cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli
Contact Email
sudutwarna@gmail.com
Phone
+6281235871313
Journal Mail Official
sudutwarna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
ISSN : 25812106     EISSN : 26855097     DOI : http://dx.doi.org/10.58791/tadrs
Core Subject : Religion, Education,
This journal publishes the results of research related to focuses on Education such as competency analysis, learning strategies, learning theory, learning development, educator professionalism, and research results.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 127 Documents
PERAN KOMUNIKASI EFEKTIF ANTARA GURU DAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Naura Huwaida; Nimas Ayu; Lailatus Syahria; Restu Cindy; Hery Setiyatna
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, efektivitas, hambatan, dan strategi peningkatan komunikasi antara guru dan orang tua dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelusuran literatur ilmiah 10 tahun terakhir yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi guru dan orang tua berlangsung melalui komunikasi langsung (rapat wali murid, parenting, home visit) dan tidak langsung (buku penghubung, rapor, WhatsApp). Komunikasi tersebut cukup efektif secara umum dalam mendukung penyampaian informasi perkembangan anak serta meningkatkan keterlibatan orang tua, meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan waktu, perbedaan persepsi, serta kendala komunikasi digital. Oleh karena itu, penguatan komunikasi guru dan orang tua diperlukan melalui penerapan strategi yang tepat, sistematis, dan berkelanjutan untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.
Dinamika Adab Digital dalam Diskursus Pedagogi Islam: Analisis Literatur Kritis terhadap Kesiapan Guru MI di Era Artificial Intelligence Lutfiatuz Zahro; Kanzenna Kurnia Ashshiddieqy; M. Miftah Arief
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.748

Abstract

Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan dasar Islam menghadapi tantangan ganda: dominasi tren teknosentris yang mereduksi peran guru menjadi operator alat, serta ancaman erosi otoritas moral akibat kemudahan akses informasi tanpa sanad. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis literatur kritis terhadap kesiapan diskursus pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dalam merespons disrupsi tersebut, sekaligus menawarkan kerangka konseptual baru berbasis nilai. Menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi terhadap literatur global dan nasional periode 2020–2026, penelitian ini membedah stagnasi epistemologis dalam riset terdahulu. Temuan penelitian menunjukkan tiga hal fundamental: (1) 97% literatur pendidikan guru masih terjebak pada paradigma instrumental (adaptasi alat) dan mengabaikan dampak ontologis; (2) Terjadi fenomena "bypass epistemologis" di mana AI mengambil alih peran transfer pengetahuan, menciptakan kekosongan nilai (value vacuum) dalam relasi guru-siswa; dan (3) Solusi atas krisis ini adalah reorientasi kompetensi guru dari sekadar fasilitator teknis menjadi "Kurator Nilai" melalui penguasaan "Tabayyun Algoritmik". Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum PGMI mendesak untuk direkonstruksi, bukan dengan menambah beban teknis, melainkan melalui infusi literasi kritis-etis (Adab Digital) guna mempertahankan marwah guru sebagai Murobbi di era algoritma.
Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Sikap Keagamaan Siswa Madrasah al azir; Ruslan, Uswatun Hasanah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.751

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga terhadap sikap keagamaan siswa. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang berperan dalam membentuk nilai, sikap, serta perilaku anak, termasuk dalam aspek keagamaan. Melalui interaksi sehari-hari, orang tua memberikan teladan, pembiasaan ibadah, serta bimbingan moral yang dapat memengaruhi perkembangan sikap religius siswa. Lingkungan keluarga yang harmonis dan religius cenderung mampu menumbuhkan kesadaran beragama pada diri anak sejak dini.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan kondisi nyata mengenai hubungan antara lingkungan keluarga dan sikap keagamaan siswa. Data diperoleh melalui  kajian literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang tumbuh dalam keluarga yang menerapkan nilai-nilai agama secara konsisten cenderung memiliki sikap keagamaan yang lebih baik, seperti rajin beribadah, memiliki sikap hormat kepada orang tua dan guru, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama.Sebaliknya, kurangnya perhatian dan pembinaan keagamaan dalam keluarga dapat berdampak pada rendahnya kesadaran dan praktik keagamaan siswa. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai agama melalui keteladanan, pembiasaan, dan pengawasan. Dengan lingkungan keluarga yang positif, siswa diharapkan mampu mengembangkan sikap keagamaan yang baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
REKONSTRUKSI PERAN PENDIDIK BERBASIS TRILOGI KI HAJAR DEWANTARA DI ERA DIGITAL Syauqi; Tasrid Syafa Muhammad; Mohammad Faizin
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.753

Abstract

The digital era has brought fundamental changes to the field of education, requiring Indonesian educators to rapidly adapt to technological advancements while simultaneously preserving humanistic values in the learning process. However, empirical realities indicate that teachers’ digital literacy remains relatively low, students’ character values are experiencing degradation, and disparities in technological adaptation persist. This study aims to analyze the challenges faced by Indonesian educators in the digital era and to examine the relevance of Ki Hajar Dewantara’s leadership trilogy as a conceptual framework for addressing these challenges. The research employs a qualitative method with a library research approach and content analysis of scholarly literature, policy documents, and primary works of K.H.D. The findings reveal three major challenges in the digital era: insufficient techno-pedagogical competence, moral erosion, and infrastructural inequality. The ideas of K.H.D. remain relevant in integrating humanistic values with technological advancement. These findings underscore the need to reconstruct the role of educators as morally grounded and digitally competent agents. The implications of this study propose an integrative conceptual model that combines digital competencies with the educational values of K.H.D. as a strategy to strengthen character development and improve the quality of learning in the digital era.
PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SEKOLAH alazir; Masita, Muhammad Fiqri, Maisyarah Dini, Nabila
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.754

Abstract

Mutu pendidikan di sekolah masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti kualitas pembelajaran yang belum optimal, pengelolaan sekolah yang kurang efektif, serta rendahnya keterlibatan warga sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu, penerapan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) diperlukan sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kemampuan guru serta tenaga kependidikan dalam menerapkan prinsip-prinsip MMT di sekolah. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan memanfaatkan data sekunder berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran pada berbagai sumber ilmiah dengan mempertimbangkan relevansi dan kredibilitas data. Hasil kajian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai MMT, meningkatnya partisipasi warga sekolah, serta perbaikan dalam pengelolaan sekolah dan proses pembelajaran sehingga mutu pendidikan dapat meningkat secara lebih efektif.
DIAGNOSTIKA KRISIS ADAB DIGITAL MELALUI REKONSTRUKSI KURIKULUM MADRASAH BERBASIS MAQASID AL-SHARI'AH Nanang Kosim Kalam; Mochammad Yoyok Adianto, Muhammad Riyadi, Rifqi Khairul Anam
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan diagnostika kritis terhadap krisis adab digital pada peserta didik dan merumuskan rekonstruksi kurikulum madrasah dengan menggunakan Maqasid al-Shari'ah sebagai fondasi filosofis-metodologis. Fenomena kontemporer menunjukkan bahwa disrupsi digital tidak hanya menghadirkan kemudahan akses informasi, tetapi juga membawa penyakit sosial siber seperti cyberbullying, kecanduan gawai, hoaks, dan erosi kontrol diri yang sistematis. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif , penelitian ini membedah realitas moralitas digital sebagai gejala (symptom) dari rapuhnya jangkar spiritual dalam kurikulum modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum madrasah tidak boleh berhenti pada penambahan materi fikih digital secara artifisial, melainkan harus merevitalisasi empat pilar Maqasid al-Shari'ah: hifz al-din (pembiasaan adab virtual), hifz al-‘aql (kedaulatan berpikir kritis-reflektif), hifz al-nafs (perlindungan kesehatan mental dari toksisitas siber), dan hifz al-nasl (penjagaan keberlanjutan moral generasi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Maqasid al-Shari'ah mampu bertindak sebagai pisau bedah sekaligus kompas transformatif untuk melahirkan kurikulum yang adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa mengorbankan kedalaman moral dan spiritual peserta didik.
TRANSFORMASI METODE PEMBELAJARAN PAI: DARI HAFALAN TEKSTUAL MENUJU  INTERNALISASI NILAI BERBASIS METODE KOMBINASI Bashiratud Diyana Basy; Faiqotun Nisa, Hilmi Mizani, Syaiful Bahri Djamarah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.776

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah saat ini sering kali terjebak dalam pendekatan konvensional yang bersifat satu arah dan berorientasi pada hafalan tekstual tingkat rendah. Hal ini berdampak negatif pada munculnya fenomena "kepribadian terbelah," di mana peserta didik unggul secara kognitif namun rapuh dalam aspek batin serta moral spiritualnya. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode pembelajaran PAI dalam perspektif Al-Qur'an dan Hadits, menganalisis adopsi metode modern perspektif Barat di Indonesia, serta merumuskan strategi integrasi metode kombinasi guna menginternalisasikan nilai-nilai keislaman secara efektif pada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer dikumpulkan dari buku, regulasi, dan artikel jurnal ilmiah bereputasi, yang kemudian dianalisis secara sistematis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam metode dalam Al-Qur'an dan Hadits mengutamakan keselarasan antara akal dan hati demi mencapai penyucian jiwa. Sebaliknya, metode modern Barat seperti Problem-Based Learning (PBL), Role-Playing, dan Inquiry Learning sangat tajam melatih logika berpikir kritis (HOTS) abad ke-21, namun kurang menyentuh dimensi emosional batiniah. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan rekonstruksi berupa metode pembelajaran kombinasi. Implementasi metode ini dilakukan dengan menyelaraskan ketajaman nalar metode Barat dengan ruh spiritualitas Islam, seperti kombinasi langkah PBL dengan Tadabbur, Role-Playing dengan Uswah Hasanah, serta penguatan lima prinsip deep learning berbasis nilai keagamaan. Model kombinasi ini terbukti mampu menggeser paradigma pembelajaran dari sekadar transfer informasi menuju transformasi perilaku nyata yang selaras dengan cita-cita Profil Pelajar Pancasila.   Islamic Religious Education (PAI) learning in schools is currently often trapped in a conventional one-way approach that is oriented toward low-level textual memorization. This has a negative impact on the emergence of the "split personality" phenomenon, where students excel cognitively but are fragile in their inner and moral-spiritual aspects. This article aims to explore PAI learning methods from the perspective of the Qur'an and Hadith, analyze the adoption of modern Western perspective methods in Indonesia, and formulate integration strategies of combination methods to effectively internalize Islamic values ​​in students. This study is library research using a qualitative approach. Primary data sources were collected from books, regulations, and reputable scientific journal articles, which were then systematically analyzed using descriptive-analytical content analysis techniques. The results of the study show that the various methods in the Qur'an and Hadith prioritize harmony between reason and heart to achieve purification of the soul. Conversely, modern Western methods such as Problem-Based Learning (PBL), Role-Playing, and Inquiry Learning are sharp in training 21st-century critical thinking logic (HOTS), but lack contact with the inner emotional dimension. Therefore, this study recommends reconstruction in the form of a combined learning method. The implementation of this method is carried out by aligning the sharp reasoning of Western methods with the spirit of Islamic spirituality, such as the combine of PBL steps with Tadabbur, Role-Playing with Uswah Hasanah, and strengthening the five principles of deep learning based on religious values ​​. This combined model is proven to be able to shift the learning paradigm from mere information transfer towards transformation of real behavior aligned with the ideals of the Pancasila Student Profile.

Page 13 of 13 | Total Record : 127