ANTHOR: Education and Learning Journal
ANTHOR Education and Learning Journal is a scientific publication medium for research studies, academic thoughts, and critical-analytical studies in the field of science and technology, particularly in education and learning, with e-ISSN: 2963-198X and p-ISSN: 2963-2498. This journal aims to disseminate scientific knowledge derived from research and serve as a reference for academics. Published six times a year in February, April, June, August, October, and December, this journal is open access, allowing articles to be freely accessed online without a subscription. As a multidisciplinary journal, ANTHOR Education and Learning Journal accommodates various approaches, disciplines, methodologies, and paradigms related to basic education in general, with particular attention to improving pedagogical practices, curriculum development, and theoretical perspectives. This journal accepts scientific articles covering a wide range of research areas, including but not limited to early childhood education programs, primary education, higher education, vocational education, special education and support services, character and values education, multicultural and inclusive education, education in remote areas, non-formal and informal education, curriculum and learning, educational technology, education in the digital transformation era, teacher professional development, development of teaching materials and learning media, guidance and counseling, psychology in education, education for sustainable development, utilization of data in education, literacy and numeracy, comparative studies of international education systems, student health and well-being, education policy and management, the development of twenty-first-century skills, environmental education, human resource development in education, contemporary issues in education such as equal access and character education, ethical and legal issues in education, gender and equality issues in education, educational evaluation, and various other relevant topics.
Articles
247 Documents
Digitalisasi Materi Seni Rupa: Pengembangan Multimedia Interaktif Genially yang Valid dan Praktis
Ratmeliah, Indah;
Syamsunir, Syamsunir;
N, Zulkifli;
Ferdiansyah, Handy
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.405
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dan keterbatasan media pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Seni Budaya, khususnya materi Seni Rupa, yang cenderung bersifat abstrak. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan serta menguji tingkat kevalidan dan kepraktisan multimedia pembelajaran interaktif berbasis Genially untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 5 Panca Rijang. Menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang dibatasi hingga tahap implementasi, penelitian ini melibatkan dua pakar sebagai validator serta satu orang guru dan 30 siswa sebagai subjek uji coba praktikalitas. Instrumen pengumpulan data berupa angket validasi dan angket respon pengguna yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran berbasis Genially dinyatakan sangat valid oleh ahli materi dan ahli media dengan penekanan pada akurasi substansi serta kemenarikan visual interaktif. Dari aspek kepraktisan, media ini mendapatkan respon sangat positif dari guru dan siswa karena kemudahan aksesibilitas melalui browser serta fitur navigasi yang mendukung kemandirian belajar. Simpulan dari penelitian ini adalah multimedia interaktif berbasis Genially pada materi Seni Rupa telah memenuhi standar kualitas sebagai media yang valid dan praktis, sehingga layak digunakan sebagai sarana pendukung digitalisasi pembelajaran di sekolah menengah pertama.
Hubungan Antara Attachment Orang Tua dengan Autonomy pada Remaja Awal di Bukittinggi
Putri, Hanifah Salma;
Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.410
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat autonomy, tingkat attachment dengan orang tua, serta hubungan antara attachment orang tua dan autonomy pada remaja awal di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitaif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 139 remaja berusia 12–15 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala autonomy dan skala attachment orang tua, kemudian dianalisis menggunakan uji kolerasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang baik untuk autonomy maupun attachment orang tua. Selain itu, ditemukan hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel, meskipun tingkat kekuatannya tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas hubungan emosional antara remaja dan orang tua turut berkontribusi dalam perkembangan autonomy, namun bukan merupakan satu-satunya faktor penentu. Dengan demikian, attachment orang tua berperan sebagai landasan emosional yang penting dalam mendukung perkembangan autonomy pada remaja awal.
Rekonstruksi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran PAI: Integrasi Nilai Religius dan Sosial pada Siswa Sekolah Dasar
Aisi, Rohadatul;
Saabitah, Aliifatus;
Sesmiarni, Zulfani
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.411
Pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik yang utuh. Namun, dalam praktiknya, pendidikan karakter masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan belum terintegrasi secara optimal dengan nilai-nilai sosial, sehingga menimbulkan kesenjangan antara pengetahuan agama dan perilaku nyata siswa. Kondisi ini menunjukkan perlunya rekonstruksi pendidikan karakter yang lebih integratif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan rekonstruksi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI melalui integrasi nilai religius dan sosial pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur, terutama jurnal nasional terakreditasi, buku ilmiah, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) yang dipadukan dengan analisis kritis untuk menghasilkan sintesis konseptual yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI masih menghadapi beberapa permasalahan utama, yaitu dominasi pendekatan kognitif, keterpisahan antara nilai religius dan sosial, serta belum optimalnya peran guru dan lingkungan dalam mendukung internalisasi nilai. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pendidikan karakter melalui pendekatan integratif yang menggabungkan nilai religius dan sosial dalam seluruh proses pembelajaran. Rekonstruksi ini meliputi pengembangan kurikulum, penggunaan strategi pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman, penguatan keteladanan guru, serta penciptaan budaya sekolah yang mendukung. Dengan demikian, pembelajaran PAI diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kesalehan spiritual, tetapi juga kesalehan sosial secara seimbang.
Validitas dan Praktikalitas Video Pembelajaran Berbantuan Web Doratoon pada Materi Seni Teater
Amelia Putri, Indri;
N, Zulkifli;
Syamsunir, Syamsunir;
Ferdiansyah, Handy
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.419
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya efektivitas pembelajaran Seni Budaya di UPT SMP Negeri 2 Kulo, di mana keterbatasan media digital interaktif menyebabkan 70% siswa belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Fokus utama penelitian ini adalah melakukan analisis mendalam terhadap kevalidan dan kepraktisan video pembelajaran berbasis web Doratoon pada materi Seni Teater. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), penelitian ini mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memvalidasi produk. Subjek penelitian melibatkan validator ahli (materi dan media), guru pengampu, serta 33 siswa kelas VII. Hasil pengujian menunjukkan bahwa media ini mencapai tingkat kevalidan rata-rata 85% dengan kategori valid. Dari aspek praktikalitas, instrumen respon guru mencatat skor sempurna 100% dan respon siswa sebesar 98%, sehingga diklasifikasikan sebagai media yang sangat praktis. Selain itu, uji efektivitas melalui N-gain score sebesar 87% mengonfirmasi peningkatan signifikan pada hasil belajar. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa video pembelajaran berbasis web Doratoon merupakan solusi inovatif yang layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan capaian instruksional pada mata pelajaran Seni Budaya di tingkat sekolah menengah.
Teguh di Tengah Tantangan: Kontribusi Grit terhadap Career Adaptability pada First-Generation College Students
Khalisa, Syifa Azkia;
Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.425
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi grit terhadap career adaptability pada mahasiswa first-generation college students (FGCS) di Sumatera Barat. FGCS merupakan kelompok mahasiswa yang menghadapi berbagai hambatan akademik, sosial, dan karier, sehingga memerlukan sumber daya psikologis internal untuk meningkatkan kemampuan adaptasi karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 119 mahasiswa FGCS yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Grit-S dan Career Adapt-Abilities Scale (CAAS), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grit memiliki kontribusi yang signifikan terhadap career adaptability (p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,472 menunjukkan bahwa grit memberikan kontribusi sebesar 47,2% terhadap career adaptability, sedangkan 52,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Secara deskriptif, tingkat grit berada pada kategori sedang, sedangkan career adaptability berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa grit merupakan faktor internal penting yang mendukung kemampuan adaptasi karier pada mahasiswa FGCS dalam menghadapi tantangan akademik dan transisi ke dunia kerja.
Hubungan Loneliness dengan Psychological Distress pada Emerging Adulthood dengan PSMU
Ridha, Muhammad Arif;
Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.427
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara loneliness dan psychological distress pada emerging adults dalam konteks Passive Social Media Use (PSMU). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 185 responden yang diidentifikasi sebagai pengguna media sosial pasif. Data dikumpulkan menggunakan UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS) yang telah diadaptasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat loneliness (M = 48,86; SD = 16,133) dan psychological distress (M = 49,95; SD = 16,572) berada pada kategori sedang dengan variasi yang cukup tinggi. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p < 0,001), sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji korelasi nonparametrik Spearman’s rho. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara loneliness dan psychological distress (r = 0,816; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian, semakin tinggi pula distress psikologis yang dialami. Penelitian ini menegaskan peran loneliness sebagai faktor psikologis yang berkaitan erat dengan kerentanan distress pada emerging adults dalam konteks penggunaan media sosial pasif serta memberikan implikasi bagi pengembangan intervensi berbasis peningkatan keterhubungan sosial.
Emotional Eating Ditinjau dari Big Five Personality pada Remaja di Kota Bukittinggi
Andini, Fitri;
Primanita, Rida Yanna
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 2 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/anthor.v5i2.428
Emotional eating merupakan perilaku makan yang dipengaruhi oleh kondisi emosional dan sering terjadi pada remaja yang mengalami tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan emotional eating ditinjau dari dimensi big five personality pada remaja di Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel penelitian berjumlah 199 remaja yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Big Five Inventory (BFI) dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Analisis data menggunakan uji Kruskal-Walls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berada pada kategori emotional eating sedang (55,27%). Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan emotional eating berdasarkan dimensi big five personality (p < 0,001). Dimensi agreeableness memiliki kecenderungan tertinggi terhadap emotional eating, sedangkan conscientiousness berperan sebagai faktor protektif.