cover
Contact Name
Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani
Contact Email
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Phone
+6285735821873
Journal Mail Official
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Editorial Address
uptppm.stikesrsbk@gmail.com
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Keperawatan
ISSN : 24077232     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.32660/jpk.v11i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Penelitian Keperawatan a national scientific journal is open to seeking innovation, creativity, and novelty. Jurnal Penelitian Keperawatan is a peer-review journal published by the STIKES RS Baptis Kediri. The aim of the journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. Jurnal Penelitian Keperawatan Pembelajaran published two times a year, in February and August by publishing research results and critical analysis studies in the field of nursing, health, and education.
Articles 321 Documents
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PERUBAHAN NYERI DAN ANSIETAS PADA PASIEN ACUTE CORONARY SYNDROME DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG Andhika Caesar Nurul Hakim; Hendri Asrul Nurdin; Previarsi Rahayu; Hana Priscilla F. Sohilait
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.992

Abstract

Pasien Acute Coronary Syndrome akan mengalami nyeri dada dan menimbulkan ansietas, perawat harus mampu mengatasi kondisi tersebut dengan memberikan intervensi mandiri yaitu terapi relaksasi nafas dalam yang sangat terkait dengan pemenuhan suplai oksigen pada pembuluh darah jantung. Terapi ini membuat pasien menjadi rileksasi sehingga akan meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen ke daerah yang mengalami iskemik dengan begitu pasien mampu mengendalikan rasa nyeri, ansietas dan hemodinamik normal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan one group pretest postest design without control group terhadap 34 sampel dari 52 populasi pasien ACS di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong menggunakan teknik nonprobability sampling dengan purposive sampling. Berdasarkan uji normalitas Shapiro Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p < 0,05), oleh karena itu uji nonparametrik yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan mendapatkan hasil P value 0,000 (p < 0,05) artinya ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap nyeri dan ansietas pada pasien ACS. Kesimpulan tingkat rasa nyeri pretest adalah nyeri berat (7-10) dan tingkat rasa nyeri postest adalah nyeri sedang (4-6), tingkat ansietas pretest adalah ansietas berat (28-41) dan tingkat ansietas postest adalah ansietas ringan (14-20), dan ada pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap perubahan nyeri dan ansietas pada pasien ACS di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.
PENERAPAN TERAPI HIPNOSIS LIMA JARI PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN ANSIETAS DI UPT PSTW JOMBANG: STUDI KASUS Novita Dwi Nasurullia; Tiara Fatma P; Sudarso; Dina Camelia
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.999

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami lansia dan sering menimbulkan masalah psikologis berupa ansietas. Ansietas pada lansia hipertensi muncul akibat perubahan kondisi fisik, kekhawatiran terhadap komplikasi, serta kurangnya informasi mengenai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi hipnosis lima jari pada lansia penderita hipertensi dengan masalah keperawatan ansietas di upt pstw jombang. Desain penelitian ini adalah studi kasus pada dua klien lansia dengan hipertensi derajat 1–2 yang menunjukkan gejala ansietas ringan–sedang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta pengukuran ansietas menggunakan HARS. Asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosa ansietas, intervensi sesuai SIKI, implementasi terapi hipnosis lima jari selama 6 hari dengan pemberian 1 kali sehari pada pukul 16.00-17.00 WIB selama 10-15 menit, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan ansietas pada kedua klien, ditandai dengan perasaan lebih tenang, peningkatan kualitas tidur, serta penurunan tekanan darah (klien 1 dari 150/90 menjadi 130/80 mmHg; klien 2 dari 170/100 menjadi 140/90 mmHg). Hasil skala HARS pada klien 1 sebelum pemberian terapi skor 11 (kecemasan ringan), klien 2 skor 10 (kecemasan ringan) dan setelah dilakukan terapi klien 1 skor 2 (tidak ada kecemasan), klien 2 skor 1 (tidak ada kecemasan), klien tampak lebih tenang, mampu mengikuti instruksi dengan baik, dan dapat melakukan terapi secara mandiri.. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa hipnosis lima jari efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi. Kesimpulannya, hipnosis lima jari merupakan intervensi sederhana, aman, dan efektif untuk menurunkan ansietas pada lansia penderita hipertensi, serta dapat direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan gerontik.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR TIBIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT MENGGUNAKAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DIRUANG YUDISTIRA RSUD JOMBANG Wulan Laela Sari; Arif Wijaya; Tiara Fatma Pratiwi; Faishol Roni
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1000

Abstract

Fraktur tibia merupakan cedera ortopedi yang umum terjadi dan memerlukan penanganan segera, seringkali melibatkan tindakan operasi. Nyeri pascaoperasi adalah masalah keperawatan utama yang dapat menghambat proses penyembuhan. Teknik relaksasi napas dalam (Deep Breathing Exercise/DBE) adalah intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi nyeri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus dengan melibatkan dua partisipan yang mengalami nyeri akut pascaoperasi fraktur tibia. Intervensi keperawatan berupa teknik relaksasi napas dalam diberikan secara rutin selama tiga hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah penerapan teknik relaksasi napas dalam, kedua pasien menunjukkan penurunan tingkat nyeri dari skala sedang menjadi ringan berdasarkan Numeric Rating Scale (NRS). Selain itu, terjadi peningkatan kenyamanan dan kemampuan mobilisasi. Intervensi teknik relaksasi napas dalam terbukti mampu menurunkan intensitas nyeri, memperbaiki pola istirahat pasien, dan secara signifikan mendukung proses pemulihan pascaoperasi. Penerapan teknik relaksasi napas dalam dapat diintegrasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan rutin pada pasien pascaoperasi fraktur tibia. Temuan ini memperkuat bukti bahwa terapi nonfarmakologis memiliki dampak positif dalam manajemen nyeri akut.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG BAHAYA MENGONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL Ni Kadek Putri Dwi Cahyani; Ni Kadek Muliawati; Ni Ketut Ayu Mirayanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1003

Abstract

Konsumsi minuman beralkohol pada remaja dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial. Data dari SKI (2023) menunjukkan 2,2% penduduk usia 10 tahun ke atas tercatat mengonsumsi minuman beralkohol dalam satu bulan terakhir dan kondisi ini menandakan meningkatnya perhatian terhadap perilaku berisiko pada remaja. Rendahnya pengetahuan dan sikap remaja mengenai bahaya alkohol menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya perilaku berisiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang bahaya mengonsumsi minuman beralkohol di SMP Negeri XY Kuta Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 216 siswa, yang diambil menggunakan teknik Probabilty Proportionate Stratified Random Sampling, dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan tingkat pengetahuan didapatkan responden dengan pengetahuan baik sebanyak 177 orang (82%), cukup sebanyak 23 orang (10,6%), dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 16 orang (7,4%). Pada aspek sikap diperoleh responden dengan sikap positif terhadap bahaya mengonsumsi minuman beralkohol sebanyak 120 orang (55,6%), sedangkan 96 responden (44,4%) memiliki sikap negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang baik, namun peningkatan pengetahuan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pembentukan sikap positif. Adanya proporsi sikap negatif yang masih tinggi mengindikasikan perlunya upaya edukasi yang lebih efektif dan berkesinambungan, tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga pada pembentukan persepsi risiko dan kesadaran siswa. Keterlibatan sekolah, orang tua, serta lingkungan sekitar diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap secara bersamaan sehingga dapat menurunkan kecenderungan perilaku berisiko terkait konsumsi alkohol.
EFEKTIVITAS GLOBAL POSTURAL RE-EDUCATION TERHADAP NYERI LEHER AKIBAT PENGGUNAAN GADGET: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ni Putu Geg Mas Widya Candrapinasthy; Ni Kadek Diah Purnamayanti; Ni Kadek Diahwinny Indrayani; Putu Eri Kusuma Archa Yasa; Ageng Arya Agchani; Nyoman Indira Prameswari; Made Indira Prabandari
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1006

Abstract

Nyeri leher merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering terjadi akibat penggunaan gadget dalam waktu lama dengan postur tidak ergonomis, terutama forward head posture. Global Postural Re-Education (GPR) merupakan pendekatan latihan yang bertujuan memperbaiki ketidakseimbangan rantai otot dan postur tubuh secara global. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas GPR dalam menurunkan nyeri leher akibat penggunaan gadget. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan penelusuran artikel berdasarkan pedoman PRISMA pada publikasi lima tahun terakhir. Studi yang memenuhi kriteria inklusi meliputi desain randomized controlled trial dan quasi-eksperimental. Sebanyak sepuluh artikel dianalisis secara kualitatif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa GPR efektif dalam menurunkan intensitas nyeri leher serta memperbaiki postur, yang ditunjukkan melalui peningkatan craniovertebral angle dan fungsi leher. Meskipun terdapat variasi durasi intervensi dan ukuran sampel antar studi, sebagian besar penelitian melaporkan hasil yang konsisten dibandingkan intervensi latihan konvensional. Disimpulkan bahwa GPR merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menangani nyeri leher akibat penggunaan gadget dan dapat dipertimbangkan dalam praktik keperawatan berbasis postur dan ergonomi.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF-CARE ACTIVITIES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Desak Ketut Candrawati; Theresia Anita Pramesti; Ni Kadek Yuni Lestari
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1008

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang menuntut pasien mampu menjalankan perawatan diri secara konsisten untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu faktor yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan perawatan diri adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan self-care activities pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Ubud I. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 106 responden dilibatkan dalam penelitian ini dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner HDFSS dan SDSCA yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori baik (62,3%) dan self-care activities kategori baik (76,4%). Hasil uji Rank Spearman menunjukkan nilai p = 0,001 dengan koefisien korelasi r = 0,577, yang mengindikasikan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara dukungan keluarga dan self-care activities. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan self-care activities, sehingga peningkatan peran keluarga diperlukan untuk mendukung pengelolaan diabetes melitus tipe 2 secara optimal.
HUBUNGAN MOTIVASI REMAJA PUTRI DENGAN PERILAKU VAKSINASI HUMAN PAPILOMA VIRUS DI SMA NEGERI 1 BLAHBATUH Ni Putu Aprilia Yudiantari; Ni Wayan Suniyadewi; Ketut Lisnawati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1009

Abstract

Motivasi dan perilaku merupakan faktor penting dalam keberhasilan pencegahan kesehatan, termasuk vaksinasi HPV, motivasi berperan sebagai dorongan internal dan perilaku sebagai tindakan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi remaja putri dengan perilaku vaksinasi HPV di SMA Negeri 1 Blahbatuh. Penelitian menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri sebanyak 658 siswi, dengan sampel 249 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner motivasi remaja putri dan perilaku vaksinasi HPV, kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki motivasi tinggi (77,1%) dan perilaku vaksinasi HPV yang baik (59,9%). Uji statistik menunjukkan nilai p < 0,001 dan koefisien korelasi r = 0,545, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan sedang antara motivasi dan perilaku vaksinasi HPV. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi berperan sebagai faktor internal yang mendorong remaja putri dalam melakukan vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara motivasi remaja putri dan perilaku vaksinasi HPV, sehingga penguatan edukasi dan dukungan oleh tenaga kesehatan menjadi kunci peningkatan partisipasi vaksinasi HPV.
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA REMAJA PUTRI Maria Kristina Natalia Jalla; Ni Wayan Suniyadewi; Moh. Fairuz Abadi
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1010

Abstract

Perubahan gaya hidup remaja di wilayah perkotaan mendorong meningkatnya konsumsi makanan cepat saji (fast food), yang berpotensi memengaruhi status gizi dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Meskipun hubungan konsumsi fast food dan IMT telah banyak dilaporkan, kajian yang berfokus pada remaja putri di lingkungan sekolah perkotaan Bali masih terbatas. Pendekatan kuantitatif cross sectional diterapkan pada 218 siswi SMA Negeri 4 Denpasar yang dipilih melalui simple random sampling. Frekuensi konsumsi fast food diukur menggunakan kuesioner, sedangkan IMT ditentukan melalui pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman menunjukkan sebagian besar responden memiliki konsumsi fast food kategori sedang (58,7%) dan IMT normal (66,5%). Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi fast food dan IMT (p < 0,001). Frekuensi konsumsi fast food yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan IMT pada remaja putri.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU MEROKOK REMAJA LAKI-LAKI Ni Made Putri Lestari; I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Ni Made Nopita Wati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1011

Abstract

Merokok merupakan perilaku yang umumnya dimulai pada usia remaja dan dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk cara orang tua membesarkan dan mengawasi anak. Fasilitas komunikasi yang rendah dalam keluarga serta kurangnya pengawasan dapat meningkatkan risiko remaja untuk mulai merokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki. Penelitian ini menggunakan desain pendekatan cross sectional. Sampel dipilih dengan cara stratified random sampling dan diperoleh 134 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pola asuh dan perilaku merokok kemudian analisis dilakukan dengan menggunakan uji rank sperman pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pola asuh adalah demokratis, yaitu sebanyak 114 orang (85,1%) sementara perilaku merokok ringan terdapat pada 97 orang (72,4%). Uji statistik menunjukkan ada hubungan signifikan antara pola asuh dan perilaku merokok dengan nilai korelasi 0,235 dan p = 0,006 (p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku merokok remaja laki-laki meskipun tingkat hubungannya rendah. Temuan ini menegaskan cara orang tua membesarkan sangat berpengaruh terhadap perilaku merokok pada remaja laki-laki. Hal ini diperlukan upaya peningkatan edukasi terkait bahaya merokok melalui penyuluhan dan dukungan program sekolah.
PENGARUH JUS TOMAT TERHADAP GULA DARAH SEWAKTU PADA LANJUT USIA (LANSIA) DENGAN DIABETES MELITUS DI POSYANDU LANSIA DUSUN BANGGLE DESA DAPUR KEJAMBON JOMBANG Novita Dwi Nasurullia; Erna Tsalatsatul Fitria; Arif Wijaya; Faishol Roni; Tiara Fatma Pratiwi; Yuyud Wahyudi
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1013

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme kronis ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan insulin dalam tubuh, jika tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi seperti stroke, oklusi arteri koronaris, kerusakan retina, ginjal, dan bahkan kematian. Oleh karena itu perlu diberikan penanganan yang komperhensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus tomat terhadap gula darah sewaktu pada lanjut usia dengan diabetes melitus di posyandu lansia Dusun Banggle Desa Dapur Kejambon Jombang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian berbentuk pre-ekperiment menggunakan pendekatan “one-group pretest-posttest design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lanjut usia (lansia) yang mengalami diabetes melitus dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling didapatkan sebanyak 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah glucose meter, dan lembar observasi. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata pre-test 268,80 mg/dl dan post-test 232,67 mg/dl. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan paried sample T test, dengan nilai signifikasi p-value 0,000 < 0,005. Berdasarkan hasil statistik, dapat disimpulkan bahwa jus tomat memiliki pengaruh terhadap kadar gula darah sewaktu pada lanjut usia dengan diabetes melitus di Posyandu Lansia Dusun Banggle, Desa Dapur Kejambon, Jombang.