cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 167 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 5: Agustus 2025" : 167 Documents clear
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Dalam Pemetaan Lokasi Rawan Banjir Di Kabupaten Aceh Tamiang Nur Alifa, Siti; Novia Zalmita; Fitriani Yulianti; M. Hafizul Furqan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10090

Abstract

Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah dalam Provinsi Aceh yang berpotensi besar mengalami bencana banjir. Hal ini terjadi karena kondisi geografi, tingginya curah hujan, serta perubahan dalam cara penggunaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan memetakan lokasi yang rentan terhadap banjir di kawasan ini dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai alat untuk analisis spasial. Metode yang diterapkan adalah teknik overlay dengan penetapan bobot untuk lima variabel utama, yaitu kemiringan lereng, tipe tanah, jumlah curah hujan, penggunaan lahan, dan kepadatan jaringan sungai. Data dikumpulkan melalui studi literatur serta analisis data spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kerentanan banjir di Kabupaten Aceh Tamiang bervariasi, mulai dari kawasan yang tidak berisiko hingga yang sangat berisiko. Peta hasil pemetaan diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merencanakan tata ruang dan pengembangan infrastruktur yang lebih terarah. Penelitian ini juga menekankan bahwa SIG mampu memberikan informasi spasial yang akurat dan bermanfaat dalam upaya pencegahan risiko bencana banjir di wilayah ini.
Penerapan Cultyrally Responsive Teaching (CRT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Kelas V SD Negeri 101766 Bandar Setia Aldianu, Deri; Samio; Ahmad Laut; Alzani Ulfa
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10100

Abstract

Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai kebangsaan siswa di Indonesia. Namun, tantangan dalam pengajaran materi ini sering kali terletak pada keberagaman gaya belajar dan latar belakang budaya siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Cultyrally Responsive Teaching (CRT) untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas V SD Negeri 101766 Bandar Setia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan dua siklus yang melibatkan 25 siswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar di setiap siklus, dengan analisis hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Pancasila. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 62,8 pada pra-tindakan menjadi 73,2 pada Siklus 1 dan 82,4 pada Siklus 2. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode CRT efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa secara bertahap. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan budaya dan gaya belajar siswa.
Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan GETOL (Gesang Bawah Tol) di Rw 01 Kelurahan Pagesangan Enjelina N, Bahtera; Dwi Aprilia, Vinka; Atun Aliyah, Luluk; Miftahul Jannah, Dina; Akyun Giant Charira, Churil
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10239

Abstract

Gesang Bawah Tol (GETOL) merupakan bentuk inovatif pemanfaatan ruang sisa di kawasan perkotaan, khususnya area di bawah infrastruktur jalan tol, yang sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal. Inisiatif ini menjadi strategi pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan partisipatif untuk mewujudkan ruang produktif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan GETOL di Kelurahan Pagesangan, Kota Surabaya. Teori partisipasi Cohen dan Uphoff (1980) digunakan sebagai landasan analisis untuk melihat keterlibatan warga dalam tahapan pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, serta evaluasi kegiatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam perencanaan menunjukkan niat kuat, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam inklusivitas kelompok tertentu. Dalam pelaksanaan, warga menunjukkan keterlibatan aktif, khususnya dalam pengelolaan tanaman hidroponik, budidaya maggot, serta pengembangan taman bermain anak dan kebun sayur. Kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi melalui hasil panen yang dapat dikonsumsi maupun dijual, serta manfaat sosial dan lingkungan. Evaluasi dilakukan secara berkala oleh pengurus RW bersama tim implementasi melalui forum pertemuan internal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GETOL adalah praktik baik partisipasi berbasis komunitas dalam memanfaatkan ruang terbatas secara kolektif dan berkelanjutan.
Menganalisis Manajemen Pendidikan Dalam Bidang Kurikulum, Sarana dan Prasarana, Dan Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan Di SD Negeri 106199 Kotasan Yuanda Putri, Dea; Desi Lisdawati Limbong; Lizatil Munawarah; Aman Simare-mare
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Pendidikan dalam bidang kurikulum, Sarana dan Prasarana dan pendidik dan tenaga kependidikan di SDN 106199 Kotasan. Sampel penelitianini adalah guru yang bekerja di SDN tersebut. Dalam penelitian iniinstrument yang digunakan adalah angket. Angket yang digunakanadalah jenis angket tertutup. Angket tertutup adalah angket yang di dalamnya mengandung pertanyaan atau pernyataan yang biasanyamengharuskan responden untuk menjawab dengan pilihan jawabanya/tidak dan setuju/tidak setuju. Adapun teknik yang penelitilakukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Angketatau Kuesioner. Kuesioner atau angket adalah teknik pengumpulandata yang dilakuka dengan cara memberi seperangkat pertanyaanatau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Tujuan dari pemberian angket adalah untuk memperoleh informasidari responden tentang apa yang ia alami dan ketahui.
Penerapan Narasi Ekspositoris dalam Penulisan Naskah Video Feature “Makanan yang Terselamatkan, Harapan yang Tersampaikan” Rahmavika, Ella Fatasya Nur; Wirakusumah, Teddy Kurnia; Prastowo, FX Ari Agung
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10282

Abstract

Laporan tugas akhir ini membahas penerapan narasi ekspositori dalam penulisan naskah video feature berjudul “Makanan yang Terselamatkan, Harapan yang Tersampaikan”. Video ini mengangkat isu sampah makanan, khususnya di Bandung, dan memperkenalkan Food Bank Bandung sebagai solusi inovatif. Penulis berperan sebagai penulis naskah yang bertanggung jawab untuk menyiapkan narasi cerita yang disampaikan dalam video melalui penerapan tipe narasi ekspositori agar pesan dan informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens. Penulisan naskah menggunakan narasi ekspositori dengan struktur tiga babak, yaitu pendahuluan, pembahasan, dan kesimpulan. Pendahuluan menggambarkan kontras antara melimpahnya pilihan kuliner di Bandung dengan fenomena kelebihan makanan yang terbuang, diperkuat dengan data sampah makanan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung. Bab pembahasan merinci awal mula Food Bank Bandung, tantangan yang dihadapi, serta proses pengumpulan makanan, penyiapan makanan, dan pendistribusian makanan yang dilakukan oleh organisasi, didukung oleh wawancara dengan narasumber terkait. Akhirnya, bab penutup menyoroti dampak positif kegiatan Bank Makanan Bandung terhadap para penerima manfaat, anak-anak Yayasan Bagea, dan menyampaikan pesan untuk mengurangi sampah makanan. Judul karya ini mencerminkan makna bahwa kelebihan makanan yang telah diselamatkan menjadi harapan bagi para penerima manfaat.
Peran Guru Dalam Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Sekolah Dasar Parulian Sibuea; Kartika, Amanda; Khairunissa Alisya Hasibua
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran guru dalam meningkatkan keterampilan literasi membaca dan menulis siswa, serta mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat peningkatan kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil studi menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam proses mendidik, membimbing, memotivasi, mengajar, dan mengevaluasi siswa. Kemampuan literasi siswa tergolong rendah, yang dipengaruhi oleh kurang tepatnya strategi literasi guru, minimnya lingkungan yang mendukung literasi, serta perbedaan tingkat literasi orang tua yang berdampak pada keterbatasan informasi literasi dari rumah. Faktor pendukung mencakup peran teman sebaya sebagai tutor, kebijakan sekolah, dan ketersediaan buku bacaan. Sebaliknya, hambatan datang dari perilaku siswa, kondisi lingkungan, dan keterbatasan sarana pendukung.
Konseling Berbasis Cerita Rakyat: Studi Naratif Tentang Efektivitas Dongeng Lokal Sebagai Media Terapi Kecemasan Pada Anak SD Firna Imelda Sari; Mesiani; Monica Rachmania; Bunga Mar’attus Shalehah; Charisma Nur Syahry; Fiska Dewi Murdianti; Esya Putri Wulandari; Lili Tri Adelia; Dea Permata Sari; Velisha Putri Andella; Dhea Mareta; Kgs M Ihsan Adrian Putra; Nyi Ayu Anatasya
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10284

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi konseling berbasis cerita rakyat/dongeng lokal sebagai media terapi kecemasan pada anak SD melalui studi literatur. Kecemasan pada anak usia sekolah umum terjadi akibat adaptasi lingkungan baru, berdampak negatif pada perkembangan. Dongeng lokal, sebagai narasi fiktif kaya moral, menawarkan media terapeutik yang aman dan menarik. Berbagai studi menunjukkan cerita rakyat efektif meningkatkan kecerdasan emosional dan intrapersonal, serta mengembangkan identitas diri dan resiliensi, krusial dalam mengatasi kecemasan. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi emosional, pemodelan koping positif, dan fasilitasi komunikasi, diperkuat relevansi budaya lokal. Rancangan studi kasus deskriptif kualitatif relevan untuk mendokumentasikan dampak intervensi ini secara naratif. Disimpulkan, konseling dongeng lokal adalah alternatif humanis dan holistik untuk mengurangi kecemasan anak SD, sekaligus melestarikan budaya.
An Analysis of the Translanguaging Practice In Maudy Ayunda’s Youtube Channel Amanda, Si Luh Nyoman Julia Tria; Mahayanti, Ni Wayan Surya; Budiarta, Luh Gede Rahayu
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10325

Abstract

The practice of translanguaging still raises confusion as to whether it is similar to other linguistic practices. We realize that individuals who have the ability to master more than one language will consciously and spontaneously exchange or mix languages in a particular social action. The mindset of monolingualism is often a limitation for speakers of bilingualism or multilingualism to use all the language resources they have to form a meaning. This study aims to look at the translanguaging practices that appear in vlog videos belonging to public figures such as Maudy Ayunda and see how the audience reacts in the comment section of Maudy Ayunda's personal YouTube channel. Because previous research is more focusing on implementing the translanguaging practice into the classroom and searching for teacher or student perception towards translanguaging. This research employs a case study qualitative research approach and thematic analysis to examine the themes that emerge from the video transcripts and comments. The findings of this study found that Maudy Ayunda frequently speaks entirely in English to convey feelings of enthusiasm. And the research findings also discovered varied reactions in the comment section
Mengguris Karet, Budaya Penopang Hidup Masyarakat Kotanopan Juliansyah Siregar, Dendy Reza; Pujiati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10326

Abstract

Pada masa kolonial Belanda tiap wilayah administrasi disusun sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya olah pemerintah kolonial. Wilayah Tapanuli Selatan dijadikan sebagai wilayah penghasil sumber pendapatan negara lewat bidang perkebunan dan pertanian, salah satu komoditi yang laku dipasaran adalah karet, Wiilayah Hoetanoepan atau dewasa ini dikenal dengan nama Kotanopan dijadikan sebagai salah satu wilayah penanaman karet oleh pemerintah kolonial. Pada awal abad ke 20, karet menjadi komoditi yang sering ditanami rakyat pribumi di Kotanopan, karet menjelma menjadi komoditi utama semenjak peraturan budidaya kopi dihapuskan diwilayah Residentie Tapanuli pada tahun 1908. Penanaman karet di wilayah Kotanopan terus belanjut hingga dewasa ini, berbeda dengan wilayah lain yang berbondong-bondong melakukan konversi ke tanaman kelapa Sawit guna mengikuti pasa global. Dewasa ini budaya menanam dan mengguris karet tetap dilakukan masyarakat kota nopan, tentunya tindakan ini memiliki sebuah alsan yang membuat mereka tetap memilih menggantungkan hidup di karet daripada melakukan penaman tanaman ekspor lain yang booming seperti kelapa sawit. Penelitian ini akan membahas mengenai sejarah budaya mengguris karet diwilayah Kotanopan yang dijadikan sebagai salah satu pemenuh kebutuhan pokok masyarakat, penelitian ini menggunakan Metode sejarah dan pendekatan Teori Fungsionalisme oleh Malinowski.
Upaya Pencegahan Kejahatan Terrorisme di Indonesia Firdaus, Muhammad Razaq; Amunaf, Damar Arrya Akbar; Kusuma, Nicholas Adi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10393

Abstract

Upaya pencegahan ancaman terorisme di Indonesia merupakan tantangan yang kompleks dan membutuhkan keterlibatan aktif dari pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat luas. Artikel ini membahas aspek hukum, strategi, dan hambatan dalam pencegahan terorisme dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Pemerintah Indonesia, melalui BNPT, kepolisian, dan TNI, menerapkan strategi komprehensif yang mencakup langkah-langkah preventif, protektif, represif, serta kerja sama lintas sektor. Berbagai program seperti deradikalisasi, kontra-radikalisasi, penguatan regulasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui FKPT menjadi pilar utama dalam pendekatan ini. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas di ruang digital, perlindungan terhadap kelompok rentan, serta peningkatan kesejahteraan sosial turut menjadi bagian penting dalam menekan penyebaran paham radikal. Meskipun telah memiliki dasar hukum yang kuat, implementasi upaya pencegahan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya, rendahnya keterlibatan masyarakat, serta perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas program yang dilaksanakan. Oleh karena itu, sinergi yang konsisten antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan nasional yang tangguh dan menciptakan kondisi aman bagi keberlangsungan pembangunan bangsa.

Page 9 of 17 | Total Record : 167