cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Pengaruh Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Menabung Nanda Rizqya; Vina Merliana; Santi Damayanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2035

Abstract

Studi ini dilakukan untuk menyelidiki seperti apa Perilaku Menabung dikalangan mahasiswa diperguruan tinggi di kota Bandung yang dipengaruhi oleh literasi keuangan, Inklusi Keuangan dan Kontrol Diri. Studi kuantitatif ini menggunakan metodologi deskriptif dan verifikatif. Kuesioner diberikan kepada 100 responden mahasiswa perguruan tinggi di kota Bandung yang dipilih melalui metode seleksi purposif untuk mengumpulkan data. Prosedur analisis data SPSS menggunakan uji-t, uji-F, uji koefisien determinasi, analisis regresi linier berganda, uji variabel instrumen, dan uji asumsi tradisional. Temuan studi ini menunjukkan bahwa hanya literasi keuangan dan inklusi keuangan yang dapat memengaruhi perilaku menabung sedangkan kontrol diri tidak. Temuan secara keseluruhan Perilaku Menabung dipengaruhi oleh hasil keseluruhan dari literasi keuangan, inklusi keuangan dan kontrol diri. Menurut hasil ini, perilaku menabung di kalangan mahasiswa perguruan tinggi dikota Bandung lebih dipengaruhi secara signifikan oleh ketiga variabel independen  daripada oleh faktor jangka pendek. Nilai determinasi sebesar 97,6% menandakan bahwa tingkat variabel independen yang memengaruhi variabel perilaku manabung dengan sangat kuat sedangkan sisanya sebesar 2,4% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini.
Pengaruh Koneksi Politik, Struktur Kepemilikan dan Kebijakan Dividen terhadap Tax Avoidance Perusahaan BUMN di Indonesia Elsa Seri Widyawati; Bambang Ahmad Indarto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh koneksi politik, struktur kepemilikan, dan kebijakan dividen terhadap tax avoidance pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2025 dengan total 50 observasi data panel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel yang diolah menggunakan perangkat lunak EViews 10, dengan model estimasi yang digunakan adalah Common Effect Model (CEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa koneksi politik, struktur kepemilikan pemerintah, dan kebijakan dividen berpengaruh negatif signifikan terhadap tax avoidance. Sementara itu, struktur kepemilikan institusional berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap tax avoidance. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada perusahaan BUMN, keberadaan koneksi politik, dominasi kepemilikan pemerintah, serta kebijakan pembagian dividen yang tinggi dapat meningkatkan pengawasan dan mendorong kepatuhan terhadap peraturan perpajakan. Dengan demikian, praktik tax avoidance cenderung menurun seiring dengan meningkatnya faktor-faktor tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memahami determinan perilaku perpajakan perusahaan BUMN di Indonesia.
Hubungan Kelengkapan Data Rekam Medis Elektronik Dengan Keberhasilan Klaim BPJS Pasien Rawat Inap Di Rsia Sitti Khadijah Gorontalo Nur Fian Mohamad; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2037

Abstract

Kelengkapan data rekam medis merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan keberhasilan proses klaim BPJS Kesehatan di rumah sakit. Ketidaklengkapan pengisian rekam medis elektronik (RME) dapat menghambat proses verifikasi klaim sehingga berisiko menyebabkan klaim tertunda atau ditolak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan data rekam medis elektronik dengan keberhasilan klaim BPJS pasien rawat inap di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh berkas rekam medis pasien rawat inap peserta BPJS pada triwulan pertama tahun 2026 sebanyak 1.580 berkas, dengan jumlah sampel 320 berkas yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist terhadap kelengkapan data RME, sedangkan status klaim BPJS diperoleh dari data sekunder rumah sakit. Analisis data menggunakan uji Chi-square yang kemudian dilanjutkan dengan Fisher's Exact Test karena salah satu asumsi Chi-square tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 320 berkas yang diteliti, 278 berkas (86,9%) memiliki data RME lengkap dan 42 berkas (13,1%) tidak lengkap, sementara 282 klaim (88,1%) berstatus disetujui dan 38 klaim (11,9%) berstatus pending. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan data RME dengan keberhasilan klaim BPJS (p=0,000; p<0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin lengkap data rekam medis elektronik, semakin besar peluang keberhasilan klaim BPJS. Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan dalam mengisi rekam medis secara lengkap agar proses klaim BPJS dapat berjalan efektif dan efisien.
Pertanggungjawaban Direksi Rumah Sakit atas Kebocoran Rekam Medis Elektronik dalam Hukum Korporasi Ario Bimo Hanggono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2039

Abstract

Transformasi digital pelayanan kesehatan mendorong penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME), tetapi sekaligus meningkatkan risiko kebocoran data pasien dan menimbulkan persoalan mengenai pertanggungjawaban direksi rumah sakit. Penelitian ini menganalisis konstruksi tanggung jawab direksi terhadap kebocoran RME berdasarkan hukum korporasi Indonesia serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan dalam pelindungan data kesehatan. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer dan sekunder dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran gramatikal, sistematis, dan teleologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban direksi tidak berhenti pada pengelolaan operasional rumah sakit, tetapi mencakup pembangunan kebijakan keamanan informasi, pengendalian internal, audit, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi pelindungan data. Penilaian tanggung jawab direksi bertumpu pada fiduciary duty, duty of care, Business Judgment Rule, dan Good Corporate Governance. Kebocoran data dapat melahirkan tanggung jawab pribadi apabila terjadi kelalaian dalam pengurusan perseroan, sedangkan keputusan yang diambil dengan itikad baik, informasi memadai, dan kehati-hatian dapat memperoleh perlindungan Business Judgment Rule. Harmonisasi hukum korporasi, kesehatan, dan pelindungan data diperlukan untuk memperkuat kepastian hukum dan akuntabilitas rumah sakit.  
Analisis Beban Kerja Dan Kebutuhan Petugas Rekam Medis Berdasarkan Metode Wisn Di Rsia Sitti Khadijah Gorontalo Reskilan Mulane; Riska Ahmad; Gladis A. Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2040

Abstract

Rekam medis merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, sehingga ketersediaan tenaga rekam medis perlu disesuaikan dengan beban kerja aktual yang ada. Peningkatan jumlah kunjungan pasien tanpa disertai penambahan tenaga berpotensi menimbulkan beban kerja berlebih pada petugas rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja dan kebutuhan tenaga rekam medis di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh petugas unit rekam medis yang berjumlah 6 orang, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan pengukuran waktu kerja menggunakan stopwatch dan jam digital, lalu dianalisis mengikuti tahapan metode WISN, meliputi perhitungan waktu kerja tersedia, standar beban kerja, standar kelonggaran, dan kebutuhan tenaga. Hasil penelitian menunjukkan waktu kerja tersedia petugas rekam medis sebesar 128.640 menit per tahun, standar beban kerja tertinggi pada kegiatan assembling dan terendah pada kegiatan pelaporan, serta standar kelonggaran sebesar 0,17. Total kebutuhan tenaga rekam medis berdasarkan perhitungan WISN berkisar 7 hingga 8 orang, sedangkan tenaga yang tersedia saat ini hanya 6 orang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah tenaga rekam medis di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo belum sesuai dengan beban kerja aktual dan masih mengalami kekurangan. Oleh karena itu, pihak rumah sakit diharapkan dapat mempertimbangkan penambahan atau redistribusi tenaga, khususnya pada kegiatan koding dan pelaporan, agar beban kerja petugas menjadi lebih merata.
Perancangan Motion graphic sebagai Media Edukasi Tentang Dampak Ketergantungan Game Mobile Legend Andhika Febryan; Chintiya Laras
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2041

Abstract

Peredaran kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan tidak memiliki izin edar BPOM masih menjadi masalah yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti dermatitis dan ochronosis, terutama pada kalangan remaja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa MA Sunan Prawoto mengenai bahaya penggunaan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Kegiatan dilaksanakan melalui metode presentasi dan diskusi interaktif menggunakan media PowerPoint dan leaflet. Materi yang diberikan meliputi pengertian kosmetik, jenis bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, Rhodamin B, dan kortikosteroid, efek samping penggunaannya, serta cara memilih kosmetik yang aman dan terdaftar di BPOM. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 65,45% menjadi 90,91%, sedangkan kategori cukup menurun dari 30,91% menjadi 9,09% dan kategori kurang menjadi 0%. Kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan kosmetik sehingga diharapkan mampu membentuk perilaku yang lebih selektif, kritis, dan bijak dalam memilih serta menggunakan produk kosmetik yang aman.
Hubungan antara Need for Affiliation dan Personality Traits dengan Kecenderungan Nomophobia pada Gen Z Chika Athadelia Zakirin Basuki; Amherstia Pasca Rina; Ricky Alejandro Martin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2042

Abstract

Penggunaan ponsel pintar telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Generasi Z. Kemudahan dalam berkomunikasi, memperoleh informasi, serta mengakses berbagai layanan digital menyebabkan ponsel pintar digunakan hampir di seluruh aktivitas harian. Namun, penggunaan ponsel pintar yang semakin intens juga dapat memunculkan parasaan cemas dan tidak nyaman berlebihan ketika individu tidak dapat mengakses ponsel pintarnya. Kondisi ini merupakan suatu fenomena fobia situasional baru yang dikenal dengan istilah nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara need for affiliation dan personality traits dengan kecenderungan nomophobia pada Generasi Z di Surabaya. Populasi penelitian terdiri atas Generasi Z berusia 17 – 25 tahun yang aktif menggunakan ponsel pintar dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 270 partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tabel Krejcie and Morgan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Instrumen yang digunakan meliputi skala Interpersonal Orientation Scale untuk mengukur need for affiliation, skala personality traits, serta Nomophobia Questionnaire untuk mengukur kecenderungan nomophobia. Hasil analisis menunjukkan bahwa need for affiliation serta dimensi openness to experience, extraversion, dan agreeableness memiliki hubungan yang signifikan dengan kecenderungan nomophobia. Sedangkan dimensi conscientiousness dan neuroticism tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa need for affiliation dan beberapa dimensi personality traits berhubungan dengan kecenderungan nomophobia pada Generasi Z di Surabaya.
Hubungan Gaya Hidup Sedentari Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango Windayati Daudo; Nurdin Dali; Rahmawati A. Sau; Gita Syarifah Ali; Nurain Rahim Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2043

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi tantangan kesehatan global dengan prevalensi terus meningkat sebanyak 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 khususnya pada lansia. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah gaya hidup sedentari, yaitu rendahnya aktivitas fisik yang banyak dijumpai pada lansia di lingkungan pedesaan. Penelitian terdahulu berfokus pada hipertensi derajat ringan dan dilakukan di wilayah perkotaan sehingga belum menggambarkan risiko jangka panjang pada lansia pedesaan. Kesenjangan inilah yang mendasari penelitian ini, yang bertujuan menganalisis hubungan gaya hidup sedentari dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Tinelo Ayula. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 35 responden. Gaya hidup sedentari diukur menggunakan kuesioner GPAQ kemudian kejadian hipertensi diukur menggunakan tensimeter digital. Hasil menunjukkan mayoritas responden kategori sedentari sedang (65,7%), sedentari rendah (25,7%), sedentari tinggi (8,6%), hasil kejadian hipertensi menunjukkan tekanan darah normal (25,7%), pra-hipertensi (34,3%), hipertensi (20,0%), hipertensi derajat 1 dan derajat 2 (20,0%), dengan p-value 0,000 dan koefisien korelasi (rs) 0,841. Disimpulkan terdapat hubungan signifikan yang sangat kuat antara gaya hidup sedentari dengan kejadian hipertensi pada lansia.
Pengaruh Analisis Jabatan Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Di PT. Sheba Indah Subang Agung Septian; Rifa Wafiyah; Sani Aulia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2044

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh analisis jabatan dan disiplin kerja terhadap produktivitas karyawan di PT. Sheba Indah Subang. Latar belakang penelitian didasarkan pada penurunan produktivitas, tingginya ketidakhadiran, keterlambatan, serta kesalahan produksi yang diduga berkaitan dengan belum optimalnya analisis jabatan dan disiplin kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Data dikumpulkan secara cross-sectional melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Populasi berjumlah 120 karyawan Quality Control, dengan sampel penelitian sebanyak 55 responden. Analisis data menggunakan SPSS melalui uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis jabatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan dengan koefisien regresi 0,385 dan nilai t hitung 4,053. Disiplin kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas dengan koefisien regresi 0,420 dan nilai t hitung 4,118. Secara simultan, analisis jabatan dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan dengan nilai F hitung 41,850 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,617 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 61,7% variasi produktivitas karyawan, sedangkan 38,3% dipengaruhi faktor lain di luar model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kejelasan analisis jabatan serta penguatan disiplin kerja menjadi strategi penting untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan mendukung efektivitas pengelolaan sumber daya manusia di PT. Sheba Indah Subang. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam menyempurnakan deskripsi pekerjaan, memperkuat kepatuhan terhadap peraturan, meningkatkan koordinasi kerja, serta merancang kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, kualitas hasil kerja, dan daya saing perusahaan secara berkelanjutan di masa depan.
Pengaruh Kualitas Layanan Dan Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Kasus Pada Gerai Indomaret Di Kota Surabaya) Firly Safira Arrinda; Jimmy Ignatius; Ageng Pratiwi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan dan promosi terhadap kepuasan konsumen pada gerai Indomaret di Kota Surabaya. Persaingan bisnis ritel modern yang semakin ketat mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta menyusun strategi promosi yang efektif agar mampu mempertahankan kepuasan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang pernah berbelanja di gerai Indomaret Kota Surabaya dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelayanan yang baik, seperti keramahan karyawan, kebersihan toko, kenyamanan, serta kecepatan pelayanan mampu meningkatkan kepuasan konsumen saat berbelanja. Promosi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen karena program promosi yang menarik dan informasi promosi yang jelas dapat meningkatkan minat serta kepuasan konsumen. Selain itu, kualitas layanan dan promosi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen pada gerai Indomaret di Kota Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan dan promosi memiliki peranan penting dalam meningkatkan kepuasan konsumen sehingga perusahaan perlu terus menjaga kualitas layanan dan mempertahankan strategi promosi yang efektif agar konsumen tetap merasa puas dalam berbelanja.