sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Tujuan: Menganalisis kadar formalin pada ikan teri asin dan cumi-cumi asin secara kualitatif dan kuantitatif di beberapa Pasar Kota Yogyakarta. Metode: Survei deskriptif dengan metode analisis kuliatatif dan kuantitatif pada sampel ikan teri asin dan cumi asin. Populasi 30 pasar di Kota Yogyakarta dipilih 15 pasar dengan teknik purposive sampling. Kemudian sampel ikan teri dan cumi asin diambil dari 1 pedagang di setiap pasar secara simple random sampling. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan formalin test kit, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui kadar formalin pada sampel yang terdeteksi positif. Hasil: Terdapat (37,3%) sampel yang positif mengandung formalin dari 75 sampel ikan teri asin dan cumi asin. Rerata kadar formalin ikan teri nasi 84,45 ppm, ikan teri tawar 81,92 ppm, ikan teri jengki 76,4 ppm dan rerata kadar formalin pada cumi asin jantan 89,96 ppm dan cumi asin telur 0 ppm. Kesimpulan: terdapat sampel positif mengandung formalin pada ikan teri asin nasi, ikan teri tawar, ikan teri jengki dan cumi asin jantan, tetapi pada cumi asin telur negatif tidak mengandung formalin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi masyarakat, pedagang, serta instansi terkait dalam meningkatkan pengawasan keamanan pangan dan mencegah penggunaan formalin pada produk perikanan olahan.
Problematika Validitas Penilaian Sikap Spiritual Dalam Pendidikan Agama Islam: Sebuah Kajian Epistemologis Tia Meisaroh; Trinindita Nayla Nabilla; Farah Dilah Zahra; Puput Rifani; Seviani Najiyah; Ridho Riyadi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1598

Abstract

Penilaian sikap spiritual dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi persoalan validitas karena objek yang dinilai bersifat abstrak dan tidak dapat diamati secara langsung. Guru pada dasarnya hanya menilai manifestasi perilaku siswa, bukan kondisi spiritual yang sesungguhnya, sehingga hasil penilaian rawan bias dan subjektivitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji problematika validitas penilaian sikap spiritual dalam PAI dari sudut pandang epistemologis serta merumuskan upaya penguatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis sumber-sumber ilmiah yang relevan seperti jurnal dan buku, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan tiga persoalan utama, yaitu sulitnya sikap spiritual diukur secara objektif karena sifatnya yang internal, tingginya subjektivitas guru dalam proses penilaian, serta keterbatasan kualitas instrumen yang digunakan di sekolah. Dari perspektif epistemologis, praktik penilaian yang hanya mengandalkan observasi tunggal menghasilkan pengetahuan yang belum sepenuhnya valid tentang perkembangan spiritual siswa. Penguatan validitas dapat dilakukan melalui penerapan asesmen autentik dan multi-teknik, penyusunan indikator yang operasional, peningkatan kompetensi evaluasi guru, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Simpulan penelitian menegaskan bahwa validitas penilaian sikap spiritual bukan sekadar persoalan teknis pengukuran, melainkan juga persoalan epistemologis tentang bagaimana pengetahuan mengenai keadaan batin siswa dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Implementasi Program Bantuan Keuangan Khusus Insentif Siak Hijau di Kampung Suak Lanjut Kabupaten Siak Vini Siti Zatra; Dadang Mashur
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1601

Abstract

Penerapan transfer ekologi ekologi sering kali mengalami ketimpangan antara keberhasilan infrastruktur fisik dengan hilangnya pemberdayaan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan menerjemahkan implementasi program Bantuan Keuangan Khusus Insentif Siak Hijau (BKK-ISH) di Kampung Suak Lanjut, Kabupaten Siak, menggunakan metode studi kualitatif kasus dengan pisau analisis teori Merilee S. Grindle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini sukses besar pada sektor pembangunan fisik lingkungan dan sanitasi karena terpenuhinya administrasi yang baik. Namun program pemberdayaan ekonomi seperti kerajinan lidi sawit dan hidroponik gagal berkelanjutan akibat minimnya pendampingan, keterbatasan waktu peserta, dan lemahnya akses pasar. Disimpulkan bahwa kemajuan fisik lingkungan bergerak jauh lebih cepat daripada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Disarankan agar pemerintah kampung memperkuat perencanaan berbasis kebutuhan riil, memfokuskan terhadap komitmen peserta, serta menyediakan pendampingan teknis yang konsisten.
External Conflict and Manipulation Strategy of Ardyn Izunia in Kingsglaive: Final Fantasy XV Khusnul Rohima
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1602

Abstract

Conflict is a fundamental element in literary works and films because it drives the plot, shapes character development, and reveals the motivations behind the actions of each character. This study aims to analyze the external conflicts and manipulation strategies employed by Ardyn Izunia in the film Kingsglaive: Final Fantasy XV (2016). It specifically examines how Ardyn creates, controls, and escalates conflicts through his interactions, decisions, and political influence throughout the narrative. This study employs a qualitative descriptive method with a library research design. The data were collected from the film's dialogues, scenes, character actions, and narrative events related to Ardyn Izunia. The analysis applies the concepts of external conflict and characterization theory to identify the forms of conflict experienced by the characters and to explain how Ardyn's personality and behavior contribute to the development of those conflicts. The findings reveal that Ardyn serves as the primary source of political and military conflict between the Kingdom of Lucis and the Niflheim Empire. He employs manipulation, diplomacy, deception, and psychological influence as his principal strategies to achieve his objectives and maintain control over the course of events. Through careful planning, strategic intelligence, and the exploitation of his opponents' weaknesses, Ardyn successfully intensifies the conflict. This study concludes that Ardyn is the central driving force behind the escalation of external conflict, representing a form of power exercised through strategic intelligence, political manipulation, and psychological influence rather than physical strength alone.
Efektivitas Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) Berbasis Bridging System BPJS dalam Memangkas Waktu Tunggu dan Antrean di Area Registrasi Rumah Sakit: Literatur Review Ina Narulia Rachmah; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1603

Abstract

Pelayanan pendaftaran yang cepat adalah salah satu tanda kualitas rumah sakit. Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) yang menggunakan sistem BPJS sebagai penghubung dikembangkan agar proses pendaftaran lebih cepat, mengurangi waktu yang dihabiskan pasien menunggu, dan meminimalkan antrean. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif penerapan APM yang menggunakan system bridging BPJS dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur untuk artikel ini dilakukan melalui Google Scholar diterbitkan antara tahun 2022 hingga 2026, dan dipilih menggunakan metode PRISMA. 5 artikel memenuhi kriteria yang ditentukan dan dianalisis secara naratif. Studi menunjukkan bahwa APM dapat mempercepat proses pendaftaran dan mengurangi biaya, waktu menunggu dan antrean, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta meningkatkan kepuasan pasien. APM berbasis bridging sistem BPJS membantu meningkatkan kualitas pelayanan registrasi rumah sakit, tetapi memerlukan optimalisasi infrastruktur dan instruksi pengguna. Namun, stabilitas sistem, integrasi BPJS, kemampuan SDM, ketersediaan SOP, dan kemampuan pasien untuk menggunakan APM semuanya memengaruhi efektivitas implementasi.