cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli
Contact Email
sudutwarna@gmail.com
Phone
+6281235871313
Journal Mail Official
sudutwarna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
ISSN : 25812106     EISSN : 26855097     DOI : http://dx.doi.org/10.58791/tadrs
Core Subject : Religion, Education,
This journal publishes the results of research related to focuses on Education such as competency analysis, learning strategies, learning theory, learning development, educator professionalism, and research results.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 127 Documents
Pengembangan Instrumen Pembelajaran PAI Berbasis Nilai Aswaja An-Nahdliyah: Studi Literatur untuk Validasi Konseptual HAYATINA, MAULIDA; Muslem; Suhar
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.722

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan instrumen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mampu mengukur internalisasi nilai secara sistematis, khususnya nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah. Selama ini, evaluasi pembelajaran PAI cenderung berfokus pada aspek kognitif dan belum secara optimal mengakomodasi dimensi afektif dan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen pembelajaran PAI berbasis nilai Aswaja An-Nahdliyah melalui pendekatan studi literatur guna menghasilkan instrumen yang valid secara konseptual. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis isi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam tujuh tahun terakhir. Proses pengembangan instrumen meliputi penentuan konstruk, operasionalisasi indikator, penyusunan kisi-kisi, dan perumusan butir angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan terdiri atas 4 konstruk utama (tawasuth, tawazun, i’tidal, dan tasamuh), 8 indikator, dan 18 butir pernyataan angket berbasis skala Likert. Instrumen ini memiliki validitas isi yang kuat karena disusun berdasarkan sintesis literatur yang komprehensif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen yang dihasilkan layak secara teoretis dan siap untuk diuji cobakan pada penelitian lanjutan.
PERAN SEKOLAH DALAM MEMBINA KEPRIBADIAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Afnanda, Mihrab; Elisa , Siva; Hasanah, Ida Faridatul
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.723

Abstract

Penelitian ini membahas peran sekolah dalam membina kepribadian siswa Sekolah Menengah Pertama. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pembentukan karakter siswa melalui peran kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha dalam lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan dalam perumusan visi misi, pengelolaan program, sumber daya, dan hubungan masyarakat. Guru berperan dalam pembelajaran, bimbingan, evaluasi, dan pembentukan karakter siswa. Staf tata usaha mendukung melalui layanan administrasi, keteladanan, dan pembiasaan disiplin. Kesimpulannya, sinergi seluruh komponen sekolah sangat menentukan keberhasilan pembinaan kepribadian siswa secara holistik serta relevan dengan penguatan pendidikan karakter di sekolah di Indonesia saat ini berkelanjutan.
MATEMATIKA DALAM SEJARAH BANGSA CHINA Farid, Miftah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.724

Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kontribusi bangsa China dalam perkembangan matematika. Metode yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  merupakan  penelitian  studi  literatur  (literature  study). Berdasarkan hasil dan pembahasan, kontribusi bangsa china dalam perkembangan matematika dapat dilihat karya ilmiah diantaranya a). Zhou Bi Suan Jing berkaitan tentang ilmu astronomi dan aplikasi matematika dalam mempelajari langit, b). Jiu Zhang Suanshu berisikan semua standar rumus-rumus standar untuk luas bujur sangkar, persegi panjang, segitiga, dan trapesium, dan juga pengenalan hubungan antara keliling dan luas lingkaran, yang dapat kita tafsirkan sebagai hubungan antara  satu dimensi dan  dua dimensi, c). Suanshu Shu (Buku Aritmatika) dan bertanggal tidak lebih dari paruh pertama abad ke-2 SM. Karya ini berisi instruksi tentang kinerja operasi aritmatika dan beberapa aplikasi yang berbatasan dengan aljabar. Beberapa tokoh ahli matematika China diantara yaitu a). Li Zhi (1192-1279), b). Qin Jiushao (1202), c). Liu Hui, d). Zu Chongzhi (429 - 500) dan putranya Zu Geng (450 - 520), e). Zhang Qiujian (sekitar tahun 490-490).
IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA DALAM DISRUPSI TEKNOLOGI DI INDONESIA Fiqhan Arslayandi; Ahmad Hujaeri
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.727

Abstract

Abstrak Perkembangan disrupsi teknologi digital telah mendorong perubahan penting dalam banyak dimensi kehiduppan masyarakat Indonesia, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Perubahan ini tidak sekadar menawarkan peluang, akan tetapi turut menghadirkan tantangan juga berupa kesenjangan digital, ancaman terhadap identitas budaya, serta kemungkinan melemahnya nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini berfokus untuk menelaah peran serta strategi penerapan wawasan nusantara dalam menghadapi disrupsi teknologi digital di Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan analisis kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu teknik pengumpulan data yang bersumber dari berbagai referensi seperti jurnal ilmiah, buku, prosiding seminar, serta karya tulis ilmiah terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi wawasan nusantara tidak hanya menjadi ide, tetapi benar-benar hadir sebagai kekuatan strategis dalam menjaga kesatuan bangsa di tengah derasnya perubahan teknologi. Implementasi Wawasan Nusantara dalam era disrupsi teknologi tidak hanya perlu bersifat normatif, tetapi harus direalisasikan secara nyata dan strategis dalam berbagai aspek kehidupan agar dapat menjawab tantangan yang semakin rumit. Dalam bidang pendidikan, penguatan literasi digital berbasis nilai kebangsaan tidak hanya terbatas pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, etika digital, serta kesadaran terhadap ancaman disintegrasi bangsa seperti hoaks, ujaran kebencian, dan radikalisme digital.
Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak melalui Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam pada Siswa MI/SD jurnaldarusalam; Fitri Humaira Azhra; Irma Neni Wahidah; M Hadi Yasin; Baiq Ida Astini
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.730

Abstract

This study aims to conduct an in-depth analysis of the process of internalising moral values through the teaching of Islamic Cultural History in primary schools, using a descriptive qualitative approach. The research was conducted in primary schools, involving teachers, pupils and headteachers as subjects selected through purposive sampling based on their relevance to the focus of the study. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews, and documentation, with the researcher serving as the primary instrument supported by research guidelines. Data validity was tested through triangulation of sources and methods as well as member checking, whilst data analysis was conducted using an interactive model encompassing data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings indicate that the process of internalising moral values has been relatively effective through the integration of values into lesson planning, the application of diverse methods, and teachers’ exemplary conduct in teaching practice. However, this effectiveness has not yet been fully optimised due to constraints on time allocation, the diversity of pupils’ characteristics, and the lack of optimal support from the family environment. Furthermore, a gap was identified between the ideal conditions and the reality of implementation, particularly regarding the development of learning models, the availability of adequate affective assessment tools, and the synergy between schools and families. Therefore, it is necessary to.
STRATEGI GURU SKI DALAM INTERNALISASI NILAI TOLERANSI BERBASIS PIAGAM MADINAH DI MIN 16 BANJAR Rif'ah; Abu Hasansyabana; Ahmad Ripa’i
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.737

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya intoleransi, eksklusivisme, dan ketegangan identitas dalam masyarakat plural yang menuntut Pendidikan Agama Islam berperan secara kontekstual dalam menginternalisasikan nilai toleransi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dalam menginternalisasikan nilai toleransi berbasis Piagam Madinah, mengidentifikasi tantangan, serta mengkaji upaya yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di MIN 16 Banjar, Kalimantan Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai toleransi dilakukan melalui keteladanan guru, integrasi nilai dalam pembelajaran, metode dialogis-partisipatif, serta penciptaan lingkungan belajar inklusif. Tantangan utama meliputi keterbatasan pemahaman konsep abstrak, homogenitas latar sosial siswa, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Upaya yang dilakukan mencakup pendekatan kontekstual berbasis pengalaman, pemanfaatan media pembelajaran, pembiasaan nilai, kolaborasi antar guru, serta pelibatan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai toleransi berbasis Piagam Madinah merupakan proses multidimensional yang efektif dalam membentuk karakter siswa yang inklusif dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat multikultural.
Peran Kiai Dalam Pembentukan Akhlak Santri Di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Mempawah Subawaihin, Imam
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.739

Abstract

Pesantren are traditional Islamic educational institutions that remain highly popular among many Indonesians to this day. Students living in pesantren dormitories are not only educated in academic subjects; more importantly, they are also taught to become individuals of good moral character. The kiai plays a crucial role in helping students develop good moral character. The purpose of this study is to examine the role of the kiai in shaping students’ moral character, the methods employed, as well as the supporting and hindering factors in this process. The research method used is descriptive qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings of this study include the conclusion that the kiai’s role in shaping students’ moral character is profound and comprehensive. Kiai do not view themselves merely as teachers of religious knowledge, but rather as murabbi educators who nurture the soul, shape character, and instill life values in students. The methods used include setting a good example, habit formation, discipline, counseling, and others.
STRATEGI KEGIATAN STUDENT LANGUAGE FESTIVAL (SLF) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA ARAB PADA SISWA AL AZHAR IIBS Sitta Subekti
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.731

Abstract

Arabic is one of the essential languages within the context of Islamic education. However, student motivation to learn the language is often low due to the perception that Arabic is a difficult subject, coupled with learning methods that lack variety and tend to be conventional. This low motivation results in a lack of active participation, interest, and confidence among students in using Arabic orally. Therefore, a method capable of increasing motivation for learning Arabic is required. This study aims to enhance student motivation in learning Arabic through the Student Language Festival (SLF) using a creative and competitive approach. This study employs a qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. The respondents of this research are Al Azhar IIBS students participating in SLF activities. The data obtained were analyzed using descriptive qualitative triangulation methods to determine the increase in student motivation. The results show that SLF strategies including creative content preparation, inter-class competitions, and digital technology integration significantly increased students' intrinsic motivation through enjoyable and collaborative learning experiences. Students reported an increase in self-confidence and a sustained interest in the Arabic language. Based on these findings, it can be concluded that SLF activities can enhance students' learning motivation in Arabic and can serve as an innovative and interactive alternative learning strategy.
EKSISTENSI KELUARGA SEBAGAI FONDASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Martatik Martatik; Ahmad Hisyam As Sibli; MiftahurRisqi Sirat; Rifqi Khairul Anam
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.744

Abstract

Penelitian ini membahas peran keluarga sebagai institusi pendidikan pertama dalam perspektif filsafat pendidikan Islam di tengah dinamika kehidupan modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh semakin melemahnya fungsi edukatif keluarga akibat perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, serta pergeseran pola interaksi dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Padahal, dalam filsafat pendidikan Islam, keluarga dipandang sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter, moralitas, spiritualitas, dan kepribadian anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keluarga dalam pemikiran pendidikan Islam, mengidentifikasi tantangan pendidikan keluarga di era modern, serta mengkaji relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam menghadapi problematika pendidikan masa kini. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh melalui kajian terhadap literatur klasik dan kontemporer berupa buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, serta dokumen yang berkaitan dengan pendidikan keluarga dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk akhlak, menanamkan nilai keimanan, membangun kedisiplinan, serta mengembangkan kesadaran spiritual anak. Pemikiran Al-Ghazali menegaskan bahwa pendidikan keluarga merupakan dasar utama dalam membangun manusia yang beradab dan berakhlak mulia. Namun demikian, realitas modern memperlihatkan adanya tantangan serius berupa dominasi media digital, rendahnya kualitas komunikasi keluarga, dan minimnya pemahaman orang tua terhadap pendidikan Islam. Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi pendidikan keluarga melalui penguatan keteladanan, komunikasi edukatif, serta integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dengan pendekatan modern agar keluarga tetap mampu menjalankan perannya secara efektif dan relevan dalam menghadapi perkembangan zaman.
IMPLEMENTASI MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN IPAS Sanadya Destayu Triaski; M Miftah Arief
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.746

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran terutama di jenjang sekolah dasar. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah media gambar. Media Gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual ke dalam bentuk–bentuk dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bermacam–macam seperti lukisan, potret, slide, film, proyektor. Media gambar yang digunakan dapat menyalurkan pesan dari sumber kepada penerima, dengan menerapkan media gambar dapat merespon siswa untuk lebih aktif dan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi media gambar, faktor pendukung serta faktor penghambatnya pada mata pelajaran IPAS di MIS Nur Rahman Martapura Kabupaten Banjar. Jenis pada penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriftif. Subjek penlitian ini satu orang guru mata pelajaran IPAS kelas IV, sedangkan untuk Informan, yaitu kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dukomentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Implementasi media gambar pada mata pelajaran IPAS yaitu (a) perencanaan pembelajaran (b) pelaksanaan pembelajaran dan (c) evaluasi pembelajaran, (2) faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi media gambar pada mata pelajaran IPAS yaitu (a) daya tarik visual, kemudahan pemahaman, dan keterlibatan aktif  (b) kualitas gambar yang rendah, keterbatasan akses, keterbatasan interaksi, dan kurangnya kreativitas dalam penggunaan.

Page 12 of 13 | Total Record : 127