cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 253 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2: Februari 2026" : 253 Documents clear
Strategi Komunikasi Interpersonal Keluarga Dalam Menghadapi Fenomena Fatherless (studi Pada Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh) Syahfitri, Syahfitri; Dwi Fitri; Bobby Rahman; Subhani, Subhani; Masriadi, Masriadi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13066

Abstract

Fenomena fatherless merupakan kondisi anak yang tumbuh tanpa kehadiran figur ayah, baik secara fisik maupun emosional. Ketidakhadiran tersebut berdampak signifikan terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik anak, terutama perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengetahui strategi komunikasi interpersonal dalam keluarga yang menghadapi kondisi fatherless, khususnya pada mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap delapan informan (empat mahasiswi dan empat anggota keluarga mereka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan, empati, dukungan emosional, sikap positif, dan kesetaraan merupakan elemen utama dalam strategi komunikasi interpersonal yang efektif dalam keluarga fatherless. Strategi ini berperan penting dalam menjaga stabilitas emosi dan hubungan yang harmonis dalam keluarga, serta mampu meminimalkan dampak negatif dari ketidakhadiran ayah
Permasalahan Status Hukum Dan Kewarganegaraan Anak Hasil Surrogacy Di Luar Negeri: Tinjauan Hukum Perdata Internasional Ade Rahma Dini Chairunisah; Dian Adalia; Ria Indah Sari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13071

Abstract

Transnational surrogacy involving Indonesian citizens creates complex conflicts in Private International Law (PIL) due to contradictions between the legality of the practice in the country of birth and the implicit prohibition under Indonesian law (Health Act No. 36 of 2009, Article 127 paragraph (2)). This study examines the mechanism of choice of law in PIL, as well as the determination of legal parentage and citizenship status of children born through foreign surrogacy. The analysis reveals that although PIL applies connecting factors such as lex loci celebrationis and lex patriae, the recognition of a child’s legal status in Indonesia is strictly limited by the doctrine of Public Order (Ordre Public). Surrogacy contracts are considered null and void as they violate morality and national ethics. Based on the principle that the legal mother is the woman who gives birth, Indonesian courts recognize the surrogate as the lawful mother, severing civil ties with the intended parents. Although the child may still obtain Indonesian citizenship as a form of human rights protection, this is classified as a child born out of wedlock (Article 4(g/h) of the Citizenship Law). Such classification is deemed discriminatory and contrary to the Best Interests of the Child, highlighting the urgent need for a Parentage Order mechanism to ensure legal certainty and protect fundamental child rights.
Studi Peran Keluarga Sebagai Institusi Pendidikan Pertama dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Lina Alfiah; M.Azhari Rasyid; Ziaul Rahman Baihaqi; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13085

Abstract

Keluarga saat ini menghadapi krisis fungsi edukatif akibat dominasi modernitas dan teknologi, yang berimplikasi pada munculnya krisis moral dan degradasi karakter di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menelaah secara filosofis peran tak tergantikan keluarga sebagai institusi pendidikan pertama dalam perspektif Filsafat Pendidikan Islam (FPI), serta implikasinya terhadap pembentukan manusia yang bermoral, rasional, dan berkarakter. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan kualitatif dengan analisis isi terhadap sumber-sumber primer dan sekunder FPI, melibatkan pandangan dari filsuf klasik seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Al-Ghazali, hingga tokoh kontemporer seperti Al-Attas dan Fazlur Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga dalam FPI bersifat aksio-ontologis. Secara ontologis, keluarga adalah lokus fundamental tempat fitrah anak dijaga dan diarahkan, menjadikan pendidikan sebagai bagian integral dari tatanan tauhid. Secara aksiologis, keluarga adalah arena utama penanaman akhlak karimah melalui ta’dib dan keteladanan (uswah), yang bertujuan membentuk insan kamil dan mencapai sa‘adah (kebahagiaan hakiki). Kesimpulan singkatnya, penguatan peran keluarga merupakan solusi teologis dan pedagogis untuk melawan arus sekularisasi nilai, memastikan Pendidikan Karakter memiliki fondasi spiritual yang kokoh, dan menjamin keberlanjutan peradaban yang beradab.
Kualitas Pelayanan terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien Rawat Jalan di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede Hodiri Adi Putra; Nor Wijayanti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13091

Abstract

Kepuasan pasien merupakan tolak ukur dari kualitas pelayanan, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien menunjukkan kualitas pelayanan baik, jika pasien puas dengan pelayanan yang diberikan, maka akan semakin tinggi minat untuk kunjungan kembali ke pelayanan. Minat kunjungan pasien di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede mengalami penurunan tiap tahunnya. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti, terdapat keluhan dari beberapa pasien bahwa dokter yang bertugas sering kali datang terlambat dan dokter tidak menjelaskan hasil dari pemeriksan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah 95 responden. Data diambil menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan Simple Random Sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis uji chi square untuk nilai signifikan variabel responsiveness sebesar 0,000 < 0,05, assurance sebesar 0,000 < 0,05, tangible sebesar 0,001 < 0,05, empathy sebesar 0,006 < 0,05, reliability sebesar 0,003 < 0,05. Ada pengaruh antara kualitas pelayanan (responsiveness, assurance, tangible, empathy, reliability) terhadap minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede Yogyakarta
Peran Hukum Perdata Internasional dalam Penyelesaian Kasus Penerbangan Air France 447 Ditinjau dari Konvensi Internasional Fadilah Azzahra, Anisa; Mahirah Rejang, Arifah; Novianti, Wike
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13099

Abstract

Kecelakaan pesawat Air France 447 pada 1 Juni 2009 yang menewaskan 228 penumpang dan awak menjadi tragedi besar sekaligus momentum penting dalam perkembangan hukum dan keselamatan penerbangan internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kronologi dan faktor teknis penyebab kecelakaan, serta menelaah peran hukum perdata internasional dalam proses penyelesaian kasus khususnya melalui Konvensi Montreal 1999 dan Konvensi Chicago 1944. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan studi kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecelakaan disebabkan pembekuan tabung pitot, kesalahan pilot dalam mengendalikan pesawat, serta lemahnya koordinasi awak. Dari segi hukum Konvensi Montreal menjadi dasar tanggung jawab maskapai atas kompensasi korban, sedangkan Annex 13 Konvensi Chicago mengatur mekanisme investigasi internasional. Proses peradilan di Prancis Brasil, dan Amerika Serikat mencerminkan kompleksitas yurisdiksi dan perbedaan interpretasi tanggung jawab antara maskapai, pabrikan, dan otoritas penerbangan. Tragedi ini juga mendorong reformasi global berupa penguatan regulasi keselamatan, peningkatan standar pelatihan pilot, serta pengembangan teknologi penerbangan. Dengan demikian, kasus Air France 447 tidak hanya menunjukkan kelemahan teknis dan faktor manusia, tetapi juga mempertegas pentingnya peran hukum perdata internasional dalam melindungi hak penumpang serta menjamin akuntabilitas industri penerbangan.
Ritual dan Pariwisata: Pengaruh Pemotongan Rambut Gimbal terhadap Peningkatan Wisata Budaya di Kawasan Candi Arjuna Putra, Agung Syah; Faidha Mauliya Khasanah; Dwi Rahyu Amalianti; Emi Tipuk Lestari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13146

Abstract

Ritual pemotongan rambut gimbal di kawasan Candi Arjuna memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat Dieng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ritual ini terhadap peningkatan wisata budaya dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur etnografis yang menganalisis sumber akademik dari tahun 2013 hingga 2025. Populasi mencakup seluruh publikasi akademik tentang ritual pemotongan rambut gimbal, Dieng Culture Festival, dan pariwisata budaya Jawa Tengah, dengan sampel dipilih melalui purposive sampling dari jurnal terakreditasi dan basis data akademik. Instrumen analisis data menggunakan analisis tematik dengan reduksi data, penyajian narasi tematik, dan triangulasi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual berfungsi ganda sebagai sarana pelestarian identitas budaya lokal sekaligus daya tarik pariwisata yang signifikan ketika dikelola secara partisipatif. Kesimpulannya, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, komunitas lokal, dan industri wisata membuktikan bahwa pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata dapat berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting tentang pengembangan protokol kebijakan dan pembentukan lembaga pengelola lokal untuk menjaga keaslian ritual.
Mengenal Dunia Olahraga dan Permainan Tradisional Ipadah, Baiq Nurul; M. Ardillah; M. Seftiawan Dwi Putra; Abdul Ghani Mubarak; Nopi Hariadi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13147

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Mengenal Dunia Olahraga dan Permainan Tradisional” dilaksanakan di SMP Negeri 2 Selong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan pentingnya olahraga sekaligus melestarikan permainan tradisional daerah sebagai sarana pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat siswa terhadap aktivitas fisik dan semakin tergesernya budaya bermain tradisional akibat pengaruh teknologi modern. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif, demonstrasi olahraga indoor dan outdoor, praktik ice breaking berupa pengukuran denyut nadi, serta pelatihan permainan tradisional NTB seperti begasingan, presean, dan bentengan. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas VII–IX dengan pendekatan partisipatif yang mendorong keterlibatan aktif peserta dalam setiap sesi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang pentingnya olahraga bagi kesehatan, kemampuan mengidentifikasi berbagai jenis aktivitas fisik, serta tumbuhnya kesadaran akan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam permainan tradisional seperti sportivitas, kerja sama, dan rasa kebersamaan. Kegiatan PKM ini memberikan dampak positif terhadap penguatan karakter siswa dan pelestarian budaya lokal. Melalui integrasi antara olahraga modern dan permainan tradisional khas NTB, kegiatan ini menjadi contoh pembelajaran pendidikan jasmani yang berorientasi pada budaya, karakter, dan kebugaran jasmani peserta didik
Efektivitas Layanan Konseling Individu Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus Jannah, Mila Raudatul; Muhammad Zainul Hafiz; Fitri Yuliana; Moh Majdi; Baiq Mahyatun
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling individu dalam meningkatkan keterampilan komunikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan gangguan autisme di SMP Negeri 2 Selong, Kabupaten Lombok Timur. Permasalahan utama yang dihadapi peserta adalah kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sosial, respons komunikasi yang lambat, serta kecenderungan perilaku menyendiri dan mencari perhatian dengan cara negatif. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan pelaksanaan layanan konseling individu kepada tiga peserta didik autis. Proses konseling dilakukan secara bertahap melalui tahapan pembinaan hubungan, eksplorasi permasalahan, pemberian intervensi perilaku, serta penguatan positif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal peserta didik setelah menerima layanan konseling secara rutin. Siswa menjadi lebih mampu merespons pertanyaan guru, mengekspresikan perasaan, dan menunjukkan perilaku sosial yang lebih adaptif di lingkungan sekolah. Layanan konseling individu terbukti efektif dalam membantu anak autis meningkatkan keterampilan komunikasi serta menurunkan perilaku impulsif. Temuan ini memperkuat pentingnya peran guru BK dan konselor sekolah dalam memberikan dukungan psikopedagogis yang berkelanjutan bagi siswa berkebutuhan khusus.
Penerapan Asas Bimbingan Dan Konseling Dan Pendidikan Non Formal Elisabeth Rosianna; Heni Sulistyawati; Chesyah Ridiani; Albert Nainggolan; Handika Pratama
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13174

Abstract

Pendidikan non formal memainkan peran yang sangat serius karena dengan adanya kualitas pendidikan yang baik, maka terciptanya generasi penerus bangsa yang baik. Pendidikan ini terdapat dibeberapa tempat, misalnya seperti ditempat kursus kejuruan, pelatihan keterampilan masyarakat, dan juga terkait dengan kegiatan yang menyangkut pengembangan diri diluar lingkungan sekolah, Sehingga memerlukan pendekatan yang adaptif untuk mendukung peserta didik dalam mencapai tujuan baik itu pribadi dan sosialnya. Dapat digambarkan secara menyeluruh bahwa hakikat bimbingan dan konseling berkaitan dengan terpenuhinya ketercapaian atas asas bimbingan dan konseling. Untuk mewujudkan terselenggaranya bimbingan dan konseling tersebut, diperlukan layanan pendampingan baik bagi individu ataupun peserta didik yang membutuhkan pendampingan, agar mampu berkembang secara mandiri dan optimal dalam bidang sosial, pembelajaran, maupun karir, sehingga melalui jenis layanan dan kegiatan pendukung siswa dapat mengoptimalkan potensi dirinya dengan optimal.
Analisis Pesan Motivasi Dalam Film Kimetsu No Yaiba Mugen Ressha-Hen Karya Koyoharu Gotoge Pakpahan, Ikhsan Falah; Dwi Fitri; Cut Andyna; Bobby Rahman; Zahari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13177

Abstract

Film ini mengisahkan perjalanan Tanjiro, Nezuko dan sahabatnya, untuk menjalankan misi mereka untuk melawan dan membasni iblis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan motivasi dalam film Kimetsu No Yaiba Mugen Ressha-Hen menggunakan analisis isi Klaus Kripendorrf. Analisis dilakukaan untuk menafsirkan makna komunikasi, memahami makna pesan, dan memahami fenomenan sosial dengan menganalisis teks yang di analisis berupa berbagai elemen seperti kata, makna simbol, gambar, ide, tema, dan sebagainya. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah pada scene-scene yang mengandung pesan motivasi terkait dengan kebutuhan dasar manusia menurut teori Maslow, seperti keamanan, dukungan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 23 scene yang dianalisis, 16 di antaranya mengandung pesan motivasi yang dapat dikaitkan dengan teori Maslow berupa kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, aktualisasi diri. Secara keseluruhan, film animasi Kimetsu No Yaiba Mugen Ressha-Hen berhasil menyampaikan pesan motivasi yang kuat melalui dialog antar karakter, mengilustrasikan bagaimana berbagai bentuk motivasi yang memenuhi kebutuhan dasar manusia menurut teori Maslow. Film animasi ini memberikan pelajaran moral dan motivasi yang signifikan, dan sebagai alat edukatif yang menghibur sekaligus memberikan nilai tambah bagi penonton.