cover
Contact Name
Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani
Contact Email
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Phone
+6285735821873
Journal Mail Official
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Editorial Address
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan
ISSN : 24077232     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.32660/jpk.v11i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Penelitian Keperawatan a national scientific journal is open to seeking innovation, creativity, and novelty. Jurnal Penelitian Keperawatan is a peer-review journal published by the STIKES RS Baptis Kediri. The aim of the journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. Jurnal Penelitian Keperawatan Pembelajaran published two times a year, in February and August by publishing research results and critical analysis studies in the field of nursing, health, and education.
Articles 298 Documents
UNMET NEED PADA PASANGAN USIA SUBUR DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA KARANG JAYA KECAMATAN NAMLEA KABUPATEN BURU PROPINSI MALUKU Hariyani, Tintin; Asiyah , Siti; Umasangaji, Megawati Saleh
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.921

Abstract

Angka unmet need dalam konteks Keluarga Berencana (KB) merujuk pada persentase Pasangan Usia Subur (PUS) yang ingin menunda atau menghentikan kehamilan, tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi. Target angka unmet need di Indonesia adalah 8%. Sedangkan angka unmet need di Indonesia saat ini adalah 11,5%. Tingginya angka unmet need ini di sebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan unmet need pada ibu atau wanita menikah di Desa Karang Jaya Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Propinsi Maluku. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik asosiatif. Varibel independen yaitu sikap dan dukungan suami. Variabel dependen yaitu kejadian unmet need. Populasi penelitian adalah wanita menikah usia 18-49 tahun sejumlah 463 orang. Besar sampel adalah 54 orang. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2024. Instrumen penelitian yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dengan confident interval 95% dan Odds Ratio (OR) untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap KB (p = 0.027), dan dukungan suami (p = 0.024), dengan kejadian unmet need. Kejadian unmet need di Desa Karang Jaya dipengaruhi oleh sikap dan dukungan suami. Sikap dan dukungan suami yang rendah tentang KB dapat meningkatkan angka unmet need. Saran untuk menurunkan kejadian unmet need maka perlu peningkatan pengetahuan, sikap, dan dukungan dari suami.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA MENGENAI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN LUKA BAKAR Dewi, Gusti Ayu Agung Mutiara Santhika; Yundari, A.A Istri Dalem Hana; Andini, Ni Komang Sukra
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.922

Abstract

Api, sentuhan, panas, dingin, radiasi, zat kimia, listrik, dan siapa pun, di mana pun, kapan pun dapat menyebabkan luka bakar. Penyakit ini dapat memburuk dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Penanganan luka bakar yang tidak tepat masih umum terjadi di kalangan ibu rumah tangga. Penelitian ini mengkaji pengetahuan perempuan Desa Timpag tentang pertolongan pertama luka bakar.Dengan menggunakan teknik stratified random selection, 275 responden dipilih dari populasi 1033 ibu rumah tangga untuk penelitian deskriptif kuantitatif ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 89 responden, atau 32,4% dari sampel, berusia antara 26 dan 35 tahun, berpendidikan SMA sebanyak 122 responden (44,4%), menerima sumber informasi melalui internet sebanyak 96 responden (34,9%), dan pernah mengalami luka bakar sebanyak 213 responden (77,5%). Mayoritas pengetahuan responden dikategorikan cukup, yaitu sebanyak 160 responden (58,2%), 93 responden (33,8%) berpengetahuan baik, dan 22 responden (8%) memiliki pengetahuan kurang. Tingkat pengetahuan ibu rumah tangga yang tidak merata bisa di pengaruhi oleh berbagai hal seperti usia, namun pengaruh usia juga bergantung pada konteks pendidikan, sumber informasi yang di dapat, dan pengalaman pribadi.
PERBANDINGAN NILAI INDEKS CASTELLI RISK II PADA FAKTOR RESIKO STROKE ISKEMIK SERANGAN PERTAMA Sinulingga, Zenine Charolin; Pinzon, Rizaldy Taslim; Priskila, Loury; Lestari, MMA Dewi
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.925

Abstract

Background: Ischemic stroke is the most common type of stroke and a leading cause of disability and death. One of its major risk factors is dyslipidemia, which can be assessed using the Castelli Risk Index II (CRI-II), calculated as the ratio of LDL to HDL. A high CRI-II indicates increased atherogenic potential and a higher likelihood of stroke occurrence, particularly the first event. Objective: This study aims to determine the comparison of CRI-II values based on ischemic stroke risk factors such as hypertension, age, sex, diabetes mellitus, smoking status, and lipid profiles in patients with first-onset ischemic stroke. Methods: This was a descriptive analytic study using a cross-sectional approach and secondary data from 120 ischemic stroke patients aged 40–59 years across several hospitals in Yogyakarta. Data analysis was conducted using the Kolmogorov-Smirnov normality test and the chi-square test to assess relationships between variables. Results: Most patients (55%) had high CRI-II values (>3.5). No significant differences in CRI-II were found based on hypertension, age, sex, smoking status, or history of diabetes mellitus. However, there was a significant association between high LDL levels and CRI-II values (p=0.001), indicating the dominant role of LDL in increasing atherosclerotic risk, as LDL is directly involved in the CRI-II calculation. Conclusion: There were no significant differences in CRI-II values across most analyzed risk factors, except for LDL levels. This highlights the importance of lipid control, especially LDL, in preventing first-time ischemic stroke.
HUBUNGAN HEMATOKRIT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RSD BALUNG JEMBER Faizah, Lailatul; Pranata, Andi Eka; Astutik, Emi Eliya; Amrullah, Akhmad Efrizal
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.926

Abstract

Salah satu penyebab kematian paling umum di seluruh dunia adalah hipertensi, penyakit tidak menular. Kondisi di mana jumlah eritrosit meningkat sementara volume plasma darah menurun disebut hematokonsentrasi. Peningkatan hematokrit dapat memengaruhi viskositas darah, yang dapat meningkatkan resistensi perifer dan beban kerja jantung, menyebabkan tekanan darah meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan hematokrit dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien penderita hipertensi yang sedang menjalani rawat inap. Jumlah sampel sebanyak 34 orang. Analisis yang digunakan adalah Uji Korelasi Spearmen. Pada kondisi hematokrit normal, ditemukan pasien dengan tekanan darah normal sebanyak 1 orang laki-laki dan 2 orang Perempuan, sedangkan pada kondisi tinggi atau hemokonsentrasi, ditemukan pasien dengan tekanan darah tinggi sebanyak 13 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Hasil uji korelasi Spearman pada tekanan darah sistol laki-laki didapatkan nilai p-value 0,006 dengan nilai koefisien korelasinya 0,696 sementara pada tekanan darah diastole laki-laki didapatkan nilai p-value 0,005 dengan nilai koefisien korelasinya 0,709 serta pada tekanan darah sistol & diastole perempuan didapatkan nilai p-value 0,001 dengan nilai koefisien korelasinya sebesar 0,701. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar hematokrit dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Semakin tinggi kadar hematokrit, semakin meningkat pula tekanan darah, baik tekanan sistol maupun diastol.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA E-BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN GASTRITIS PADA REMAJA DI SMPN 5 MASBAGIK Taufandas, Maruli; Ikhwani, Dina Alfiana; Aupia, Anatun; Aryanti, Ria; Khairari, Nandang DD
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.931

Abstract

Gastritis merupakan kondisi dimana terjadi peradangan pada daerah lambung. Keluhan yang sering terjadi pada remaja salah satunya adalah gastritis, karena remaja tidak sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah. Upaya untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang gastritis dilakukan dengan cara pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan melalui media e-booklet dan leaflet terhadap pengetahuan pencegahan tentang gastritis pada remaja di SMPN 5 Masbagik. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan desain non-equivalent control group design. Penelitian ini melibatkan 2 kelompok yang bertujuan untuk menggabarkan ada tidaknya pengaruh dan perbandingan antara media e-booklet dan media leaflet untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan gastritis dengan jumlah 67 responden dan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji wilcoxon dan uji man whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh sebelum dan sesudah promosi kesehatan dilakukan melalui media e-booklet dan leaflet dengan nilai p-value 0,000 (<0,05). Pada penelitian ini tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dari ke dua media tersebut dengan nilai p= 0.196 > α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh promosi kesehatan melalui media e-booklet dan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan gastritis. Sedangkan perbandingan dari media e-booklet dan leaflet tidak ditemukan perbandingan yang sifnfikan dari ke dua media tersebut.
HUBUNGAN PAPARAN MEDIA SOSIAL DENGAN RISIKO BODY DYSMORPHIC DISORDER PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA JAKARTA Sutarsono, Fitri Sartika; Setyaningsih, Tri; Fitria, Dian
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.932

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan media sosial, namun juga rentan terhadap dampak negatif dari paparan konten visual yang menampilkan standar kecantikan tidak realistis. Salah satu dampak psikologis yang dapat timbul adalah Body Dysmorphic Disorder (BDD), yaitu gangguan mental yang ditandai dengan ketidakpuasan berlebihan terhadap penampilan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan media sosial dengan risiko BDD pada remaja putri kelas 9 di salah satu SMP Negeri Jakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan cross-sectional, melibatkan 110 siswi yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner intensitas penggunaan media sosial dan gejala BDD, dengan analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan media sosial dan risiko BDD (ρ = 0,200 dan p = 0,036). Mayoritas responden berada pada kategori sedang baik dalam tingkat paparan media sosial maupun risiko BDD, dengan gejala dominan berupa pemeriksaan diri kompulsif. Disimpulkan bahwa semakin tinggi paparan media sosial, semakin tinggi pula risiko remaja mengalami BDD. Oleh karena itu, diperlukan intervensi preventif seperti literasi media, edukasi kesehatan mental, serta dukungan psikososial di sekolah untuk menurunkan risiko gangguan citra tubuh.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN JUMLAH PARITAS TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS PADEMANGAN Presillia, Arimbi; Puspasari, Jehan; Rahmawati, Veronica Yeni
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.933

Abstract

Pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah dukungan suami dan jumlah paritas. Dukungan suami memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi, sedangkan jumlah paritas menggambarkan pengalaman kehamilan dan persalinan yang dapat mempengaruhi jenis kontrasepsi yang dipilih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dan jumlah paritas terhadap pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah Puskesmas Pademangan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi (p = 0,027), dan hubungan yang sangat signifikan antara jumlah paritas dengan pemilihan alat kontrasepsi (p = 0,000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan suami dan jumlah paritas berpengaruh terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Oleh karena itu, keterlibatan suami dalam program keluarga berencana dan edukasi tentang kontrasepsi berdasarkan jumlah paritas sangat penting untuk ditingkatkan.
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI KOPI TERHADAP GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA MAHASISWA KESEHATAN DI DKI JAKARTA Firdaus, Gabriel Valmorrine; Rosliany, Nia; Yari, Yarwin
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.934

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang cukup sering terjadi, salah satunya dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola konsumsi, termasuk konsumsi kopi. Kebiasaan minum kopi di kalangan mahasiswa cukup tinggi, meskipun mahasiswa kesehatan memiliki pemahaman mengenai dampak dari GERD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kopi terhadap kejadian GERD pada mahasiswa kesehatan di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 104 responden mahasiswa kesehatan di DKI Jakarta diperoleh melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner GERD-Q dan kuesioner konsumsi kopi, lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 21–24 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan, dengan jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi adalah kopi instan, dan mayoritas baru mengkonsumsi kopi selama 0–1 tahun. Lebih dari separuh responden (51,9%) memiliki kemungkinan mengalami GERD. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian GERD (p=0,029). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian GERD pada mahasiswa kesehatan di DKI Jakarta. Hasil ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi mahasiswa untuk lebih bijak dalam mengkonsumsi kopi guna mencegah risiko GERD.
PENINGKATAN PENGETAHUAN HIPERTENSI MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI Rahman, Fajar Nur; Yari, Yarwin; Mustafida, Ika
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.936

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering dijuluki sebagai silent killer karena seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, namun dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, hingga kematian di wilayah kerja Puskesmas Karang Satria, Kabupaten Bekasi. Salah satu penyebab tingginya kasus hipertensi adalah rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini, meliputi faktor risiko, upaya pencegahan, serta cara pengelolaannya. karena itu, diperlukan strategi edukasi yang menarik dan efektif, salah satunya melalui media video animasi yang dapat meningkatkan daya tarik serta pemahaman masyarakat terhadap informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media video animasi terhadap tingkat pengetahuan hipertensi pada masyarakat, Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental jenis one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hypertension Knowledge Level Scale berisi 16 pertanyaan. Intervensi berupa video animasi edukasi tentang hipertensi, Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan dari edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan responden mengenai hipertensi. Dapat disimpulkan bahwasanya terdapat perbedaan yang signifikan, Perbedaan nilai pengetahuan responden mengenai hipertensi antara hasil pre-test dan post-test setelah diberikan intervensi berupa edukasi melalui media video animasi, Temuan ini membuktikan adanya pengaruh yang baik penggunaan media video animasi terhadap tingkat pengetahuan hipertensi, Dalam upaya pencegahan serta penanganan terhadap penyakit Hipertensi.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA DI STIKES RS HUSADA Putri, Afina Eka; Puspasari, Jehan; Rahmawati, Veronica Yeni
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.937

Abstract

Gangguan menstruasi termasuk dismenore merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh perempuan, ditandai dengan nyeri hebat saat menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Aromaterapi merupakan salah satu cara non-farmakologis, yaitu terapi yang memanfaatkan minyak essensial untuk membentu memelihara kesehatan dan menenangkan jiwa serta tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi mawar dalam menurunkan intensitas nyeri menstruasi pada remaja. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara 2 kelompok (p = 0,000). Dengan demikian aromaterapi mawar efektif dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi, memberikan alternatif non-farmakologis yang aman untuk mengatasi dismenore.