cover
Contact Name
Jimmy Rungkat
Contact Email
jimmyrungkat@gmail.com
Phone
+6282165508216
Journal Mail Official
redaksi.amata@gmail.com
Editorial Address
Jl. C. Heatubun Kel. Kwamki Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah (99910)
Location
Kab. mimika,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Teknik AMATA
Published by Politeknik Amamapare
ISSN : 27214494     EISSN : 27214508     DOI : https://doi.org/10.55334/jtam
Jurnal Teknik AMATA is a place for researchers to publish the latest research results in the fields of Civil Engineering, Mechanical Engineering, Electrical Engineering and mining engineering, or contribute learning materials for engineering students, which can be scientifically accounted for and disseminated nationally and internationally. Jurnal Teknik AMATA is open access and published twice per year, in June and December, by Politeknik Amamapare Timika.
Articles 113 Documents
Prediksi Titik Lokasi Pembangunan Tower BTS (Base Transceiver Station) Di Pulau Barrang Lompo Dengan Metode K-Means Suherwin; Wila, Muh. Saleh
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.203

Abstract

Base Transceiver Station (BTS) adalah sumber utama konsumsi energi. Masalah utama dalam bidang telekomunikasi di Indonesia adalah sulitnya pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Infrastruktur telekomunikasi dapat berupa jaringan kabel maupun jaringan wireless. pembangunan BTS menjadi sebuah masalah dalam penentuan titik lokasi yang cocok dan efektifitas dalam pembangunan BTS.pada penelitian ini melakukan prediksi titk lokasi pembangunan tower BTS menggunakan metode K-means. K-means digunakan untuk clustering yang dapat membagi sebuah data jadi 2 atau lebih dengan kecepatan dan kinerja yang dalam data yang besar dengan pemilih data secara acak. Aplikasi rapidminer dan aplikasi SW Maps menjadi alat pendukung dalam penelitian ini. Hasil dalam penelitian ini aksesibilitas yang mudah, kondisi tanah yang keras dan lapang serta berbatu sehingga dalam pembangunan semacam bangunan tower akan cocok untuk didirikan. Pembangunan seperti bangunan yang dapat bernilai ekonomi seperti, Caffé, Toko bangunan atau Toko serbaguna.
Evaluasi Alat Peremuk Batuan (Cone Crusher) Pada Unit Pengolahan Bijih Emas Dan Tembaga Untuk Peningkatan Produksi Dan Pemenuhan Terget Pengolahan Berikutnya Di Mille 74 PT. Freeport Indonesia Afasedanya, Mapuay; Putri, Nilam Sry
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.214

Abstract

ABSTRAK PT.Freeport Indonesia merupakan Perusahaan Tambang terbesar kedua di dunia dan Penghasil Emas nomor satu di dunia, dengan menerapkan dua jenis metode penambangan yaitu Tambang Terbuka (Surface Mine) dan Tambang Bawah Tanah (Underground Mine). Dimana Unit Crushing Plant (PT.Freeport Indonesia) telah berhasil mencapai produksi bijih Emas dan Tembaga dengan penghasilan 1.300 ton/jam. Unit Pengolahan merupakan pemegang peran penting dalam hal ini yaitu sebagai tempat dimana material-material ini diolah, dan juga sebagai penentu nilai,kualitas serta harga jual di pasaran. Salah satu alat pengolahan yang digunakan oleh PT. Freeport Indonesia untuk mengolah dan menghasilkan material bijih ini adalah Cone Crusher, dimana permintaan konsumen yang semakin meningkat dari hari ke hari dan harus dipenuhi maka harus dilakukan pengkajian serta evaluasi teknis kembali. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui produksi nyata yang ada pada areal pengolahan serta hambatan-hambatan yang sering terjadi pada saat proses peremukan batuan berlangsung, Metode yang digunakan yaitu Deskrit yang dihitung dengan menggunakan teori Keserasian alat peremuk (Aviability), Reduction Ratio dan Jam kerja efektif pada unit crushing plant. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Target Produksi nyata sebesar 1.300 ton/jam dan produksi teoritis sebesar 1.550 ton/jam dengan jam kerja efektif yaitu 24 jam, sedangkan untuk nilai Reduction Ratio untuk Secondary Crusher 2,9 kali dan Tertiary Crusher 1,9 kali, yang mana nilai Avaiibilitynya berkisar antara 83,8 % - 97,5 %. Kata Kunci: Cone Crusher,Crushing Plant, Avaibility dan Reduction Ratio
Korelasi Daya Dukung Tanah Menggunakan Sondir Terhadap Data Handbor Pada Soil Investigation Distrik Wania Kabupaten Mimika Rahim, Abd
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.219

Abstract

Daya dukung tanah pada perencanaan jalan raya atau pun bandar udara merupakan elemen penting, karena nilai daya dukung tanah sangat berpengaruh pada tebal perkerasan lapisan tanah dasar untuk menentukan kapasitas dukung tanah dasar, ada beberapa metode pengujian yang digunakan seperti pengujian sondir dengan alat Cone Penetration Test (CPT) dan handbor Seluruh Uji sondir atau dikenal dengan uji penetrasi kerucut statis banyak digunakan di Indonesia. Pengujian ini merupakan suatu pengujian yang digunakan untuk menghitung kapasitas dukung tanah. Nilai-nilai tahanan kerucut statis atau hambatan konus (qc) yang diperoleh dari pengujian dapat langsung dikorelasi-kan dengan kapasitas dukung tanah (Hardiyatmo, 2010)., Penyelidikan tanah menggunakan sondir sangat lah perlu dalam merencanakan pembangunan tapi data tersebut pelu di kombinasikan langsung dengan data jenis perlapisan tanah melalui data bor ataupun handbor. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah melakukan uji penetrasi tanah menggunakan sondir serta melihat korelasi hubungan kekuatan tanah berdasarkan jenis jenis perlapisan tanah. Berdasarkan data lapangan daya dukung dilokasi penelitian ada dikedalaman 1.40 -1.60 meter, dengan nilai perlawanan konus qc 185 kg/cm2. Nilai tersebut dianggap tanah dengan daya dukung cukup kuat untuk menopang bangunan. suatu nilai sondir dinyatakan cukup kuat jika melebihi nilai 150 kg/cm2. Korelasi nilai sondir terhadap data handbor: Perlawanan konus 15 kg/cm2 dengan jenis tanah lempung, Perlawanan konus 20 kg/cm2 dengan jenis tanah lempung Perlawanan konus 15 kg/cm2 dengan jenis tanah lanau berpasir, Perlawanan konus 64 kg/cm2 dengan jenis tanah Lanau, Perlawanan konus 128 kg/cm2 dengan jenis tanah Lanau, Perlawanan konus 155 kg/cm2 dengan jenis tanah Lanau berpasir, Perlawanan konus 185 kg/cm2 dengan jenis tanah berpasir
Analisis Rock Quality Designation (RQD) Pada Hole DZ30-NH1F-08 DAN DZ30-NH1F-10 Area Tambang Bawah Tanah (DMLZ) PT. Freeport Indonesia Patiung, Obed; Tofan
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.221

Abstract

Rock Quality Designation (RQD) merupakan sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan jenis batuan untuk dilakukan perhitungan Rock Mass Rating (RMR). Metode block caving adalah metode metode penambangan secara ambrukan yang memotong bagian bawah bijih sehingga blok bijih yang ada di atas akan jatuh karena beratnya sendiri. Karena metode yang digunakan adalah block caving maka risiko yang bisa terjadi juga sangat besar sehingga, sebelum dilakukan peledakan akan dilakukan proses pengeboran untuk mengambil contoh sampel batuan yang kemudian akan di teliti sehingga memperoleh data-data mengenai karakteristik dan kekuatan pada batuan yang dapat mempermudah dalam Proses peledakan serta dapat mengurangi risiko bahaya yang terjadi. Klasifikasi massa batuan adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk membantu berbagai jenis kebutuhan di bidang pertambangan seperti terowongan, pondasi dan galian. Dengan sistem klasifikasi, dapat digunakan untuk memperkirakan komposisi dan massa batuan dalam mendesain sebuah penyangga. Berdasarkan hasil penelitian “ Analisis Rock Quality Designation (RQD) Pada Hole DZ30-NH1F-08 Dan Hole DZ30-NH1F-10 Area Tambang Bawah Tanah (DMLZ) PT. Freeport Indonesia “ dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1.Semakin kecil jumblah rekahan atau diskontinuitas pada batuan maka nilai RQD akan semakin tinggi dan kualitas batuan akan semakin baik. 2.Persentase nilai RQD yang baik terdapat pada hole DZ30-NH1F-08 pada kedalaman 1,2 – 252 meter dan persentase nilai RQD rendah terdapat pada kedalaman 0,4 – 1,2 meter. Sedangkan pada hole DZ30 – NH1F – 10 secara keseluruhan memiliki nilai persentase nilai RQD yang baik.
Penerapan Metode Naïve Bayes Untuk Penentuan Kelayakan Pembuatan Sertifikat Tanah Berbasis Web Fuad, M Noor; Asia, Siti Nur
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.223

Abstract

Kantor Pertanahan Kota Makassar sering menghadapi kendala dan keluhan dari masyarakat terkait pelayanan pendaftaran sertifikat tanah. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan merancang Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk menentukan kelayakan permohonan sertifikat tanah di Kantor Pertanahan Kota Makassar menggunakan metode Naïve Bayes. Metode ini dipilih karena kesederhanaan dan efisiensinya dengan asumsi independensi antar fitur. Penelitian ini menggunakan desain UML dan bahasa pemrograman PHP. Hasilnya menunjukkan bahwa SPK yang diujicobakan dengan 50 data training dan 10 data testing mampu memberikan keputusan dengan akurasi tinggi, dimana atribut "approval" (disetujui) mencapai nilai 95% Sistem ini efektif untuk membantu pengambilan keputusan berdasarkan kelengkapan berkas permohonan sertifikat tanah
Peningkatan Jalan Menggunakan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Studi Kasus Pada Ruas Jalan Langsat Irigasi Timika Papua Tengah Delu, Frederik Irsan
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.224

Abstract

Transportasi sebagai salah satu sarana penunjang dalam pembangunan suatu negara khususnya daerah Timika yang sedang berkembang dan sangat potensial dengan kekayaan sumber daya alam. Dalam hal ini sarana dan prasarana transportasi adalah salah satu faktor yang utama. Untuk itu diperlukan pembangunan jaringan jalan yang memadai agar mampu memberikan pelayanan yang optimal sesuai dengan kapasitas yang diperlukan. Konstruksi lapisan perkerasan ini akan melindungi jalan dari kerusakan akibat air dan beban lalu lintas. Saat ini jalan beton relatif banyak digunakan di jalan-jalan di kota besar maupun di daerah yang mempunyai tingkat kepadatan lalu lintas tinggi. Beban kendaraan yang relatif besar dan arus lalu lintas yang semakin padat menjadi alasan utama pemilihan jalan beton (rigid pavement). Terlebih lagi strukturnya yang lebih kuat, awet, dan bebas perawatan. Jalan beton menjadi solusi yang sangat efektif untuk digunakan di jalan langsat, dikarenakan kepadatan lalu lintas dan beban kendaraan yang relatif besar. Dari hasil inventori jalan yang dilakukan, dapat dilihat kondisi existing jalan pada jalan langsat dikategorikan sebagai jalan yang rusak sedang hingga rusak berat. Hal ini terlihat dari banyaknya aspal yang mengelupas sehingga jalan cenderung berlubang. Peningkatan jalan menggunakan perkerasan kaku pada jalan langsat irigasi, dilakukan pada satu segmen. Pemilik proyeknya adalah dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pada pengerjaan proyek jalan ini, Jalan langsat irigasi yang tadinya cuma timbunan sirtu biasa diganti dengan menggunakan beton atau perkerasan kaku. Perhitungan perkerasan jalan secara umum meliputi tebal dan lebar perkerasan. Oleh karena banyaknya metode yang ada, maka peneliti mencoba untuk membuat suatu perbandingan perhitungan tebal lapisan perkerasan pada ruas jalan langsat dengan menggunakan metode, yaitu Metode Bina Marga. T Berdasarkan penelitian diketahui bahwa tebal perkerasan kaku atau tebal perkerasan beton semen memperoleh ketebalan tertipis yang menghasilkan total kerusakan fatik dan atau erosi ≤ 100 %. Akan tetapi dalam menentukan LHR kendaraan hanya menghitung beban sumbu truk saja. Sehingga didapati bahwa metode Bina Marga merupakan metode yang lebih efisien dan ekonomis
Analisis Prioritas Penyedia Jasa Konstruksi Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Batto, Oktavianty
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.225

Abstract

Perkembangan Kota Mimika dalam industri jasa konstruksi memiliki peranan penting dalam pembangunan daerah. Seiring dengan semakin meningkatnya pekerjaan konstruksi kebutuhan tenaga kerjapun mengalami peningkatan, utamanya adalah pada tenaga kerja konstruksi yang berkompeten akan banyak dibutuhkan guna kelancaran seluruh pekerjaan konstruksi. Dalam Dunia konstruksi, tenaga kerja merupakan faktor kunci yang menentukan penyelesaian suatu proyek konstruksi, hal ini berhubungan dengan produktivitas yang bisa mereka hasilkan. Proses sertifikasi dilaksanakan melalui pengujian yang dilengkapi dengan bukti resmi pendidikan dan pengalaman kerja. Pengujiannya menggunakan standar tertentu untuk menjamin kompetensi dari pemegang sertifikasi. Berdasarkan standar kualitas kinerja penyedia jasa konstruksi perlu menjadi dasar bahwa dalam jasa konstruksi adanya perubahan memungkinkan untuk mengubah dan mengembangkan atau mempertahankan kinerja yang ada sehingga dapat memberikan kepuasan pada pengguna jasa konsultansi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja variable hirarki yang paling berpengaruh terhadap kriteria proyek konstruksi Berdasarkan hasil perhitungan perubahan kriteria dan sub-kriteria nilai alternatif yang menjadi prioritas maka hasil yang diperoleh urutan pertama adalah Alternatif Mengubah Kualitas dengan bobot sebesar 59% dan dikuti Alternatif Mempertahankan Kualitas dengan bobot sebesar 41%.
Analisis Pengaruh Ampas Sagu Dalam Lost Circulation Material Pada Semen Grade G Rikumahu, Marcia Violeta; Thohirah, Afifah; Imasuly, Geovanny B; Tumanan, Pario S
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.226

Abstract

Kegiatan pemboran minyak, gas, maupun panas bumi harus dilakukan secara efektif dan efisien dengan meminimalisir kerugian. Salah satunya dalam kegiatan penyemenan dengan memperhatikan kualitas semen agar konstruksi sumur tersebut dapat bertahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan lost circulation material (LCM) dengan berbahan ampas sagu pada sifat fisik semen grade G seperti rheology, density, free water content, thickening time, dan compressive strength. Bahan ampas merupakan limbah pengolahan tepung sagu yang mudah ditemukan, mengingat potensi luasan tumbuhan sagu nasional berada di wilayah Indonesia Timur mencapai 96% terutama Papua dan Maluku. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan memvariasikan persentase LCM dari 0% hingga 6% yang diharapkan dapat digunakan sebagai bahan LCM yang dipakai untuk menutupi zona loss dan dapat mempertahankan sifat semen grade G. Hasil yang didapatkan yakni, penurunan tertinggi nilai densitas terjadi pada konsentrasi 6% dari ampas sagu dengan penambahan bentonite sebesar 14.5 ppg. Kenaikan nilai plastic viscosity (PV) dan yield point (YP) paling tinggi terjadi pada konsentrasi 2% dengan penambahan barite sebesar 76 cp – 133 lbs/100ft². Penurunan nilai Free water tertinggi terjadi pada konsentrasi 1.5% dengan penambahan bentonite sebesar 4.6 mL. Thickening time terlama terjadi pada konsentrasi 4.5% dengan penambahan KCL sebesar 920 gr-cm dan 42.04 bc (Uc). Kenaikan compressive strength tertinggi terjadi pada 3% dengan penambahan barite sebesar 1451 psi.
ANALISA KUAT GESER TANAH PADA LOKASI KM 9 KAMPUNG KADUN JAYA MENGGUNAKAN ALAT UJI GESER LANGSUNG (DIRECT SHEAR) Rahim, Abd; Lenggu, Juniatri Christin Agata Lenggu
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i2.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dari hasil pengujian kuat geser langsung meliputi nilai kohesi (c), sudut geser dalam (Ø), dan juga nilai korelasi hubungan atara nilai kohesi dan nilai sudut geser dalam pada beban 1, 2 dan 3. Penelitian ini dilakukan di laboraturiun geotek PT. Sucofindo cabang Timika menggunakan metode uji kuat geser tanah secara langsung dengan menggunakan media shear box yang ditemukan oleh Columb pada tahun 1776. Parameter yang didapat pada uji ini adalah kohesi (c), dan sudut geser dalam (Ø). Hasil pengujian direck shear pada lokasi KM 9 kadun jaya didapat nilai tegangan maksimal dan tegangan geser seperti berikut : Pada saat beban 5 kg, tegangan normal = 0,168kg/cm2, tegangan geser maximal = 0,141 kg/cm2. Pada saat beban 10 kg, tegangan normal = 0,336 kg/cm2, tegangan geser maximal = 0,22 kg/cm2 Pada saat beban 15 kg, tegangan normal = 0.504 kg/cm2, tegangan geser maximal = 0.370 kg/cm2 Kemudian tegangan geser maksimum dari pengujian tersebut diplot pada grafik tegangan normal dan tegangan geser dan ditarik garis linear hingga didapat nilai kohesi C = 0.0173 kg/cm2 dan sudut gesernya = 34.98o
Perencanaan Talud Sungai Pengendali Banjir Di Kelurahan Otomona, Kabupaten Mimika Item, Reinaldo; Pasambuna, Benny; Buntu, Melkior
Jurnal Teknik AMATA Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v5i1.235

Abstract

Perencanaan talud sungai merupakan komponen kunci dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi risiko banjir. Talud sungai berfungsi melindungi tepi sungai dari erosi, meningkatkan kapasitas aliran air, serta menjaga stabilitas tanah di sekitar sungai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang talud yang efisien dan efektif berdasarkan kondisi sungai setelah normalisasi. Penelitian dilakukan di Sungai Jalan Belibis, Lorong Kaimana yang telah mengalami normalisasi untuk meningkatkan kapasitas alirannya. Data topografi sungai sebelum dan sesudah normalisasi dikumpulkan menggunakan total station dan dianalisis menggunakan perangkat lunak AutoCAD Civil 3D. Dalam perencanaan talud, pertimbangan utama meliputi kemiringan lereng, jenis tanah, dan elevasi muka air, serta desain talud yang harus sesuai dengan volume yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode perencanaan yang tepat, talud dapat dirancang untuk memenuhi kebutuhan teknis dan ekonomis. Desain talud yang optimal mencegah erosi dan meningkatkan stabilitas tanah, serta volume pekerjaan sesuai dengan estimasi dalam RAB, memastikan efisiensi biaya. Penelitian ini berkontribusi signifikan dalam perencanaan infrastruktur pengendalian banjir dan dapat menjadi acuan bagi proyek-proyek serupa di masa depan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sungai.

Page 8 of 12 | Total Record : 113