cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli
Contact Email
sudutwarna@gmail.com
Phone
+6281235871313
Journal Mail Official
sudutwarna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
ISSN : 25812106     EISSN : 26855097     DOI : http://dx.doi.org/10.58791/tadrs
Core Subject : Religion, Education,
This journal publishes the results of research related to focuses on Education such as competency analysis, learning strategies, learning theory, learning development, educator professionalism, and research results.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 106 Documents
IMPLEMENTASI KEGIATAN JUM’AT TAQWA DALAM PENCEGAHAN PAHAM RADIKALISME (Studi di Kelas VII, SMP Islam Al-Husna, Tangerang, Banten) Ayang Aji Putra; Enung Nugraha; Abdul Mu’in; Wasehudin; Rifyal Ahmad Lugowi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.276

Abstract

Lembaga pendidikan sangat berperan penting di Indonesia, biasanya Pendidikan dapat diperoleh lewat jalur sekolah. Melalui sekolah para peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari berbagai mata pelajaran baik umum maupun agama di bawah bimbingan guru masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan Jum’at Taqwa sebagai upaya dari pada pencegahan paham radikalisme pada siswa kelas VII SMP Islam Al-Husna yang berlokasi di Kampung. Pasir Nangka, Kecamatan. Tigaraksa, Kabupaten. Tangerang, Provinsi. Banten. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif, yang dimana metode ilmiah ini menitikberatkan pada pengamatan terhadap kehidupan sosial di lingkungan tertentu, menggunakan interaksi langsung dengan individu terkait, dan memahami istilah-istilah sesuai budaya serta konteks sosial mereka. Pelaksanaan kegiatan Jum’at Taqwa di SMP Islam Al-Husna dirancang sebagai aktivitas rutin setiap hari Jum’at yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama yang benar, mempromosikan toleransi antar umat beragama, serta menumbuhkan kesadaran akan bahaya radikalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membangun wawasan keagamaan siswa yang lebih baik. Selain itu, upaya ini dinilai efektif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung kerukunan dan mencegah paham-paham ekstrem di kalangan pelajar. Faktor pendukung dari keberhasilan kegiatan ini meliputi dukungan yang diberikan oleh pihak sekolah, para guru, orang tua siswa, serta komunitas masyarakat setempat, yang semuanya berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Konsep Dasar dan Dinamika Sejarah Pendidikan Islam di Nusantara Regina Yustisia; Nining Syamsi Komariah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.344

Abstract

Abstrak   Pendidikan Islam memiliki peran sentral dalam membentuk identitas keislaman masyarakat Nusantara sejak masa awal masuknya Islam. Pendidikan Islam di Nusantara memiliki akar sejarah yang panjang dan mendalam, dimulai dari tradisi pengajian di masjid sebagai bentuk awal penyebaran ilmu-ilmu keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dasar dan dinamika Sejarah pendidikan Islam di nusantara. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis secara mendalam suatu topik berdasarkan sumber data tertulis. Hasil dari penelitian ini yang pertama yaitu konsep dasar pendidikan Islam di Nusantara yaitu pendidikan Islam di nusantara merupakan proses panjang transformasi nilai-nilai keislaman yang tidak sekadar berlangsung sebagai aktivitas pengajaran formal, melainkan juga sebagai bentuk pembudayaan nilai dalam kehidupan masyarakat.  Yang kedua yaitu dinamika sejarah pendidikan Islam di Nusantara terbagi menjadi lima yaitu periode awal masuknya Islam (abad ke-7-13 M), periode kerajaan Islam (abad ke-13-18 M), periode Kolonial Belanda (abad ke-19-pertengahan abad ke-20), masa kemerdekaan hingga Orde Baru (1945-1998), dan era reformasi hingga sekarang. Yang ketiga yaitu tantangan dan transformasi pendidikan Islam di era kolonial hingga modern yaitu pendidikan Islam di Indonesia telah mengalami berbagai tantangan, mulai dari tekanan kolonial hingga kompetisi global saat ini. Namun, pendidikan Islam mampu bertransformasi dengan menciptakan model yang adaptif: menggabungkan tradisi, pembaruan, dan teknologi modern.
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM MASA PERTENGAHAN DI KERAJAAN USMANI, SYAFAWI, DAN MUGHAL Muhamad Nurfahbiansyah; Nining Syamsi Komariah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.356

Abstract

The history of Islamic education is information on the development and growth of Islamic education, both in terms of concepts, ideas, institutions and operations since the time of the Prophet Muhammad. The writing of this article uses the library research method, examining reading books and then concluding the results. The history of Islamic civilization in the Middle Ages itself includes three periods of great empires, namely the Ottoman Empire in Turkey, the Safavid Empire in Persia, and the Mughal Empire in India, ruling in power. The presence of these three kingdoms reflects a shift in dominance from the dominant Arab power in classical times. Although this period is generally often considered a period of decline, the historical reality of education under the three kingdoms shows significant development and progress. Under the Ottoman Empire, madrassas were encouraged to study a wide range of sciences. During the reign of the Ottoman Empire, many educational institutions were established, one of which was the first madrassa established in Izmir in 1331 AD. Educational conditions in the Safawi Kingdom were characterized by a very strong academic atmosphere. One of the aspects is tolerance and freedom of opinion. Despite the strict indoctrination during the reign of Shah Abbas II, there was also a moment when liberal freedom of thought flourished. Meanwhile, in the Mughal Empire, education received significant attention. The government encourages mosques to function not only as places of worship, but also as centers for religious learning for the community.
Pro dan Kontra Implementasi Kurikulum Merdeka pada Tingkat Satuan Pendidikan SMP dan MTS di Kabupaten Serang Anis Fuad; Rumbang Sirojudin; Rifyal Ahmad Lugowi; Wasehudin; Uyu Muawanah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.363

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan inisiatif terbaru dalam sistem pendidikan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada pendidik dan peserta didik. Artikel ini membahas pro dan kontra dari penerapan Kurikulum Merdeka dalam konteks perkembangan pendidikan di Indonesia. Di satu sisi, kurikulum ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas, inovasi, dan keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar. Di sisi lain, terdapat tantangan terkait kesiapan guru, infrastruktur, serta kesenjangan pendidikan di berbagai daerah. Metode yang kami gunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif kajian pustaka, dimana peneliti mencari sejumlah referensi baik dari buku, majalah, maupun internet, dan hasilnya yaitu pro penggunaan kurikulum merdeka yaitu fleksibilitas kurikulum, peningkatan partisipasi guru, dan pemenuhan kebutuhan siswa yang beragam dan kontra yaitu kesiapan guru dan sekolah, tumpang tindih dengan kurikulum sebelumnya dan kurangnya keseragaman dan pembandingan. Melalui analisis mendalam, artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang dampak Kurikulum Merdeka terhadap kualitas pendidikan dan bagaimana kebijakan ini dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang lebih baik.
POSISI DAN FUNGSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM AGAMA DAN MASYARAKAT Nining Syamsi Komariah; Ido Nardaullah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.375

Abstract

Artikel ini membahas posisi dan fungsi pendidikan Islam dalam konteks agamai dan masyarakat. Pendidikan Islam tidak hanya berperan sebagai sarana penanaman nilai-nilai spiritual dan moral, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pembentukan kepribadian, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research), yang bertumpu pada berbagai literatur terkait pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran ideologis dalam menumbuhkan keimanan, peran sosial dalam membentuk solidaritas dan tanggung jawab sosial, peran ekonomi dalam membangun kemandirian dan etos kerja islami, serta peran kultural dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, pendidikan Islam menempati posisi sentral dalam proses pembentukan masyarakat madani yang beradab dan berkeadilan.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AKSIOLOGI ISLAM DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SD NEGERI GUNUNG KALER 1 Fatimah Tur Rizqi; Dita Durotun Nufus; Subhan Mugni; Machdum Bachtiar
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.390

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai aksiologis dalam pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan upaya membentuk watak, perangai, budi pekerti dan kepribadian seseorang dengan cara menanamkan pada dirinya nilai-nilai luhur sehingga nilai-nilai tersebut mengakar, tertanam dalam hati, pikiran, perkataan dan perbuatan serta menunjukkan pengaruhnya terhadap kehidupan. Dengan kepahaman yang utuh berkaitan dengan nilai-nilai aksiogis akan memperkuat penanaman pendidikan karakter. Dalam penelitian menggunakan metode kualititatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen. Hasil menunjukkan implementasi nilai nilai aksiologis lebih banyak terfokus pada moral conduct dengan pendekatan penanaman pendidikan karakter baik dalam pembelajaran maupun aktivitas keseharian. Tantangan yang dihadapi dalam proses implementasi adalah sinergitas keluarga yang belum maksimal, faktor diri, lingkungan pertemanan dan perkembangan media sosial.
Optimalisasi Google Classroom dan Google Meet dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Masa Digital Imam Maulana Hidayat; Rumbang Sirojudin; Machdum Bachtiar; Wasehudin; Rifyal Ahmad Lugowi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.391

Abstract

Pendidikan ialah aktivitas terencana untuk membimbing, mengarahkan, dan memfasilitasi seseorang agar mencapai kompetensi, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai tertentu yang berguna dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Tujuan dari pembuatan artikel ini yakni supaya mengetahui bagaimana optimalisasi google classroom dan google meet dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di masa digital. Metode yang dimanfaatkan di penulisan ini ialah metode penelitian kualitatif deskriptif kajian pustaka. Hasil penelitian ini yang pertama yaitu gambaran umum pelaksanaan pembelajaran PAI di masa digital yaitu perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Yang kedua implementasi Google Classroom dalam Pembelajaran PAI dalam konteks ini, Google Classroom menjadi salah satu platform yang banyak digunakan oleh guru untuk mengelola proses belajar mengajar secara daring. Yang ketiga implementasi Google Meet dalam pembelajaran PAI yang dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi, memberikan tugas, dan melakukan penilaian secara langsung melalui interaksi virtual. Yang keempat optimalisasi google classroom dan Google Meet dalam pembelajaran pendidikan agama islam yaitu optimalisasi penggunaan kedua platform ini memungkinkan guru untuk menyampaikan materi, memberikan tugas, dan melakukan penilaian secara efisien.
Sejarah Pendidikan Islam: Kemiskinan dan Ketidaksetaraan di Masa Mughal: Akar Pemberontakan dan Ketidakstabilan Muhamad Kosim; M. Zainal Arifin; Reyinita Damayanti; Maftuh Sujana
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.393

Abstract

Kerajaan Mughal, yang juga dikenal sebagai Mughal Baadshah atau Mogul, merupakan sebuah kekuasaan yang pada masa kejayaannya menguasai wilayah Afghanistan, Balochistan, serta sebagian besar anak benua India antara tahun 1526 dan 1858 M. Kerajaan ini didirikan oleh Babur, seorang keturunan Mongol, pada tahun 1526 (Soebardi dan Harsojo, 1986; 100). Istilah "Mughal" sendiri adalah bentuk Indo-Aryan dari kata "Mongol". Dinasti Mughal bertahan selama kurang lebih tiga abad, dari tahun 1526 hingga 1858 M, dan selama periode tersebut, pengaruh Islam telah memberikan nuansa yang khas di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas menganut agama Hindu. Meskipun kini gema kebesaran Islam sebagai warisan dari Dinasti Mughal mulai terlupakan, terdapat beberapa tokoh pendidikan yang berperan penting dalam perkembangan pendidikan Islam, baik di tingkat global maupun pada masa Dinasti Mughal. Dua di antara tokoh tersebut adalah Jalaluddin Muhammad Akbar Syah dan Aurangzeb.
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM ERA OTONOMI DAERAH Jihaduddin Akbar Auladi; Fatimah Tur Rizqi; Wasehudin; Utang Ranuwijaya
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.409

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang peran pendidikan Islam dalam pelaksanaan otonomi pendidikan yang terjadi di Indonesia baik di lembaga pendidikan Islam maupun di lembaga pendidikan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan besar terhadap pelaksanaan otonomi pendidikan karena pendidikan Islam bagian tersendiri yang mampu menerapkan kurikulumnya di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan sehingga data-data yang dianalisis bersumber dari berbagai referensi kepustakaan dengan menggunakan analisis literatur dalam mengungkap data tersebut. Dengan demikian, pelaksanaan otonomi Pendidikan di berbagai lembaga pendidikan Indonesia berjalan dengan baik saling beriringan sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran yang ingin dicapai. Dalam konteks pendidikan Islam sendiri, seluruh kurikulum PAI mampu bersinergi dengan mata pelajaran lain yang diimplementasikan di sekolah dan madrasah.
MENUJU KONSEP BAHAGIA YANG HAQIQI PERSPEKTIF AL-QUR’AN Chandra Nuruliana; Nufus Tahfidzi; Wasehudin; Utang Rauwijaya
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.428

Abstract

Kebahagian merupakan tujuan akhir dari setiap insan, bahkan bisa dibilang sebagai tujuan universal manusia. Namun, konsep sejatinya dari kebahagian menurut perspektif Islam memiliki dimensi yang lebih mendalam dibandingkan dengan urusan keduniawian. Pada kajian ini, memiliki tujuan untuk menyelami lebih dalam konsep kebagaian yang sejati (haqiqi) menurut Al-Quran, khususnya dalam surat Adz Dzariyat ayat 56 dan Al Baqoroh pada ayat 30-39. Konstruksi penelitian ini mengguakan metode kepustakaan, dikarenakan menggunakan sumber-sumber yang berdasarkan tulisan terdahulu. Hasil kajian adalah kebahagian yag haqiqi tidak terlepas dari tujuan penciptaan itu sendiri yaitu sebagai hamba dan khalifah, yang disertai petunjuk dari Allah. Melalui kisah penciptaan Nabi Adam, Al-Quran menggambarkan bahwa kebahagian bersumber dari Ilmu, Pengakuan terhadap Kesalahan, penerima taubat beserta ketaatan terhadap wahyu. Kebahagian yang haqiqi tidak hanya sekedar tentang kebahagia dunia semata melainkan, keselamatan dan kenikmatan di akhirat. Strategi untuk medapatannya dengan cara memperkuat ibadah, dzikir, Syukur, sabar, akhlaq yang mulia, dan kehidupan yang seimbang antar dunia dan akhirat. Studi ini menegaskann bahwa kebahagiaan yang haqiqi dalam Islam bersifat spritual, iternal dan abadi.

Page 9 of 11 | Total Record : 106