cover
Contact Name
Sumianto
Contact Email
sumianto1982@gmail.com
Phone
+6285274742619
Journal Mail Official
sumianto1982@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adi Sucipto, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau - Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Indo Green Journal
ISSN : 30252679     EISSN : 30254574     DOI : https://doi.org/10.71436/green.v2i4.76
Indo Green Journal is published by Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. Indo Green Journal is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of scientific and technology (religious sciences, humanities sciences, social science group, natural sciences, formal science, applied sciences and other). All publications in the Indo Green Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. Indo Green Journal is a national journal with e-ISSN: 3025-4574, and p-ISSN: 3025-2679 is free of charge in the submission process and review process. Indo Green Journal publishes articles periodically four a year, in March, June, September, and December. Indo Green Journal uses Turnitin plagiarism checks, Mendeley for reference management and supported by Crossref (DOI) for identification of scientific paper.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 606 Documents
Implementasi Gamification dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Sri Lestari; Isnaini Septemiarti; Iwan Agus Supriono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.660

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Namun, pada praktiknya masih ditemukan siswa yang kurang antusias, mudah merasa bosan, dan memiliki partisipasi belajar yang rendah akibat penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Salah satu inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah gamification, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan elemen-elemen permainan ke dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi gamification dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru kelas III, dan siswa kelas III yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi gamification melalui penggunaan poin, badge, level, tantangan, dan penghargaan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. Penerapan gamification meningkatkan antusiasme, keaktifan, kepercayaan diri, serta tanggung jawab siswa dalam mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan tugas. Faktor pendukung implementasi meliputi kreativitas guru, ketersediaan media pembelajaran, serta dukungan lingkungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan perbedaan karakteristik siswa. Dengan demikian, gamification dapat menjadi strategi pembelajaran inovatif yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menjiplak Daun-daunan pada Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun di TK Pembina 02 XIII Koto Kampar Zahro Widad Nabila; Yenda Puspita; Amin Yusi Nur sai’da; Moh Fauziddin; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.665

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak kelompok B di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar. Terdapat anak yang belum mampu memegang alat tulis dengan benar, mengikuti pola secara tepat, serta mengoordinasikan gerakan mata dan tangan saat melakukan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan menjiplak daun-daunan pada anak kelompok B usia 5–6 tahun di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 12 anak, terdiri atas 7 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase pencapaian perkembangan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menjiplak daun-daunan mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Persentase ketuntasan pada Siklus I mencapai 75% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 91,67%, sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam memegang alat tulis dengan benar, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengikuti pola daun secara tepat, serta menyelesaikan kegiatan dengan lebih mandiri. Dengan demikian, kegiatan menjiplak daun-daunan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak kelompok B usia 5–6 tahun di TK Negeri Pembina 02 XIII Koto Kampar.
Meningkatkan Kemampuan Interpersonal Melalui Media Bermain Kolaboratif Ceria pada Anak Usia 5-6 Tahun Destari Arinda; Yenda Puspita; Joni Joni
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.666

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun di TK Mawar Tanjung Rambutan. Kemampuan interpersonal merupakan kemampuan yang penting dikembangkan pada anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan bekerja sama, berbagi, dan berkomunikasi dengan teman sebaya. Oleh karena itu, diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan interpersonal anak, yaitu melalui media bermain Kolaboratif Ceria. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun melalui media bermain Kolaboratif Ceria di TK Mawar Tanjung Rambutan. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 11 anak yang terdiri atas 4 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan interpersonal anak setelah mengikuti kegiatan bermain Kolaboratif Ceria dari pratindakan hingga Siklus II. Pada tahap pratindakan, sebagian besar anak masih berada pada kategori Belum Berkembang (BB) sebanyak 7 anak (63,6%) dan kategori Mulai Berkembang (MB) sebanyak 4 anak (36,4%). Setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, kemampuan interpersonal anak mulai meningkat dengan 3 anak (27,3%) berada pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 2 anak (18,2%) berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada Siklus II, seluruh anak telah mencapai kategori BSH dan BSB, yaitu 4 anak (36,4%) berada pada kategori BSH dan 7 anak (63,6%) berada pada kategori BSB. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media bermain Kolaboratif Ceria efektif dalam meningkatkan kemampuan interpersonal anak usia 5–6 tahun di TK Mawar Tanjung Rambutan.
Efektivitas Penerapan Restorative Justice pada Tindak Pidana Penipuan Transaksi Elektronik di Wilayah Hukum Polresta Cirebon Asep Hermawan; Herwantono Herwantono; Yulia Rachmawati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.675

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya transaksi elektronik telah mendorong pertumbuhan tindak pidana penipuan berbasis sistem elektronik yang menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat. Penyelesaian perkara melalui mekanisme peradilan pidana konvensional sering kali belum mampu memenuhi kebutuhan utama korban, yaitu pemulihan kerugian materiil yang dialami. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia menerapkan pendekatan restorative justice berdasarkan Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan restorative justice pada tindak pidana penipuan transaksi elektronik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat penerapannya di wilayah hukum Polresta Cirebon. Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis empiris dan bersifat deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan yang dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan restorative justice di Polresta Cirebon berjalan cukup efektif, terutama dalam perkara penipuan elektronik dengan kerugian kecil hingga menengah yang memenuhi syarat formal dan material sebagaimana diatur dalam Perpol Nomor 8 Tahun 2021. Efektivitas tersebut terlihat dari keberhasilan pengembalian kerugian korban, terciptanya kesepakatan perdamaian antara para pihak, serta berkurangnya penumpukan perkara pada tingkat kejaksaan dan pengadilan. Namun demikian, penerapan restorative justice masih menghadapi sejumlah hambatan, antara lain kendala geografis antara korban dan pelaku, kesulitan identifikasi pelaku akibat anonimitas digital, serta keterbatasan integrasi basis data kriminal nasional untuk mendeteksi pelaku residivis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan infrastruktur digital, integrasi sistem informasi kriminal, dan pengembangan mekanisme mediasi berbasis teknologi guna meningkatkan efektivitas penerapan restorative justice pada tindak pidana siber.
Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Terhadap Kebocoran Data Pasien Pada Sistem Informasi Rekam Medis Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Yanto Irianto; Agustiana Agustiana; Bustaman Bustaman; Yulia Rachmawati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.676

Abstract

Transformasi digital pada sektor kesehatan telah mendorong penggunaan sistem informasi rekam medis elektronik secara luas di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Meskipun memberikan manfaat berupa efisiensi dan peningkatan kualitas pelayanan, digitalisasi rekam medis juga meningkatkan risiko kebocoran data pasien yang merupakan data pribadi bersifat spesifik dan memerlukan perlindungan hukum yang lebih ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pertanggungjawaban pidana korporasi terhadap kebocoran data pasien pada sistem informasi rekam medis berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi serta mengkaji tantangan pembuktian kelalaian korporasi dalam proses peradilan pidana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui metode interpretasi hukum dan argumentasi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU PDP telah mengakui korporasi sebagai subjek hukum pidana yang dapat dimintai pertanggungjawaban atas kebocoran data pribadi yang terjadi dalam lingkungan korporasi. Pertanggungjawaban pidana korporasi dapat dikonstruksikan melalui teori identifikasi dan konsep kelalaian korporasi, terutama apabila terdapat kegagalan dalam penerapan prinsip keamanan sistem seperti enkripsi data, pengendalian akses, dan audit keamanan informasi. Tantangan utama dalam penegakan hukum terletak pada pembuktian hubungan kausal antara kegagalan pengamanan sistem dengan terjadinya kebocoran data serta pembedaan antara serangan siber yang tidak dapat dihindari dan kelalaian korporasi. Oleh karena itu, integrasi antara hukum pidana dan standar keamanan informasi menjadi penting dalam mewujudkan perlindungan data pasien di era digital.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mewarnai dengan Bahan Alam di TK Negeri Pembina 01 Kampar Irma Yuliani; Moh Fauziddin; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay; Melvi Lesmana Alim
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.677

Abstract

Kemampuan motorik halus anak kelompok B3 di TK Negeri Pembina 01 Kampar masih rendah, ditandai dengan kesulitan anak dalam mengontrol gerakan tangan dan tekanan saat mewarnai, mewarnai sesuai batas gambar, serta menyelesaikan kegiatan mewarnai hingga selesai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan mewarnai dengan bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 17 anak yang terdiri dari 9 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada kondisi awal, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 17,65% dan belum terdapat anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah tindakan diberikan, pada Siklus II Pertemuan II persentase anak yang mencapai kategori BSH meningkat menjadi 47,06% dan kategori BSB menjadi 43,14%. Secara keseluruhan, persentase anak yang mencapai kategori BSH dan BSB mencapai 90,20%, sehingga indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Dengan demikian, kegiatan mewarnai dengan bahan alam efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B3 di TK Negeri Pembina 01 Kampar.
Profil Penerimaan Diri Siswa MAN Ciamis Dila Rihadatul Aisy S; Agung Nugraha; Anandha Putri Rahimsyah
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.681

Abstract

Penerimaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan psikososial remaja yang memengaruhi kesejahteraan psikologis siswa, khususnya di lingkungan pendidikan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran penerimaan diri siswa kelas XI di MAN Ciamis serta mengetahui perbedaan tingkat penerimaan diri antara siswa MAN 1 Ciamis, MAN 2 Ciamis, dan MAN 3 Ciamis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 288 siswa kelas XI sebagai sampel, yang datanya dikumpulkan melalui instrumen penerimaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penerimaan diri siswa berada pada kategori tinggi, dengan MAN 2 Ciamis menunjukkan persentase tertinggi, namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara ketiga madrasah. Dapat disimpulkan bahwa siswa MAN Ciamis telah mampu menerima kelebihan dan kekurangan dirinya secara positif. Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan layanan dasar bimbingan dan konseling berbasis kebutuhan siswa untuk mengoptimalkan penerimaan diri secara berkelanjutan.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Mahasiswa Lusi Englita; Mukhlis Mukhlis; Siti Hairiyah; Loria Wahyuni; Nana Sutrisna; Al Ikhlas
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan literasi numerasi mahasiswa Program Studi Teknika (Perkapalan) di Akademi Maritim Sapta Samudra. Literasi numerasi merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki calon perwira kapal untuk menyelesaikan berbagai permasalahan teknis yang berkaitan dengan pengukuran, perhitungan, analisis data, serta pengambilan keputusan di bidang perkapalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimen melalui desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Teknika yang mengikuti mata kuliah terkait perhitungan teknis perkapalan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi numerasi, lembar observasi aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji peningkatan hasil belajar untuk mengetahui perubahan kemampuan mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan model PjBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project-Based Learning mampu meningkatkan kemampuan literasi numerasi mahasiswa secara signifikan. Mahasiswa menjadi lebih aktif dalam mengidentifikasi permasalahan, melakukan perhitungan teknis, menginterpretasikan data, serta menyusun solusi berdasarkan proyek yang dikerjakan secara kolaboratif. Selain itu, penerapan PjBL juga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama yang merupakan kompetensi penting dalam bidang teknika perkapalan. Dengan demikian, Project-Based Learning dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan literasi numerasi mahasiswa sekaligus mendukung pencapaian kompetensi lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia maritim.
Hubungan Tingkat Resilience dengan Tingkat Depresi Pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi Putri Rahmadani; Sofiana Nurchayati; Novita Kusumarini
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.689

Abstract

Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi sering mengalami dampak psikologis, salah satunya tingkat depresi. Resilience merupakan kemampuan individu untuk beradaptasi, bertahan, dan bangkit kembali dalam menghadapi tekanan akibat penyakit dan proses pengobatan. Pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi sering mengalami masalah emosional, fisik, hingga psikososial dikarenakan efek samping yang dirasakan dari kemoterapi, tekanan atau stres yang berkepanjangan dapat memicu munculnya depresi, mengingat tingkat depresi adalah masalah psikologis yang sering terjadi pada pasien kemoterapi dan akan sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien serta kepatuhan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat resilience dengan tingkat depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia dewasa akhir (52,1%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (91,8%), memiliki tingkat pendidikan menengah (82,2%), dan memiliki riwayat keluarga mengalami kanker (65,8%). Sebagian besar responden berada pada kategori resilience tinggi (84,9%), sedangkan resilience sedang (15,1%). Gambaran tingkat depresi menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori depresi minimal (45,2%), diikuti depresi ringan (35,6%) dan depresi sedang (19,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat resilience dengan tingkat depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi (p =0,000), disimpulkan ada hubungan tingkat resilience dengan tingkat depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Pasien dan keluarga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya resilience dalam menghadapi proses pengobatan kemoterapi.
Dampak Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Khairunnisa Khairunnisa; I Dewa Ketut Kerta W; Sri Yanthy Yosepha
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak motivasi kerja, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tangerang Selatan. Penelitan ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan metode asosiative untuk mengetahui pengaruh variable independent terhadap Variabel dependen. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden dan dianalisis menggunakan program Statical Package For The Social Sciences (SPSS) versi 26. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, upaya peningkatan motivasi kerja dan penetapan disiplin kerja yang konsisten diharapkan dapat mendorong tercapainya kinerja pegawai yang optimal dan berkelanjutan.