cover
Contact Name
Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani
Contact Email
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Phone
+6285735821873
Journal Mail Official
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Editorial Address
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan
ISSN : 24077232     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.32660/jpk.v11i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Penelitian Keperawatan a national scientific journal is open to seeking innovation, creativity, and novelty. Jurnal Penelitian Keperawatan is a peer-review journal published by the STIKES RS Baptis Kediri. The aim of the journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. Jurnal Penelitian Keperawatan Pembelajaran published two times a year, in February and August by publishing research results and critical analysis studies in the field of nursing, health, and education.
Articles 321 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PERTOLONGAN PERTAMA LUKA BAKAR PADA BALITA I Gusti Ayu Risma Mahayani; A.A Istri Dalem Hana Yundari; I Nyoman Asdiwinata
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1015

Abstract

Luka bakar pada balita merupakan masalah kesehatan serius yang berisiko menimbulkan komplikasi. Pengetahuan orang tua tentang pertolongan pertama sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih berat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan orang tua dalam memberikan pertolongan pertama luka bakar pada balita di Desa Pejaten, Tabanan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 139 orang tua balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling proporsional di delapan banjar. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 14 pernyataan yang telah diuji validitas (r=0,388–0,722) dan reliabilitas (α=0,772), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 30,2% cukup, dan 10,8% kurang. Pengetahuan meliputi prinsip pertolongan pertama luka bakar, yaitu clothing, cooling, cleaning, dan covering. Secara umum, tingkat pengetahuan orang tua tentang pertolongan pertama luka bakar pada balita tergolong baik, meskipun masih terdapat variasi yang kemungkinan dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, sumber informasi, dan pengalaman pribadi.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN STRATEGI KOPING EMOSIONAL PADA REMAJA Ni Made Anggi Prasetya; I Dewa Gede Candra Dharma; I Gede Juanamasta
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1018

Abstract

Kecemasan pada remaja merupakan respons psikologis terhadap tekanan akademik dan sosial yang dapat meningkat apabila individu tidak mampu mengelola stres secara efektif, sehingga mendorong penggunaan strategi koping emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dan strategi koping emosional pada remaja di SMA Negeri 4 Denpasar. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 218 siswa kelas XII yang dipilih melalui stratified random sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS), sedangkan strategi koping emosional dinilai menggunakan subskala emotion-focused coping dari Ways of Coping Questionnaire (WCQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami kecemasan ringan (48,2%) dan memiliki tingkat strategi koping emosional sangat tinggi (39,4%). Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara tingkat kecemasan dan strategi koping emosional (r = 0,415; p < 0,001). Peningkatan tingkat kecemasan berhubungan dengan semakin tingginya penggunaan strategi koping emosional pada remaja, sehingga temuan ini dapat menjadi dasar penguatan manajemen koping untuk menjaga kesejahteraan psikologis remaja.
GAMBARAN PERILAKU IBU BALITA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING Ni Made Anggy Marlina Prystadewi; Niken Ayu Merna Eka Sari; Ni Ketut Ayu Mirayanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1019

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi dan infeksi berulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Perilaku ibu sebagai pengasuh utama berperan penting dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku ibu balita dalam pencegahan stunting di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 127 ibu balita yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik (92,9%), sikap positif (92,9%), dan tindakan pencegahan yang baik (96,9%). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu balita telah menerapkan perilaku pencegahan stunting secara optimal, yang didukung oleh akses informasi dan layanan kesehatan yang memadai di wilayah penelitian.
GAMBARAN PERILAKU VULVA HYGIENE REMAJA PUTRI SAAT MENSTRUA-SI DALAM MENCEGAH KEPUTIHAN Ni Made Novianingsih; Niken Ayu Merna Eka Sari; Ni Kadek Muliawati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1020

Abstract

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan berkaitan erat dengan perilaku vulva hygiene selama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku vulva hygiene remaja putri saat menstruasi di SMK Kesehatan Bali Dewata Denpasar. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 147 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang menilai pengetahuan, sikap, dan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (87,1%), Sikap baik (80,3%), dan tindakan yang baik (74,8%). Meskipun secara umum dalam kategori baik, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik nyata. Disimpulkan bahwa penguatan edukasi kesehatan reproduksi dan peningkatan fasilitas sanitasi sekolah diperlukan untuk meminimalkan risiko keputihan.
HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA ANAK DI SD NEGERI 5 PENATIH Ni Kadek Novi Maharani; Ni Komang Ayu Resiyanthi; M.Adreng Pamungkas
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1022

Abstract

Penggunaan smartphone yang berlebihan pada anak usia sekolah berpotensi mengganggu kualitas tidur akibat paparan cahaya biru yang memengaruhi ritme sirkadian. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan durasi penggunaan smartphone dengan kualitas tidur pada siswa SD Negeri 5 Penatih. Penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional melibatkan 85 siswa kelas IV–VI yang dipilih melalui stratified random sampling. Durasi penggunaan smartphone dikategorikan menjadi rendah, sedang , dan tinggi, sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis menggunakan uji Rank Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara durasi penggunaan smartphone dan kualitas tidur (p < 0,05; r = 0,637). Mayoritas siswa memiliki kualitas tidur buruk. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian durasi penggunaan smartphone untuk mendukung pola tidur sehat anak usia sekolah.
GAMBARAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH TENTANG VULVA HYGIENE SEBAGAI PENCEGAHAN KEPUTIHAN Putu Wira Cahya Putri; Ni Ketut Citrawati; Ni Komang Sukra Andini
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1023

Abstract

Vulva hygiene merupakan praktik pemeliharaan kebersihan organ reproduksi eksternal yang berperan penting dalam pencegahan gangguan kesehatan reproduksi, khususnya keputihan. Anak usia sekolah berada pada fase pubertas awal yang ditandai dengan perubahan biologis sehingga memerlukan pemahaman yang adekuat terkait perawatan kebersihan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang vulva hygiene sebagai upaya pencegahan keputihan di SD Saraswati 5 Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 129 siswi kelas IV–VI yang dipilih melalui teknik proporsional stratified sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat melalui distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 10 tahun sebanyak 48 responden (37,2%), sebanyak 62 responden (48,1%) mengalami keputihan, dan 25 responden (19,4%) tidak mengetahui kondisi yang dialaminya. Sumber informasi terbanyak berasal dari internet sebanyak 37 responden (28,7%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 119 responden (92,2%), namun masih ditemukan kekeliruan dalam praktik vulva hygiene, terutama pada teknik membasuh yang benar. Tingkat pengetahuan anak usia sekolah tentang vulva hygiene yang tergolong baik dipengaruhi oleh usia, paparan informasi dan pengalaman terkait perubahan fisiologis pada masa pubertas.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI SEKOLAH DASAR TENTANG MENARCHE DI SD NO 1 KEROBOKAN KAJA Komang Ayu Purnama Yanti; Ni Ketut Citrawati; Ni Kadek Yuni Lestari
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1024

Abstract

Menarche merupakan fase penting dalam perkembangan remaja putri yang memerlukan kesiapan pengetahuan sejak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan remaja putri sekolah dasar tentang menarche di SD No. 1 Kerobokan Kaja. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 90 siswi kelas IV–VI yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang menarche yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori cukup, dengan variasi tingkat pengetahuan berdasarkan usia, tingkat kelas, status menarche, dan sumber informasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa remaja putri sekolah dasar telah memiliki pemahaman dasar tentang menarche, namun masih memerlukan penguatan edukasi kesehatan reproduksi agar kesiapan menghadapi menarche dapat ditingkatkan secara optimal.
HUBUNGAN FREKUENSI MENGKONSUMSI MAKANAN SIAP SAJI (FAST FOOD) DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Ni Made Susanti Dwi Utami; Ni Ketut Citrawati; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1025

Abstract

Dismenore merupakan keluhan umum pada remaja putri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Konsumsi makanan siap saji yang tinggi lemak jenuh, natrium, dan zat aditif diduga berperan dalam meningkatkan produksi prostaglandin sehingga memicu nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan frekuensi konsumsi fast food dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Abiansemal. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 237 siswi kelas X–XII yang dipilih secara purposive sampling dari total populasi 582 siswi. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan kuesioner dismenore, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebagian besar responden sering mengkonsumsi fast food (84,8%) dan mengalami dismenore (70,9%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya keterkaitan bermakna antara frekuensi konsumsi fast food dengan kejadian dismenore. Hal ini menggambarkan bahwa semakin sering remaja putri mengkonsumsi fast food maka semakin tinggi risiko mengalami dismenore.
GAMBARAN FAKTOR RESIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 SUSUT Ni Kadek Suriani; Ni Wayan Suniyadewi; Niken Ayu Merna Eka Sari
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1026

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat seiring perubahan gaya hidup, terutama rendahnya aktivitas fisik dan status gizi berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor risiko DM Tipe 2 pada remaja di SMA Negeri 1 Susut. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri dari 413 siswa dan 204 responden diperoleh melalui stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak memiliki riwayat keluarga DM Tipe 2 (89,7%) dan memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) normal (78,9%). Sebagian besar responden juga memiliki pola makan yang baik (87,7%) serta tidak merokok atau vaping (92,2%). Namun demikian, hampir seluruh responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan (99,0%) dan masih ditemukan responden dengan IMT di atas normal. Faktor risiko utama yang menonjol terhadap potensi DM Tipe 2 pada remaja adalah rendahnya aktivitas fisik dan IMT berlebih. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor risiko dominan DM Tipe 2 pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan aktivitas fisik serta penerapan pola hidup sehat sejak usia remaja.
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI 1 KEROBOKAN KAJA Ni Nyoman Sutrisnawati; Ni Komang Ayu Resiyanthi; Hendro Wahyudi
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1027

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar. Peningkatan penggunaan gadget dapat mempengaruhi pola interaksi sosial anak dengan teman sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak usia sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan deskriptif korelasional. Sampel pada penelitian ini yaitu 81 siswa kelas V dan VI yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi karakteristik dan analisis bivariat dengan uji Rank Spearman untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai korelasi p-value = 0,001 atau <0,05 dengan nilai r = 0,633, yang menunjukkan korelasi kuat dengan arah positif antara penggunaan gadget dengan interaksi sosial anak. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan antara intensitas penggunaan gadget dengan tingkat interaksi sosial anak usia sekolah dasar. Pentingnya peran orang tua dalam pengaturan dan pendampingan anak menggunakan gadget untuk mendukung interaksi sosial anak.