cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 464 Documents
PREFERENSI PENGHUNI PERUMAHAN PERMANEN DENGAN PENDEKATAN HIPPOCRATES GALENUS (Studi Kasus: Perumahan Relokasi Simonet Baru, Pekalongan) Tiara Dita Melindasari, Tiara Dita Melindasari; Setiadi, Amos; Putra, Augustinus Madyana; Analisa, Fabiola Chrisma Kirana
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4439

Abstract

Abstract: The increasingly frequent tidal flooding disasters in coastal areas of Indonesia require a relocation strategy that is not only physically safe but also takes into account the psychological aspects of the residents. This study aims to analyze the relationship between personality types based on the Hippocrates-Galen approach (sanguine, choleric, melancholic, and phlegmatic) and residents' preferences for permanent post-disaster housing in Dukuh Simonet, Wonokerto District, Pekalongan Regency. The method used is mixed methods with a qualitative dominance through field observations, questionnaires to 35 respondents, in-depth interviews with 8 participants, as well as literature studies and relevant agency data. The analysis was conducted using descriptive quantitative and qualitative models by Miles and Huberman, as well as the Analytical Hierarchy Process (AHP) method as a tool to determine the dominant factors influencing housing preferences. The results showed that the majority of the community had a phlegmatic character (60%), were adaptive, calm, and friendly, with a tendency to modify their homes according to functional needs. The main factors influencing preferences were the quality of infrastructure (clean water, sanitation, and drainage), followed by comfort and social aspects. In conclusion, the success of relocation is not only determined by the physical condition of the building, but also by psychological, social, and economic sustainability factors of residents as part of human-centered design. Keyword: Hotel lobby; Memorable Spatial Experience; sensory perceptionpermanent housing, post-disaster relocation, housing preferences, Hippocrates Galenus personality, AHP Abstrak: Bencana banjir rob yang semakin sering terjadi di wilayah pesisir Indonesia menuntut strategi relokasi hunian yang tidak hanya aman secara fisik tetapi juga memperhatikan aspek psikologis penghuninya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tipe kepribadian berdasarkan pendekatan Hippocrates - Galenus (sanguinis, kholeris, melankolis, dan plegmatis) dengan preferensi penghuni terhadap hunian permanen pascabencana di Dukuh Simonet, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan dominasi kualitatif melalui observasi lapangan, kuesioner kepada 35 responden, wawancara mendalam dengan 8 partisipan, serta studi literatur dan data instansi terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif model Miles dan Huberman, serta menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai alat untuk menentukan faktor dominan yang memengaruhi preferensi hunian. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas masyarakat berkarakter phlegmatis (60%), adaptif, tenang, dan ramah, dengan kecenderungan memodifikasi rumah sesuai kebutuhan fungsional. Faktor utama yang memengaruhi preferensi adalah kualitas sarana prasarana (air bersih, sanitasi, dan drainase), diikuti aspek kenyamanan dan sosial. Kesimpulannya, keberhasilan relokasi tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik bangunan, tetapi juga oleh faktor psikologis, sosial, dan keberlanjutan ekonomi warga sebagai bagian dari desain yang berpusat pada manusia. Kata Kunci: perumahan permanen, relokasi pascabencana, preferensi hunian, kepribadian Hippocrates Galenus, AHP
NATURAL LIGHTING AND NATURAL VENTILATION ON THERMAL COMFORT AND ENERGY EFFICIENCY IN COLONIAL HERITAGE BUILDINGS. Andiyan, Andiyan; Ikaputra, Ikaputra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4440

Abstract

Abstract: Natural lighting and natural ventilation are very important in the architecture of cultural heritage buildings, especially concerning thermal comfort and energy efficiency. This study aims to explore the impact of these two elements on the design of cultural heritage buildings in tropical climates. The method used is a systematic literature review, highlighting the latest relevant scientific articles. The results of the study show that the optimal use of natural lighting and ventilation can improve occupant comfort. A reduction in indoor temperature of up to 5°C can also decrease the energy requirements for cooling and lighting. In addition, passive design strategies that consider building orientation and the use of local materials have proven effective in managing heat and humidity loads. These conclusions are expected to serve as a reference for practitioners and managers of heritage buildings. By applying sustainable design principles, they can maintain the historical integrity of buildings while achieving better energy performance. Keywords: Natural lighting, Natural ventilation, Thermal comfort, Energy efficiency, Heritage buildings, Passive design. Abstract: Pencahayaan alami dan penghawaan alami sangat penting dalam arsitektur bangunan cagar budaya, terutama terkait dengan kenyamanan termal dan efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kedua elemen tersebut dalam desain bangunan cagar budaya di iklim tropis. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis, menyoroti artikel-artikel ilmiah terbaru yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan optimal pencahayaan alami dan ventilasi dapat meningkatkan kenyamanan penghuni. Penurunan suhu dalam ruangan mencapai 5°C juga dapat mengurangi kebutuhan energi untuk pendinginan dan pencahayaan. Selain itu, strategi desain pasif yang memperhatikan orientasi bangunan dan penggunaan material lokal terbukti efektif dalam mengelola beban panas dan kelembapan.Kesimpulan ini diharapkan menjadi acuan bagi praktisi dan pengelola bangunan cagar budaya. Dengan menerapkan prinsip-prinsip desain berkelanjutan, mereka dapat mempertahankan integritas historis bangunan sambil mencapai kinerja energi yang lebih baik. Kata Kunci: Pencahayaan alami,Penghawaan alami,Kenyamanan termal,Efisiensi energi,Bangunan cagar budaya,Desain pasif.
Peran Ruang Sekolah sebagai Media Regulasi Perilaku dan Istirahat Mental Anak Attention Deficit/Hyperactivity Disorder di Kota Bandung Zahrah, Athifah; Sakya, Kharista Astrini
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4459

Abstract

Abstract: Children with Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) demonstrate specific characteristics, including challenges in maintaining focus, accompanied by high levels of mobility and impulsivity, resulting in a need for more frequent mental breaks compared to neurotypical children. This condition requires a more inclusive school environment that not only accommodates focused learning but also supports the need for mental breaks for mental regulation and attention restoration. The study aims to examine the role of class in facilitating behavior regulation and mental breaks for children with ADHD through an observational study at two educational institutions in Bandung. The research method employed direct observation to examine the behavior of children with ADHD and identify visual elements of space, such as lighting, color, spatial configuration, and furniture layout. The results of the study show children with ADHD use movement activities for emotional regulation and tend to return to spaces with low distraction to restore focus after fulfilling their mental breaks. A comparison between the two schools indicates that structured spaces support the behavior habituation, whereas flexible spaces with spatial zoning of activities provide more adaptive activity options. This study highlights that providing spaces for mental breaks in school environments is essential for children with ADHD. So, they can refocus and engage the learning process effectively. Keyword: ADHD, Behavior Regulation, Inclusive Room, Mental Breaks, School. Abstrak: Anak dengan Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) memiliki karakteristik kesulitan mempertahankan fokus serta memiliki mobilitas dan impulsivitas yang tinggi, sehingga frekuensi istirahat mental yang dibutuhkan lebih sering dibandingkan dengan anak neurotipikal. Kondisi ini menuntut lingkungan sekolah yang lebih inklusif dengan tidak hanya mendukung belajar fokus, tetapi juga memfasilitasi sesi istirahat mental untuk regulasi perilaku dan pemulihan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ruang sekolah dalam mendukung regulasi perilaku dan kebutuhan istirahat mental anak ADHD melalui studi observasi di dua institusi pendidikan di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung perilaku anak ADHD dan mengidentifikasi elemen visual ruang yang meliputi pencahayaan, warna, konfigrurasi ruang dan tata furnitur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak ADHD memanfaatkan aktivitas bergerak sebagai regulasi emosi dan cenderung kembali mencari ruang dengan tingkat distraksi rendah untuk memulihkan fokus setelah kebutuhan istirahat mental terpenuhi. Perbandingan kedua sekolah memperlihatkan ruang yang terstruktur mendukung pembiasaan perilaku, sementara ruang yang fleksibel dengan pembagian zona aktivitas memberikan pilihan aktivitas yang lebih adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa penyediaan ruang untuk kebutuhan istirahat mental di lingkungan sekolah merupakan kebutuhan esensial bagi anak ADHD. Sehingga, mereka dapat kembali fokus dan terlibat dalam proses pembelajaran secara optimal. Kata Kunci:  ADHD, Istitrahat Mental, Regulasi Perilaku, Ruang Inklusif, Sekolah.
CARBON MITIGATION STRATEGY WITH ENGINEERED TIMBER: THE CASE OF MJØSTÅRNET Paembonan, Rafaela Evanesse; Julistiono, Eunike Kristi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4497

Abstract

Abstract: Mjøstårnet is a building that applies sustainable construction principles throughout its lifecycle, with timber as the primary building material. The use of timber, particularly locally-sourced and prefabricated timber, contributes to improved environmental performance by reducing transportation-related emissions, minimizing construction waste, and offering carbon storage potential during its service life. This research aims to explore opportunities to further reduce embodied carbon in the building by proposing alternative material scenarios. The study employs an embodied carbon assessment focusing on slab construction, which represents one of the largest contributors to upfront embodied carbon in the building. Alternative scenarios include replacing slab materials with cross-laminated timber (CLT) and fly ash concrete with varying substitution levels. The results indicate that replacing conventional slab materials with CLT can reduce embodied carbon by 25.59%, while the use of fly ash concrete with a 40% replacement level achieves a reduction of 14.07%. The combined application of these strategies demonstrates a potential embodied carbon reduction ranging from 29.47% to 39.81%. These findings confirm that material substitution, particularly in slab construction, is an effective strategy for mitigating embodied carbon in sustainable building design. Keyword: Embodied Carbon, Timber Construction, Sustainable Construction Technology Abstrak: Mjøstårnet merupakan bangunan yang menerapkan prinsip konstruksi berkelanjutan selama umur bangunan, dengan kayu sebagai material utama. Penggunaan kayu, khususnya kayu lokal dan prefabrikasi, berkontribusi pada pengurangan emisi karbon melalui potensi penyimpanan karbon, efisiensi transportasi, penghematan energi, serta minimisasi limbah konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peluang peningkatan kinerja keberlanjutan bangunan melalui pengurangan embodied carbon, dengan fokus pada elemen struktur yang memiliki kontribusi karbon terbesar, yaitu plat lantai. Metode penelitian dilakukan melalui perhitungan embodied carbon pada beberapa skenario alternatif material, meliputi penggantian pelat lantai dengan cross-laminated timber (CLT) dan beton fly ash dengan variasi kandungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CLT mampu menurunkan embodied carbon sebesar 25,59%, sementara penggunaan beton fly ash dengan kandungan 40% menghasilkan penurunan sebesar 14,07%. Kombinasi kedua strategi tersebut berpotensi mereduksi embodied carbon antara 29,47% hingga 39,81%. Temuan ini menegaskan efektivitas pemilihan material sebagai strategi mitigasi embodied carbon pada bangunan berkelanjutan. Kata Kunci: Emisi Karbon, Konstruksi Kayu, Teknologi Konstruksi Kayu
EKSISTENSI KORIDOR JALAN PROF. SOEDARTO SEBAGAI GERBANG UNDIP TEMBALANG Kinanthi, Delaya; Purwanto, Edi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4504

Abstract

Abstract: The Prof. Soedarto Road corridor serves as the main access and gateway to the Undip Tembalang Campus area. This study aims to identify and analyze the corridor as a circulation space and the visual aspects that shape the corridor, as well as to identify the potential and issues affecting the area's existence. The approach used is descriptive qualitative with data collected through direct observation on the Prof. Soedarto Road Corridor. The research findings revealed that this corridor has strong axial potential towards landmarks such as the UNDIP Gate and Muladi Dome, but is hindered by scale conflicts, a lack of pedestrian space, and facade irregularities. Recommendations are directed towards the reorganization of visual elements such as setbacks, facade rhythm, and strengthening the visual axis as strategies to enhance the area's identity.Keywords: Road Corridor, Circulation, Visual Abstrak: Koridor Jalan Prof. Soedarto berperan sebagai akses utama dan pintu gerbang menuju kawasan Kampus Undip Tembalang. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis koridor sebagai ruang bersirkulasi dan aspek visual yang membentuk koridor, serta mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang memengaruhi eksistensi kawasan. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan dengan data yang dikumpulkan melalui observasi langsung pada Koridor Jalan Prof. Soedarto. Hasil penelitian ditemukan bahwa koridor ini memiliki potensi aksial kuat menuju landmark seperti Gerbang UNDIP dan Muladi Dome, namun terganggu oleh konflik skala, kurangnya ruang pejalan kaki, serta ketidakteraturan fasad. Rekomendasi diarahkan pada penataan ulang elemen visual seperti fasad dan penguatan sumbu visual sebagai strategi memperkuat identitas kawasan. Kata Kunci: Koridor Jalan, Sirkulasi, Visual
KARAKTERISTIK FASADE PADA BANGUNAN RESTORAN TERAS BY PLATARAN DI SUMMARECON BOGOR – JAWA BARAT Onasis Nawawi, M. Difa; Kridarso, Etty R; Purwaningsih, Lucia Helly
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4508

Abstract

Abstract: This study analyzes the façade characteristics of the Teras by Plataran restaurant in Summarecon Bogor. The research focuses on exploring the application of architectural principles in the restaurant's facade design, paying particular attention to sustainability aspects and responsiveness to the surrounding environment. A qualitative approach is employed to examine design elements such as form, materials, and color, and how these elements create a harmonious relationship between the building and nature. The findings aim to provide insights into how facade design supports functionality, spatial aesthetics, and sustainability, while reinforcing architectural identity in the context of a design responsive to the tropical environment. Keyword: Restaurant Facade, Sustainability, Architectural Design Abstrak: Penelitian ini menganalisis karakteristik fasade pada restoran Teras by Plataran di Summarecon Bogor. Fokus penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip arsitektur dalam desain fasade restoran, dengan memperhatikan aspek keberlanjutan dan respons terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis elemen-elemen desain fasade seperti bentuk, material, dan warna, serta bagaimana elemen-elemen tersebut menciptakan hubungan yang harmonis antara bangunan dan alam. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai bagaimana desain fasade mendukung fungsionalitas, estetika ruang, dan keberlanjutan, serta memperkuat identitas arsitektur dalam konteks desain yang responsif terhadap lingkungan tropis. Kata Kunci: Fasade Restoran, Keberlanjutan, Desain Arsitektur
Strategi Penanganan Kemacetan pada Persimpangan Jalan dengan Keterbatasan Ruang : Studi Kasus: Koridor Jalan Pulau Galang, Desa Pemogan, Kota Denpasar Artawa, I Gusti Ayu Mirah Tiarasani; Sueca, Ngakan Putu; Dwijendra, Ngakan Ketut Acwin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4511

Abstract

Abstract: Traffic congestion at intersections with limited spatial capacity is a common problem in urban areas, leading to decreased movement efficiency, environmental quality, and user comfort. This study aims to identify the factors causing congestion and to formulate mitigation strategies based on the relationship between spatial functions, area activities, and road space capacity. This research employs a quantitative approach using the Relative Importance Index (RII) method to assess the significance of factors contributing to traffic congestion at intersections along the Jalan Pulau Galang corridor, Pemogan Village, Denpasar City. The results indicate that high traffic volumes, limited intersection space capacity, roadside activities, and inadequate supporting facilities and infrastructure are the main contributors to congestion. These findings suggest that traffic congestion is not solely caused by technical vehicle movement issues, but also by an imbalance between spatial functions, activity intensity, and road space capacity. The proposed mitigation strategies focus on area spatial restructuring and improving the quality of road space as public space, including the control of roadside activities, intersection spatial reorganization, and the enhancement of spatial legibility and user comfort. This study emphasizes the importance of spatial and architectural approaches in understanding and addressing traffic congestion problems at spatially constrained intersections within an integrated road corridor system. Keyword: intersection, urban spatial planning, road capacity, traffic management, intelligent transportation systems Abstrak: Kemacetan lalu lintas pada persimpangan dengan keterbatasan ruang merupakan permasalahan umum di kawasan perkotaan yang berdampak pada menurunnya efisiensi pergerakan, kualitas lingkungan, dan kenyamanan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kemacetan serta merumuskan strategi penanganan berdasarkan keterkaitan antara fungsi ruang, aktivitas kawasan, dan kapasitas ruang jalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Relative Importance Index (RII) untuk menilai tingkat kepentingan faktor-faktor penyebab kemacetan pada persimpangan di sepanjang koridor Jalan Pulau Galang, Desa Pemogan, Kota Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya volume kendaraan, keterbatasan kapasitas ruang persimpangan, aktivitas tepi jalan, serta kurangnya sarana dan prasarana pendukung menjadi faktor utama penyebab kemacetan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemacetan tidak semata-mata disebabkan oleh persoalan teknis pergerakan kendaraan, melainkan juga oleh ketidakseimbangan antara fungsi ruang, intensitas aktivitas, dan kapasitas ruang jalan. Strategi penanganan yang diusulkan diarahkan pada penataan ruang kawasan dan peningkatan kualitas ruang jalan sebagai ruang publik, meliputi pengendalian aktivitas tepi jalan, penataan ruang persimpangan, serta peningkatan keterbacaan dan kenyamanan ruang. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan spasial dan arsitektural dalam memahami dan menangani permasalahan kemacetan pada persimpangan dengan ruang terbatas dalam satu kesatuan koridor jalan. Kata Kunci:  persimpangan, tata ruang kota, kapasitas jalan, manajemen lalu lintas, sistem transportasi cerdas                         
Penataan Ruang Produksi dalam Pabrik Marmer untuk Mendukung Arsitektur Industri Berkelanjutan Rizky, Alfan; Pribadi, I Gede Oka Sindhu
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4513

Abstract

Abstract: Marble industry produces solid waste in the form of cuts and fragments that are often not handled optimally, causing environmental problems and factory layout issues. The main problems found in marble factories are production layouts that have not been integrated with a waste management system, indicated by a large distance between production machines and waste holding facilities, overlapping material circulation flows, and a non-linear water circulation and water treatment system. The research method used is descriptive-analytical with an exploratory study approach through direct observation of production flow, literature study, and facility layout analysis. The results showed that the spatial integration between the production zone, the waste holding zone, and the water treatment system was able to reduce scattered waste by up to ±20%, reduce water consumption by up to ±15%, and increase the efficiency of production workflow. These findings confirm that layout optimization plays an important role in supporting the principles of sustainable industrial architecture in marble factories. Abstrak: Industri marmer menghasilkan limbah padat berupa potongan dan pecahan yang sering tidak tertangani secara optimal sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan dan tata ruang pabrik. Permasalahan utama yang ditemukan pada pabrik marmer adalah penataan ruang produksi yang belum terintegrasi dengan sistem penanganan limbah, ditandai dengan jarak yang jauh antara mesin produksi dan fasilitas penampungan limbah, alur sirkulasi material yang saling berpotongan, serta sistem sirkulasi air dan water treatment yang tidak linear. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analisis dengan pendekatan studi eksploratif melalui observasi langsung pada alur produksi, studi literatur, serta analisis tata letak fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi spasial antara zona produksi, zona penampungan limbah, dan sistem pengolahan air mampu mengurangi limbah tercecer hingga ±20%, menurunkan konsumsi air hingga ±15%, serta meningkatkan efisiensi alur kerja produksi. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi tata ruang berperan penting dalam mendukung prinsip arsitektur industri berkelanjutan pada pabrik marmer.
OPTIMALISASI RUANG PUBLIK DALAM PENDIDIKAN ARSITEKTUR: STUDI KASUS KAMPUS 2 UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA Vitasurya, Vincentia Reni; Prasetio, Sinta Dewi; Budianto, Elisabeth
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4515

Abstract

Abstract: Generational differences shape the use of public spaces in architectural education, both indoor and outdoor, reflecting varied behaviors, needs, and perspectives. Educational facilities function as real-world design laboratories, yet their utilization is influenced by a generational gap across four age groups. These differences in spatial preferences and connectivity create diverse patterns of use, requiring adaptive design strategies. This study investigates generational gaps in the utilization of indoor public spaces at Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) and evaluates spatial connectivity through Space Syntax analysis, including Connectivity Convex Space Analysis and Axial Line by Pixel. Data were collected via online questionnaires and Conceptboard-based participation to capture perceptions across age groups, combined with spatial connectivity analysis to assess interaction patterns based on accessibility and visibility. Findings reveal that younger generations tend to occupy high-connectivity zones with strong visual accessibility, represented by red/orange areas in Space Syntax analysis. In contrast, older generations prefer low-connectivity and lower-visibility spaces, marked by blue/purple zones. These results highlight the importance of Space Syntax-driven strategies to improve visual connectivity, spatial flexibility, and generational adaptation. The study provides a foundation for redesigning public spaces to be more inclusive and responsive to evolving academic interactions. Keyword: Generational Gap in Space Utilization, Adaptive Public Space Design, Space Syntax Abstrak: Perbedaan generasi memengaruhi pemanfaatan ruang publik dalam pendidikan arsitektur, baik indoor maupun outdoor, karena variasi perilaku, kebutuhan, dan pola pikir. Fasilitas pendidikan arsitektur berperan sebagai laboratorium desain nyata, namun distribusi penggunaannya dipengaruhi oleh gap generasi yang mencakup empat kelompok usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gap generasi dalam pemanfaatan ruang publik indoor di Kampus 2 UAJY serta mengevaluasi keterhubungan spasialnya menggunakan analisis Space Syntax (Connectivity Convex Space Analysis dan Axial Line by Pixel). Metode penelitian menggunakan kuesioner online dan partisipasi berbasis Conceptboard untuk menggali persepsi pengguna, serta analisis keterhubungan spasial guna mengevaluasi pola interaksi berdasarkan konektivitas dan visibilitas ruang. Hasil menunjukkan bahwa generasi muda lebih banyak menggunakan zona dengan konektivitas tinggi dan aksesibilitas visual optimal. Sebaliknya, generasi yang lebih tua memilih ruang dengan konektivitas lebih terbatas dan visibilitas lebih rendah. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa desain ruang publik harus mempertimbangkan strategi berbasis Space Syntax guna meningkatkan konektivitas visual, fleksibilitas penggunaan, dan adaptasi terhadap kebutuhan generasi berbeda. Temuan ini menjadi dasar bagi rekomendasi redesign ruang publik yang lebih inklusif dan adaptif. Kata Kunci: Kesenjangan Generasi dalam Pemanfaatan Ruang, Desain Adaptif Ruang Publik, Space Syntax
KRITERIA ELEMEN INTERIOR FASILITAS OLAHRAGA PADEL DALAM MENDUKUNG INTERAKSI SOSIAL PENGGUNA Putri, Jasmine Adhania Putri; Wardhana, Mahendra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4516

Abstract

Abstract: The rapid growth of padel sports facilities has encouraged these spaces to function not only as venues for physical activity but also as potential settings for social interaction. This condition presents new challenges in providing sports facilities that are capable of supporting social interaction among users. Physical qualities, particularly interior elements, play an important role in shaping spatial experience and encouraging social interaction. This study aims to identify the criteria of interior elements in padel facilities that support social interaction based on users’ perceptions. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through an open-ended questionnaire distributed online to active users of padel facilities in urban areas, selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that users’ perceptions of social interaction are influenced by five main categories of interior elements: spatial layout and circulation, furniture and seating areas, lighting and color, materials and textures, and spatial comfort. Open spatial layouts, warm lighting and color schemes, safe and natural materials, adequate furniture and seating areas, as well as overall spatial comfort are perceived as important interior element criteria in supporting social interaction and user comfort. The findings of this study are expected to provide conceptual references and interior design strategies for sports facilities such as padel, enabling them to function optimally in supporting users’ social interaction. Keyword: Interior design; padel sports facilities; social interaction Abstrak: Perkembangan fasilitas olahraga padel yang semakin meningkat mendorong fasilitas padel tidak hanya berfungsi sebagai ruang aktivitas fisik tetapi juga memiliki potensi sebagai ruang interaksi sosial. Kondisi ini menciptakan tantangan baru dalam menyediakan fasilitas olahraga yang mampu mendukung terjadinya interaksi sosial. Kualitas fisik seperti elemen interior berperan penting dalam membentuk pengalaman ruang dan mendorong terjadinya interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria elemen interior fasilitas padel yang mendukung interaksi sosial berdasarkan persepsi pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terbuka (open-ended question) yang disebarkan secara daring kepada responden pengguna aktif fasilitas padel di kawasan perkotaan yang dipilih melalui purposive sampling. Pendekatan model analisis Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengguna terhadap interaksi sosial dipengaruhi oleh lima kategori elemen interior utama, yaitu tata ruang dan sirkulasi, furnitur dan area duduk, pencahayaan dan warna, material dan tekstur, serta kenyamanan ruang. Tata ruang yang terbuka, pencahayaan dan warna yang hangat, material yang aman dan alami, furnitur dan area duduk yang memadai, serta kenyamanan ruang menjadi kriteria elemen interior yang penting dalam mendukung interaksi sosial dan kenyamanan menurut persepsi pengguna. Hasil temuan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan acuan konseptual serta strategi desain interior pada fasilitas olahraga seperti padel sehingga dapat berfungsi dan mendukung interaksi sosial pengguna secara optimal. Kata Kunci: Elemen interior; fasilitas padel; interaksi sosial

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026 Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue