cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli
Contact Email
sudutwarna@gmail.com
Phone
+6281235871313
Journal Mail Official
sudutwarna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
ISSN : 25812106     EISSN : 26855097     DOI : http://dx.doi.org/10.58791/tadrs
Core Subject : Religion, Education,
This journal publishes the results of research related to focuses on Education such as competency analysis, learning strategies, learning theory, learning development, educator professionalism, and research results.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 106 Documents
GURU PROFESIONAL DALAM PERSPEKTIF K. H. HASYIM ‘ASYARI Fatimah Tur Rizqi; Nufus Tahfidzi; Moh Nur Arifin; Lalu Turjiman Ahmad
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.430

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui guru profesional dalam persfektif K. H.  Hasyim Asy’ari serta relevansinya terhadap pendidikan saat ini. Kepribadain guru merupakan syarat utama untuk menjalankan tugas sebagai pendidik. Professional  wajib dimiliki oleh guru karena guru akan bertemu dengan berbagai macam karekter peserta didik, tugas guru diantaranya ialah memperbaiki karakter dan moral peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif jenis kepustakaan (library research) yaitu jenis penelitian yang mengacu pada khazana kepustakaan seperti literatur buku, artikel maupun e-journal. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi kepribadian menurut K. H. Hasyim Asy’ari yaitu: meluruskan niat (niat mencari ridho Allah), motivator, mencintai peserta didik, mempermudah peserta didik dalam memahami pelajaran, bersemangat ketika mengajar dan menguasi berbagai metode pengajaran, evaluasi, mentorship, berperilaku sama kepada semua peserta didik, monitoring prilaku peserta didik, guru berprilaku baik terhadap peserta didik, guru memberikan bantuan kepada siswa, guru memperhatikan kehadiran siswa, rendah hati dihadapan peserta didik, dan bertutur kata baik kepada peserta didik. Disamping itu juga terdapat keselarasan antara kitab adabul alim wa wal muta’alim dan Permendiknas no 14 tahun 2005 tentang keperibadian guru. Penjelasam Pasal 10 ayat (1) kompetensi keperibadian guru meliputi: keperibadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.
PEMIKIRAN AZ- ZARNUJI TENTANG PENDIDIKAN RELEVANSINYA DENGAN TEORI PENDIDIKAN KONTEMPORER Siti Rohati; Nufus Tahfidzi; Subhan Mughni; Machdum Bachtiar
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.431

Abstract

Penelitian ini meneliti relevansi pemikiran Az-Zarnuji dalam pendidikan modern melalui kajian literatur terhadap kitab Ta’lim al-Muta’allim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research). Hasilnya menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti penanaman nilai karakter Islami (tauhid, ihsan, syukur, tawakal, kesabaran, keadilan, dan kerendahan hati), hubungan harmonis antara guru dan murid, serta metode pembelajaran aktif seperti diskusi dan penalaran tetap relevan. Prinsip pendidikan yang berorientasi pada nilai dan etika moral ini dapat memperkuat pendekatan holistik dan pendidikan berbasis karakter di era kontemporer. Kritikan terhadap larangan mempelajari ilmu tertentu sebaiknya dikontekstualisasi ulang sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman. Pemikiran Az-Zarnuji mampu menjadi dasar dalam pengembangan sistem pendidikan yang menggabungkan nilai spiritual dan intelektual secara seimbang.
DZIKIR DALAM I’TIKAF SEBAGAI INSTRUMEN PENDIDIKAN SPRITITUAL: STUDI KUALITATIF PADA TRADISI KEAGAMAAN KOMUNISTAS MUSLIM DI PAKISAJI Isna Tsania El-Habsa; Sholahuddin Al-Ayubi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dzikir dalam pelaksanaan i’tikaf sebagai sarana pendidikan spiritual dalam tradisi keagamaan masyarakat Muslim di Pakisaji, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Banten. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini menelusuri praktik serta makna dzikir dalam konteks i’tikaf melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dzikir dalam i’tikaf tidak sekadar merupakan aktivitas ritual keagamaan, tetapi juga berperan sebagai sarana internalisasi nilai-nilai spiritual yang berkontribusi pada perubahan kesadaran serta pembentukan karakter individu. Proses ini diperkuat melalui interaksi sosial, kebiasaan kolektif, serta penanaman nilai-nilai moral dan ketuhanan secara berkelanjutan. Hasil ini menegaskan bahwa i’tikaf dapat dipahami sebagai wadah pendidikan spiritual berbasis komunitas yang memadukan aspek ritual, sosial, dan edukatif. Penelitian ini menyumbangkan perspektif teoritis dalam mengaitkan praktik keagamaan tradisional dengan pendekatan pendidikan spiritual berbasis kearifan lokal.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM  DOA WASIAT SYEKH SAMMAN AL-MADANI MENURUT PEMIKIRAN K.H. MUNAWWAR BIN AHMAD GHAZALI AL-BANJARI Khalilurrahman; Abdurrahman; Izzuddin
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.442

Abstract

K.H. Munawwar bin Ahmad Ghazali Al-Banjari atau yang biasa dikenal dengan sebutan Guru Kubah salah seorang mursyid tarekat Sammaniyah menjelaskan, bahwa doa yang diwasiatkan Syekh Samman Al-Madani ini akan hasil fadilatnya jika diiringi dengan pengamalan (penerapan) nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalam doanya. Namun faktanya, kebanyakan orang sering salah paham, mereka mengira doa itu hanya cukup dibaca setiap hari selesai sholat subuh, terus diabaikan saja dan tidak diamalkan nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui wawancara, studi literatur, dan penelusuran online, serta dianalisis menggunakan metode analisis konten. (conten analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam dalam doa wasiat Syekh Samman Al-Madani menurut pemikiran K.H. Munawwar bin Ahmad Ghazali Al-Banjari secara terperinci ada tiga belas dan dikelompokkan menjadi tiga kategori berdasarkan sudut pandangnya: 1) Nilai Pendidikan I’tiqodiyah: Beriman kepada Allah Al-Ghaffaar, Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim, As-Sittiir, dan Al-Jabbaar. 2) Nilai Pendidikan Amaliyah: Beristighfar, bersedekah, menjauhi gibah, dan menuntut ilmu. 3) Nilai Pendidikan Khuluqiyah: Bersifat pemaaf, kasih sayang, pendiam, dan sabar.
MANAJEMEN WAKTU DALAM PANDANGAN PENDIDIKAN ISLAM(Studi Kritis terhadap Al-Quran Surat Al-Ashr) Dita Durotun Nufus; Siti Rohati; Wasehudin; Utang Ranuwijaya
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.449

Abstract

ABSTRAK Dalam ajaran Islam, manajemen waktu ditekankan untuk menghargai dan memanfaatkan waktu secara efektif sebagaimana terlihat dalam berbagai ayat Al-Quran yang menggunakan waktu sebagai sumpah. Surah Al-Ashr menggarisbawahi pentingnya manajemen waktu, mendesak orang-orang beriman untuk menggunakan waktu mereka dengan bijak untuk iman, amal baik, dan saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran. Di zaman sekarang ini banyak umat Islam menghadapi krisis dalam manajemen waktu, menyia-nyiakan waktu daripada menggunakannya untuk tujuan duniawi dan spiritual. Penelitian bertujuan untuk menggali makna manajemen waktu dan menjelaskan konsepnya dalam perspektif pendidikan Islam berdasarkan surat Al-Ashr ayat 1-3. Melalui metode penelitian kualitatif yang melibatkan penelitian kepustakaan, peneliti mempelajari konsep manajemen waktu sebagai cara mengatur dan memanfaatkan waktu secara efektif untuk pertumbuhan pribadi dan kepentingan masyarakat. Waktu dalam konteks Islam dipandang sebagai anugerah Allah yang berharga untuk dimanfaatkan secara bijak dalam menunaikan kewajiban seseorang sebagai hamba-Nya. Urgensi pemahaman manajemen waktu disorot melalui penerapan praktis, menekankan pentingnya memprioritaskan tugas, menghindari aktivitas yang sia-sia, dan memupuk rasa tanggung jawab terhadap waktu. Manajemen waktu dalam pandangan Islam berkaitan dengan pengelolaan diri secara holistik yang berakar pada niat baik dan motivasi untuk mencapai kesejahteraan dan kesuksesan bersama.  
Membangun Pendidikan Islam Yang Relevan: Aliran Esensialisme Dalam Konteks Kontemporer M. Khotibul Umam; Jihadudin Akbar Auladi; Subhan; Machdum Bachtiar
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.485

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali pentingnya filosofi esensialisme dalam pendidikan Islam di tengah tantangan era modern yang ditandai oleh globalisasi, kemajuan teknologi, serta perubahan sosial yang cepat. Dengan memanfaatkan metode penelitian literatur, studi ini menyelidiki prinsip-prinsip dasar esensialisme seperti penekanan pada nilai inti, pengetahuan dasar, dan pengembangan karakter serta menilai relevansinya dalam merancang kurikulum dan sistem pendidikan Islam yang responsif namun tetap berlandaskan ajaran fundamental Islam. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa esensialisme bisa menjadi dasar filosofis yang kokoh dalam menghadirkan pendidikan Islam yang tidak hanya memprioritaskan prestasi akademik, tetapi juga pada pengembangan moralitas dan akhlak yang baik. Namun, penerapannya harus disesuaikan dengan tuntutan abad ke-21 agar tetap relevan dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Artikel ini merekomendasikan penggabungan antara prinsip-prinsip esensialisme dengan pendekatan pendidikan Islam yang sesuai konteks dan berfokus pada pengembangan karakter serta kompetensi spiritual dan intelektual.  
MADRASAH PADA MASA ORDE BARU (Telaah Historis Kebijakan Pemerintah Terhadap Madrasah) Emroni; faisal, ahmad; Muhammad Zulkifli
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.490

Abstract

Abstrak Dualisme dalam pendidikan di Indonesia pada awalnya merupakan produk penjajahan Belanda, namun dalam batas-batas tertentu ia juga merupakan refleksi dari pergumulan dua basis politik, Islam dan Nasionalisme. Madrasah yang berbasis Islam sepanjang sejarah Indonesia memiliki peran penting dalam perjuangan membangun bangsa. Kebijakan pemerintah pada masa Orde Baru terhadap madrasah dalam bentuk pengakuan bahwa madrasah sebagai pendidikan formal. Pengakuan secara formal terhadap eksistensi madrasah dalam sistem pendidikan nasional telah diakui secara jelas setelah adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Tahun 1975. Setelah adanya SKB tiga Menteri tersebut, maka eksistensi Madrasah menjadi semakin mantap dan terstruktur jelas.
ISLAMIC EDUCATIONAL VALUES IN THE ANIMATED FILM NUSSA Ridhani Fizi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.494

Abstract

The current adult era, with the proliferation of technology, certainly has positive and negative sides. One of the phenomena that shows the negative side of the development of technology such as YouTube, Instagram, Twitter and Facebook is that many children use gadget media as a playmate, so that the child is not controlled in choosing content spread in cyberspace, as a result the child will be further away from religious values, humanitarian values, justice values and moral values. In this article, researchers describe the prevention of moral decadence for the younger generation, it is necessary to increase the role of education, especially the role of parents in choosing entertainment content that contains moral values for children. These efforts need to be made to prepare the next generation that has knowledge, faith and noble character. The writing of this article uses qualitative research with descriptive analysis. The author in this article uses Roland Barthes' semiotic analysis model known as the “two orders of signification” by looking for the denotation, connotation meaning of each scene. From the use of this method, researchers found that the animated film Nussa and Rarra, the episode of prayer is obligatory, contains the value of the concept of Islamic teachings, namely Akidah, Sharia and Akhlak. If parents are able to nurture and guide by choosing content that educates and implements it in life, it is expected that the children will be able to understand the values of Islam.
PERENCANAAN DIGITALISASI TERHADAP SISTEM INFORMASI DAN PENGELOLAAN PONDOK PESANTREN AL-QOMAR DI ERA 4.0 Sumiyati; Qurrotul Aini
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.499

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi di era Revolusi Industri 4.0 menuntut seluruh lembaga, termasuk pondok pesantren, untuk melakukan penyesuaian agar tetap relevan dan efisien. Pondok Pesantren Al Qomar sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki tantangan dalam pengelolaan administrasi, pembelajaran, dan komunikasi yang selama ini masih dilakukan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang perencanaan digitalisasi sistem informasi dan manajemen pesantren yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini mengeksplorasi kondisi eksisting, hambatan, serta potensi digitalisasi di Pondok Pesantren Al Qomar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memiliki urgensi tinggi untuk mendukung administrasi yang tertata, pembelajaran yang lebih interaktif, dan sistem komunikasi yang efektif. Rekomendasi mencakup pengembangan sistem informasi terpadu, pelatihan sumber daya manusia (SDM), serta pembangunan infrastruktur digital yang mendukung keberlanjutan sistem tersebut.
IMPLEMENTASI ILMU FAHMIL QUR`AN MELALUI METODE PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN AKHLAK SISWA Kholilurrahim; Misnadeh
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.500

Abstract

Abstrak Implementasi fahmil qur`an merupakan penerapan praktis dari pemahaman mendalam terhadap al-qur`an (Fahmil Qur`an) kedalam kehidupan sehari-hari atau proses pembelajaran secara lebih rinci. Fahmil qur`an sendiri adalah kemampuan untuk memahami ,menganalisis, dan menginternalisasi isi kandungan al-qur`an secara komperehensif, meliputi aspek tafsir, asbabun nuzul, kaidah tajwid, dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Dalam konteks pendididikan, implementasi fahmil qur`an tidak hanya sekadar mengajarkan siswa untuk membaca dan menghafal al-qur`an, tetapi lebih kepada bagaimana menerjemahkan pemahaman tersebut menjadi nilai-nilai moral, etika, dan pola pikir yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari siswa, khususnya dalam pembentukan akhlak mulia. Dari kondisi tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “implementasi ilmu fahmil qur`an melalui metode pembelajaran aktif untuk meningkatkan akhlak siswa” di kelas XI MA Miftahul Ulum. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan pembelajaran akidah akhlak dan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai al-qur`an untuk meningkatkan kualitas diri. Kata kunci: implementasi, fahmil qur`an, metode pembelajaran, akidah akhlak  

Page 10 of 11 | Total Record : 106