cover
Contact Name
Jimmy Rungkat
Contact Email
jimmyrungkat@gmail.com
Phone
+6282165508216
Journal Mail Official
redaksi.amata@gmail.com
Editorial Address
Jl. C. Heatubun Kel. Kwamki Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah (99910)
Location
Kab. mimika,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Teknik AMATA
Published by Politeknik Amamapare
ISSN : 27214494     EISSN : 27214508     DOI : https://doi.org/10.55334/jtam
Jurnal Teknik AMATA is a place for researchers to publish the latest research results in the fields of Civil Engineering, Mechanical Engineering, Electrical Engineering and mining engineering, or contribute learning materials for engineering students, which can be scientifically accounted for and disseminated nationally and internationally. Jurnal Teknik AMATA is open access and published twice per year, in June and December, by Politeknik Amamapare Timika.
Articles 113 Documents
Rancang Bangun Trainer Pembelajaran Elektronika Dasar Pada Politeknik Amamapare Timika Aryani Rombekila
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja, dan kelayakan Media Pembelajaran Trainer Elektronika Dasar sebagai media pembelajaran mata pelajaran Elektronika Dasar pada jurusan Teknik Listrik di kampus Politeknik Amamapare Timika. Hasil penelitian yang dilakukan di Kampus Politeknik Amamapare Timika menunjukkan bahwa unjuk kerja Media Pembelajaran Trainer Rangkaian Elektronika sudah sesuai dengan tujuannya sebagai media pembelajaran Rangkaian Elektronika. Alat Peraga yang dibuat pada Tugas Akhir ini sangat berguna bagi mahasiswa sebagai sarana perkuliahan teknik elektronika yang mana sangat membantu mahasiswa untuk memahami rangkaian dan bentuk fisik komponen. proyek akhir ini telah berhasil di realisasikan sebuah Trainer Rangkaian Elektronika yang digunakan sebagai alat peraga praktikum Rangkaian elektronika. Alat peraga praktikum ini dapat digunakan untuk merakit sebuah rangkaian dasar elektronika sebagai tahap awal dalam mengenal dan mempelajari tentang elektronika dasar.Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui unjuk kerja dari trainer elektronika dasar yang secara keseluruhan, kinerja alat telah menunjukkan hasil sesuai dengan rancangan, yaitu berbagai macam komponen elektronika sebagai pengenalan komponen elektronika sudah sesuai dengan kebutuhan di mata pelajaran elektronika dasar, dan untuk blok rangkaian juga sudah sesuai dengan kebutuhan dalam pembelajaran khususnya di mata kuliah Rangkaian Elektronika.
Analisis Rancangan Teknis Penambangan Batubara Di PIT III PT. Tuah Globe Mining, Kab. Kapuas, Prov. Kalimantan Tengah Indra Sulistyanto
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i1.96

Abstract

Tuah Globe Mining merupakan sebuah perusahaan swasta nasional, bergerak di bidang pertambangan batubara yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas ± 4000 Ha di Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk melakukan kegiatan pertambangan pertama kali difokuskan pada Pit 3 seluas 45,77971 Ha. Berdasarkan hasil survei lapangan dan kegiatan pemboran pada Pit 3 dijumpai sebanyak 4 seam (lapisan) yang layak untuk ditambang (A,B,C, dan D) dengan ketebalan antara 0,62-4,42 m. Batubara pada daerah penyelidikan mempunyai kedudukan dengan strike N 327° E, dan akan mulai tersingkap pada koordinat 9891111 N/823717 E dan pada elevasi 136 Mdpl dan sudut penunjaman (dip) berkisar 5-8º. Berdasarkan penaksiran cadangan yang dilakukan pada semua blok diperoleh total cadangan sebesar 1.824.770 ton. Batas SR (stripping ratio) penambangan 4:1. Permasalahan pada penelitian di pit 3 PT.Tuah Globe Mining ini ialah bagaimana cara merancang model penambangan yang optimum. Metode penyelesaian masalah dilakukan dengan studi literatur penelitian lapangan dan pengolahan data yang meliputi data eksplorasi dan pengeboran, sehingga menghasilkan permodelan geologi endapan batubara, kualitas endapan, penaksiran cadangan, perancangan pit penambangan, dan penjadwalan produksi batubara. Penjadwalan produksi batubara dibagi menjadi 3 periode yang terbagi sebanyak 4 bulan perpriode. Pertama, rancangan pada priode pertama produksi batubara adalah sebesar 465.000 ton dengan pengupasan overburden sebesar 1.584.523 bcm, SR 1:3,4. Kedua, rancangan pada priode kedua produksi batubara adalah sebesar 640.000 ton, dengan pengupasan overburden sebesar 2.452.697 bcm, SR 1:3,8. Ketiga, rancangan pada priode pertama produksi batubara adalah sebesar 655.000 ton, dengan pengupasan over burden sebesar 1.593.523 bcm. SR 1:3,3.
Analisis Penyebab Terjadi Retak Rambut Pada Beton (Bertulang) Pada Jembatan Konvensional Bentang 6 Meter Jl. Rambutan Jalur 2, Sp2 Timika-Papua Reinaldo Item; Oktavianty Batto
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i1.98

Abstract

Salah satu pembangunan infrastruktur di kota Timika yaitu pembangunan jembatan konvensional di jalan rambutan jalur 2 SP 2 dengan bentang 6 m pada tahun 2021. Dengan menggunakan anggaran dari dana APBD sebanyak Rp. 779.490.000 . Yang dikerjakan oleh kontraktor CV Karapao dengan konsultan pengawas CV Zalika Engineering. Proyek Tersebut dikerjakan selama 120 hari kalender. Penyebab utama di balik timbulnya keretakan garis rambut pada beton adalah susut plastis yang menipiskan kelembaban dari beton segar dalam kondisi plastisnya. Penyebab keretakan ini dapat muncul karena faktor suhu udara, suhu beton, kelembaban relatif dan kecepatan angin pada permukaan beton, penurunan daya dukung tanah, perawatan yang kurang dan lain sebagainya.. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan tingkat penguapan yang tinggi baik dalam cuaca panas maupun dingin. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis melakukan penelitian dengan judul mengenai penyebab terjadinya retak rambut pada beton (bertulang) pada jembatan konvensional bentang 6 meter jl.rambutan jalur 2, SP2”. Adapun tujuannya adalah Untuk mengetahui apa penyebab dari retak rambut pada plat jembatan konvensional dan nilai Hasil pengujian kuat tekan beton jalan rambutan jalur 2, SP 2. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian slump tes dan kuat tekan beton untuk memperoleh mutu beton yang digunakan. Pengujian sampel campuran beton tersebut, dilakukan di CV Mitra Sarana Laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan beton dapat dipengaruhi oleh variasi slump. Semakin tinggi nilai slump maka kuat tekan beton semakin turun demikian pula sebaliknya.
Analisis Prioritas Pengembangan Ruas Jalan Cenderawasih di Kabupaten Mimika Berbasis Model AHP Batto, Oktavianty
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i2.100

Abstract

Berdasarkan perkembangan daerah sejalan dengan perekonomian yang dilandasi oleh aktivitas transportasi yang terjamin. Transportasi merupakan sarana penunjang dalam pembangunan serta pemerataan dalam banyak sektor kehidupan masyarakat. Namun, pada beberapa aspek suatu wilayah kurang berkembang diakibatkan sentral aktivitas hanya terpusat pada titik tertentu di suatu daerah. Adapun pengembangan ruas jalan diharapkan sebagai bentuk peningkatan pada berbagai sektor mampu memberikan daya tarik pada wilayah-wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui variabel penunjang dalam pengembangan ruas jalan serta menganalisis prioritas pengembangan ruas jalan ruas Jalan Cenderawasih di Kabupaten Mimika dengan metode Analytical Hierarchy Process. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dimana narasumber merupakan Stakeholders. Hasil penelitian menggunakan metode wawancara menunjukkan bahwa ruas Jalan Cenderawasih rute Timika-Kuala Kencana di Kabupaten Mimika dengan panjang ±13 km, untuk kriteria penunjang yang berpengaruh berdasarkan variabel hirarki adalah Faktor Pelayanan Jalan sebesar 45%, untuk sub-kriteria penunjang dari kriteria Faktor Kondisi Jalan yaitu Jenis Perkerasan Jalan sebesar 23%, untuk sub-kriteria Faktor Pelayanan Jalan yaitu Keamanan 36%, sedangkan dari sub-kriteria Faktor Tata Guna Lahan yaitu dibidang pendiidikan sebesar 19%. Adapun berdasarkan semua faktor penunjang yang ada maka prioritas pengembangan ruas Jalan Cenderawasih adalah Pemeliharaan Jalan sebesar 55%.
Pengujian X-Ray Fluorescence Terhadap Kandungan Mineral Logam Pada Endapan Sedimen di Sungai Amamapare Kabupaten Mimika, Papua Tengah Putri, Nilam Sry; Rahim, Abd; Patiung, Obed; Afasedanja, Mapuay Menasye Theo
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i1.104

Abstract

Pertambangan merupakan suatu kegiatan produksi yang tidak lepas dari limbah yang dihasilkan dari pertambangan contoh limbah yang dihasilkan antara lain yaitu limbah logam yang mana jika melebihi nilai ambang batas diatas rata-rata akan berdampak buruk pada lingkungan yang ada di sekitar.Pencemaran laut didefenisikan sebagai dampak negative (pengaruh yang membahayakan), bagi kehidupan biota, sumber daya, kenyaman ekosistem laut, baik disebabkan secara langsungmaupun tidak langsung oleh pembuangan bahan-bahan atau limbah ke laut yang berasal dari kegiatan manusia.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan mineral logam pada endapan sedimen di sungai Amamapare Timika. Metode Penelitian yang dilakukan adalah observasi langsung ke lapangan dengan melakukan sampling di sebanyak 3 stasiun. Ketiga sampel tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode X-Ray Fluorescence di Laboratorium Universitas Hasanuddin Makassar. Berdasarkan hasil analisis X-Ray Floureseces (XRF) pada 3 sampel diarea sedimen muara sungai amamapare, terdapat 10 unsur mineral logam berupa unsur Silikon dioksida (SiO2), Aluminium oksida (Al2O3), Titanium dioksida (TiO2), Magnesium oksida (MgO), Besi (III) oksida (Fe2O3), Kalsium oksida (CaO), Natrium oksida (Na2O), Kalium oksida (K2O), Mangan (II) oksida (MnO), Fosfor fentoksida (P2O5)
Identifikasi Sebaran Intrusi Air Laut Berdasarkan Peta ISO Resistivitas Metode Geolistrik Kota Makassar Hasrianto; Ali Imran; Mapuay Menasye Theo Afasedanya
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i1.109

Abstract

Penelitian ini berada di Pulau Sulawesi bagian selatan secata admistrasi daerah penelitian berada pada Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, kurangnya peneliti yang meneliti tentang intrusi air laut khususnya di Kota Makassar secara keseluruhan dan dapat memudahkan pihak pemerintah Kota Makassar untuk mengetahui pola sebaran akuifer yang terintrusi oleh pengaruh air laut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengindentifikasi pengaruh/sebaran intrusi air laut berdasarkan peta iso resistivitas dari hasil olah geolistrik, menentukan resistivitas bawah permukaan berdasarkan peta iso resistivitas terutama lapisan yang mengalami pengaruh intrusi air laut, menentukan nilai resitivitas untuk lapisan yang terintrusi air laut berdasarkan hasil olah geolistrik. Metode Penelitian data yang digunakan merupakan data geolistrik dan data geologi pintas, sumber data terdiri dari data primer dan sekunder, tahapan penelitian terdiri dari pekerjaan persiapan, pengambilan/pengumpulan data dari peneliti terdahulu dan tahap analisa data. Hasil penelitian diperoleh Pengaruh intrusi air laut yang agak luas pengaruhnya terlihat jelas pada kedalaman iso resistivitas 10 meter dan 30 meter kebawah permukaan. Intrusi air laut kota Makassar pada kedalaman 10 meter samapi dengan kedalaman 30 meter dari arah selatan ke utara yaitu Kecamatan Rappocini, Manggala, Mamajang, Panakukang, Tallo, Tamalanrea dan Kecamatan Biringkanaya. Resistivitas lapisan Intrusi air laut dengan nilai resistivitas 0 – 5 Ohm.m., litologi lapisan yang terintrusi air laut yaitu endapan alluvial sungai, rawa dan pantai (pasir) dan batuan vulkanik (tufa).
Potensi Pembentukan Air Asam Tambang Pada Batuan Menggunakan Analisis XRD Dan Mikroskopi Pada Tambang Batubara, Blok Timur, Site Bontang, PT. Indominco Mandiri, Provinsi Kalimantan Timur Eni Tri Mahyuni; Amran; Hedianto; Moh. Khaidir Noor; A.Al. Faizah Ma’rief
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i1.113

Abstract

Salah satu dampak langsung dari kegiatan penambangan adalah terbentuknya air asam tambang yang ditandai dengan penurunan pH dan tingginya kelarutan logam berat. Untuk mengantisipasi pembentukan air asam tambang di lokasi kegiatan penambangan, perlu dilakukan pengujian terhadap material batuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui material batuan pada lokasi penambangan yang berpotensi menimbulkan air asam tambang. Metode yang digunakan dalam menganalisis potensi air asam tambang pada penelitian ini adalah uji XRD dan mikrospkopi. Uji mineralogi dengan metode XRD dan mikroskopi yang telah dilakukan adalah untuk mengidentifikasi mineral-mineral pembentuk air asam tambang. Tiga sampel batuan (SP-01, SP-03, SP-05) telah disampling dari lokasi disposal area. Hasil pengujian XRD dan mikroskopi menunjukkan bahwa sampel SP-01 mengandung oksida silica dan alumino-silikat berupa mineral kuarsa dan mineral lempung. Persentase mineral utama sampel SP-01 adalah mineral kuarsa SiO2 sebesar 56,3 %, muscovit sebesar 24,6 %, kaolinite sebesar 15,3 % dan pirit 3,8 %. Hasil uji XRD pada sampel SP-05 juga mengandung oksida silica dan alumino-silikat berupa mineral kuarsa dan mineral lempung sebagai komponen utama, dengan persentase mineral kuarsa SiO2 sebesar 40,9 %, muscovit sebesar 30 %, unsur kaolinite sebesar 25,9 % dan pirit 3,8%. Hasil analisis mikroskopi pada sampel SP-03 menunjukkan bahwa sampel ini (inti bor) menunjukkan kehadiran mineral pirit yang cukup dominan. Mineral pirit merupakan salah satu unsur penting sebagai pembentuk air asam tambang. Selain mineral pirit pada sampel yang dianalisis, juga terdapat mineral lempung (clay), oksida silika dan mineral kuarsa. Kehadiran mineral pirit pada sampel di daerah penelitian sangat berpotensi membentuk air asam tambang (acid mine drinage).
Volumetrik Campuran Aspal Concrete Wearing Course (AC-WC) Dengan Bahan Tambah Limbah Plastik Polistyren (PS) Irianto, Irianto; Lapian, Franky E.P
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai volumetrik dari campuran aspal AC-WC dengan penambahan limbah plastik Polistyren (PS), pengujian Volumetrik yang akan di teliti meliputi VIM (Voids in Mix) ,VMA (Voids in Mineral Agregat), VFB (Voids Filled Bitument), Dari hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan nilai VMA tampa limbah Plasik sebesar 24,36% mengalami kenaikan sampai kadar limbah plastik PS 3% sebesar 25,42% dan menurung pada kadar plastik PS 4 % dengan nilai VMA 24,64 %. Sedangkan untuk nilai VIM juga menunjukkan pola yang sama yaitu nilai VIM tampa tambahan limbah plastik sebesar 3.03 %, meningkat hingga kadar PS 3% sebesar 4,40% dan menurung pada kadar 4% sebesar 3,40%. Sedangkan nilai VFB menunjukkan penurunan hingga kadar 3% sebesar 82,70 % dan naik pada kadar 4% dengan nilai sebesar 86,23%.
Stabilisasi Tanah Lanau Dengan Abu Tongkol Jagung Sebagai Lapis Pondasi Jalan Irianto, Irianto; Rochmawati, Reni; Sitorus, Pangeran Holong
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i2.151

Abstract

Lokasi pengambilan sampel pada penelitian ini diamabil pada Jl. Hanurata KM 09, Kelurahan Holtekamp, Kecamatan Muara Tami, Kota Jayapura Provinsi Papua ini memiliki tanah dasar yang buruk, hal ini akan menyebabkan kerusakan pada struktur yang akan dibangun diatas tanah tersebut. Untuk mencegah hal itu, maka dilakukan perbaikan tanah dasar menggunakan abu tongkol jagung dengan tujuan dapat meningkatkan daya dukung tanah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu tongkol jagung terhadap nilai indeks plastisitas dan pengaruh nilai UCS tanah. Pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan abu tongkol jagung terhadap nilai IP menggunakan kadar 5%;10%;15% dan 20% (ATJ). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai indeks plastisitas tanah asli 26.49%. Setelah distabilisasi dengan variasi kadar abu tongkol jagung nilai indeks plastisitas tanah menurun menjadi 13.69%; 10.51%; 9.90% dan 9.04%. Untuk pengujian UCS didapatkan tanah asli memiliki nilai yaitu, 14.29 Kg/cm2 setelah distabilisasi menggunakan kadar 8%(SA) dengan variasi kadar 15% dan 20% (ATJ) didapatkan nilai kuat tekan bebas sebesar 23.52 Kg/cm2 dan 24.08 Kg/cm2. Dapat disimpulkan bahwa abu tongkol jagung memenuhi syarat sebagai bahan stabilisasi untuk menurunkan nilai IP yang tinggi dan penambahan semen (SA) dan Abu Tongkol Jagung (ATJ) mempengaruhi nilai kuat tekan bebas tanah.
Tanggap Darurat Masyarakat Di Kelurahan Tubo Dan Kelurahan Akehuda Terhadap Bencana Erupsi Gunung Gamalama Muh Faedly Tidore; Bundang, syarifullah; Alhabsyi, Gina Audina P; Zulkifli, Kifayatul Khair Masyhuda
Jurnal Teknik AMATA Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v4i2.162

Abstract

Aktivitas gunung Gamalama yang begitu aktif menyebabkan terjadinya erupsi yang berdampak pada masyarakat baik itu kerugian materi hingga korban jiwa. Kelurahan Tubo dan Kelurahan Akehuda merupakan daerah yang paling terdampak dari banjir lahar gunung Gamalam karena letaknya yang berada di sempadan sungai Tugurara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses tanggap darurat di masyarakat yang tinggal di sepanjang sempadan Sungai Tugurara dalam menghadapi ancaman erupsi Gunung Gamalama. Penelitian ini menggunakan metode suvey pengumpulan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada Masyarakat kelurahan Tubo dan kelurahan Akehuda. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan data yang diolah dari kuesioner dan data tersebut diuji menggunakan analisis statistik regresi linear sederhana. Sistem peringatan bencana, informasi dan transportasi berpengaruh signifikan terhadap tanggap darurat masyarakat di Kelurahan Tubo dan Akehuda baik secara simultan maupun secara parsial, faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap tanggap darurat adalah faktor informasi dan transportasi yang tersedia.

Page 6 of 12 | Total Record : 113