cover
Contact Name
Muhammad Zulkifli
Contact Email
sudutwarna@gmail.com
Phone
+6281235871313
Journal Mail Official
sudutwarna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tanjung Rema, Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Kabupaten: Banjar Provinsi: Kalimantan Selatan
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
ISSN : 25812106     EISSN : 26855097     DOI : http://dx.doi.org/10.58791/tadrs
Core Subject : Religion, Education,
This journal publishes the results of research related to focuses on Education such as competency analysis, learning strategies, learning theory, learning development, educator professionalism, and research results.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 127 Documents
Upaya Memperbaiki Perilaku Menyimpang Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam Hajiannor
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.534

Abstract

Abstrak Pendidikan Islam menekankan pentingnya membentuk pribadi yang memilih dan melakukan sesuatu berdasarkan ajaran Islam, berakhlak mulia dan berperilaku terpuji sesuai nilai-nilai etik moralitas norma sosial.  Perilaku menyimpang anak yang melanggar tatanan norma dan membawa kerawanan sosial,perlu ditangani dengan pendekatan holistik dan prinsip   Islam. Pengalaman  dan pengamalan beragama dijalin secara integral dengan memadukan secara harmoni dan integral akidah, syari’ah dan akhlak dalam pelaksanaan prinsip-prinsip pendidikan Islam; tarbiyah, ta’lim dan ta’dib. Keserasiannya diharapkan dapat mengkonstruksikan agama yang hidup dan fungsional; bersifat nyata, kreatif, spontan, inheren dalam diri yang tumbuh berkembang di dalam kehidupan nyata, dan orisinal dalam kehidupan anak sehari-hari. Melalui pendidikan yang dilandasi bimbingan, pembiasaan, nasehat yang baik dan keteladanan, akan menumbuhkan akhlak terpuji dalam kehidupannya dan hubungan sosialpun akan terbawa serta. Perwujudan hal ini memerlukan penyerapan nilai-nilai ilahiyyah (religiusitas), yang internalisasinya akan sangat menentukan kemampuan anak menata fitrah dan potensi dirinya, memiliki nilai-nilai kebaikan yang bersifat hakiki bagi kemanusiaan dan  menjauhi perilaku meyimpang yang merugikan diri sendiri, masyarakat dan lingkungan.   Kata Kunci: Pendidikan Islam, Perilaku Menyimpang Anak, Tarbiyah, Ta’lim, Ta’dib
Sejarah Pendidikan Islam Masa Kontemporer di Indonesia Regina Yustisia; Amrullah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.537

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan, terutama pada masa kontemporer. Sejarahnya bermula dari kedatangan Islam di Indonesia pada abad ke-13 yang diikuti dengan pendirian pesantren sebagai pusat pendidikan agama. Pendidikan Islam terus berkembang meskipun menghadapi tantangan besar pada masa kolonialisme Belanda, yang membatasi akses pendidikan agama bagi umat Islam. Setelah kemerdekaan, pendidikan Islam diintegrasikan dengan sistem pendidikan nasional melalui kebijakan pemerintah, dan pada era kontemporer, pendidikan Islam terus bertransformasi dengan adanya penerapan Kurikulum 2013 yang menggabungkan pendidikan agama dengan pendidikan umum. Namun, tantangan besar masih ada, seperti kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, keterbatasan tenaga pengajar, serta adaptasi terhadap teknologi dan globalisasi. Pesantren tetap berperan penting dalam sistem pendidikan Islam, mengajarkan ilmu agama sekaligus keterampilan praktis untuk mempersiapkan santri menghadapi tantangan dunia modern. Melalui kebijakan yang lebih inklusif dan peningkatan kualitas tenaga pendidik, diharapkan pendidikan Islam dapat terus berkembang dan berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika pendidikan Islam di Indonesia pada masa kontemporer serta tantangan dan peluang yang dihadapinya.
PERAN PENDIDIKAN DALAM PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM Nining Syamsi Komariah; Unang Sunarya
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.355

Abstract

Abstrak Pendidikan Islam sejak zaman Nabu Muhammad SAW sampai saat ini mengedepankan nilai-nilai Islam yaitu Aqidah, Ibadah dan Akhlak. Ketiga indikator ini menjadi fokus utama dalam Pendidikan Islam. Masyarakat Arab yang mengalami dekadensi moral dengan berbagai keterbelakangan mampu menjadi manusia-manusia yang unggul dengan menamankan nilai-nilai ke-islam-an tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang peran Pendidikan dalam perkembangan suatu peradaban khususnya Pendidikan Islam. Artikel ini menggunakan pendekatan penelitia kualitatif dengan jenis library research yang menekankan pada nalisis mendalam dan deskriptif mengenai topik yang dibahas. Pendidikan memiliki peran penting dalam kemajuan suatu peradabaan. Kondisi ini terjadi puncaknya pada masa Dinasti Abbasiyah. Pendidikan menjadi perhatian utama oleh para penguasa sehingga banyak melahirkan para ilmuan-ilmuan atau cendikawan-cendikawan muslim yang luar biasa karya-karyanya. Kemajuan ilmu pengetahuan ini sebuah indikator peradaban ada pada titik kejayaan. Namun sebaliknya Ketika perhatian para penguasa sudah tidak lagi pada dunia Pendidikan ilmu pengetahuan, yang terjadi adalah banyak generasi-generasi yang tidak mampu melahirkan karya-karya baru, ilmu pengetahuan mengalami stagnansi. Pada saat itu berbagai faktor eksternal bermunculan, mulai dari munculnya aliran tasawuf yang hanya memikirkan urusan ukhrowi dan meninggalkan duniawi sampai pada munculnya kekuatan Barat dan serangan Monggol. Yang demikian ini menjadi faktor penentu runtuhnya sebuah peradaban. Kata kunci: Pendidikan, Islam, Peradaban. Islamic education since the time of Prophet Muhammad SAW until now has prioritized Islamic values, namely Aqidah, Worship and Morals. These three indicators are the main focus in Islamic Education. Arab society that experienced moral decadence with various backwardnesses was able to become superior human beings by instilling these Islamic values. This study aims to analyze the role of Education in the development of a civilization, especially Islamic Education. This article uses a qualitative research approach with a type of library research that emphasizes in-depth and descriptive analysis of the topics discussed. Education has an important role in the progress of a civilization. This condition peaked during the Abbasid Dynasty. Education became the main concern of the rulers so that many Muslim scientists or scholars produced extraordinary works. The progress of this science is an indicator of civilization at the peak of glory. However, on the contrary, when the attention of the rulers was no longer on the world of science education, what happened was that many generations were unable to produce new works, science stagnated. At that time various external factors emerged, starting from the emergence of Sufism which only thought about the afterlife and left the world to the emergence of Western powers and the Mongol attacks. These became the determining factors for the collapse of a civilization. Keywords: Islamic, Education, Civilization
KONSEP PENDIDIKAN ṬĀḤĀ ḤUSAYN RIF, RIFAH
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.535

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep pendidikan menurut Ṭāḥā Ḥusayn, seorang pemikir modernis Arab abad ke-20 yang dikenal sebagai pelopor reformasi pendidikan di Mesir. Melalui pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menelusuri gagasan-gagasan Ḥusayn sebagaimana tertuang dalam karya-karyanya seperti The Days dan The Future of Culture in Egypt, serta ditunjang oleh kajian kritis dari literatur sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ḥusayn memandang pendidikan sebagai hak kodrati yang harus dijamin negara secara setara, tanpa diskriminasi kelas sosial, ekonomi, maupun gender. Ia menawarkan pembaruan pendidikan melalui tiga dimensi utama: pertama, integrasi kurikulum antara ilmu agama dan ilmu modern; kedua, metode pengajaran yang berbasis rasionalitas, dialog, dan pembentukan nalar kritis; ketiga, akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan dan kaum miskin. Pemikiran ini sangat relevan dengan wacana pendidikan Islam kontemporer di Indonesia, terutama dalam hal pengembangan kurikulum integratif, pedagogi kritis, serta inklusivitas sosial dalam penyelenggaraan pendidikan.   Kata Kunci: Ṭāḥā Ḥusayn, Pendidikan Modern, Kurikulum Integratif.
PENGEMBANGAN METODOLOGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS TEORI KONSTRUKTIFISTIK DAN SOSIO-KULTURAL Ulfah, Aunia; Nurhidayani
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.547

Abstract

Abstrak Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali masih didominasi pendekatan yang bersifat hafalan dan praktik formal, yang kurang memberi ruang pada penghayatan nilai-nilai agama secara mendalam dan pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Salah satu akar persoalan dari kondisi tersebut adalah lemahnya penguasaan metodologi pembelajaran oleh para pendidik. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan metodologi pembelajaran PAI melalui pendekatan teori konstruktifistik dan sosio-kultural. Kedua teori tersebut dinilai mampu menjadi alternatif strategis dalam membangun proses pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis kajian pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan content analysis untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai penerapan kedua teori tersebut dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan konstruktifistik menekankan pada konstruksi pengetahuan secara individu, sedangkan pendekatan sosio-kultural menekankan pada pembelajaran yang terjadi melalui interaksi sosial. Keduanya memiliki kesamaan dalam mendorong keaktifan peserta didik dan menempatkan guru sebagai fasilitator. Strategi dan metode pembelajaran seperti cooperative learning, generative learning, dan discovery learning terbukti sejalan dengan prinsip kedua teori ini. Dengan demikian, integrasi teori konstruktifistik dan sosio-kultural dalam pengembangan metodologi pembelajaran PAI mampu menciptakan pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif dan adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21.  
Analisis Literatur tentang Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Sekolah Dasar Malida; Khofifah, Nor; Chaeruna, Tyastya
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 9 No. 02 (2025): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v9i02.548

Abstract

Pendidikan dasar merupakan fondasi penting bagi pengembangan sumber daya manusia. Namun, sekolah tertentu masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan mutu akibat sarana prasarana yang minim, rendahnya kapasitas manajerial, dan kurangnya partisipasi masyarakat. Salah satu pendekatan untuk mengatasi hal tersebut adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yakni pemberian otonomi kepada sekolah dalam mengelola sumber daya, perencanaan, serta pengambilan keputusan secara partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis buku, jurnal nasional dan internasional, serta kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa MBS berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar melalui prinsip desentralisasi, kemandirian, transparansi, serta partisipasi masyarakat. Faktor penentu keberhasilan meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, keterlibatan guru dan orang tua, serta dukungan regulasi pemerintah. Meskipun menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas dan kesenjangan kompetensi, MBS tetap menjadi strategi efektif untuk menciptakan sekolah dasar yang demokratis, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Prestasi Peserta Didik di SMAN 1 Tarik Sidoarjo Bayu Firmansyah
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.699

Abstract

Peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan adalah tantangan utama dalam pembangunan pendidikan di Indonesia, dimana pemerintah telah melakukan banyak sekali perubahan untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Kurikulum merdeka merupakan sebuah gagasan yang memberikan kemudahan kepada peserta didik maupun tenaga pendidik untuk menentukan sendiri system pembelajaran yang akan diterapkan. Alasan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kurikulum merdeka ini menjadi suatu kurikulum yang mempermudah peserta didik di SMA Negeri 1 Tarik dalam menggapai prestasi belajar dengan baik dan maksimal. Adapun tujuannya penelitian ini memahami tentang pengertian kurikulum Merdeka dan pengimplementasian dalam menggapai prestasi belajar di SMAN 1 Tarik Sidoarjo. Pendekatan yang digunakan dalam peneletian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. SMAN 1 Tarik dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka pada proses belajar mengajar sesuai profil pelajar pancasila yaitu mengajarkan peserta didik berakhlak, mandiri, gotong royong, berkebinekaan dan kritis serta kreatif, sehingga terbukti peserta didik bisa meraih prestasi belajar seperti yang berhubungan dengan nilai akademis, tetapi juga mencakup perkembangan keterampilan, sikap, dan pengetahuan yang diperoleh selama proses belajar. Kesimpulan penelitian ini tidak lain yaitu agar memahami tentang pengertian kurikulum Merdeka dan pengimplementasian dalam menggapai prestasi belajar di SMAN 1 Tarik Sidoarjo.
Reinterpretasi Kalama Sutta dalam Menjaga Keseimbangan Berpikir di Tengah Polarisasi Politik Henny Handayani; Lauw Acep; Edi Priyono
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.700

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis reinterpretasi nilai-nilai Kalama Sutta sebagai instrumen etika kognitif dalam merespons fenomena polarisasi politik dan manipulasi informasi kontemporer. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui telaah teks terhadap sumber utama Kanon Pali serta literatur pendukung terkait moderasi beragama. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi sepuluh kriteria dalam Kalama Sutta sebagai kerangka berpikir kritis yang mengintegrasikan penalaran logis dengan evaluasi moral. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan ajaran tersebut bukan sekadar skeptisisme pasif, melainkan aksi intelektual yang mampu memitigasi provokasi politik destruktif dengan menunda penilaian terhadap otoritas tidak teruji dan logika spekulatif. Nilai-nilai Kalama Sutta terbukti menciptakan kejernihan batin (yoniso manasikara) yang berorientasi pada stabilitas sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan Kalama Sutta sebagai model moderasi beragama yang transformatif dalam konteks politik praktis, sekaligus berfungsi sebagai benteng intelektual menghadapi tantangan disinformasi di abad ke-21.
EFEKTIVITAS PROGRAM WIRID HARIAN DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL (SQ) SANTRI Shalih, Badrus; Sahrahman
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.714

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengukur efektivitas program wirid harian dalam meningkatkan kecerdasan spiritual (SQ) santri di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment (Pre-test and Post-test Control Group Design). Sampel terdiri dari 45 santri yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (23 santri) dan kelompok kontrol (22 santri), dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keaktifan dan keseragaman jadwal. Instrumen pengukuran SQ disusun berdasarkan indikator Zohar dan Marshall (2000) yang terdiri dari 30 butir pernyataan skala Likert 1–5, dengan koefisien validitas Product Moment Pearson dan reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,891. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program wirid harian secara signifikan meningkatkan kecerdasan spiritual santri, dibuktikan dengan nilai t-hitung (6,847) > t-tabel (2,001), df = 58, dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,62 (kategori sedang) jauh di atas kelompok kontrol sebesar 0,15 (kategori rendah). Keempat dimensi SQ mengalami peningkatan, yakni kemampuan bersikap fleksibel (18,3%), kesadaran diri (21,5%), kemampuan menghadapi penderitaan (16,8%), dan orientasi hidup berbasis nilai Islam (19,2%). Penelitian ini menegaskan bahwa pembiasaan wirid yang konsisten dan terstruktur efektif dalam pengembangan dimensi spiritual santri di pesantren.
ETIKA DIGITAL BUDDHIS DALAM ERA MEDIA SOSIAL Meilianti; acep, lauw; Priyono, Edi
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.721

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis mendalam melalui tinjauan pustaka sistematis mengenai etika digital dari perspektif Buddhis di tengah maraknya penggunaan media sosial. Dengan mengadopsi protokol PRISMA untuk Systematic Literature Review (SLR), studi ini mengumpulkan dan mensintesis sebanyak 25 sumber primer yang dapat diakses secara terbuka dari berbagai database akademik seperti Google Scholar, Sinta, dan repositori jurnal internasional, mencakup periode publikasi dari tahun 2013 hingga 2026. Fokus utama tertuju pada reinterpretasi Pancasila Buddha lima precept dasar yang mencakup pantang membunuh, mencuri, salah pergaulan, berbohong, dan memabukkan diri sebagai kerangka etis untuk mengatasi tantangan kontemporer seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, pelanggaran privasi, dan komodifikasi spiritualitas di platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Twitter. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ajaran Samma Vaca (ucapan benar) dari Jalan Mulia Berunsur Delapan serta prinsip mindfulness secara efektif dapat dimobilisasi untuk mempromosikan komunikasi yang bermanfaat, non-violent, dan bebas dari distorsi, meskipun risiko alienasi digital dan kecanduan algoritma tetap menjadi ancaman signifikan. Penelitian ini tidak hanya mengungkap peluang demokratisasi Dharma melalui konten virtual, tetapi juga menyoroti urgensi pengembangan kurikulum etika digital berbasis Buddhisme, khususnya dalam konteks pendidikan Indonesia yang kaya akan tradisi Buddha

Page 11 of 13 | Total Record : 127