cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 464 Documents
EVALUASI EFEKTIFITAS PENYALURAN PROGRAM PERUMAHAN SUBSIDI (STUDI KASUS: PERUMAHAN RANCAEKEK PERMAI 2 BANDUNG) Sitorus, Nurul Adha; Putra, Hadi Jaya; Wijaya, Karto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai program subsidi perumahan yang telah disalurkan oleh pemerintah khususnya bagi golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih kerap terjadi berbagai permasalahan. Banyak ditemukan banyak unit rumah dimiliki oleh kelompok yang bukan sasarannya, banyaknya terdapat rumah yang sudah dibeli tetapi tidak dihuni oleh pemiliknya dan buruknya kondisi prasarana dan fisik bangunan, yang mana hal ini juga terjadi di Perumahan Rancaekek Permai 2, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Berangkat dari fenomena tersebut artikel ini mengkaji apakah penyaluran subsidi perumahan yang ada di Kecamatan Rancaekek apakah telah efektif atau belum. Penelitian ini menggunakan metode mix-method (kualitatif dan kuantitatif) dengan pengambilan data berupa in-depth interview terstruktur dan observasi. Wawancara dilakukan kepada 10 informan yang tinggal di Perumahan Rancaekek Permai 2, 1 Ketua Rukun Warga dan 1 Humas Pihak Pengembang. Analisis data menunjukkan persentase variabel mekanisme program 80% atau baik. Sedangkan, variabel produk perumahan memiliki persentase sebesar 33,75% atau tidak baik. Sehingga, Penelitian ini mengungkapkan bahwa penyaluran perumahan bersubsidi di Perumahan Rancaekek Permai 2 memiliki persentase sebesar 56,87% atau efektif. Meskipun demikian, persentase ini relatif kecil dan patut untuk ditingkatkan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa aspek kelompok sasaran, fisik bangunan dan prasarana umum harus ditingkatkan dan harus dilakukan pengawasan ketat oleh pemerintah.
ANALISA KESIAPAN INFRASTRUKTUR KOTA DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN INOVASI TRANSPORTASI PUBLIK BERTENAGA LISTRIK (Studi Kasus Kota Bekasi) Hermawan, Riyan; Siahaan, Uras
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Public transportation has a very important role in supporting urban mobility. So this factor can also be used as an indicator of the progress of a city. However, it is regrettable that the concept of conventional public transportation has many shortcomings that must be corrected immediately. At this time research that discusses the development of electric-powered public transportation innovations is not widely known. This study aims to analyze the readiness of infrastructure for modernizing public transportation in a city to determine the characteristics and impacts that will occur using quantitative research methods, so that it can be realized that public transportation modes can be developed into electric transportation modes with centralized charging in a place. Carbon monoxide levels of 241.19 g/km, Hydrocarbon of 0.63 g/km and Carbon dioxide of 11,555.35 g/km can be reduced to 0% by electrifying transportation modes. In addition, the Fuel cost or energy consumption can also be reduced by 70% when compared to conventional modes of transportation. The transportation infrastructure in Bekasi city has the potential to be developed to a more modern electrification stage and can overcome problems such as high operating costs, greenhouse gas emissions generated and congestion.Keyword: Electrification, Emissions, Infrastructure, Urban, Transportation.Abstrak: Moda Transportasi publik memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang mobilitas perkotaan. Sehingga faktor ini juga bisa dijadikan sebagai indikator dari kemajuan sebuah kota. Namun sangat disanyangkan Konsep transportasi publik konvensional memiliki banyak kekurangan yang harus segera diperbaiki. Pada saat ini penelitian yang membahas pengembangan inovasi transportrasi publik bertenaga listrik belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan menganalisa kesiapan infrastruktur untuk modernisasi transportrasi publik di sebuah kota untuk mengetahui karakteristik dan dampak yang akan terjadi dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, Sehingga dapat disadari bahwa moda transportasi publik dapat dikembangkan ke moda transportasi elektrik dengan pengisian daya yang terpusat pada suatu tempat. Kadar karbon monoksida sebesar 241,19 g/km, Hidro karbon sebesar 0,63 g/km dan Karbon dioksida sebesar 11.555,35 g/km dapat dikurangi sampai 0% dengan elektrifikasi moda transportasi. Selain itu biaya konsumsi bahan bakar atau energi juga dapat dikurangi sebesar 70% bila dibandingkan dengan moda transportasi konvensional. Infrastruktur transportasi di kota bekasi sangat potensial untuk dikembangkan ke tahap elektrifikasi yang lebih modern dan dapat menanggulangi permasalahan seperti biaya operasional yang tinggi, emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dan kemacetan.Kata Kunci: Elektrifikasi, Emisi, Infrastruktur, Perkotaan, Transportasi.
PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU, STUDI KASUS PERUMAHAN PONDOK CIKUNIR INDAH, BEKASI Manusama, Victor Joel; Siahaan, Uras; Sudarwani, Margareta Maria
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Green open space (GOS) can guarantee the sustainability of the urban development of settlements. The use of green open space, among others, is to accommodate children's play activities and community gatherings and maintain the ecosystem in the region. However, along with its growth, the function of the GOS is often misused by residents, one of which is as a car park, business activities (grocery stores) and the indifference of residents in managing greening land (parks) that are left abandoned. This research is located in the city of Bekasi which is one of the satellite cities of Jakarta and has a fairly high population density. The object of observation is located in jatibening village, pondok cikunir indah housing complex. This study aims to determine the utilization and role of GOS in community settlement areas and identify the type and characteristics as well as the quality and quantity of GOS. Data collection in addition to literature studies is also through interviews / interviews with respondents (housing residents) and direct documentation on the object of observation.Keyword: green open space, the residential of pondok cikunir indahAbstrak: Ruang terbuka ‘hijau (‘RTH) dapat menjamin keberlanjutan perkembangan perkotaan permukiman. Pemanfaatan ruang terbuka ‘hijau antara lain adalah untuk menampung aktivitas bermain anak dan temu warga serta menjaga ekosistem di wilayah tersebut. Namun seiring pertumbuhannya, fungsi dari ‘RTH sering disalahgunakan warga salah satunya sebagai tempat parkir mobil, aktifitas bisnis (toko kelontong) serta ketidakpedulian warga dalam mengurus lahan penghijauan (taman) yang dibiarkan terbengkalai. Penelitian ini berlokasi di kota Bekasi sebagai kota satelit Jakarta yang memiliki kepadatan masyarakat tinggi. Objek pengamatan terletak di kelurahan Jatibening, kompleks perumahan Pondok Cikunir Indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan peranan ‘RTH di kawasan permukiman masyarakat serta melakukan identifikasi tipe dan karakteristik serta kualitas dan kuantitas ‘RTH. Pengumpulan data selain melalui studi literatur juga melalui wawancara/interview dengan narasumber (penghuni/pengurus perumahan) serta dokumentasi langsung pada objek pengamatan.Kata Kunci: ruang terbuka ‘hijau, perumahan pondok cikunir indah
KONSEP HARMONI SEBAGAI INOVASI DESAIN BANGUNAN GEREJA GMIT IMANUEL OEMORO, KABUPATEN KUPANG Daton, Richardus; Lily, Budhi Benyamin; Karmakani, Aryanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The design of the Church Building needs to be done correctly and can accommodate the needs and potential according to the local context. The problem experienced by the community at GMIT Imanuel Oemoro is that there is an image of a church design that is not in accordance with community values and the local context. The aim of this research is to present a church design concept that is in accordance with the values and context of the Oemoro people. The research method was carried out in a qualitative descriptive manner by prioritizing inductive data. The author plays a direct role as the Planning Team and records all the potential and problems of the community or congregation  to  be  accommodated  in  the  design  concept  of  the  GMIT  Imanuel  Oemoro  church building. The results of the study show that Harmony is the right concept as an innovative step in designing today's church buildings that can combine the values of people's lives in relation to others, nature and God. Harmony with nature in the use of local materials, namely river stone on building facades and fringes on ceiling materials and acoustic settings. Harmony with others in the interior arrangement of the church which prioritizes the principle of equality in the arrangement of furniture. Harmony with God is by applying the meaning of the word Immanuel which means "God with us" in the form of buildings with exterior and interior elements.Keyword: Harmony, Church Innovation, Immanuel, OemoroAbstrak: Desain Gedung Gereja perlu dilakukan secara tepat dan dapat mengakomodir kebutuhan serta potensi sesuai konteks setempat. Masalah yang dialami oleh Masyarakat pada GMIT Imanuel Oemoro yakni adanya gambar  desain  gereja  yang  tidak  sesuai dengan  nilai-nilai  masyarakat  dan konteks setempat. Tujuan dari penelitian ini yakni hadirnya konsep desain gereja yang sesuai dengan nilai- nilai dan konteks masyarakat Oemoro. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengedepankan data induktif. Penulis berperan langsung sebagai Tim Perencana dan mendata semua potensi dan permasalahan masyarakat atau jemaat untuk diakomodir dalam konsep desain bangunan gereja GMIT Imanuel Oemoro. Hasil penelitian menunjukan bahwa Harmoni merupakan konsep yang tepat sebagai sebuah langkah inovasi dalam mendesain gedung gereja masa kini yang dapat mengkombinasikan nilai-nilai kehidupan masyarakat dalam hubungannya dengan sesama, alam dan Tuhan. Harmoni dengan alam pada penggunaan material lokal yakni batu kali pada fasad bangunan dan bebak pada material plafond serta seting akustik. Harmoni dengan sesama pada tatanan interior gereja yang mengedepankan prinsip kesetaraan pada penataan perabot. Harmoni dengan Tuhan yakni dengan menerapkan arti kata Imanuel yang berarti “Allah beserta kita” pada bentuk bangunan dengan elemen eksterior dan interior.Kata Kunci: Harmoni, Inovasi Gereja, Imanuel, Oemoro
IDENTIFIKASI INOVASI KONSEP RUANG RUMAH SEDERHANA AKIBAT PERUBAHAN PERSEPSI KEBUTUHAN MASYARAKAT KOTA KUPANG Uak, Alexianus Thomas Miten; Lake, Reginaldo Christophori; Rayawulan, Robertus
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A simple house is a livable place where the indoor and outdoor spaces are limited, so that it can be a solution to the problem of lack of land and costs to build a house. This concept has been around for a long time and the government has set a minimum standard for a comfortable area in a simple house and has been applied by developers to build throughout Indonesia, including in the city of Kupang. In the process of growth, the people of Kupang City experienced a change in perception regarding the need for space which led to the emergence of new activities, which had an impact on the inability of the existing spaces in modest homes to accommodate new occupants' activities. The purpose of this paper is to identify innovative simple house space concepts due to changes in the perception of the needs of the people of Kupang City. The method used is a qualitative method using Habraken's theory as a basic reference, namely the theory of zoning and spatial components, and data collection using observation and questionnaire methods. The results of this study indicate that changes in the perception of the space requirements of the people of Kupang City have an impact on the addition of new activities to indoor and outdoor spaces resulting in changes to the zoning and patterns of simple residential spaces.Abstrak: Rumah sederhana ialah tempat kediaman layak huni yang luasan ruang dalam dan luarnya terbatas,  sehingga dapat menjadi solusi mengatasi masalah kurangnya lahan dan biaya untuk membangun rumah tinggal. Konsep ini telah ada sejak lama dan pemerintah telah menetapkan standar minimal luasan yang nyaman pada sebuah rumah sederhana dan telah diaplikasikan oleh pihak pengembang untuk membangun di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kota Kupang. Pada proses bertumbuhnya, masyarakat Kota Kupang mengalami perubahan persepsi terkait kebutuhan ruang yang menyebabkan munculnya aktivitas baru, sehingga berdampak pada ketidakmampuan ruang-ruang yang ada pada rumah sederhana saat ini untuk mengakomodasi aktivitas baru penghuni. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi inovasi konsep ruang rumah sederhana akibat perubahan persepsi kebutuhan masyarakat Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan teori Habraken sebagai dasar acuan yaitu teori zonasi dan komponen penyusun ruang, dan pengumpulan data menggunakan metode observasi dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perubahan persepsi kebutuhan ruang masyarakat Kota Kupang berdampak pada penambahan aktivitas baru pada ruang dalam dan luar sehingga mengakibatkan zonasi dan pola ruang hunian sederhana mengalami perubahan.
INOVASI MODEL MINIATUR UNTUK DESAIN ARSITEKTUR DINAMIS DAN FASAD KINETIK Lapenangga, Apridus Kefas; Moniz, Aristidi M.; Tois, Gregorius
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Miniatur dibuat sebagai alat bantu pemodelan bentuk-bentuk arsitektur baik itu bangunan ataupun elemen-elemen dari bangunan itu sendiri seperti fasad, atap dan lainnya. Untuk menghasilkan sebuah desain arsituktur yang dapat bergerak dinamis atau desain fasad kinetik yang dapat bergerak fleksibel maka pemodelan dilakukan menggunakan miniatur sehingga sangat memudahkan visualisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan (research and development) yakni dengan studi literatur dan observasi objek acuan, lalu dilanjutkan dengan proses desain dan pembangunan model miniatur. Dalam tahapan pembangunan diterapkan metode trial and error hingga mencapai miniatur yang dapat bergerak sesuai dengan desain awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan model bangunan dan fasad yang dapat bergerak adaptif terhadap kondisi lingkungan, misalnya cahaya matahari sehingga dapat mereduksi sinar matahari langsung pada bangunan agar tidak menyebabkan kenaikan suhu yang berlebihan pada bangunan. Hasil dari penelitian ini dapat menunjukkan visualisasi bentuk 4 dimensi yang mana objek dalam bentuk fasad dapat bergerak secara dinamis sehingga memudahkan proses desain keseluruhan tanpa simulasi komputer.Keyword: Model miniatur, arsitektur dinamis, fasad kinetikAbstrak: Miniature is made as a tool for modeling architectural forms, be it buildings or elements of the building itself, such as facades, roofs and others. To produce an architectural design that can move dynamically or a kinetic facade design that can move flexibly, modeling is done using miniatures so that it makes visualization very easy. The method used in this study is the research and development method, namely by studying literature and observing reference objects, then proceed with the process of designing and building miniature models. During the construction phase, a trial and error method was applied to achieve a miniature that could move according to the initial design. The purpose of this research is to obtain a model of buildings and facades that can move adaptively to environmental conditions, for example sunlight so that they can reduce direct sunlight on buildings so as not to cause excessive temperature rises in buildings. The results of this study can show the visualization of 4-dimensional shapes where objects in the form of facades can move dynamically so as to facilitate the overall design process without computer simulation.Kata Kunci: Miniature models, dynamic architecture, kinetic facades
ANALISIS DESAIN UNIVERSAL PADA KORIDOR JALAN DI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS: KORIDOR JALAN RIAU DAN DAGO) INDRIATI, DINI; RAMADHANI, ANNISA MAGFIRAH
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Riau Street and Dago Street, located in the center of Bandung, are areas with heavy and busy traffic. Having mixed land use dominated by commercial activities allows activities to be carried out by all users. Universal design is an idea that can fulfill the rights of equality of users in urban spaces including pedestrian paths. This research aims to analyze universal design in the corridors of Riau Street and Dago Street and then compare between them. The analysis method used is descriptive qualitative method. The results of the analysis obtained that Dago Street has results that are more in accordance with universal design principles compared to Riau Street. Keyword: Universal Design, Pedestrians, Road CorridorsAbstrak: Jalan Riau dan Jalan Dago yang terletak di pusat Kota Bandung menjadi kawasan dengan lalu lintas yang padat dan ramai. Memiliki penggunaan lahan campuran yang didominasi oleh kegiatan perdagangan dan jasa memungkinkan terjadinya aktivitas yang dilakukan oleh semua pengguna. Desain universal merupakan gagasan yang dapat memenuhi hak-hak kesetaraan pengguna di ruang kota termasuk jalur pedestrian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis desain universal pada koridor Jalan Riau dan Jalan Dago dan kemudian membandingkan di antara keduanya. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif berbasis deskriptif. Hasil analisis yang didapatkan bahwa Jalan Dago memiliki hasil yang lebih sesuai dengan prinsip desain universal dibandingkan dengan Jalan Riau.Kata Kunci: Desain Universal, Pejalan Kaki, Koridor Jalan
ANALISIS LINEAR RESPONSIBILITY PADA PENGELOLAAN WISATA HERITAGE STUDI LOKASI: KAWASAN HERITAGE KOTATUA JAKARTA Ramadhani, Annisa Magfirah; Indriati, Dini
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: World heritage protection is an important component of basic government services. Heritage resources are valuable legacies from their predecessors which are in a state of vulnerability and cannot be renewed. When the government determines the ownership of cultural heritage resources, the government is also responsible and obligated in terms of protecting it from damage and keeping it sustainable. Another requirement is that this heritage also has public rights resources in it. For this reason, the government needs to make efforts to make managerial rules to ensure that inheritance is used rationally and fairly. The government also guarantees the protection of the same community rights to use it so that inheritance does not become a tool for profit for some people or groups. Kotatua Jakarta is a historical area that has been designated by the government as a historical tourism area. The Kotatua area of Jakarta is divided into three neighborhood groups. The environmental cluster whose position is most vital is this zone because in it there are historic buildings that are still preserved today. Management of cultural heritage areas is not easy, considering that the objects and buildings in them have high historical value. Crucial problems that occur in the area management process are not only physical in nature, but also managerial and administrative in nature. The physical problems that occur at the location are of course also directly related to the managerial system. The management of the Kotatua Jakarta cultural heritage area which is still lacking is exacerbated by non-physical problems in the area. This research has a definite goal, namely to formulate in detail the physical and non-physical problems as a first step, then analyze who the parties are involved in all management activities, compare them with the best practices that have been selected, so that the output obtained can be in the form of directions so that this does not happen. overlapping in the implementation of appropriate management and management systems for the Kotatua Jakarta area as a historical tourism area.Keyword: : Kotatua, regional management, linear responsibilityAbstrak: Perlindungan warisan dunia merupakan satu dari sekian komponen penting dari pelayanan dasar pemerintahan. Sumber daya yang berupa pusaka peninggalan adalah warisan berharga dari pendahulunya yang berada pada kerentanan dan kondisi tidak terbarukan. Ketika pemerintah menetapkan kepemilikan atas sumber daya pusaka maka pemerintah juga bertanggung jawab serta berkewajiban dalam hal perlindungan terhadap kerusakan dan menjaga agar berkelanjutan. Kondisi lainnya, warisan pusaka ini juga memiliki sumber daya hak publik di dalamnya. Untuk itu pemerintah perlu berupaya membuat aturan manajerial dalam memastikan warisan tersebut digunakan secara rasional dan adil. Pemerintah juga memastikan perlindungan hak masyarakat yang sama untuk memanfaatkannya agar warisan tidak menjadi alat penghasil keuntungan bagi sebagian orang atau kelompok. Kotatua Jakarta merupakan kawasan bersejarah yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan wisata sejarah. Kawasan Kotatua jakarta terbagi menjadi tiga golongan lingkungan. Golongan lingkungan yang kedudukannya paling vital adalah zona ini karena berisi bangunan-bangunan sejarah yang kelestariannya masih dijaga sampai saat ini.  Pengelolaan kawasan heritage bukanlah hal yang mudah, mengingat benda-benda serta bangunan-bangunan di dalamnya memiliki nilai historis yang tinggi. Masalah-masalah krusial yang terjadi pada proses pengelolaan kawasan tidak hanya pada fisiknya, tetapi juga pada manajerial dan administrasi pengelolaan. Masalah fisik yang terjadi pada lokasi tentu saja juga ikut berhubungan langsung dengan sistem manajerialnya. Pengelolaan kawasan heritage Kotatua Jakarta yang masih kurang ditambah oleh adanya permasalahan non fisik pada kawasan. Penelitian ini memiliki tujuan pasti yaitu merumuskan permasalahan detail secara fisik dan non fisik sebagai langkah awal, kemudian menganalisis siapa saja pihak-pihak yang terlibat dalam segala aktivitas pengelolaan, membandingkan dengan best practice yang telah dipilih, agar keluaran yang diperoleh dapat berupa arahan untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan pengelolaan serta sistem manajemen yang tepat untuk kawasan Kotatua Jakarta sebagai kawasan wisata sejarah.Kata Kunci: Kotatua, pengelolaan kawasan, linear responsibility
BERPIKIR DESAIN DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA Studi Kasus: Desain Kantor Dprd Kabupaten Flores Timur Rayawulan, Robertus Mas; Lake, Reginaldo Christophori; Boli, Benediktus; Uak, Alexianus Thomas Miten
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Design thinking with a semiotic approach is a design strategy that seeks to bridge the communication gap between architects and the process of interpreting messages by readers or observers, so that architectural works can be interpreted properly. The Regional People's Representative Council (DPRD) is the highest symbol of autonomous government power in the Regency area. Based on the functional ideology attached to the DPRD building, the architectural form of the DPRD office building is a symbolic language that represents local values and cultural identity. The aim of this research is to find out the concept of symbolic signs that are internalized by local people and how semiotic transformation strategies can be carried out to produce expressions in the form of DPRD office buildings that represent local identities. The method used is to conduct a literature study that is relevant to the formal object of architectural semiotics, then elaborated with the theory of the principles of architectural arrangement of government buildings as the material object of this research. Based on the research objectives, a collection of ideas, ideas, attributes and symbols of local culture, were analyzed and mapped within the semiotic-Barthes concept framework and transformed into a simulation model for the design of the East Flores Regency DPRD office building. building.Abstrak: Berpikir desain dengan pendekatan semiotika merupakan suatu strategi perancangan yang berupaya menjembatani jarak komunikasi antara arsitek dengan proses penafsiran pesan oleh pembaca atau pengamat, sehingga karya arsitektur dapat dimaknai dengan baik. Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan simbol kekuasaan pemerintahan otonom tertinggi di wilayah Kabupaten. Berlandaskan ideologi fungsi yang melekat pada bangunan DPRD, maka perwujudan arsitektur bangunan kantor DPRD ialah bahasa simbol yang merepresientasikan tata nilai dan identitas budaya setempat. Tujuan penelitian ialah menemukan konsep tanda-simbolis apa yang dihidupi masyarakat setempat dan bagaimana strategi transformasi semiotika yang dapat dilakukan untuk menghasilkan ungkapan bentuk bangunan kantor DPRD yang mewakili identitas setempat. Metode yang digunakan ialah melakukan studi pustaka yang relevan dengan objek formal semiotika arsitektur, kemudian dielaborasikan dengan teori prinsip penataan arsitektur bangunan pemerintahan sebagai objek material penelitian ini. Berlandaskan pada tujuan penelitian, maka pengumpulan gagasan, ide, atribut dan simbol budaya lokal, dianalisis dan dipetakan dalam kerangka konsep semiotika-Barthes dan ditransformasikan dalam model simulasi desain bangunan gedung kantor DPRD Kabupaten Flores Timur.
TINGKAT KENYAMANAN PEJALAN KAKI DI KOTA BANDAR LAMPUNG BERDASARKAN TEORI URBAN WALKABILITY STUDI KASUS : Jl. Kartini, dan Jl. Raden Intan, Bandar Lampung Kurniawan, Guruh Kristiadi; Nurzukhrufa, Antusias; Abas, Najmi Adli; Lestari, Lukita Tri
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In keeping up with the rapid development of the city requires the support of adequate public facilities. Pedestrians are one of the things that need attention, the provision of facilities and infrastructure for pedestrians. Able to create the realization of a comfortable city (Liveable City) and friendly for pedestrians (Walkable). Moving from curiosity about the level of pedestrian comfort in the city of Bandar Lampung, we conducted research with a case study object on Jl. Kartini and Jl. Raden Intan, City of Bandar Lampung. Through this research we aim to determine the level of pedestrian comfort in the city of Bandar Lampung based on urban walkability theory and to determine the factors that influence the level of pedestrian comfort on Jl. Kartini and Jl. Raden Intan, City of Bandar Lampung. The results of this study show the comfort level of pedestrians on Jl. Kartini and Jl. Raden Intan, City of Bandar Lampung based on the theory of urban walkability is said to be still uncomfortable. This statement is reinforced by the results of observation and interviews of pedestrians at the study site.Keyword: walkability, pedestrian, trotoarAbstrak: Dalam mengimbangi perkembangan kota yang pesat memerlukan dukungan fasilitas publik yang memadai. Pejalan kaki menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, penyedian sarana dan prasarana bagi pejalan kaki. Mampu menciptakan terwujudnya kota yang nyaman (Liveable City) dan ramah untuk pejalan kaki (Walkable). Bergerak dari keingintahuan tentang tingkat kenyamanan pejalan kaki di kota Bandar Lampung kami melakukan penelitian dengan objek studi kasus di Jl. Kartini dan Jl. Raden Intan, Kota Bandar Lampung. Melalui penelitian ini kami bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pejalan kaki di Kota Bandar Lampung berdasarkan teori urban walkability dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan pejalan kaki di Jl. Kartini dan Jl. Raden Intan, Kota Bandar Lampung. Dalam hasil penelitian ini sendiri menunjukan tingkat kenyamanaan pejalan kaki di Jl. Kartini dan Jl. Raden Intan, Kota Bandar Lampung berdasarkan teori urban walkability dikatakan masih kurang nyaman. Penyataan tersebut diperkuat dengan hasil dari observasi dan wawancara pejalan kaki di lokasi penelitian.Kata Kunci: walkability, pedestrian, trotoar

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue